ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia yang menjadi salah satu negara berkembang sedang menghadapi masalah kematian ibu yang tinggi dengan bandingkan negara berkembang lainnya. Indonesia termasuk dalam kelompok tinggi di antara negara-negara di ASEAN terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dengan jumlah 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Oleh karenanya kami melakukan penelitian akhir dengan mengambil topik Hubungan antara paritas, riwayat ANC, umur ibu dan IMT terhadap kejadian preeklampsia. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantatif yaitu dengan design cross-sectional yang memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan Paritas, ANC, Umur Ibu dan IMT terhadap kejadian pre-eklampsia. Hasil dari uji pada hubungan antara paritas dan kejadian preeklampsia ialah sebesar 0,908, kemudian hubungan antara riwayat ANC dengan kejadian preeklampsia didapatkan nlai P Value ialah sebesar 0,798, hubungan umur dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,005, dan Hasil uji pada hubungan IMT dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,472. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu paritas, IMT, dan riwayat ANC tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur. Sedangkan, faktor umur memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur karena nlai P Value 0,005 0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI DESA SINDANGSARI TAHUN 2025 Rosmala Rahma Aulia Program Studi Sarjana Kebidanan Dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman Jln Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka Cikrang Utara Bekasi 17830 Email: [email protected] ABSTRAK Imunisasi dasar lengkap (IDL) berperan penting dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada bayi. Meskipun program imunisasi telah dilakukan secara luas, cakupan IDL di wilayah Puskesmas Cabangbungin belum mencapai target nasional 100%, hanya sebesar 94% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi di desa Sindangsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 9–12 bulan di desa Sindangsari. Sebanyak 60 responden ditetapkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, pendidikan, usia, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar (p 0,05). Ibu dengan pengetahuan baik, pendidikan tinggi, usia 30 tahun, tidak bekerja, serta mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga, cenderung lebih melengkapi imunisasi dasar bayinya. Penelitian ini menekankan pentingnya peran Puskesmas, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung imunisasi dasar, serta perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendahuluan : Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh orang tua. Dampak kurang gizi terhadap balita dapat berakibat terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025. Metode : Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui factor yang memiliki hubungan dengan status gizi balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: variabel bebas meliputi usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan, penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Variabel terikat yaitu status gizi balita. Total sampling digunakan untuk mengetahui jumlah sampel sebanyak 110 responden. Teknik analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan hasil bahwa Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025 adalah usia balita (p-value 0,024), pendidikan ibu (p-value 0,000), pekerjaan ibu (p-value 0,007), status ekonomi (p-value 0,000), asupan makan balita (p-value 0,000), riwayat penyakit infeksi balita 3 bulan terakhir (p-value 0,000), pengetahuan ibu (p-value 0,000). Kesimpulan : Ada hubungan antara status gizi dengan usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan balita, penyakit infaksi balita, dan pengetahuan ibu. Disarankan bagi masyarakat untuk lebih mengetahui factor yang berhubungan dengan status gizi balita, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pencegahan terjadinya gizi kurang pada balita, dengan mengikuti penyuluhan gizi yang dilakukan kader posyandu agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan pada balita.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INSTITUT MEDIKA DRG.SUHERMAN (IMDS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, APRIL 2021
NAMA : DETI SUMARMO
NIM : 020319663
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI GESTASIONAL
xii + 63 Halaman + 13 tabel + 2 gambar + 10 lampiran
ABSTRAK
Hipertensi Gestasional adalah Hipertensi yang terjadi setelah 20 minggu tanpa proteinuria. Kelahiran pada hipertensi gestasional dapat berjalan normal walaupun tekanan darahnya tinggi dan penyebabnya belum jelas. Tetapi hal ini merupakan indikasi terbentuknya Hipertensi kronis dimasa depan, sehingga perlunya diawasi dan dilakukan tindakan pencegahan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan kejadian hipertensi gestasional
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional yang merupakan suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus dalam satu waktu (poin time approach), tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variable subjek pada saat pemeriksaanejadian hipertensi gestasional.
Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik yang berhubungan dengan kejadian hipertensi gestasional adalah usia (p value=0,021), paritas (p value=0,003). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah tingkat pendidikan (p value=0,488), status pekerjaan (p value=0,083), kunjungan ANC (p value=0,053), riwayat kesehatan (p value=0,194). Saran bagi penderita hipertensi gestasional yaitu lebih perbanyak lagi sumber informasi bagaimana mencegah hipertensi gestasinal dan komplikasinya.
Kata kunci : Karakteristik, Ibu hamil, Hipertensi Gestasional
Daftar Pustaka : 11
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, September 2023 Nama : Trismayani Masnan NIM : (020319645) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR PADA IBU MENYUSUI DI DESA SUKARASA TAHUN 2023 xv + 49 Hal + 12 Tabel + 9 Gambar + 8 Lampiran ABSTRAK Teknik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi yang benar. Menyusui dengan teknik yang salah dapat menimbulkan masalah seperti puting susu menjadi lecet, menyebabkan ASI tidak keluar secara optimal sehingga dapat mempengaruhi produksi ASI dan selanjutnya bayi tidak mau menyusu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi teknik menyusui yang benar pada ibu menyusui di Desa Sukarasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional, peneliti menggunakan kuesioner pertanyaan terbuka, tertutup dan skala likert. Populasinya adalah ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan, dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 82 responden, teknik sampling menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan dari 82 responden terdapat 53 responden (64,6%) yang memiliki pengetahuan kurang baik, sedangkan terdapat 29 responden (35,4%) yang memiliki pengetahuan baik tentang teknik menyusui yang benar. Variabel usia terdapat 44 responden (53,7%) yang merupakan kategori usia beresiko, dan terdapat 38 responden (46,3%) yang kategori usia tidak beresiko. Variabel sikap dari 82 responden terdapat 40 responden (48,8%) yang kategori sikap kurang baik, dan terdapat 42 responden (51,2%) yang merupakan kategori sikap baik. Variabel dukungan kelurga terdapat 43 responden (52,4%) yang menunjukan dukungan keluarga kategori tidak mendukung, sedangkan terdapat 39 responden (47,6%) yang menunjukan dukungan keluarga kategori mendukung. Hasil uji chi-square pada variabel pengetahuan menunjukan bahwa nilai P-value 0,002 ( α = 0,05) dengan Odd Ratio (OR) dengan Odd Ratio (OR) = 5.402. Variabel usia menunjukan nilai P-value 0,039 ( α = 0,05), dengan (OR) = 2.851. Variabel sikap menunjukan nilai P-value 0,014 ( α = 0,05), dengan (OR) = 0.291. Variabel dukungan keluarga menunjukan nilai P-value 0,023 ( α = 0,05), dengan (OR) = 3.125. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa dari semua variabel yang diteliti ditemukan adanya pengaruh terhadap teknik menyusui yang benar pada ibu menyusui di Desa Sukarasa.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang : Thalasemia merupakan kelainan darah genetik yang menyebabkan gangguan pembentukan hemoglobin, anemia kronis, dan membutuhkan transfusi darah secara berkala. Perawatan anak thalasemia juga memerlukan peran ibu di rumah, sehingga pengetahuan ibu penting dalam mendukung perawatan yang tepat
Tujuan : Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu
terhadap perawatan di rumah pada anak thalasemia di Ruang One Day Care
(ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2026.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 67 responden dari 80 populasi, yaitu ibu yang memiliki anak penderita thalasemia berusia 1–10 tahun dan menjalani transfusi darah secara terjadwal di Ruang One Day Care (ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika
Cibinong. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank, diperoleh nilai koefisien korelasi 0,353 dengan P-Value = 0,003 (P< 0,05), sehingga Ha diterima yang berarti terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan di rumah pada anak thalasemia.
Kesimpulan : Dari hasil penelitian, analisis data dan pembahasan maka tujuan penelitian telah terjawab, yakni terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan di rumah pada anak thalasemia di Ruang One Day Care (ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dalam upaya memberikan edukasi kepada ibu mengenai pentingnya pengetahuan dalam melaksanakan perawatan anak thalasemia di rumah.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Kesehatan mental ibu hamil trimester III perlu diperhatikan karena perubahan fisik dan psikologis serta persiapan persalinan dapat meningkatkan kecemasan. Studi pendahuluan di Desa Banjarsari menunjukkan 6 dari 10 ibu hamil trimester III mengalami keluhan psikologis berupa kecemasan, kekhawatiran terhadap kondisi janin, dan gangguan tidur. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental ibu hamil trimester III di Desa Banjarsari Tahun 2026. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 50 ibu hamil trimester III menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan, kondisi ekonomi, dukungan suami dan keluarga, paritas, serta status pernikahan. Kesehatan mental dioperasionalkan melalui tingkat kecemasan yang diukur menggunakan subskala Anxiety DASS-21. Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Sebanyak 23 responden (46,0%) mengalami kecemasan kategori sedang. Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan (p = 0,027), kondisi ekonomi (p = 0,001), dukungan suami dan keluarga (p = 0,008), paritas (p < 0,001), serta status pernikahan (p = 0,026) dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan: Kelima faktor yang diteliti berhubungan bermakna dengan kesehatan mental ibu hamil trimester III yang dioperasionalkan melalui tingkat kecemasan di Desa Banjarsari Kab. Bekasi Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Masa nifas merupakan periode penting dalam pemulihan ibu setelah persalinan. Salah satu proses fisiologis yang perlu dipantau adalah involusi uterus, yang ditandai dengan penurunan Tinggi Fundus Uteri (TFU). Mobilisasi dini merupakan salah satu upaya yang dapat membantu mempercepat proses involusi uterus dan mencegah komplikasi masa nifas. Tujuan: Mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap proses involusi uterus pada ibu nifas 6 jam di Praktik Mandiri Bidan Sanih Wilayah Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasy Experiment dan pendekatan One-Group Pretest-Posttest. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 30 ibu nifas 6 jam yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling. Pengukuran TFU dilakukan sebelum dan sesudah intervensi mobilisasi dini menggunakan metline. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan Paired Sample t-Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Rata-rata TFU sebelum dilakukan mobilisasi dini adalah 13,057 cm (SD ± 0,8332 cm), dengan nilai minimum 11,2 cm dan maksimum 14,8 cm. Setelah dilakukan mobilisasi dini, rata-rata TFU menurun menjadi 11,167 cm (SD ± 0,8860 cm), dengan nilai minimum 9,7 cm dan maksimum 12,8 cm. Terjadi penurunan rata-rata TFU sebesar 1,89 cm (SD ± 0,4037 cm). Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai t-hitung = 25,641 dan p-value = 0,001 (p < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan antara mobilisasi dini terhadap proses involusi uterus pada ibu nifas 6 jam. Simpulan: Mobilisasi dini terbukti mempercepat involusi uterus, sehingga disarankan menjadi asuhan rutin ibu nifas
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Praktik budaya pantang makan pada ibu nifas masih sangat prevalent di Indonesia akibat kepercayaan tradisional, yang berisiko menghambat pemulihan luka perineum dan menurunkan kualitas ASI secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik tersebut di Desa Sukabakti, Kecamatan Tambelang tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,003; OR=16,000), dukungan keluarga (p=0,010; OR=0,091), dan peran paraji (p=0,028; OR=0,132) dengan praktik pantang makan. Pengetahuan merupakan faktor risiko paling dominan, di mana ibu dengan pengetahuan kurang baik berpeluang 16 kali lebih besar melakukan pantang makan. Sebaliknya, dukungan keluarga dan peran paraji yang positif bertindak sebagai faktor protektif. Namun, variabel akses informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,067). Disimpulkan bahwa faktor sosial-budaya sangat memengaruhi praktik ini. Oleh karena itu, tenaga kesehatan disarankan meningkatkan edukasi gizi yang secara aktif melibatkan keluarga dan paraji untuk mengubah norma sosial serta mencegah risiko stunting pada bayi secara menyeluruh dan berkelanjutan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Emesis gravidarum merupakan keluhan mual dan muntah yang umum dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan apabila tidak ditangani dengan baik dapat memengaruhi kondisi ibu. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan emesis gravidarum dapat memengaruhi kemampuan ibu dalam melakukan upaya pencegahan secara tepat. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi secara ringkas, sistematis, dan dapat dibaca kembali oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet tentang pencegahan emesis gravidarum terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I di TPMB Bidan Ai Hayati Karawang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pre-test post-test. Jumlah responden sebanyak 50 ibu hamil trimester I. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diberikan intervensi, sebanyak 25 responden (50,0%) memiliki pengetahuan kurang dan 25 responden (50,0%) memiliki pengetahuan cukup. Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet, seluruh responden (100,0%) memiliki pengetahuan baik. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 9,44 menjadi 17,12. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I tentang pencegahan emesis gravidarum di TPMB Bidan Ai Hayati Karawang Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Keterbatasan produksi dan pengeluaran Air Susu Ibu (ASI) pada hari-hari pertama pascapersalinan menjadi hambatan utama dalam pencapaian cakupan ASI eksklusif. Hambatan ini memicu risiko gangguan pertumbuhan anak hingga meningkatnya angka kejadian stunting. Intervensi nonfarmakologis berupa pijat oksitosin di area vertebra torakalis dinilai efektif merangsang refleks pancaran (let-down reflex) melalui stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemijatan oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Mekar Mukti Tahun 2026. Metode: Penelitian pra-eksperimental ini mengadopsi rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu nifas di Puskesmas Mekar Mukti pada bulan Juli 2026. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik total sampling sehingga didapatkan 30 ibu nifas. Intervensi pijat oksitosin diberikan dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan gelas ukur laktasi. Analisis data bivariat diuji menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test karena distribusi data tidak normal. Hasil: Karakteristik responden menunjukkan seluruh ibu berada pada usia reproduksi sehat (100%), mayoritas berstatus multipara (60%), dan tidak bekerja (86,7%). Sebelum intervensi, seluruh responden (100%) memiliki produksi ASI kategori kurang (<250 ml). Paschaintervensi, terjadi peningkatan signifikan di mana 15 responden (50%) mencapai kategori cukup dan 10 responden (33,3%) kategori lebih. Uji statistik menunjukkan nilai Z = -4,796 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pelaksanaan pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Intervensi ini direkomendasikan sebagai asuhan kebidanan komplementer rutin di puskesmas serta dimaksimalkan melalui pemberdayaan keluarga.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, sehingga kelancaran produksi dan pengeluarannya penting dalam keberhasilan pemberian ASI. Produksi ASI yang optimal mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi serta keberlanjutan proses menyusui. Pijat oksitosin merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang membantu relaksasi ibu dan mendukung refleks pengeluaran ASI, sedangkan teknik Marmet memberikan stimulasi mekanis secara langsung pada payudara untuk membantu pengeluaran ASI. Kombinasi kedua teknik tersebut diharapkan dapat memberikan stimulasi yang lebih optimal dalam mendukung produksi dan pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan peningkatan produksi ASI antara pemberian pijat oksitosin dan kombinasi pijat oksitosin dengan teknik Marmet pada ibu nifas di Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi Tahun 2026.
Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest two-group dengan 30 responden yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 15 responden. Kelompok pertama diberikan pijat oksitosin, sedangkan kelompok kedua diberikan kombinasi pijat oksitosin dan teknik Marmet. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan satuan mL. Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test pada tingkat kemaknaan α = 0,05.
Hasil menunjukkan rata-rata produksi ASI pada kelompok pijat oksitosin meningkat dari 19,92 mL menjadi 30,89 mL, sedangkan kelompok kombinasi meningkat dari 20,94 mL menjadi 42,81 mL. Peningkatan masing-masing sebesar 10,97 mL dan 21,87 mL, dengan p < 0,001. Uji independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001), dengan selisih rata-rata peningkatan sebesar 10,91 mL. Kesimpulan pada kedua intervensi didapatkan peningkatan produksi ASI, namun kombinasi pijat oksitosin dan teknik Marmet menunjukkan peningkatan yang lebih besar dibandingkan pijat oksitosin saja. Kombinasi kedua teknik tersebut dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis dalam mendukung produksi dan pengeluaran ASI pada ibu nifas.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Teknik menyusui yang benar penting dalam mendukung keberhasilan dan efektivitas pemberian ASI. Namun, masih ditemukan ibu menyusui yang memiliki keterbatasan pengetahuan dalam memahami dan menerapkan teknik menyusui yang benar. Berdasarkan studi pendahuluan di Posyandu Desa Karang Asih, dari 14 ibu menyusui yang diamati, sebanyak 11 ibu (78,57%) belum mampu menerapkan teknik menyusui dengan benar, sedangkan 3 ibu (21,43%) telah mampu menerapkan teknik menyusui dengan benar. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya edukasi yang mudah dipahami dan dapat diakses oleh ibu menyusui. Salah satu media edukasi yang dapat digunakan adalah poster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi melalui media poster terhadap pengetahuan ibu menyusui mengenai teknik menyusui yang benar di Posyandu Desa Karang Asih Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental dan rancangan one-group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu menyusui yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Edukasi diberikan menggunakan media poster, sedangkan data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui normalitas data dan uji Wilcoxon Signed Rank Test sebagai uji non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan ibu menyusui meningkat dari 12,94 ± 2,588 sebelum edukasi menjadi 17,80 ± 2,040 setelah edukasi, dengan peningkatan sebesar 4,86 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi melalui media poster, dengan nilai Z = -5,105 dan p-value = 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi melalui media poster berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu menyusui mengenai teknik menyusui yang benar di Posyandu Desa Karang Asih Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Mual dan muntah merupakan keluhan umum pada ibu hamil trimester I akibat perubahan fisiologis selama kehamilan. Di Indonesia, sekitar 50–75% ibu hamil mengalami mual dan muntah pada trimester pertama. Kondisi berlebihan dapat mengganggu aktivitas, menurunkan asupan makanan dan cairan, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan ibu dan janin. Penatalaksanaan dapat dilakukan secara farmakologis dengan vitamin B6 (piridoksin) dan nonfarmakologis dengan aromaterapi lemon. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan penurunan mual dan muntah antara pemberian kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6 dengan vitamin B6 di TPMB Diana Mardiana, S.Tr.Keb., Bdn. Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental dan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel berjumlah 36 ibu hamil trimester I yang mengalami mual dan muntah, terdiri atas 18 responden kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol, dengan teknik consecutive sampling. Kelompok intervensi diberikan kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6, sedangkan kelompok kontrol diberikan vitamin B6. Tingkat mual dan muntah diukur menggunakan Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE). Analisis data menggunakan Paired Sample T-Test, Wilcoxon Signed Rank Test, dan Mann-Whitney U Test dengan α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan rata-rata skor mual dan muntah kelompok intervensi menurun dari 11,28 menjadi 4,94, sedangkan kelompok kontrol dari 11,17 menjadi 8,00. Uji Paired Sample T-Test pada kelompok intervensi dan Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok kontrol masing-masing memperoleh p = 0,000. Uji Mann-Whitney U Test memperoleh p = 0,000 (p < 0,05), menunjukkan terdapat perbedaan penurunan mual dan muntah antara kedua kelompok. Kesimpulan: Kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6 lebih efektif dibandingkan vitamin B6 saja. Saran: Diharapkan bagi bidan mempertimbangkan aromaterapi lemon sebagai terapi nonfarmakologis pendamping dalam asuhan kebidanan ibu hamil trimester I.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Mual dan muntah merupakan masalah yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kondisi nutrisi ibu hamil pada trimester awal. Rendahnya pengetahuan mengenai penanganan keluhan ini dapat meningkatkan risiko mual muntah berlebihan hingga hiperemesis gravidarum. Oleh karena itu, edukasi kesehatan menggunakan media audio visual diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil yang mengalami mual muntah di Puskesmas Mekar Mukti Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 35 ibu hamil yang mengalami mual muntah dengan teknik purposive sampling. Edukasi kesehatan diberikan menggunakan media audio visual. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan Paired Sample T-Test. Sebelum edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 19 responden (54,3%). Setelah edukasi, sebagian besar memiliki pengetahuan kategori baik sebanyak 32 responden (88,6%) dan tidak terdapat responden dengan kategori kurang. Hasil uji menunjukkan nilai t = −11,953 (df = 34) dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan edukasi kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Simpulan penelitian ini adalah edukasi kesehatan dengan media audio visual berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil yang mengalami mual muntah.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: ASI eksklusif diberikan selama enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa tambahan makanan atau minuman lain. Namun, masih terdapat ibu yang mengalami terputusnya pemberian ASI eksklusif. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan pengetahuan ibu, dukungan suami, dan pekerjaan ibu. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terputusnya pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarmukti Cikarang Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 84 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan p<0,05. Hasil: Sebanyak 51 responden mengalami terputusnya pemberian ASI eksklusif dan 33 responden memberikan ASI eksklusif. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu, dukungan suami, dan pekerjaan ibu dengan terputusnya pemberian ASI eksklusif, masing-masing dengan p-value<0,001. Kesimpulan: Pengetahuan ibu, dukungan suami, dan pekerjaan ibu berhubungan dengan terputusnya pemberian ASI eksklusif. Diperlukan peningkatan edukasi ASI eksklusif serta dukungan suami, keluarga, dan lingkungan, khususnya bagi ibu bekerja.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Produksi ASI yang kurang merupakan salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemenuhan nutrisi ibu melalui konsumsi pangan yang berpotensi sebagai laktagogum, salah satunya sayur daun kelor (Moringa oleifera). Daun kelor mengandung zat gizi dan senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung produksi ASI. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi sayur daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Sukarapih wilayah kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu menyusui yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 15 responden, dengan teknik total sampling. Kelompok intervensi diberikan sayur bening daun kelor ±100gram satu kali sehari selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi daun kelor. Analisis data menggunakan Paired Sample t-Test dan Independent Sample t-Test. Hasil: Rata-rata produksi ASI kelompok kontrol meningkat dari 205,66 ml menjadi 236,00 ml, dengan peningkatan 30,33 ml. Pada kelompok intervensi, rata-rata produksi ASI meningkat dari 215,13 ml menjadi 281,20 ml, dengan peningkatan 66,06 ml. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p <0,001 pada kedua kelompok. Hasil Independent Sample t-Test menunjukkan nilai p <0,001, dengan selisih rata-rata peningkatan produksi ASI sebesar 35,73 ml antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan dan Saran: Terdapat pengaruh konsumsi sayur daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Sukarapih wilayah kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026. Konsumsi sayur daun kelor selama 7 hari menunjukkan peningkatan produksi ASI yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Ibu menyusui diharapkan dapat memperhatikan upaya untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi ASI, salah satunya dengan menjaga asupan nutrisi dan menerapkan pola hidup sehat.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi yang terjadi selama kehamilan merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ibu dan janin. Pengetahuan serta sikap ibu hamil yang memadai menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pencegahan dan pengenalan tanda hipertensi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media poster terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang hipertensi di Desa Pasir Sari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-experimental dan model one group pretest-posttest. Responden dalam penelitian ini berjumlah 60 ibu hamil. Data pengetahuan dan sikap dikumpulkan melalui pengukuran sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media poster. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden dengan pengetahuan kategori baik meningkat dari 39 orang (65,0%) sebelum diberikan edukasi menjadi 56 orang (93,3%) setelah diberikan edukasi. Pada variabel sikap, hasil pengukuran menunjukkan adanya peningkatan sikap setelah diberikan edukasi menggunakan media poster. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya perubahan pengetahuan yang signifikan dengan nilai Z = -6,032 dan p = 0,000, serta perubahan sikap yang signifikan dengan nilai Z = -6,686 dan p = 0,000. Karena nilai p < 0,05, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media poster terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang hipertensi di Desa Pasir Sari. Media poster dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana edukasi kesehatan yang sederhana, informatif, dan mudah dipahami dalam mendukung peningkatan pengetahuan serta sikap ibu hamil dalam upaya pencegahan hipertensi selama kehamilan
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan global dan nasional yang berdampak serius terhadap morbiditas serta mortalitas ibu dan janin. Berdasarkan studi pendahuluan tercatat sebanyak 46 ibu hamil mengalami anemia dengan dominasi kategori anemia sedang (56,5%), yang dipicu oleh rendahnya pengetahuan mengenai gizi dan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media booklet terhadap pengetahuan ibu hamil dengan anemia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 46 responden ibu hamil dengan anemia. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat kemaknaan $\alpha=0,05$. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi (pre-test), sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang yaitu sebanyak 22 orang (47,83%), cukup 18 orang (39,13%), dan baik 6 orang (13,04%). Setelah diberikan intervensi edukasi menggunakan media booklet (post-test), terjadi peningkatan signifikan di mana sebagian besar responden berada pada kategori baik sebanyak 34 orang (74%), dan cukup 12 orang (26%). Hasil analisis bivariat menghasilkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 ($p<0,05$). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi kesehatan menggunakan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil dengan anemia. Media Booklet dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif media edukasi bagi ibu hamil dalam mendukung penyampaian informasi terkait kehamilan
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka panjang yang berdampak buruk pada tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia. Data per Januari 2026 menunjukkan bahwa Dusun II berkontribusi terhadap kasus stunting tertinggi yakni sebanyak 25 kasus dari 42 kasus (59,5%) yang tercatat di Desa Karangasih. Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa emas (golden period) yang sangat krusial dalam pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi 1000 HPK terhadap pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan stunting di Dusun II Desa Karangasih, Kabupaten Bekasi tahun 2026. Metode penelitian menggunakan pra-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel sebanyak 32 ibu hamil dipilih dengan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi tatap muka dengan bantuan media leaflet dan instrumen kuesioner berskala Guttman. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan kategori baik meningkat dari 17 responden (53,12%) menjadi 28 responden (87,50%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), dengan 25 responden mengalami peningkatan skor pengetahuan. Kesimpulan Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi 1000 HPK terhadap pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan stunting di Dusun II Karangasih Cikarang Utara Bekasi Tahun 2026