Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: ibu menyusui
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Teknik Menyusui Yang Benar pada Ibu Menyusui

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, September 2023 Nama : Trismayani Masnan NIM : (020319645) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR PADA IBU MENYUSUI DI DESA SUKARASA TAHUN 2023 xv + 49 Hal + 12 Tabel + 9 Gambar + 8 Lampiran ABSTRAK Teknik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi yang benar. Menyusui dengan teknik yang salah dapat menimbulkan masalah seperti puting susu menjadi lecet, menyebabkan ASI tidak keluar secara optimal sehingga dapat mempengaruhi produksi ASI dan selanjutnya bayi tidak mau menyusu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi teknik menyusui yang benar pada ibu menyusui di Desa Sukarasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional, peneliti menggunakan kuesioner pertanyaan terbuka, tertutup dan skala likert. Populasinya adalah ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan, dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 82 responden, teknik sampling menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan dari 82 responden terdapat 53 responden (64,6%) yang memiliki pengetahuan kurang baik, sedangkan terdapat 29 responden (35,4%) yang memiliki pengetahuan baik tentang teknik menyusui yang benar. Variabel usia terdapat 44 responden (53,7%) yang merupakan kategori usia beresiko, dan terdapat 38 responden (46,3%) yang kategori usia tidak beresiko. Variabel sikap dari 82 responden terdapat 40 responden (48,8%) yang kategori sikap kurang baik, dan terdapat 42 responden (51,2%) yang merupakan kategori sikap baik. Variabel dukungan kelurga terdapat 43 responden (52,4%) yang menunjukan dukungan keluarga kategori tidak mendukung, sedangkan terdapat 39 responden (47,6%) yang menunjukan dukungan keluarga kategori mendukung. Hasil uji chi-square pada variabel pengetahuan menunjukan bahwa nilai P-value 0,002 ( α = 0,05) dengan Odd Ratio (OR) dengan Odd Ratio (OR) = 5.402. Variabel usia menunjukan nilai P-value 0,039 ( α = 0,05), dengan (OR) = 2.851. Variabel sikap menunjukan nilai P-value 0,014 ( α = 0,05), dengan (OR) = 0.291. Variabel dukungan keluarga menunjukan nilai P-value 0,023 ( α = 0,05), dengan (OR) = 3.125. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa dari semua variabel yang diteliti ditemukan adanya pengaruh terhadap teknik menyusui yang benar pada ibu menyusui di Desa Sukarasa.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Edukasi Melalui Media Poster Terhadap Pengetahuan Ibu Menyusui Mengenai Teknik Menyusui yang Benar di Posyandu Desa Karangasih Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Teknik menyusui yang benar penting dalam mendukung keberhasilan dan efektivitas pemberian ASI. Namun, masih ditemukan ibu menyusui yang memiliki keterbatasan pengetahuan dalam memahami dan menerapkan teknik menyusui yang benar. Berdasarkan studi pendahuluan di Posyandu Desa Karang Asih, dari 14 ibu menyusui yang diamati, sebanyak 11 ibu (78,57%) belum mampu menerapkan teknik menyusui dengan benar, sedangkan 3 ibu (21,43%) telah mampu menerapkan teknik menyusui dengan benar. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya edukasi yang mudah dipahami dan dapat diakses oleh ibu menyusui. Salah satu media edukasi yang dapat digunakan adalah poster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi melalui media poster terhadap pengetahuan ibu menyusui mengenai teknik menyusui yang benar di Posyandu Desa Karang Asih Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental dan rancangan one-group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu menyusui yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Edukasi diberikan menggunakan media poster, sedangkan data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui normalitas data dan uji Wilcoxon Signed Rank Test sebagai uji non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan ibu menyusui meningkat dari 12,94 ± 2,588 sebelum edukasi menjadi 17,80 ± 2,040 setelah edukasi, dengan peningkatan sebesar 4,86 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi melalui media poster, dengan nilai Z = -5,105 dan p-value = 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi melalui media poster berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu menyusui mengenai teknik menyusui yang benar di Posyandu Desa Karang Asih Tahun 2026.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Konsumsi Sayur Daun Kelor Terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan di Desa Sukarapih Wilayah Kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Produksi ASI yang kurang merupakan salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemenuhan nutrisi ibu melalui konsumsi pangan yang berpotensi sebagai laktagogum, salah satunya sayur daun kelor (Moringa oleifera). Daun kelor mengandung zat gizi dan senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung produksi ASI. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi sayur daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Sukarapih wilayah kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu menyusui yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 15 responden, dengan teknik total sampling. Kelompok intervensi diberikan sayur bening daun kelor ±100gram satu kali sehari selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi daun kelor. Analisis data menggunakan Paired Sample t-Test dan Independent Sample t-Test. Hasil: Rata-rata produksi ASI kelompok kontrol meningkat dari 205,66 ml menjadi 236,00 ml, dengan peningkatan 30,33 ml. Pada kelompok intervensi, rata-rata produksi ASI meningkat dari 215,13 ml menjadi 281,20 ml, dengan peningkatan 66,06 ml. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p <0,001 pada kedua kelompok. Hasil Independent Sample t-Test menunjukkan nilai p <0,001, dengan selisih rata-rata peningkatan produksi ASI sebesar 35,73 ml antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan dan Saran: Terdapat pengaruh konsumsi sayur daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Sukarapih wilayah kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026. Konsumsi sayur daun kelor selama 7 hari menunjukkan peningkatan produksi ASI yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Ibu menyusui diharapkan dapat memperhatikan upaya untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi ASI, salah satunya dengan menjaga asupan nutrisi dan menerapkan pola hidup sehat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui 0-6 Bulan di Desa Tanahbaru Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Pemberian ASI optimal sangat penting bagi tumbuh kembang bayi, namun masih banyak ibu mengalami produksi ASI tidak lancar. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung senyawa galaktagog yang berpotensi meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Tanahbaru Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest dengan total sampling sebanyak 20 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner produksi ASI sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan produksi ASI setelah pemberian rebusan daun kelor dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa rebusan daun kelor berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ASI. Temuan ini diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis dan bahan edukasi bagi tenaga kesehatan dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu yang Mempunyai Bayi Usia 6-12 Bulan di TPMB Siti Halimah Bekasi Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Bekasi tahun 2022 masih di bawah target yang ditetapkan sebesar 71,2% dari 80%. Berdasarkan data tersebut faktor usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga menjadi faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan ASI eksklusif di kabupaten Bekasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024. Metode: Jenis penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yang dating ke TPMB Siti Halimah. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data di analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil : Menunjukan variabel yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yaitu usiar p value = 0,000 Nilai OR= 53,182, pekerjaan p value = 0,000 Nilai OR=23,4, pendidikan p value = 0,000 Nilai OR= 32,5, paritas p value = 0,003 Nilai OR= 16,162, sumber informasi p value = 0,000 Nilai OR= 91, dukungan keluarga p value = 0,000 Nilai OR= 27,444. Kesimpulan : Ada hubungan antara usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024, diharapkan faktor-faktor tersebut tidak menjadi penghambat dalam pemberian ASI eksklusif sehingga cakupan ASI eksklusif bisa tercapai sesuai target yang diharapkan.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Jus Kurma Ajwa dan Susu Almond Terhadap Kelancaran ASI Pada Ibu Menyusui di TPMB Nengsih Patmawati, Amd. Keb. Desa Tanjung Baru Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Arti ASI ialah konsumsi bayi yang berarti serta nutrisi natural terbaik buat anak sebab memiliki kemauan energi serta zat yang diperlukan sepanjang 6 bulan dini kehidupan anak. Pemberian Jus kurma Ajwa dan Susu Almond ialah minuman berbentuk kombinasi 100 gr atau 15 butir kurma yang direndam dengan air matang 100ml dan ditambah susu almond 250ml dan diblender, disaring dan direbus hingga mendidih selama 5-10 menit, di konsumsi 1x sehari selama 7 hari pada ibu menyusui. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Jus Kurma Ajwa dan Susu Almond terhadap kelancaran ASI pada ibu menyusui di TPMB Nengsih Patmawati Amd.Keb Desa Tanjung Baru, Cikarang Timur, Kab. Bekasi Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Experimental Design dengan pendekatan One Grup Pretest dan Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu menyusui di TPMB Nengsih Patmawati pada bulan Januari- April 2024 dengan jumlah populasi 30 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik Total Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi ASI. Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dan sebelumnya dilakukan uji normalitas data dengan Shapiro Wilk dan dilakukan Uji Statistic Non Parametric yaitu Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian menunjukan bahwa ada Pengaruh Pemberian Jus Kurma Ajwa dan Susu Almond terhadap Kelancaran ASI pada Ibu menyusui dengan Asymp. Sig mempunyai nilai <0,001 (P<0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa Pemberian Jus Kurma Ajwa dan Susu Almond berpengaruh terhadap kelancaran ASI pada Ibu Menyusui. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan serta wawasan mengenai pengaruh Jus Kurma Ajwa dan Susu Almond terhadap Kelancaran ASI pada ibu menyusui dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta Jus Kurma Ajwa dan Susu Almond menjadi salah satu produk Inovasi dalam Bidang Kebidanan.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif di TPMB Siti Halimah Tahun 2024

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Bekasi tahun 2022 masih di bawah target yang ditetapkan pemerintah sebesar 80% yaitu 71,2%. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan ASI eksklusif yaitu usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga. ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi 0-6 bulan tanpa pemberian tambahan cairan lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024. Jenis penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 70 responden dengan jumlah sampel 70 ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data di analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil dari penelitian yang menunjukan variabel yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yaitu usiar p value = 0,000 Nilai OR= 53,182, pekerjaan p value = 0,000 Nilai OR=23,4, pendidikan p value = 0,000 Nilai OR= 32,5, paritas p value = 0,003 Nilai OR= 16,162, sumber informasi p value = 0,000 Nilai OR= 91, dukungan keluarga p value = 0,000 Nilai OR= 27,444. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024. Saran : diharapkan faktor-faktor baik eksternal maupun internal tidak menjadi penghambat dalam pemberian ASI eksklusif sehingga cakupan ASI eksklusif bisa tercapai sesuai target yang diharapkan.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI TPMB SITI HALIMAH BEKASI TAHUN 2024

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Bekasi tahun 2022 masih di bawah target yang ditetapkan pemerintah sebesar 80% yaitu 71,2%. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan ASI eksklusif yaitu usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga. ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi 0-6 bulan tanpa pemberian tambahan cairan lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024. Jenis penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 70 responden dengan jumlah sampel 70 ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data di analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil dari penelitian yang menunjukan variabel yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yaitu usiar p value = 0,000 Nilai OR= 53,182, pekerjaan p value = 0,000 Nilai OR=23,4, pendidikan p value = 0,000 Nilai OR= 32,5, paritas p value = 0,003 Nilai OR= 16,162, sumber informasi p value = 0,000 Nilai OR= 91, dukungan keluarga p value = 0,000 Nilai OR= 27,444. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024. Saran : diharapkan faktor-faktor baik eksternal maupun internal tidak menjadi penghambat dalam pemberian ASI eksklusif sehingga cakupan ASI eksklusif bisa tercapai sesuai target yang diharapkan.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Konsumsi Daun Kacang Panjang Terhadap Kelancaran Produksi ASI Pada Ibu Menyusui di TPMB A Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Produksi ASI suatu proses pembentukan ASI yang melibatkan hormon prolaktin dan hormon oksitosin, masalah yang ditimbulkan dari ibu menyusui adalah produksi ASI yang tidak maksimal, sehingga banyak bayi yang kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi karena ibu tidak dapat memberikan ASI maksimal yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi. Sayursayuran mampu meningkatkan volume air susu ibu. Selain sayur-sayur tersebut, buah-buahan yang mengandung banyak air akan membantu ibu menghasilkan ASI yang berlimpah. Jumlah ASI yang sedikit juga dapat diatasi ibu dengan mengkonsumsi daun kacang panjang. Lembayung atau daun kacang panjang mengandung sipinon dan polifenol yang berperan dalam reflek prolactin, sehingga merangsang alveoli untuk memproduksi susu sebagai makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI. Selain daun kacang panjang ibu juga dapat mengkonsumsi sayuran lain seperti daun katuk dan daun kelor untuk meningkatkan produksi ASI. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui Pengaruh konsumsi daun kacang panjang terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu Menyusui di TPMB A Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang tahun 2023 Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-post test design, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum di di TPMB A Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sebanyak 30 orang Teknik pengumpulan sampel yaitu menggunakan total sampling yang artinya menggunakan seluruh populasi untuk dijadikan sampel penelitian sehingga total sampel yang dibutuhkan adalah 30 respoden. Hasil uji Wilcoxone Signed Test diperoleh nilai nilai p= 0.000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh konsumsi daun kacang panjang terhadap kelancaran produksi asi pada ibu menyusui di TPMB A Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Tahun 2023. Kesimpulan ada pengaruh konsumsi daun kacang panjang terhadap kelancaran produksi asi pada ibu menyusui di TPMB A Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Tahun 2023. Dapat memberikan informasi kepada ibu menyusui yang mengalami masalah produksi ASI untuk memperlancar produksi ASI selain dengan mengkonsumsi suplemen juga dapat dilakukan dengan cara terapi komplementer seperti mengkonsumsi daun kacang panjang.

23 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Rendahnya Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Bekerja di Wilayah TPMB Yuliani Kusrahmadani Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Pemberian ASI eksklusif adalah pemberian hanya air susu ibu saja tanpa pemberian makanan atau minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berusia 6 bulan tanpa tambahan apapun kecuali obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di TPMB Yuliani Kusrahmadani 2023 diharapkan dapat bemanfaat untuk ibu meningkatkan kesadarannya dalam memberikan ASI ekskusif pada bayi secara tepat yaitu usia 0-6 bulan sehingga cakupan ASI eksklusif dapat mencapai target yang didukung oleh semua kalangan. Jenis penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 50 responden dengan jumlah sampel 50 ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data Analisa menggunakan aalisa univariat dan Analisa bivariate dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu bekerja yaitu pengetahuan p value = 0,007 Nilai OR= 6,878, sikap p value = 0,009 Nilai OR=11,368, fasilitas laktasi p value = 0,000 Nilai OR= 11,667, dukungan keluarga p value = 0,000 Nilai OR= 12,857, dukungan tenaga kesehatan p value = 0,000 Nilai OR= 75,000. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti faktor yang berperan penting dalam menentukan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja yaitu pengetahuan, sikap, fasilitas laktasi, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan. Dukungan tenaga kesehatan merupakan faktor resiko yang paling tinggi untuk ibu bekerja yang tidak memberikan ASI yaitu 75,000.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di TPMB Riska Devi Kurniawan Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Pemberian ASI eksklusif adalah pemberian hanya air susu ibu saja tanpa pemberian makanan atau minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berusia 6 bulan tanpa tambahan apapun kecuali obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di TPMB Riska Devi Kurniawan tahun 2023 diharapkan dapat bemanfaat untuk ibu meningkatkan kesadarannya dalam memberikan ASI ekskusif pada bayi secara tepat yaitu usia 0-6 bulan sehingga cakupan ASI eksklusif dapat mencapai target yang didukung oleh semua kalangan. . Jenis penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 70 responden dengan jumlah sampel 70 ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data Analisa menggunakan aalisa univariat dan Analisa bivariate dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan yaitu umur p value = 0,004 Nilai OR= 5,857, pekerjaan p value = 0,004 Nilai OR=5,489, pendidikan p value = 0,018 Nilai OR= 4,846, pengetahuan p value = 0,041 Nilai OR= 3,611, dukungan keluarga p value = 0,019 Nilai OR= 4,036, dukungan tenaga kesehatan p value = 0,021 Nilai OR= 3,889 dan yang tidak berhubungan yaitu paritas dengan p value = 0,109. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti faktor yang berperan penting dalam menentukan pemberian ASi eksklusif pada bayi 0-6 bulan yaitu umur, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan suami sedangkan faktor umur merupakan faktor resiko yang paling tinggi untuk ibu tidak memberikan ASInya pada bayi usia 0-6 bulan yaitu 5,857.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Ekstrak Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui di Puskesmas Bahagia Tahun 2021

2023•Koleksi Perpustakaan

ASI merupakan sumber asupan nutrisi bagi bayi baru lahir. ASI yang diberikan pada bayi berusia 0 bulan sampai 6 bulan disebut ASI eksklusif. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif berarti memberikan ASI kepada bayi selama enam bulan setelah lahir, tidak memberikannya dan menggantinya dengan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh antara ekstrak daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Bahagia pada bulan Desember 2021 – Januari 2022. Desain penelitian ini ekperimental dengan menggunakan metode praeksperimen (pre experimental designs) yaitu one group pretest posttest design. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bahagia pada bulan Desember 2021 – Januari 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0 – 12 bulan yang berada di Puskesmas Bahagia, Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner pretest dan posttest, analisis yang digunakan adalah univariat dan analisis bivariat dengan uji paired t-Test. Hasil analisis bivariat terdapat pengaruh antara ekstrak daun kelor dengan produksi ASI dengan P value = 0,000 P<a 0,05 dan COR 0,996. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh antara ekstrak daun kelor dengan produksi ASI. Saran dari penelitian diharapkan dapat memanfaatkan daun kelor sebagai sumber bahan peningkat ASI karena murah, mudah didapat, dan mudah ditanam tetapi memiliki manfaat yang sangat banyak.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pemberian ASI Ekslusif Terhadap Penurunan Berat Badan Ibu yang Mempunyai Bayi Usia 0-6 Bulan di Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

ASI Ekslusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan dan minuman lain selama umur bayi 0-6 bulan, Akan tetapi hingga saat ini masih banyak ibu yang mau memberikan ASI secara Ekslusif pada bayinya karena mereka beranggapan bahwa menyusui dapat menurunkan berat badan. adapun dampak Penurunan berat badan pada ibu menyusui dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti stress, lemas , mengantuk, kurang nutrisi, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi, pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Mei-Juni 2019, populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan di Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi sampel sebanyak 78 ibu. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan univariat dan bivariat dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independent dan variabel dependent. Hasil penelitian uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan antara Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan nilai P= 0,022 (P<a0,05) dan OR=4,783 ada hubungan antara Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan, Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan, saran dalam penelitian ini adalah diharapkan ibu dapat mengetahui dampak dan resiko dari Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan dan dapat memberikan informasi mengenai perubahan berat badan ibu menyusui secara Ekslusif untuk berkonsultasi ke pelayanan kesehatan terdekat untuk mengetahui jumlah kebutuhan gizi yang tepat pada masa menyusui dan manfaat dan menyusui secara Ekslusif.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail