ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, 11 September 2023 Nama : Yuyun Setiawati Nim : 020319647 FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HYPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Xiii+ 48 Halaman+ 10 Tabel + 7 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang : Prevalensi kejadian Hyperemesis Gravidarum sekitar (21,5%) ibu hamil pada umumnya. Data Survey Demogradi Kesehatan Indonesia (SDKI) Angka kejadian Hyperemesis Gravidarum di Indonesia ibu hamil dan tahun 2021 mengalami peningkatan yaitu (5,42%). Beberapa faktor penyebab kejadian Hyperemesis gravidarum meliputi faktor predisposisi terdiri dari usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, molahidatidosa dan kehamilan ganda, faktor organic, faktor psikologis. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023. Metode : Jenis penelitian ini deskriptif observasional, menggunakan desain cross sectional, dengan populasi 74 responden pada ibu hamil trimester I. Jumlah sampel 74 responden pada ibu hamil trimester I. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi lembar ceklis. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value= 0,013 0,05 berarti terdapat hubungan antara Usia dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,022 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Paritas dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,008 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Pekerjaan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,012 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Gastritis dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023. Kesimpulan : Sebagian besar 58,1% yang usia 20-35th, Sebagian besar 51,4% yang primigravida, Sebagian besar 56,8% yang tidak bekerja, Sebagian besar 62,2% yang Gastritis dan Sebagian besar 66,2% yang Hyperemesis Gravidarum, diharapkan kepada ibu hamil trimester I agar terus menjalani gaya hidup yang sehat agar tidak terjadi kembali Hyperemesis Gravidarum. Saran : Diharapkan pada penelitian ini digunakan sebagai referensi Pustaka pembelajaran khususnya pada keperawatan maternitas, sebagai literature. Kata kunci : Gastritis, Hyperemesis Gravidarum,Usia, Paritas, Pekerjaan. Bahan baca : 4 buku (2021-2022) dan 15 jurnal kesehatan (2019-2023)
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Wanita usia subur (WUS) 15–49 tahun merupakan sasaran utama program Keluarga Berencana (KB). Namun, tingkat penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) masih rendah. Data SDKI 2017 menunjukkan hanya 4% WUS menggunakan AKDR, jauh di bawah kontrasepsi suntik (32%) dan pil (14%). Di Kabupaten Bekasi, dari 470.064 WUS, hanya 6,3% yang memilih AKDR. Studi awal di TPMB Hj. Wiwin Wulandari menemukan bahwa 90% dari 20 responden lebih memilih suntik dibandingkan AKDR. Rendahnya minat ini mendorong peneliti untuk menelaah faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan AKDR. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan AKDR pada WUS di TPMB Hj. Wiwin Wulandari, S.ST., M.Si. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 60 WUS yang diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,028), paritas (p=0,048), pengetahuan (p=0,021), pendidikan (p=0,008), dan pekerjaan (p=0,000) dengan penggunaan AKDR. Terdapat pengaruh yang signifikan antara usia, paritas, pengetahuan, pendidikan, dan pekerjaan terhadap pemilihan AKDR. Diperlukan peran aktif bidan dalam memberikan edukasi serta dukungan dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan minat WUS terhadap AKDR, guna mendukung program KB jangka panjang yang efektif.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Prevalensi kejadian Hyperemesis Gravidarum sekitar (21,5%) ibu hamil pada umumnya. Data Survey Demogradi Kesehatan Indonesia (SDKI) Angka kejadian Hyperemesis Gravidarum di Indonesia ibu hamil dan tahun 2021 mengalami peningkatan yaitu (5,42%). Beberapa faktor penyebab kejadian Hyperemesis gravidarum meliputi faktor predisposisi terdiri dari usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, molahidatidosa dan kehamilan ganda, faktor organic, faktor psikologis. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023.
Metode : Jenis penelitian ini deskriptif observasional, menggunakan desain cross sectional, dengan populasi 74 responden pada ibu hamil trimester I. Jumlah sampel 74 responden pada ibu hamil trimester I. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi lembar ceklis. Analisa data menggunakan uji chi-square.
Hasil : Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value= 0,013 < 0,05 berarti terdapat hubungan antara Usia dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,022 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Paritas dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,008 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Pekerjaan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,012 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Gastritis dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023.
Kesimpulan : Sebagian besar 58,1% yang usia 20-35th, Sebagian besar 51,4% yang primigravida, Sebagian besar 56,8% yang tidak bekerja, Sebagian besar 62,2% yang Gastritis dan Sebagian besar 66,2% yang Hyperemesis Gravidarum, diharapkan kepada ibu hamil trimester I agar terus menjalani gaya hidup yang sehat agar tidak terjadi kembali Hyperemesis Gravidarum.
Saran : Diharapkan pada penelitian ini digunakan sebagai referensi Pustaka pembelajaran khususnya pada keperawatan maternitas, sebagai literature.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Februari 2023 Nama : Rita Nengsih NIM : 221050062 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BLIGTHED OVUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER 1 DI PMB ROSLIANA AMD KEB, KP WARUNG ASEM DESA SUMBER JAYA KEC TAMBUN SELATAN BEKASI TAHUN 2023 Xvii + 85 halaman + 12 tabel + 2 bagan + 10 lampiran ABSTRAK Menurut data WHO (World Health Organization) persentase kemungkinan terjadinya abortus cukup tinggi sekitar 15-40%. Di Indonesia, diperkirakan ada 500.000-750.000 kejadian abortus. Blighted ovum adalah suatu keadaan hasil konsepsi yang tidak mengandung janin. Diperkirakan di seluruh dunia Blighted ovum merupakan 60% dari penyebab kasus keguguran, di ASEAN (Association Of Southeast Asian National) mencapai 51%, di Indonesia ditemukan 37% dari setiap 100 kelahiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Bliegthed Ovum pada ibu hamil trimester 1 di praktek bidan mandiri (PMB) Rosliana Amd Keb, Kp Warung Asem RT. 004/ 01 Desa Sumber Jaya Kecamatan Tambun Selatan Bekasi tahun 2022. Jenis penelitian bersifat analitik kuantitatif dengan mengunakan pendekatan rangcangan study Cross Sectional. ibu hamil trimester 1 yang ada di PMB bulan Mei – Oktober 2022. Jumlah ibu hamil trimester 1yaitu 120 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling sehingga sampel sama dengan populasi yaitu 120 ibu hamil trimester1. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian Bliegthed Ovom di praktek bidan mandiri (PMB) Rosliana Amd Keb, Bekasi Tahun 2022 adalah usia (p=0.022), paritas (p=0.000), pendidikan (p=0.000), dan pekerjaan (p=0.015). Kesimpulan bahwa dari variabel yang di teliti (Usia, Paritas, Pendidikan, dan Pekerjaan) semua berhubungan dengan dengan kejadian Bliegthed Ovum pada ibu hamil trimester 1 di praktek bidan mandiri (PMB) Rosliana Amd Keb, Bekasi tahun 2022. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan bagi PMB Bidan Rosliana Am keb untuk lebih meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian blighted ovum sehingga diharapkan kepada ibu agar lebih menjaga kehamilan. Kata kunci : blighted ovum, usia ,Paritas, Pendidikan, Pekerjaan.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Implant merupakan metode kontrasepsi hormonal yang memiliki efektivitas sangat
tinggi serta memiliki angka kegagalan yang rendah. Implant juga merupakan alat
kontrasepsi yang sangat sesuai bagi Pasangan Usia Subur yang ingin memakai kontrasepsi
dalam jangka panjang untuk mengatur jarak kehamilan. Menurut BKKBN, program KB
dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang masih kurang peminatnya
termasuk implant. Salah satu penyebab adalah kurangnya pengetahuan akseptor tentang
implant.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan
pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di RB Rhaudatunnadya Cikarang,
pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Mei 2019, populasi penelitian ini adalah
seluruh akseptor KB yang datang ke RB Rhaudatunnadya Cikarang dengan sampel
sebanyak 139 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan
univariat dan bivariat dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara
variabel independent dan variabel dependent.
Hasil penelitian uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan antara
pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan umur nilai P= 0,035 (P<a0,05) dan
OR=2,203, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan
pendidikan nilai P= 0,036 (P<a0,05) dan OR= 2,649, ada hubungan antara pengetahuan
wanita PUS tentang KB Implant dengan penghasilan nilai P= 0,033 (P<a0,05) dan OR=
2,500, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan
pekerjaan nilai P= 0,032 (P<a0,05) dan OR= 2,278.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara umur,
pendidikan, penghasilan dan pekerjaan, dengan pengetahuan wanita PUS tentang KB
Implant.