Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

154 hasil
Subjek: usia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Usia Menarche Dan Indeks Masa Tubuh Dengan Menopause Di wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Kota Bogor Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Universitas Medika Suherman PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN Skripsi, September 2023 Fuji Elfira, 0201319694 XVII Halaman + 48 Halaman + 8 Tabel + 14 Lampiran Hubungan Usia Menarche Dan Indeks Masa Tubuh Dengan Menopause Di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Kota Bogor Tahun 2023 ABSTRAK Berdasarkan data World Health Organization jumlah perempuan menopause di Asia pada tahun 2025 diperkirakan mengalami penaikan dari 107 juta jiwa akan menjadi 373 juta jiwa. Menopause adalah hal ilmiah yang akan dialami oleh setiap perempuan dan merupakan fase penting dalam siklus reproduksi perempuan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan usia menarche dan indeks masa tubuh dengan menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Kota Bogor Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil analisis uji chi square didapatkan nilai P Value = 0.03 0.05 dapat disimpulkan bahwa ada hubungan usia menarche dan menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Kota Bogor tahun 2023. Hasil analisis uji ch square didapatkan nilai P Value = 0.027 0.05 maka ada hubungan indeks masa tubuh dan menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Kota Bogor tahun 2023. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, meningkatkan aspek edukatif yang ditujukan pada ibu mengenai menopause seperti penyuluhan, promosi kesehatan agar ibu menopause dapat menjaga pola hidup sehat berkaitan menghadapi masa menopause dan gejala yang timbul pada saat menopause. Kata kunci: Usia menarche, indeks masa tubuh, menopause Medika Suherman University UNDERGRADUATE NURSING STUDY PROGRAM Thesis, September 2023 XVII Pages + 48 Pages + 8 Tables + 14 Attachments The Relationship Between Menarche Age and Body Mass Index With Menopause In The Working Area Of The Bondongan Health Center In Bogor City In 2023 ABSTRACT Based on data from the World Health Organization, the number of menopausal women in Asia in 2025 is expected to increase from 107 million to 373 million. Menopause is a scientific thing that will be experienced by every woman and is an important phase in the female reproductive cycle. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between menarche age and body mass index with menopause in the Bondongan Health Center Working Area, Bogor City in 2023. This study used quantitative methods with a cross-sectional approach. Sampling was done by purposive sampling with a total sample of 100 respondents. The results of the chi square test analysis obtained a P value = 0.03 0.05 can be concluded that there is a relationship between menarche age and menopause in the Bondongan Health Center Working Area of Bogor City in 2023. The results of the ch square test analysis obtained a P value = 0.027 0.05, it can be concluded that there is a relationship between body mass index and menopause in the Bondongan Health Center Working Area of Bogor City in 2023. It is expected for health workers to improve health services, improve educational aspects aimed at mothers regarding menopause such as counseling, health promotion so that menopausal women can reach their menopause goals. Keywords: Menarche age, body mass index, menopause

51 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian hipoglikemia intradialitik di ruang hemodialisa rumah sakit harapan bunda jakarta 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDUKA SUHERMAN (UMS) Cikarang, Maret 2023 Rista Julaeha HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN HIPOGLIKEMIA INTRADIALITIK DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023 ABSTRAK Hipoglikemi pada intra hemodialisis terjadi karena beberapa faktor diantaranya adalah karena tidak ada proses reabsorbsi aktif glukosa pada hallow fiber, konsentrasi dialisat yang mengandung sedikit glukosa atau free glukosa, penurunan status gizi serta managemen kontrol gula darah yang tidak adekuat pada pasien hemodialisis yang dikarenakan penyakit diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin kejadian hipoglikemia intradialitik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metodek kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden dengan usia dewasa madya (40-60 tahun) sebanyak 2 orang (6.7%) mengalami hipoglikemia, dan responden dengan usia dewasa lanjut (>60 tahun) sebanyak 2 orang (>60 tahun) mengalami hipoglikemia dengan hasil uji Chi-Square nilai p-value sebesar 0,001, yang menunjukan bahwa ada hubungan usia dengan kejadian hipoglikemia intradialitik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 1 orang (3.33%) jenis kelamin laki - laki mengalami hipoglikemia, dan sebanyak 3 orang (10%) jenis kelamin perempuan mengalami hipoglikemia dengan uji Chi-Square nilai p-value sebesar 1,000, yang menunjukan bahwa tidak ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian hipoglikemia intradialitik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda. Saran untuk pasien agar dapat mengontrol glukosa darah baik pre, intra, dan post HD dengan mengkonsumsi diit yang tepat sesuai dengan anjuran gizi untuk pasien diabetes mellitus yang menjalani terapi hemodialisa sehingga tidak terjadi hipoglikemia intradialitik. Kata Kunci: Hipoglikemia Intradialitik, Usia dan jenis kelamin Daftar Bacaan: 17 Kepustakaan (2013-2022)

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita Di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan : Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh orang tua. Dampak kurang gizi terhadap balita dapat berakibat terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025. Metode : Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui factor yang memiliki hubungan dengan status gizi balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: variabel bebas meliputi usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan, penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Variabel terikat yaitu status gizi balita. Total sampling digunakan untuk mengetahui jumlah sampel sebanyak 110 responden. Teknik analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan hasil bahwa Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025 adalah usia balita (p-value 0,024), pendidikan ibu (p-value 0,000), pekerjaan ibu (p-value 0,007), status ekonomi (p-value 0,000), asupan makan balita (p-value 0,000), riwayat penyakit infeksi balita 3 bulan terakhir (p-value 0,000), pengetahuan ibu (p-value 0,000). Kesimpulan : Ada hubungan antara status gizi dengan usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan balita, penyakit infaksi balita, dan pengetahuan ibu. Disarankan bagi masyarakat untuk lebih mengetahui factor yang berhubungan dengan status gizi balita, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pencegahan terjadinya gizi kurang pada balita, dengan mengikuti penyuluhan gizi yang dilakukan kader posyandu agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan pada balita.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Teknik Menyusui Yang Benar Pada Ibu Menyusui Di Desa Sukarasa

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR PADA IBU MENYUSUI DI DESA SUKARASA xvi + 62 Hal + 12 Tabel + 9 Gambar + 8 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Teknik menyusui yang benar adalah cara pemberian ASI pada bayi dengan perlekatan, posisi ibu dan bayi yang benar. Menyusui dengan teknik yang salah dapat menimbulkan masalah seperti puting susu lecet, menyebabkan ASI tidak keluar secara optimal. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan teknik menyusui yang benar pada ibu menyusui di Desa Sukarasa. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional, menggunakan kuesioner pertanyaan terbuka, tertutup dan skala likert. Populasinya ibu Menyusui bayi usia 0-6 bulan, dengan jumlah sampel sebanyak 82 responden, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan uji analisis chi square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan dari 82 responden terdapat 53 responden (64,6%) memiliki pengetahuan kurang baik. Terdapat 44 responden (53,7%) memiliki usia beresiko. Terdapat 42 responden (51,2%) memiliki sikap baik. Terdapat 43 responden (52,4%) memiliki dukungan keluarga tidak mendukung. Nilai p-value menunjukan (α=0,05) yang artinya ada hubungan antara faktor pengetahuan, usia, sikap, dukungan keluarga dengan teknik menyusui yang benar. Kesimpulan : Adanya hubungan antara faktor pengaruh dengan teknik menyusui yang benar di Desa Sukarasa. Saran : Diharapkan pada penelitian ini responden dapat menambah pengetahuan tentang Teknik Menyusui yang benar. Diharapkan bagi peneliti selanjunya dapat mengembangkan faktor-faktor yang berhubungan dengan Teknik Menyusui yang benar. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Pengetahuan, Sikap, Teknik Menyusui Yang Benar, Usia. Daftar Pustaka : 1 buku dan 28 jurnal (2013-2023)

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Koma Diabetikum (Hipoglikemia) pada Pasien Diabetes Melitus di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Diabetes Melitus adalah penyakit kronis, disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hipoglikemia merupakan suatu kondisi klinik yang bersifat emergensi yang akan menimbulkan konsekwensi klinis yang berat, bahkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan koma diabetikum (hipoglikemia) dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Penelitian bersifat retrospektif menggunakan rancangan atau desain case control. Penelitian ini di lakukan di IGD RS Sentra Medika Cikarang, dengan jumlah sampel 54 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Penelitian ini menggunakan formulir cheklist. Uji tatistiknya adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat, terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat) adalah 32 orang (59,3%) dan 22 orang (40,7%) tidak terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat). Hasil analisa bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara pekerjaan dan terjadinya koma diabetikum (hipoglikemia berat) dengan nilai p = 0,013 (p ≤ 0,05). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah usia, lama menderita DM dan terapi insulin. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD tahun 2022 adalah variabel pekerjaan. Di harapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN Skripsi, Maret 2023 Nama : Dodi Lestiono NIM : 221070009 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022 X1x +…halaman + …tabel +….Lampiran ABSTRAK PJK adalah penyakit pembuluh darah pada jantung yang di akibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung koroner dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan cross sectional. Penelitian ini di lakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel 24 responden dan pengambilan sampel dengan cara total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat di dapatkan bahwa sebanyak 24 orang (100%) terjadi penyakit jantung koroner. Hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara penyakit jantung koroner dengan variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tidak di temukan di variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas.. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan penyakit jantung koroner.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DENGAN TINDAKAN SECTIO CAESAREA DI INSTALASI BEDAH SENTRAL SENTRA MEDIKA HOSPITAL MINAHASA UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tindakan pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara infasive dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani untuk tujuan pengobatan dan proses operasi. Salah satu jenis pembedahan yang ada di Sentra Medika Minahasa Utara adalah Sectio Caesarea. Angka persalinan dengan metode sectio caesarea mengalami peningkatan di seluruh dunia dan melebihi batas kisaran yang disarankan oleh WHO yaitu sebesar 5-15%. Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pre operasi pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain deskriptif dengan rencana penelitian “Cross Sectional”. Tehknik pengambilan sampling dengan menggunakan tekhnik purposive sampling, dengan variable penelitian untuk indepeden yang terdiri dari Usia, Pekerjaan, tingkat pendidikan, dan lembar persetujuan. Dan variable dependennya di ambil tingkat kecemasan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan Maret 2023, Subyek penelitian sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Usia didapati hasilnya (p 0,027) dari standar nilai (p 0,05). Menyatakan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan faktor usia. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat pendidikan diman hasil yang di dapat adalah (0,009) dari nilai (p 0,05). Hasil penelitian juga tentang hubungan tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan didapati hasil (0,013) dari nilai (p 0,05), menyatakan ada hubungan antar tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan, dan hasil penelitian juga menyatakan ada hubungan antara jenis anastesi dan tingkat kecemasan dengan hasil yang di dapat adalah (p 0,027) dari nilai (0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan yang searah antara faktor Usia, Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan dan jenis anastesi pada pasien yang menjalani sectio caesarea di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, 11 September 2023 Nama : Yuyun Setiawati Nim : 020319647 FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HYPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Xiii+ 48 Halaman+ 10 Tabel + 7 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang : Prevalensi kejadian Hyperemesis Gravidarum sekitar (21,5%) ibu hamil pada umumnya. Data Survey Demogradi Kesehatan Indonesia (SDKI) Angka kejadian Hyperemesis Gravidarum di Indonesia ibu hamil dan tahun 2021 mengalami peningkatan yaitu (5,42%). Beberapa faktor penyebab kejadian Hyperemesis gravidarum meliputi faktor predisposisi terdiri dari usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, molahidatidosa dan kehamilan ganda, faktor organic, faktor psikologis. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023. Metode : Jenis penelitian ini deskriptif observasional, menggunakan desain cross sectional, dengan populasi 74 responden pada ibu hamil trimester I. Jumlah sampel 74 responden pada ibu hamil trimester I. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi lembar ceklis. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value= 0,013 0,05 berarti terdapat hubungan antara Usia dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,022 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Paritas dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,008 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Pekerjaan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,012 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Gastritis dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023. Kesimpulan : Sebagian besar 58,1% yang usia 20-35th, Sebagian besar 51,4% yang primigravida, Sebagian besar 56,8% yang tidak bekerja, Sebagian besar 62,2% yang Gastritis dan Sebagian besar 66,2% yang Hyperemesis Gravidarum, diharapkan kepada ibu hamil trimester I agar terus menjalani gaya hidup yang sehat agar tidak terjadi kembali Hyperemesis Gravidarum. Saran : Diharapkan pada penelitian ini digunakan sebagai referensi Pustaka pembelajaran khususnya pada keperawatan maternitas, sebagai literature. Kata kunci : Gastritis, Hyperemesis Gravidarum,Usia, Paritas, Pekerjaan. Bahan baca : 4 buku (2021-2022) dan 15 jurnal kesehatan (2019-2023)

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Kunjungan ANC di PMB. Jariana Kabupaten Bekasi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali (K6) merupakan standar vital untuk deteksi dini risiko kehamilan, namun studi pendahuluan di PMB Jariana menunjukkan sebesar 53,33% ibu hamil tidak patuh memenuhi standar tersebut karena alasan kesibukan bekerja, kurangnya pengingat, dan anggapan keliru mengenai keluhan fisik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kunjungan ANC K6 di PMB Jariana Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode: Studi kuantitatif menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 80 ibu hamil trimester III yang dipilih secara utuh melalui teknik total sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan data sekunder (kepatuhan kunjungan) diperoleh via observasi Buku KIA, yang kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (42,5%), berpendidikan menengah (57,5%), berada pada usia tidak berisiko (72,5%), berkategori multipara (46,2%), dan patuh merampungkan kunjungan ANC K6 (63,7%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,000), pendidikan (p=0,000), karakteristik usia (p=0,000), serta paritas (p=0,047) dengan kepatuhan kunjungan ANC. Kesimpulan: Faktor kognitif, tingkat pendidikan formal, kematangan usia, dan riwayat obstetri masa lalu secara empiris berhubungan erat dengan kedisiplinan pemeriksaan kehamilan ibu, sehingga penguatan edukasi primer dan optimalisasi pemanfaatan media Buku KIA sangat mendesak dilaksanakan demi mencegah risiko komplikasi sejak dini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan di Posyandu Desa Sukabakti Kabupaten Bekasi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kualitas tidur merupakan salah satu kebutuhan penting bagi bayi karena berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Bayi usia 3–6 bulan masih mengalami proses pematangan pola tidur sehingga dapat mengalami gangguan tidur seperti sering terbangun pada malam hari, sulit kembali tidur, dan durasi tidur yang kurang optimal. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur bayi adalah pijat bayi. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pijat bayi terhadap peningkatan kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan di Posyandu Desa Sukabakti Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 35 bayi usia 3–6 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran kualitas tidur dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi pijat bayi. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan intervensi, sebagian besar responden memiliki kualitas tidur tidak nyenyak sebanyak 20 bayi (57,1%), sedangkan 15 bayi (42,9%) memiliki kualitas tidur nyenyak. Setelah diberikan intervensi, sebagian besar responden memiliki kualitas tidur nyenyak sebanyak 22 bayi (62,9%), sedangkan 13 bayi (37,1%) memiliki kualitas tidur tidak nyenyak. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,020 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara kualitas tidur bayi sebelum dan sesudah diberikan pijat bayi. Kesimpulan: Pijat bayi efektif meningkatkan kualitas tidur bayi usia 3–6 bulan di Posyandu Desa Sukabakti Kabupaten Bekasi Tahun 2026 sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam membantu meningkatkan kualitas tidur bayi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Metode Wish and Drive Terhadap Pengetahuan, Sikap, Motivasi dan Perilaku Melakukan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) pada Wanita Usia Subur (WUS) di UPTD Puskesmas Pengasinan Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan perempuan yang dapat dicegah melalui deteksi dini, salah satunya pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Rendahnya partisipasi Wanita Usia Subur (WUS) dalam pemeriksaan IVA dapat berkaitan dengan pengetahuan, sikap, motivasi, dan perilaku yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi metode Wish and Drive terhadap pengetahuan, sikap, motivasi, dan perilaku WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA di UPTD Puskesmas Pengasinan Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel sebanyak 30 WUS dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen pengetahuan, sikap, motivasi, dan lembar observasi perilaku pemeriksaan IVA. Analisis dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test, Paired Sample t-Test, dan McNemar Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (63,3%), sikap negatif (63,3%), motivasi negatif (70,0%), dan tidak melakukan pemeriksaan IVA (66,7%). Setelah intervensi, pengetahuan baik meningkat menjadi 73,3%, sikap positif menjadi 73,3%, motivasi positif menjadi 73,3%, dan responden yang melakukan pemeriksaan IVA menjadi 76,7%. Hasil uji statistik menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05). Edukasi metode Wish and Drive berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, motivasi, dan perilaku WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA di UPTD Puskesmas Pengasinan Tahun 2026. Metode Wish and Drive dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan edukasi dalam promosi kesehatan untuk meningkatkan partisipasi WUS dalam pemeriksaan IVA

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Jus Nanas Terhadap Penurunan Nyeri Menstruasi pada Wanita Usia Subur di Desa Banjarsari Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Nyeri menstruasi merupakan keluhan yang sering dialami wanita usia subur dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus nanas terhadap penurunan nyeri menstruasi pada wanita usia subur di Desa Banjarsari Tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 wanita usia subur yang mengalami dismenore primer dan dipilih menggunakan purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0–10 sebelum dan sesudah pemberian jus nanas selama dua hari pertama menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang, yaitu 27 orang (90,0%), dengan rata-rata skor nyeri 5,40 (SD 0,968). Setelah intervensi, 19 orang (63,3%) mengalami nyeri ringan, 7 orang (23,3%) tidak mengalami nyeri, dan 4 orang (13,3%) mengalami nyeri sedang, dengan rata-rata skor 1,90 (SD 1,373). Uji Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga digunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil uji memperoleh Z = -4,839 dan p = 0,000 (p < 0,05), serta seluruh 30 responden mengalami penurunan skor nyeri. Dengan demikian, pemberian jus nanas berpengaruh terhadap penurunan nyeri menstruasi pada wanita usia subur. Jus nanas dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif nonfarmakologis pendamping dalam membantu mengurangi nyeri menstruasi

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Media E-Booklet Terhadap Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur tentang Kontrasepsi Implan di Desa Banjarsari Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Kontrasepsi implan merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif, tetapi penggunaannya pada wanita usia subur di Desa Banjarsari masih rendah. Studi pendahuluan menunjukkan 65% wanita usia subur memiliki pengetahuan rendah dan 70% memiliki sikap negatif terhadap kontrasepsi implan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas media e-booklet terhadap pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang kontrasepsi implan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 70 wanita usia subur dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap melalui pretest, pemberian edukasi menggunakan e-booklet, dan posttest. Analisis bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Sebelum intervensi, 57 responden (81,4%) memiliki pengetahuan kurang dan setelah intervensi 56 responden (80,0%) memiliki pengetahuan baik. Median skor sikap meningkat dari 19 menjadi 25. Uji Wilcoxon menunjukkan pengetahuan meningkat pada 69 responden dan tetap pada 1 responden (Z=-7,226; p<0,001). Pada sikap, 63 responden meningkat, 4 menurun, dan 3 tetap (Z=-6,942; p<0,001). Media e-booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang kontrasepsi implan

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan WUS tentang Deteksi Dini Kanker Payudara di RT 09 Desa Harja Mekar Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang memerlukan deteksi dini melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran perempuan. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan salah satu upaya deteksi dini yang dapat dilakukan secara mandiri. Studi pendahuluan di Posyandu Harja Mekar menunjukkan bahwa sebagian besar Wanita Usia Subur (WUS) belum mengetahui kanker payudara dan manfaat SADARI. Edukasi melalui media leaflet dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan karena informasi disajikan secara ringkas, sistematis, dan dapat dibaca kembali. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi melalui media leaflet terhadap pengetahuan WUS tentang kanker payudara melalui SADARI di Posyandu Harja Mekar Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest. Populasi sekaligus sampel berjumlah 50 WUS usia 20–49 tahun dengan teknik total sam-pling. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 20 item sebelum dan sesudah edukasi melalui leaflet. Analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum edukasi, 33 responden (66%) memiliki pengetahuan kurang, 17 responden (34%) cukup, dan tidak terdapat responden dengan pengetahuan baik. Setelah edukasi, 39 responden (78%) memiliki pengetahuan baik, 10 responden (20%) cukup, dan 1 responden (2%) kurang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan 47 responden mengalami peningkatan pengetahuan, tidak terdapat penurunan, dan 3 responden memiliki nilai tetap. Hasil analisis menunjukkan p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi melalui media leaflet. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian edukasi melalui media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan Wanita Usia Subur tentang kanker payudara melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di Posyandu Harja Mekar Tahun 2026

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Media Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Wanita Usia Subur tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim di RT 01 RW 01 Desa Sukadami Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif, namun penggunaannya masih relatif rendah dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi pemilihan metode kontrasepsi adalah tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS). Hasil studi pendahuluan di Posyandu Nusa Indah I menunjukkan bahwa dari 20 WUS yang diwawancarai, hanya 4 responden (20%) memiliki pengetahuan yang baik mengenai AKDR, sedangkan 16 responden (80%) masih memiliki pengetahuan yang kurang memadai. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang mudah dipahami dan dapat digunakan kembali, salah satunya media leaflet. Tujuan : Mengetahui pengaruh edukasi media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan wanita usia subur tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di RT 01 RW 01 Desa Sukadami Tahun 2026. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan one group pretest-posttest design. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang sudah menikah dan terdaftar di RT 01 RW 01 Desa Sukadami sebanyak 45 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan mengenai AKDR yang terdiri dari 15 item pertanyaan valid. Intervensi diberikan melalui edukasi menggunakan media leaflet. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Paired Sample T-Test. Hasil : Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data pretest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,466 dan data posttest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,367 (p > 0,05). Hasil analisis menggunakan uji Paired Sample T-Test diperoleh nilai t = -42,532, df = 44, dan nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media leaflet serta terdapat pengaruh yang signifikan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan wanita usia subur mengenai AKDR. Kesimpulan : Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan wanita usia subur mengenai Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di RT 01 RW 01 Desa Sukadami Tahun 2026. Media leaflet dapat digunakan sebagai salah satu media pendidikan kesehatan dalam kegiatan promosi kesehatan dan program keluarga berencana untuk meningkatkan pengetahuan WUS mengenai metode kontrasepsi jangka panjang

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Media Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang Kanker Serviks di Majelis Ta'lim Al-Muhajirin Cikarang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan masalah kesehatan reproduksi yang masih membutuhkan perhatian, khususnya pada Wanita Usia Subur (WUS). Keterbatasan informasi mengenai penyebab, faktor risiko, pencegahan, serta deteksi dini dapat memengaruhi kesadaran WUS dalam melakukan tindakan pencegahan. Pemberian edukasi kesehatan melalui leaflet merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan pemahaman mengenai kanker serviks. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian edukasi menggunakan leaflet terhadap pengetahuan WUS mengenai kanker serviks di Majelis Ta’lim Al-Muhajirin Cikarang Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pra-eksperimental melalui model one-group pretest-posttest. Sebanyak 47 WUS dilibatkan sebagai responden dengan teknik t1otal sam pling. Edukasi kesehatan diberikan menggunakan me1dia leaflet, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Normalitas data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, kemudian perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi diuji dengan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Sebelum pemberian edukasi, mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan cukup yaitu 22 orang (46,8%) dan kurang 18 orang (38%). Setelah edukasi diberikan, sebanyak 39 responden (83%) berada pada kategori pengetahuan baik dan tidak terdapat responden yang masih termasuk dalam kategori pengetahuan kurang. Hasil uji Wilcoxon memperoleh p-value = 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan aidanya pengaruh signifikan edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan WUS mengenai kanker serviks. Kesimpulan : Edukasi kesehatan menggunakan leaflet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan WUS mengenai kanker serviks di Majelis Ta’lim Al-Muhajirin Cikarang Tahun 2026

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor Risiko Kelahiran Prematur pada Ibu Hamil di RSU Amanda Mitra Keluarga Karawang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kelahiran prematur merupakan salah satu masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas neonatal. Kelahiran prematur dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal dan obstetri, antara lain usia ibu, pendidikan, paritas, indeks massa tubuh (IMT), riwayat keguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelahiran prematur pada ibu hamil di RSU Amanda Mitra Keluarga Karawang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 444 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Besarnya risiko dinilai menggunakan Odds Ratio (OR). Hasil: Dari 444 responden, sebanyak 124 responden (27,9%) mengalami kelahiran prematur dan 320 responden (72,1%) tidak mengalami kelahiran prematur. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara usia ibu dengan kelahiran prematur (p=0,000; OR=2,215; 95% CI: 1,452–3,381), riwayat keguguran (p=0,013; OR=1,829), riwayat penyakit (p=0,029; OR=1,665; 95% CI: 1,076–2,577), serta riwayat kehamilan dengan preeklamsia (p=0,000; OR=3,142). Sementara itu, pendidikan, paritas, dan IMT tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kelahiran prematur. Kesimpulan: Usia ibu, riwayat keguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia berhubungan dengan kejadian kelahiran prematur. Riwayat kehamilan dengan preeklamsia merupakan faktor yang memiliki hubungan paling kuat.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Terhadap Pengendalian Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Lanjut Usia di Puskesmas Sukaraya

2026•Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tertinggi kedua sebagai penyebab kematian di Indonesia, dan kepatuhan minum obat menjadi faktor penting dalam pengendalian tekanan darah, terutama pada pasien lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, tekanan darah pasien setelah pengobatan, serta hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sukaraya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sampel penelitian berjumlah 104 pasien lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 140 pasien hipertensi lansia yang berobat di Puskesmas Sukaraya Cikarang. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (60,0%), berusia 60–63 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai wiraswasta, dan telah menderita hipertensi selama 3–5 tahun. Sebagian besar responden memiliki tekanan darah tidak terkontrol (55,0%) dan tingkat kepatuhan minum obat yang rendah (80,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, lama menderita hipertensi, dan status pengendalian tekanan darah tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepatuhan minum obat (p > 0,05). Simpulan penelitian ini adalah tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sukaraya masih tergolong rendah, serta tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara faktor-faktor karakteristik responden dengan tingkat kepatuhan tersebut. Diperlukan upaya edukasi dan konseling berkelanjutan dari fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan hipertensi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Pasien Rawat Jalan Terhadap Tingkat Kepuasan pada Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Cikarang

2026•Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan salah satu bagian penting dalam pelayanan kefarmasian. Tingkat Kepuasan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk karakteristik pasien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Hubungan karakteristik Pasien Rawat Jalan Terhadap Tingkat Kepuasan Pada Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Cikarang Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan desain cross-sectional dengan sampel berjumlah 94 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil menunjukkan bahwa sebagaian besar responden berjenis kelamin perempuan, berpendidikan SD dan SMA, berusia 30-39, bekerja sebagai Ibu Rumah tangga dan merupakan menggunakan layanan PBI dengan frekuensi kunjungan 1 kali. Hasil Uji Chi Square menunjukkan bahwa umur yang memiliki hubungan signifikan terhadap tingkat kepuasan, (P-Value 0,03) sedangkan jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan tidak memiliki hubungan yang signifikan. Kesimpulan penelitian menunjukan dapat disimpulkan bahwa usia merupakan satu-satunya karakteristik pasien yang berhubungan secara signifikan dengan tingkat kepuasan pada pelayanan kefarmasian di Puskesmas Cikarang. Sementara itu, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Puskesmas untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian dengan memperhatikan kebutuhan pasien pada berbagai kelompok usia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Post Dural Puncture Headache (PDPH) pada Pasien Post Sectio Caesarea di RSIA Aisyah Qurratu'ain Bekasi Timur, Jawa Barat

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Tindakan Sectio Caesarea terus bertambah dan sebagian besar dilaksanakan dengan anestesi spinal. Salah satu komplikasi tersering adalah Post Dural Puncture Headache (PDPH) dampak kebocoran cairan serebrospinal setelah pungsi duramater. Faktor yang diduga berkaitan dengan PDPH meliputi usia, ukuran jarum spinal, sejarah PDPH, dan usaha pungsi lumbal. Tujuan : Mengetahui unsur-unsur yang berkaitan dengan kejadian PDPH pada pasien post Sectio Caesarea di RSIA Aisyah Qurratu’ain Bekasi Timur. Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dilaksanakan pada 73 responden menerapkan metode total sampling. Variabel independen meliputi usia, ukuran jarum, sejarah PDPH, dan usaha pungsi lumbal, sedangkan variabel dependen adalah kejadian PDPH yang diukur menerapkan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilaksanakan secara univariat dan bivariat menerapkan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil Penelitian : Hasil riset menandakan sebagian besar responden menempuh nyeri ringan (49,3%). Usia terbanyak adalah 26–35 tahun (61,6%). Penggunaan jarum 25G lebih dominan (74,0%). Responden tanpa sejarah PDPH sebanyak 82,2% dan sebagian besar menempuh satu kali pungsi lumbal (78,1%). Hasil uji Chi-Square menandakan terdapat kaitan signifikan antara usia (p=0,000), ukuran jarum (p<0,05), sejarah PDPH (p<0,05), dan usaha pungsi lumbal (p=0,001) dengan kejadian PDPH. Kesimpulan : Terdapat kaitan signifikan antara usia, ukuran jarum, sejarah Post Dural Puncture Headache (PDPH), dan jumlah pungsi lumbal dengan kejadian PDPH pada pasien post Sectio Caesarea. Saran : Disarankan penggunaan jarum dengan ukuran lebih kecil serta meminimalkan jumlah pungsi lumbal untuk menurunkan bahaya PDPH, serta bertambahkan kewaspadaan pada pasien dengan sejarah PDPH.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail