Abstrak
Implant merupakan metode kontrasepsi hormonal yang memiliki efektivitas sangat tinggi serta memiliki angka kegagalan yang rendah. Implant juga merupakan alat kontrasepsi yang sangat sesuai bagi Pasangan Usia Subur yang ingin memakai kontrasepsi dalam jangka panjang untuk mengatur jarak kehamilan. Menurut BKKBN, program KB dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang masih kurang peminatnya termasuk implant. Salah satu penyebab adalah kurangnya pengetahuan akseptor tentang implant. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di RB Rhaudatunnadya Cikarang, pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Mei 2019, populasi penelitian ini adalah seluruh akseptor KB yang datang ke RB Rhaudatunnadya Cikarang dengan sampel sebanyak 139 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan univariat dan bivariat dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independent dan variabel dependent. Hasil penelitian uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan umur nilai P= 0,035 (P<a0,05) dan OR=2,203, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan pendidikan nilai P= 0,036 (P<a0,05) dan OR= 2,649, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan penghasilan nilai P= 0,033 (P<a0,05) dan OR= 2,500, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan pekerjaan nilai P= 0,032 (P<a0,05) dan OR= 2,278. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara umur, pendidikan, penghasilan dan pekerjaan, dengan pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant.