Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: MMAS-8
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetes Oral pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Jalan di Puskesmas Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sebanyak 90% dari seluruh diabetes di dunia yang paling umum terjadi terdapat dikategori kedua yaitu diabetes mellitus tipe 2. Keberhasilan terapi diabetes mellitus sangat dipengaruhi dari kepatuhan pasien dalam menjalankan pengobatan. Tingkat kepatuhan pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dalam penggunaan obat antidiabetes oral masih rendah berkisar antara 30-70%, yang dapat memberikan efek negatif pada pasien penderita diabetes mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian yang bersifat observasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 2.238. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dan menentukan jumlah sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan sampel pada penelitian ini sebanyak 96 responden. Alat ukur yang digunakan adalah berupa kuesioner dan analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Pada karakteristik tingkat pendidikan sig 0,209 (sig >0,1) menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan serta memiliki hubungan yang sangat lemah dan bersifat searah (+0,129) dengan kepatuhan penggunaan obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Cikarang. Sementara pada karakteristik yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan yaitu pada usia sig 0,000 (sig <0,1) yang memiliki hubungan sedang dan bersifat berlawanan (-0,408), jenis kelamin sig 0,011 (sig <0,1) yang memiliki hubungan lemah dan bersifat searah (+0,260), pekerjaan sig sebesar 0,016 (sig <0,1) yang memiliki hubungan lemah dan bersifat searah (+0,246), lama menderita sig 0,040 (sig <0,1) yang memiliki hubungan sangat lemah dan bersifat berlawanan (-0,210) dengan kepatuhan penggunaan obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Cikarang.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Wilayah Puskesmas Purwakarta

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI ILMU SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Juli 2021 Nama : MUSLIMIN NIM : 020319724 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI WILAYAH PUSKESMAS PURWAKARTA KABUPATEN PURWAKARTA vii + 74 halaman + 12 tabel + lampiran ABSTRAK Provinsi Jawa Barat menempati urutan tertinggi ke dua di Indonesia dengan angka 39,60 %. Kabupaten Purwakarta menempati urutan tertinggi ke lima di Provinsi Jawa Barat dengan angka 36,79 % (Riskesdas, 2018). Pengendalian hipertensi bertujuan untuk mencegah dan menurunkan probabilitas kesakitan, komplikasi, dan kematian. Kurangnya kepatuhan kepada obat antihippertensi adalah alasan utama untuk kontrol hipertensi yang buruk (Al-ramahi, 2014). Dukungan keluarga berpengaruh positif dalam mengontrol penyakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita hipertensi yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Purwakarta pada bulan Januari 2021 sejumlah 214 responden. Jumlah sampel yang didapatkan dari hasil perhitungan adalah 70 pasien. Mengukur kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi, pada sejumlah penelitian menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Hasil penelitian membuktikan terdapat hubungan antara dukungan emosional, penghargaan dan harga diri (p value = 0,001), dukungan instrumental (p value = 0,004), dukungan informasi (p value = 0,001) dengan kepatuhan minum obat. Dukungan keluarga yang adekuat terbukti berhubungan dengan menurunnya mortalitas terutama dalam perbaikan dalam tekanan darah.

78 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Terhadap Pengendalian Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Lanjut Usia di Puskesmas Sukaraya

2026•Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tertinggi kedua sebagai penyebab kematian di Indonesia, dan kepatuhan minum obat menjadi faktor penting dalam pengendalian tekanan darah, terutama pada pasien lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, tekanan darah pasien setelah pengobatan, serta hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sukaraya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sampel penelitian berjumlah 104 pasien lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 140 pasien hipertensi lansia yang berobat di Puskesmas Sukaraya Cikarang. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (60,0%), berusia 60–63 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai wiraswasta, dan telah menderita hipertensi selama 3–5 tahun. Sebagian besar responden memiliki tekanan darah tidak terkontrol (55,0%) dan tingkat kepatuhan minum obat yang rendah (80,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, lama menderita hipertensi, dan status pengendalian tekanan darah tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepatuhan minum obat (p > 0,05). Simpulan penelitian ini adalah tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sukaraya masih tergolong rendah, serta tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara faktor-faktor karakteristik responden dengan tingkat kepatuhan tersebut. Diperlukan upaya edukasi dan konseling berkelanjutan dari fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan hipertensi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Pasien dengan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kedungwaringin

2026•Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Keberhasilan pengobatan hipertensi sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menggunakan obat antihipertensi secara teratur. Namun, tingkat kepatuhan pasien masih menjadi tantangan karena dipengaruhi oleh berbagai karakteristik individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedungwaringin Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 149 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data karakteristik pasien meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan diperoleh melalui kuesioner karakteristik responden, sedangkan tingkat kepatuhan penggunaan obat diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, memiliki rata-rata usia n52,47 tahun, berpendidikan Sekolah Dasar (SD), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p = 0,006) dan tingkat pendidikan (p = 0,000) berhubungan secara signifikan dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, sedangkan jenis kelamin (p = 0,529) dan pekerjaan (p = 0,584) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa usia dan tingkat pendidikan merupakan karakteristik pasien yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, sedangkan jenis kelamin dan pekerjaan tidak berhubungan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi edukasi dan intervensi untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi di pelayanan kesehatan primer.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Kepatuhan Penggunaan Insulin & Capaian HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Kabupaten Bekasi, dan sebagian pasien memerlukan terapi insulin untuk mencapai kendali glikemik optimal. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan insulin, capaian target glikemik (HbA1c), serta hubungan antara keduanya pada 53 pasien diabetes melitus tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RSUD Kabupaten Bekasi yang dipilih secara purposive sampling selama Juni–Juli 2026, menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) yang telah teruji valid dan reliabel (Cronbach's Alpha = 0,652) serta data HbA1c dari rekam medis, dianalisis secara univariat dan bivariat yaitu uji Chi-Square dan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan tingkat kepatuhan sebagian besar berada pada kategori sedang (51,9%), rendah (32,7%), dan tinggi (15,4%), sementara HbA1c terkontrol (<7%) hanya dicapai 9,4% responden. Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan penggunaan insulin dan capaian HbA1c (p = 0,001; rs = -0,432), sehingga diperlukan intervensi edukasi dan pemantauan kepatuhan berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat dan Luaran Klinis Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Setu 1 Kabupaten Bekasi

2025•Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, khususnya di wilayah industri seperti Kabupaten Bekasi. Pengetahuan pasien terhadap penyakit hipertensi memengaruhi kepatuhan dalam menjalani pengobatan dan keberhasilan terapi yang diukur melalui luaran klinis berupa ketercapaian tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dan luaran klinis pada pasien hipertensi di Puskesmas Setu 1 Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 91 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner HK-LS untuk menilai pengetahuan, MMAS-8 untuk kepatuhan, serta data rekam medis untuk luaran klinis. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat (p = 0,009) dan luaran klinis tekanan darah (p = 0,003). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan pasien, maka semakin tinggi pula kepatuhan terhadap pengobatan dan keberhasilan pencapaian tekanan darah sesuai target.

46 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat dan Luaran Klinis Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Cikarang

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Pengetahuan pasien tentang penyakit dan pengobatannya diyakini berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan minum obat serta luaran klinis. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dan luaran klinis pada pasien hipertensi di Puskesmas Cikarang. Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain potong lintang (Cross-sectional) pada 51 pasien hipertensi yang menjalani terapi minimal 3 bulan, menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen meliputi kuesioner HK-LS untuk pengetahuan, MMAS-8 untuk kepatuhan, serta rekam medis untuk luaran klinis. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Correlation Pearson. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi (70,59%), namun kepatuhan rendah (47,06%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan (p=0,039), tetapi tidak dengan luaran klinis (p=0,733). Kesimpulan: Pengetahuan tinggi berhubungan dengan kepatuhan, namun tidak selalu menghasilkan luaran klinis optimal, sehingga faktor lain perlu dipertimbangkan dalam manajemen hipertensi.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Penderita Hipertensi Dengan Tingkat Kepatuhan Pengguna Obat Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Cikarang

2024•Koleksi Perpustakaan

Kepatuhan (obedience) adalah suatu tindakan, perbuatan atau perubahan sikap dan tingkah laku seseorang untuk menerima, mematuhi, dan mengikuti permintaan atau perintah orang lain dengan penuh kesadaran. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode deskriptif analitik yang bersifat observasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 3.627 pasien. Cara pengambilan sampel menggunakan Teknik accidental sampling dan menentukan jumlah sampel dengan menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan sampel pada penelitian ini sebanyak 98 pasien. Alat ukur yang digunakan adalah berupa kuesioner dan analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Pada penelitian ini dari karakteristik pasien menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara karakteristik tingkat pendidikan dengan nilai Sig = 0,688 (<0,1), dan pekerjaan diperoleh nilai Sig = 0,191 (<0,1) dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Cikarang. Sementara, karakteristik jenis kelamin dengan nilai Sig = 0,005 (<0,1), usia dengan nilai Sig = 0,003 (<0,1), dan penyakit penyerta diperoleh nilai Sig = 0,037 (<0,1) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara karakteristik dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Cikarang.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetes Oral Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Jalan di Puskesmas Cikarang

2024•Koleksi Perpustakaan

Sebanyak 90% dari seluruh diabetes di dunia yang paling umum terjadi terdapat dikategori kedua yaitu diabetes mellitus tipe 2. Keberhasilan terapi diabetes mellitus sangat dipengaruhi dari kepatuhan pasien dalam menjalankan pengobatan. Tingkat kepatuhan pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dalam penggunaan obat antidiabetes oral masih rendah berkisar antara 30-70%, yang dapat memberikan efek negatif pada pasien penderita diabetes mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian yang bersifat observasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 2.238. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dan menentukan jumlah sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan sampel pada penelitian ini sebanyak 96 responden. Alat ukur yang digunakan adalah berupa kuesioner dan analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Pada karakteristik tingkat pendidikan sig 0,209 (sig >0,1) menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan serta memiliki hubungan yang sangat lemah dan bersifat searah (+0,129) dengan kepatuhan penggunaan obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Cikarang. Sementara pada karakteristik yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan yaitu pada usia sig 0,000 (sig <0,1) yang memiliki hubungan sedang dan bersifat berlawanan (-0,408), jenis kelamin sig 0,011 (sig <0,1) yang memiliki hubungan lemah dan bersifat searah (+0,260), pekerjaan sig sebesar 0,016 (sig <0,1) yang memiliki hubungan lemah dan bersifat searah (+0,246), lama menderita sig 0,040 (sig <0,1) yang memiliki hubungan sangat lemah dan bersifat berlawanan (-0,210) dengan kepatuhan penggunaan obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Cikarang.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan di Wilayah Puskesmas Purwakarta Kab. Purwakarta

2022•Koleksi Perpustakaan

Kabupaten Purwakarta menempati urutan tertinggi ke lima di Provinsi Jawa Barat dengan angka 36,79 % (Riskesdas, 2018). Kurangnya kepatuhan kepada obat antihippertensi adalah alasan utama untuk kontrol hipertensi yang buruk (Al-ramahi, 2014). Dukungan keluarga berpengaruh positif dalam mengontrol penyakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 214 responden dan sampel yang didapatkan dari hasil perhitungan adalah 70 pasien. Hasil penelitian membuktikan terdapat hubungan antara dukungan emosional, penghargaan dan harga diri, dukungan instrumental, dukungan informasi dengan kepatuhan minum obat. Dukungan keluarga yang adekuat terbukti berhubungan dengan menurunnya mortalitas terutama dalam perbaikan dalam tekanan darah.

31 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail