Profil penulis
Yulidian Nurpratiwi
52 karya publik ditemukan.
Analisis Berbasis Bukti EBP Penerapan Terapi Breastcare Terahadap Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Post Partum di Ruang Lavender Sentra Medika Hospital Cikarang Tahun 2026
Penerapan Asuhan Keperawatan dengan Aromatherapi Lemon dalam Menurunkan Skala Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea (SC) Hari Ke-0 Sampai Hari Ke-3 di Ruang Lavender Sentra Medika Hospital Cikarang Tahun 2026
Analisis Praktik Keperawatan Berbasis Bukti Penerapan Walking Exercise Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus di UPTD Puskesmas Sirnajaya
Penerapan Intervensi Mengunyah Permen Karet (Chewing Gum Therapy) Terhadap Pemulihan Motilitas Gastrointestinal pada Pasien Post Sectio Caesarea di Ruang Lavender RS Sentra Medika Cibinong
Pemberian Rebusan Air Jahe Merah Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol pada Lansia dengan Hiperkolestrolemia di Satuan Pelayanan Griya Lanjut Usia Karawang
Penerapan Asuhan Keperawatan dalam Pemberian Sari Kacang Hijau pada Atlet Putri dengan Anemia
Penerapan Asuhan Keperawatan Berbasis Bukti Terapi Rendam Kaki Air Hangat Jahe Merah dalam Menurunkan Tingkat Nyeri Asam Urat pada Lansia di Satuan Pelayanan Griya Lanjut Usia Karawang
Penerapan Aktivitas Jalan Pagi Pada Penurunan Tekanan Darah Untuk Penderita Hipertensi Lanjut Usia di Satuan Pelayanan Griya Lanjut Usia Karawang
Penerapan Pemberian Sayur Daun Pepaya Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Nifas di Klinik Bidan Hj. Uum Sumiati, S.ST
Penerapan Asuhan Keperawatan Dengan Intervensi Terapi Murottal Al-Quran Pada Ibu Hamil Trimester III Dengan Ansietas di Klinik X
Pengaruh Permainan Ular Tangga Dengan Pendekatan Peer Group Terhadap Pengetahuan Penularan dan Pencegahan HIV/AIDS Pada Remaja Kelas XI di SMAN 1 Sukakarya Tahun 2026
Latar Belakang :HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada remaja usia 15-24 tahun yang berisiko. Rendahnya pengetahuan tentang penularan dan pencegahan HIV/AIDS dapat menodorong perilaku berisiko. sehingga diperlukan pendekatan inovatif seperti permainan ular tangga berbasis peer group Tujuan: Menganalisis pengaruh permainan ular tangga dengan pendekatan peer group terhadap pengetahuan remaja tentang penularan dan pencegahan HIV/AIDS di SMAN 1 Sukakarya Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretestposttest pada 78 responden. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan instrumen kuesioner HIV-KQ-18. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup (60,3%). Setelah intervensi, kategori baik meningkat menjadi 39,7 dan kategori kurang menurun menjadi 6,4%. Uji Statistik menunjukkan p value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Permainan ular tangga berbasis peer group efektif meningktkan pengetahuan remaja tentang penularan dan pencegahan HIV/AIDS. Saran: Sekolah dan tenaga kesehatan dapat menggunakan permainan edukatif berbasis peer group sebagai alternatif pembelajaran kesehatan bagi remaja.
Hubungan Kualitas Tidur dan Aktivitas Fisik Dengan Kejaian Anemia Pada Siswi SMK Swasta Pusat Keunggulan Tridaya Bekasi
Latar Belakang : anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada remaja putri. Remaja putri rentan mengalami anemia karena menstruasi rutin setiap bulan serta berada pada masa pertumbuhan yang meningkatkan kebutuhan zat besi. Selain faktor gizi, anemia juga dapat dipengaruhi oleh faktor perilaku seperti kualitas tidur dan aktivitas fisik. Tujuan : penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kualitas tidur dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia pada siswi SMKS Pusat Keunggulan Tridaya Bekasi. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 80 siswi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A), dan status anemia ditentukan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat HemoCue. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 siswi (56,3%) mengalami anemia. Kesimpulan : tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia (p=0,778), sedangkan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan kejadian anemia (p=0,001)
Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui 0-6 Bulan di Desa Tanahbaru Tahun 2025
Pemberian ASI optimal sangat penting bagi tumbuh kembang bayi, namun masih banyak ibu mengalami produksi ASI tidak lancar. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung senyawa galaktagog yang berpotensi meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Tanahbaru Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest dengan total sampling sebanyak 20 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner produksi ASI sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan produksi ASI setelah pemberian rebusan daun kelor dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa rebusan daun kelor berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ASI. Temuan ini diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis dan bahan edukasi bagi tenaga kesehatan dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif.
Hubungan Dukungan Ibu Dengan Kesiapan Remaja Putri Menghadapi Menarche Pada Siswi Kelas VI di SDN Cileduk 03 Kabupaten Bekasi
Masa remaja adalah periode transisi perkembangan dari masa anak-anak menuju dewasa,.yang ditandai dengan mulai berfungsinya organ reproduksi. Pada remaja putri, salah satu tandanya adalah menstruasi. Ketidaksiapan remaja.putri ketika menghadapi.menarche dapat dipengaruhi.oleh beberapa faktor, diantaranya keterbatasan informasi serta kurangnya dukungan dari ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui.hubungan dukungan ibu dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche pada siswi di SDN Ciledug 03. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional menggunakan desain penelitian korelasional. sampel pada penelitian ini sebanyak 72 siswi yang dihitung menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dukungan ibu dan kesiapan remaja menghadapi menarche. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika Suherman (No;005215/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025). Data dianalisis menggunakan uji spearman rank test didapatkan hasil signifikansi atau sig-2 tailed 0,000<0,05 yang berarti adanya hubungan antara Dukungan Ibu Dengan Kesiapan Remaja Putri Menghadapi Menarche dengan arah hubungan positif serta kekuatan hubungan 0,699 yang dapat diartikan hubungan kuat. Diharapkan remaja putri dapat meningkatkan kesiapan dalam menghadapi menarche, sementara ibu diharapkan memberikan dukungan dan informasi yang tepat guna mendukung kesiapan remaja.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Keparahan Gejala Premenstrual Syndrome (PMS) Pada Siswi SMA Negeri 1 Cikarang Utara
Latar Belakang: Premenstrual syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala yang muncul 2–14 hari sebelum menstruasi dan dialami sekitar 90% perempuan usia reproduktif. Salah satu faktor yang memengaruhi PMS adalah stres, terutama pada remaja putri SMA yang rentan mengalami tekanan akademik. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan keparahan gejala PMS pada siswi SMA Negeri 1 Cikarang Utara. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan desain penelitian analitik korelasional. Sampel penelitian ini sebanyak 282 siswi dihitung menggunakan rumus slovin dengan teknik sampling proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner DASS-Y dan SPAF. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika Suherman (No: 005143/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025). Hasil: Uji korelasi Spearman diperoleh nilai sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05 dan correlation coeffisien sebesar 0,555. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan keparahan gejala PMS pada siswi SMA Negeri 1 Cikarang Utara dengan kategori kekuatan hubungan kuat dan arah positif. Saran: Remaja putri diharapkan dapat memahami hubungan tingkat stres dengan keparahan gelaja PMS, sehingga mampu mengendalikan stres dan mengatur gaya hidup sehat, sedangkan peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel kondisi fisik dan gaya hidup dengan metode lebih beragam untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.
Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Kanker Payudara di RS Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bogor
Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berkembang pada jaringan payudara, dengan prevalensi kematian didunia yang disebabkan kanker payudara menurut data World Health Organization 670.000, di Indonesia rata-rata kematian 17/100.000, jawa barat 594 kasus kanker payudara, Dinas Kesehatan Kota Bogor didapatkan 367 kasus, kanker payudara di tahun 2023, sedangkan di RS Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bogor naik sekitar 460 kasus dari bulan Januari sampai Oktober 2024. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Analisa faktor-faktor yang berhubungan Dengan Stadium Kanker payudara Di RS Sentra Medika Cibinong. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, desainnya korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien kanker payudara sebanyak 152 responden dan sampel nya sebanyak 60 responden dengan teknik pengambilan sampel Non-Probability purposive sampling dan retrospektif. Hasil analisa uji korelasi Spearman’s rho, menunjukkan nilai p value pada faktor Riwayat Menyusui (Spearman’s rho = 0.698, p-value = 0,000), Kontrasepsi Hormonal (Spearman’s rho =0.689, p-value = 0,000 ), Riwayat Keluarga (Spearman’s rho =0,885, p-value = 0,000), Usia(Spearman”s rho=0.883,p-value=0,000) sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh Variabel yang diteliti tersebut terdapat hubungan signifikan Dengan Stadium Kanker payudara di RSSM Cibinong. Diharapkan dengan penelitian ini, dapat memberikan manfaat dalam menyediakan fasilitas pemeriksaan kanker payudara yang lebih mudah diakses oleh masyarakat, terutama di daerah-daerah yang kurang terlayani. Selain itu, peningkatan pelatihan bagi tenaga medis tentang cara deteksi dini dan penanganan kanker payudara juga sangat penting.
Pengaruh Mengonsumsi Extrak Carian Stevia (Steviol Glycosides) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Klinik Umum X Tahun 2025
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat gangguan produksi insulin. Prevalensi global DM pada 2021 mencapai 10,5% dan diproyeksikan meningkat menjadi 12,2% pada 2045. Di Indonesia, prevalensi DM pada 2021 tercatat sebesar 10,8% atau sekitar 19,5 juta kasus, sementara di Kabupaten Bekasi, prevalensi DMT2 pada 2022 mencapai 8,04% per 100 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh konsumsi ekstrak Stevia (Steviol Glycosides) terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DMT2. Metode penelitian menggunakan desain quasi-experiment dengan two group pre-post design, melibatkan 76 pasien DMT2 yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang diberikan ekstrak Stevia dan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebelum intervensi, terdapat perbedaan signifikan kadar gula darah antara kedua kelompok (p 0,000), dengan kadar gula darah kelompok intervensi lebih tinggi. Setelah intervensi, konsumsi ekstrak Stevia terbukti secara signifikan menurunkan kadar gula darah dibandingkan kelompok kontrol (p 0,023). Kesimpulan penelitian ini adalah konsumsi ekstrak Stevia berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DMT2, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer dalam manajemen DMT2 di masyarakat.
Hubungan Konsumsi Makanan UPF (Ultra Processed Food) Tingkat Stress, Kualitas Hidup Dengan Kejadian Pasien CKD (Chronic Kidney Desease) di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak
Chronic Kidney Desease (CKD) merupakan kerusakan ginjal, baik fungsional maupun struktural yang sudah berlangsung selama 3 bulan atau lebih dan bersifat progresif atau semakin memburuk seiring berjalannya waktu, dengan prevalensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak 3,49%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi UPF, tingkat stres, kualitas hidup dengan pasien CKD. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien CKD dari grade 1-5 dengan jumlah 121 responden, dan jumlah sampel sebanyak 93 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner FFQ (Food Frequency Questionnaire), PSS (Perceived Stress Scale) dan WHOQOL (World Health Organization Quality of Life). Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden laki-laki berusia 40-60 tahun dengan pendidikan terakhir perguruan tinggi, dimana sebagian besar mengonsumsi UPF secara berlebihan dan memiliki tingkat stres rendah, namun kualitas hidup mereka dinilai buruk. Hasil analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square dengan p-value <0,05 artinya terdapat hubungan konsumsi UPF (p-value 0,016), tingkat stres (p-value 0,044) dengan pasien CKD. Namun, tidak ditemukan hubungan antara kualitas hidup dengan grade pada pasien CKD di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak. Saran untuk penelitian selanjutnya sebaiknya mempertimbangkan penelitian yang berlangsung dalam waktu yang panjang serta menyertakan data biokimia untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih lengkap.
Hubungan Kepatuhan Tranfusi Darah Terhadap Peningkatan Feritin Pada Pasien Thalasemia Mayor di Unit Thalasemia RS Sentra Medika Cikarang
Permasalahan: Thalasemia mayor adalah penyakit kronis yang mempunyai kelainan perkembangan sel darah merah yang menyebabkan usia sel darah merah kurang dari 120 hari. Penderita thalasemia mayor harus melakukan tranfusi darah secara rutin namun akan berakibat meningkatnya zat besi dalam tubuh di tandai dengan hasil pemeriksaan feritin yang tinggi. Kadar feritin kurang dari 1000 ng/ml tidak beresiko dibanding kadar feritin lebih dari 1000 ng/ml yang beresiko terjadinya siderosis pada hati. Tujuan: untuk menganalisa hubungan kepatuhan tranfusi darah terhadap peningkatan feritin pada pasien thalasemia mayor di unit thalasemia RS Sentra Medika Cikarang. Metode: yang digunakan adalah perhitungan kuantitatif dengan dengan pendekatan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Unit Thalasemia RS Sentra Medika Cikarang dengan populasi dalam penelitian ini pada anak dan remaja sebanyak 64 responden menggunakan tekhnik total sampling. Dengan menggunakan lembar observasi data rekam medis hasil pemeriksaan feritin dan kunjungan tranfusi darah. Hasil: Hasil analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square didapatkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan tranfusi darah terhadap peningkatan feritin pada pasien thalasemia mayor didapat p-value = 0,039 ( < nilai a = 0,05 ). Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan tranfusi darah terhadap peningkatan feritin pada pasien thalasemia mayor di unit thalassemia RS Sentra Medika Cikarang. Saran : Untuk pelayanan diharapkan hasil penelitian ini dapat menngkatkan pelayanan kepada pasien dan orang tua penderita thalasemia.