Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

108 hasil
Subjek: Kepatuhan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Sukamahi

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Keadaan hiperglikemia yang terjadi, baik secara kronis pada tahap diabetes, ataupun hiperglikemia akut postprandial yang terjadi berulang kali setiap hari, memberikan akibat buruk terhadap jaringan secara jangka panjang mengakibatkan komplikasi kronis dari diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus di Puskesmas Sukamahi Peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yang diambil sebanyak 102 dan metode sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Data yang dikumpulkan antara lain data kadar glukosa darah, kepatuhan diet, aktivitas fisik dan tingkat stres. Data kepatuhan diet diambil menggunakan kuesioner food recall, Data aktifitas fisik diambil menggunakan kuesioner IPAQ ( International Physical Activity Quessionnaire) kepada 31 orang responden. Data tingkat stres diambil menggunakan kuesioner PSS (Perceived Stress Scale ). Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil dari penelitian yaitu analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet (p-value :0,029), aktivitas fisik (p-value : 0,045) dan tingkat stres (p-value ; 0,049) dengan peningkatan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe II. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet, aktivitas fisik, tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Saran yang dapat diberikan kepada puskesmas Sukamahi yaitu Puskesmas lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan menjadi 1 minggu sekali dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II.

92 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus dengan Kepatuhan Pemeriksaan Gula Darah pada Pasien di Rumah Sakit Harapan Bunda

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi atau diatas nilai normal. Kurang patuhnya pasien terhadap diet diabetes mellitus, kurang paham waktu untuk seharusnya kontrol, dan pemeriksaan gula darah, gaya hidup dan dukungan keluarga masih sangat kurang. Setelah dilakukan observasi pada pasien rawat jalan dengan Diabetes Melitus didapatkan pengetahuan pasien yang tahu 20% dan yang tidak tahu 80%. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan tentang gula darah dengan kepatuhan pemeriksaan gula darah di RS Harapan Bunda Jakarta. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, kuesioner atau pengumpulan data sekaligus pada waktu yang sama (point time approanch). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik mayoritas usia mayoritas 56th – 65th 28 responden (35,9%), jenis kelamin perempuan 45 responden (57,7%), pendidikan SMA 60 responden (76,9%), suku jawa 31 responden (39,7%). Kesimpulan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang gula darah dengan kepatuhan pemeriksaan gula darah di Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta tahun 2023 P Value 0,04 0,05. Disarankan bagi pasien terutama penderita diabetes mellitus untuk meningkatkan tingkat pengetahuan agar rutin dalam kontrol gula darah di Rumah Sakit serta Disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian dan bisa memberikan gambaran dalam sebuah penelitian dengan tehnik yang berbeda.

24 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan dukungan keluarga dan pengetahuan pasien dengan kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi di poli penyakit dalam Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyakit utama yang menyebabkan angka morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Dukungan keluarga dan pengetahuan yang baik dapat memberikan dampak positif terhadap perawatan pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dan pengetahuan pasien dengan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di Poli Penyakit Dalam RS Sentra Medika Cisalak Tahun 2023. Jenis penelitian dengan pendekatan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan dengan hipertensi di Poli Penyakit Dalam RS Sentra Medika Cisalak bulan Maret-April 2023. Jumlah sampel dalam penelitian ini 65 orang. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji Chi Square Test. Hasil penelitian diperoleh nilai P = 0,000 (P0,05) ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan, sedangkan nilai P = 0,035 (P0,05) ada hubungan antara pengetahuan pasien dengan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi. Kesimpulan ada hubungan dukungan keluarga dan pengetahuan pasien terhadap kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di Poli Penyakit Dalam RS Sentra Medika Cisalak tahun 2023. Saran diharapkan kepada pihak Rumah Sakit agar selalu memberikan pendidikan kesehatan untuk menambah pengetahuan pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan hipertensi.

31 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS JONGGOL KABUPATEN BOGOR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita sampai kira-kira usia 55 tahun, dengan resiko yang hampir sama antara usia 55 tahun sampai 74 tahun. Kepatuhan minum obat, sebagian besar penderita hipertensi yaitu sebanyak 54,4%. Sementara penduduk yang tidak rutin minum obat dan tidak minum obat sama sekali sebesar 32,27% dan 13,33%. Hal ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi tidak mengetahui bahwa dirinya menderita hipertensi sehingga tidak mendapat pengobatan.Tujuan penelitian ini ntuk mengetahui hubungan pengetahuan penderita hipertensi tentang kepatuhan minum obat di puskesmas jonggol kabupaten bogor .Metode desain penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu 100 responden nonprobbatility yaitu consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan self-admistered questionnaire. Data dianalisa menggunakan Stastictical Program For Social Science (SPSS).Hasil Pengetahuan penderita hipertensi dalam kategori baik (62,0%), cukup (25,0%), kurang (13,0%) dan kepatuhan penderita hipertensi minum obat dalam kategori tinggi (58,0%), sedang (27,0%), dan rendah (15,0%). Hasil analisa hubungan korelasi dengan uji korelasi Spearman Rho didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan penderita hipertensi tentang kepatuhan minum obat dengan nilai p value0,01 dengan kekuatan hubungan r = 0,926 Kesimpulan Terdapat hubungan antara pengetahuan penderita hipertensi tentang kepatuhan minum obat.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Diit Terhadap Pengendalian Gula Darah pada Pasien Diabetes Mellitus di Ruang Rawat Inap RSUD Bayu Asih Purwakarta

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, April 2021 NAMA : TITIK KANTI JUITA NIM : 020319735 HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN KEPATUHAN DIIT TERHADAP PENGENDALIAN GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RAWAT INAP RSUD BAYU ASIH KABUPATEN PURWAKARTA TAHUN 2021 xv + 90 halaman + 18 tabel + 4 gambar+ 10 lampiran ABSTRAK Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik dengan ditandai tingginya kadar gula darah yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya (Perkeni, 2019). Jumlah kunjungan pasien diabetes mellitus di rawat inap meningkat dari tahun 2019 yang tercatat 904 pasien. Hal ini dimungkinkan disebabkan oleh ketidakpatuhan menjalani diit diabetes, dari hasil studi pendahuluan didapatkan data pasien tidak mengikuti anjuran diit dari dokter dan memiliki efikasi diri yang rendah, maka dilakukan penelitian mengenai hubungan efikasi diri dan kepatuhan diit terhadap pengendalian gula darah di Bayu Asih Purwakarta. Metode penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif korelasional, dengan populasi pasien rawat inap dengan diagnosa diabetes tipe 2 sebanyak 66 reponden dengan teknik total sampling, dilakukan uji statistik menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan dari 66 responden, efikasi diri dengan kategori tidak baik sebanyak 38 orang (57,6%) dan efikasi diri dengan kategori baik sebanyak 28 orang (42,4%). Kepatuhan diit didapatkan hasil dari 66 responden, kategori tidak patuh sebanyak 40 orang (60,0%) dan kategori patuh sebanyak 26 orang (39,4%). Hasil pengendalian gula darah menunjukkan tidak terkendali sebanyak 42 orang (63,3%), dan kategori terkendali sebanyak 24 orang (36,4%). Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi spearman rank efikasi diri dengan pengendalian gula darah, yaitu nilai Sig (2-tailed) ρ = 0,000 lebih kecil dari nilai ɑ (0,05), maka hasil penelitian menunjukkan “Ada Hubungan Yang Signifikan Antara Variabel Efikasi Diri Dengan Pengendalian Gula Darah. Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi spearman rank pada kepatuhan diit dengan pengendalian gula darah, yaitu nilai Sig (2-tailed) ρ = 0,000 lebih kecil dari nilai ɑ (0,05), maka hasil penelitian menunjukkan “Ada Hubungan Yang Signifikan Antara Variabel Kepatuhan Diit Dengan Pengendalian Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rawat Inap RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2021”.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POLI SPESIALIS PENYAKIT DALAM RS X CIKARANG TAHUN 2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INSTITUT MEDIKA DRG.SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, APRIL 2021 NAMA : RENA JUWITA SARI NIM : 020319680 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POLI SPESIALIS PENYAKIT DALAM RS X CIKARANG TAHUN 2021 xiv + 75 Halaman + 16 tabel + 2 gambar + 12 lampiran ABSTRAK Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penalataksanaan DM meliputi makan sehat, latihan fisik, pemantauan kadar gula darah, minum obat secara teratur, kemampuan memecahkan masalah, koping yang sehat, mengurangi faktor resiko diabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus di poli spesialis penyakit dalam RS X Cikarang tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain survey analitik dengan pendekatan non experimental study. Adapun rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan waktu cross sectional atau potong lintang yang dalam pengumpulan datanya satu kali atau “suatu saat”. Dari hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien DM tipe 2 adalah pendapatan ( p value=0,000). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah lama menderita DM (p value=0,331), persepsi ( p value=0,444), dukungan keluarga (p value=0,312). Saran bagi penderita DM tipe 2 yaitu harus mematuhi pola makan yang dianjurkan tenaga kesehatan sehingga kadar gula darah terkontrol dan dapat mengurangi komplikasi. Kata kunci : Faktor, Kepatuhan diet, Diabetes Mellitus Tipe 2 Daftar Pustaka: 25

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kepatuhan Minum Obat Antidiabetes dengan Hasil Kadar Gula Darah Sewaktu pada Penderita Diabetes Melitus di Ruang Tulip RS Sentra Medika Cisalak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Non-compliance in carrying out treatment in DM patients is a problem that is often found in hospital. The patient is no longer in control of the health service, the patient does not take medication because his feels that his blood sugar is normal. The sufferers of DM in the city of Depok issued by the West Java Provincial Health Office in 2020 was 50631 people. Whereas according to medical record data at the Sentra Medika Cisalak Hospital, the prevalence of DM sufferers from September-October was 187 sufferers. This study aim to determine the relationship between adherence to taking medication in DM sufferers and stable blood sugar values while in the Tulip Room of Sentra Medika Cisalak Hospital. The results of this study can be used as a source of information and education for patients with DM. The type of research is quantitative research, with a cross sectional consisted of independent variable compliance with taking medication in patients with DM and the stability of the GDS value as the dependent variable. Data obtained through distributing questionnaires. The population in the study were 187 patients who were diagnosed, and the sample in this study was 65 patients. The data has been done is processed and then analyzed in stages according to research objectives using computer software. The results showed that the results of the chi square test (p = 0,014), it can be concluded that there is a significant relationship between the level of adherence to taking medication in patients with DM with the stability value of GDS.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MENGENDALIKAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RAWAT JALAN RS. SENTRA MEDIKA CIKARANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (2) Diketahui hubungan Pendidikan dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (3) Hubungan Akomodasi dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (4) Hubungan Faktor lingkungan dan sosial dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (5) Hubungan Model terapi pasien dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan data berupa angka atau bilangan. Penelitian ini diperoleh melalui observasi dan pengumpulan data langsung di RS. Sentra Medika Cikarang. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan adalah Kepatuhan Pasien diabetes melitus dalam mengendalikan kadar gula darah dipengaruhi oleh pendidikan pasien yang rendah sebesar 69,7%, sebagian besar pasien diabetes melitus yang tidak patuh adalah yang tidak di dukung oleh modifikasi faktor lingkungandan sosial sebesar 73,2%, serta perubahan model terapi yang tidak patuh adalah yang tidak berubah sebanyak 72,7%.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN OBAT TERHADAP TINGKAT KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS JATISAMPURNA KOTA BEKASI TAHUN 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme bersifat kronis yang disebabkan karena gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Pengendalian kadar gula darah adalah hal utama bagi penderita DM salah satunya dengan mengkonsumsi obat. Konsumsi obat yang benar didasari dari pengetahuan dan sikap yang baik terhadap guna pengendalian gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dan kepatuhan obat dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM di Puskesmas Jatisampurna Kota Bekasi tahun 2023. Tujuan : untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan obatt terhadap tingkat kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 dipuskesmas jatisampurna kota bekasi tahun 2023. Metode : Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan dari bulan Mei– Agustus 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang terdiri dari 50 orang pasien DM. Data yang diambil meliputi aspek pengetahuan, kepatuhan obat (primer) dan kadar gula darah (sekunder). Pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan menggunakan uji square. Hasil : berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan hasil p-value 0,006 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan tingkat pengetahuan dan p-value 0,031 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan kepatuhan obat.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI DENGAN PENYERTA DISLIPIDEMIA DI PUSKESMAS MEKARMUKTI KABUPATEN BEKASI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi dengan dislipidemia dapat memperburuk kondisi kesehatan tubuh. Selain itu dapat menyebabkan kematian yang dimana kepatuhan akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang dalam menjalani kehidupan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan tingkat kepatuhan konsumsi obat dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi yang disertai dengan adanya dislipidemia. Metode penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 50 responden di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner MMAS-8 dan WHOQOL-BREF diuji menggunakan SPSS analisis univariat dan bivariat dengan jenis uji chi-square kuadrat. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan nilai (p = 0,000 0,05). Dari 50 responden, 10 orang dengan kepatuhan rendah memiliki kualitas hidup yang rendah, 6 orang dengan kepatuhan rendah memiliki kualitas hidup sedang, 10 orang dengan kepatuhan sedang memiliki kualitas hidup sedang, 24 orang dengan kepatuhan tinggi memiliki kualitas hidup yang tinggi. Kesimpulan menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan. Semakin tinggi tingkat kepatuhan konsumsi obat maka semakin baik kualitas hidup yang dimiliki seseorang.

48 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kepatuhan Diet dengan Kadar Gula Darah pada Pasien DM di RS. Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bogor

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi batas normal. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dimana terdapat penurunan melakukan kemampuan untuk merespon terhadap insulin maupun adanya penurunan pembentukan insulin oleh pankreas. Diabetes Melitus mengalami peningkatan setiap tahun dan berdasarkan hasil laporan tahunan dinas kesehatan Kabupaten Jawa Barat tahun 2022 penyakit Diabetes Melitus terjadi peningkatan signifikan di RS Sentra Medika Cibinong. Peningkatan kasus diabetes melitus di RS Sentra Medika Cibinong disebabkan karena pasien yang belum menjalankan diet diabetes melitus sesuai anjuran petugas kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus dengan kadar gula darah di RS Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bogor tahun 2022. Metode: Penelitian ini kuantitatif bersifat deskriptif dengan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian 80 orang dengan teknik total sampling. Analisis univariat dilakukan dengan cara mencari distribusi frekuensi setiap variabel penelitian untuk mengetahui proporsi atau gambaran dari variabel penelitian. Data diperoleh peneliti dari pengisian kuesioner yang diisi oleh responden. Hasil: Penelitian menunjukkan untuk kepatuhan diet berdasarkan jumlah sebanyak 28,2% responden tidak patuh. Untuk jenis 43,3% responden tidak patuh, untuk jadwal 51,2% responden tidak patuh. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh rumah sakit agar dapat meningkatkan edukasi kesehatan dalam mengelola diabetes melitus terutama dalam pengaturan diet pasien diabetes melitus dengan kadar gula darah dari segi jumlah, jenis dan jadwal makanan agar bisa diterapkan pasien di rumah.

30 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Penggunaan Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Terapi farmakologi dan non farmakologi Diabetes Mellitus harus dilakukan dengan seimbang dan teratur, jika tidak maka dapat mengakibatkan muncul komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antidiabetik oral pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak. Metode: Jenis metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional yang menerapkan pendekatan kuantitatif untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik. Sampel penelitian berdasarkan Rumus Slovin adalah sebanyak 107 responden. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang selanjutnya dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan dari 107 responden berusia antara 40-70 tahun berjenis kelamin laki-laki 62 orang dan perempuan 45 orang. Responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 67 orang dan tingkat pengetahuan kurang baik 40 responden. Responden berdasarkan tingkat kepatuhan sebanyak 66 responden (61,7%) patuh dan 41 responden (38,3%) tidak patuh. Analisis bivariat menunjukkan kelompok tingkat pengetahuan baik sebanyak 66 responden patuh dan 1 responden tidak patuh. Responden yang memiliki pengetahuan yang kurang baik sejumlah 40 (37,4%) semuanya tidak patuh dalam menggunakan antidiabetik oral. Hasil uji chi square dihasilkan nilai p value 0,0000,05 yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan menggunakan antidiabetik oral, dengan nilai OR 67,000 (9,557-468,706) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini adalah responden dengan tingkat pengetahuan tinggi memiliki pengaruh 67 kali lebih besar untuk mematuhi penggunaan antidiabetik oral dibandingkan responden yang memiliki pengetahuan rendah. Perlu dilakukan edukasi pada pasien diabetes untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat. Bahan Baca: 3 buku (2020-2022) dan 10 jurnal kesehatan (2017-2022)

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Pukesmas Sukajaya 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN Skripsi 24 September 2023 Putri Sarah 020319636 Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Sukajaya ABSTRAK Diabetes melitus (DM) atau diabetes merupakan penyakit kelainan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia (kadar glukosa yang tinggi dalam darah) karena kekurangan insulin, resistensi insulin atau keduanya. Dukungan keluarga adalah bantuan yang diberikan anggota keluarga yang meliputi dukungan penilaian, instrumental, informasional dan emosional. Kepatuhan minum adalah perilaku pasien sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh profesional kesehatan.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien DM. Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan Cross sectional.Populasi berjumlah 251 orang dan sampel sebanyak 154 orang . Hasil penelitian dukungan keluarga yang kurang baik memiliki kepatuhan minum obat tidak patuh sebanyak 65 ( 98.4%) dan yang patuh sebanyak 1 ( 1.6%).Sedangkan responden dengan dukungan yag baik memilii kepatuhan minum obat sebanyak 89 (96.7%) dan yang tidak patuh sebanyak 3 (3.3%). Dalam penelitian ini menggunakan uji chi-Square didapatkan hasil ada hubungan antara dukungan kelurga dengan kepatuhan minum obat pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sukajaya,P value 138.072 > 0.000. Berdasarkan penelitian ini diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan promosi Kesehatan dan konseling,serta Pendidikan Kesehatan khususnya mengenai dukungan keluarga serta kepatuhan minum obat bagi penderitapenyakit diabetes melitus Kata Kunci : Dukungan Keluarga,Kepatuhan Minum Obat,Diabetes Melitus Tipe 2

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RS HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) Cikarang, Maret 2023 Desi Wijayanti Hubungan Antara Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 VII BAB + 54 Halaman, 10 Tabel, 2 Skema, 6 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang : Penyakit diabetes yang tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan hiperglikemia yang dari waktu ke waktu dapat mengakibatkan komplikasi. Keberhasilan pengelolaan DM untuk mencegah komplikasi dapat dicapai salah satunya melalui kepatuhan dalam terapi farmakologi. Tujuan Penelitian : Mengetahui adakah hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Hasil Penelitian : Pasien di RS Harapan Bunda Jakarta dengan diabetes mellitus di poli penyakit dalam lebih banyak pasien yang patuh dalam mimum obat sebanyak 45 orang (75%). Responden memiliki kadar gula darah yang normal yaitu sebanyak 41 orang (68.3%). Kesimpulan dan Saran : Penelitian ini dapat menjadi refrensi tambahan atau dasar untuk melanjutkan penelitian tambahan mengenai beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar gula darah pasien seperti pola makan, tingkat aktivtas, dan tingkat stress serta dapat melakukan penelitian menggunakan uji multivariat. Disimpulkan : Ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah sewaktu pasien di RS Harapan Bunda Jakarta dengan diabetes mellitus di poli penyakit dalam Hasil pengolahan data menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p = 0.000 < α = 0.005.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Diabetes pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Di Poliklinik RS Sentra Medika Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI KEPERAWATAN Skripsi, 01 Juni 2023 Nama : Enik Retnoningsih NIM : 221070081 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI DIABETES PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI POLIKLINIK RS SENTRA MEDIKA CIAKARANG KABUPATEN BEKASI TAHUN 2023 67 Halaman + 13 Tabel + 10 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin. Hal ini ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam darah. Diabetes melitus terjadi peningkatan signifikan di Rumah Sakit Sentra Mendika Cikarang tahun 2023 sebanyak 225 kasus. Peningkatan penyakit diabetes melitus disebabkan karena pasien tidak patuh minum obat antidiabetes. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tahun 2023. Metode: Penelitian ini kuantitatif bersifat analitik dengan metode cross Sectional. Populasi dalam penelitian 35 orang. Menggunakan teknik total sampling. Hasil bivariat jika ada hubungan pvalue<0,05. Sampel penelitian 35 orang. Hasil: Disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan minum obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus di poliklinik Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Penelitian ini disarankan untuk penyuluhan kesehatan tentang pentingnya patuh minum obat antidiabetes. Kata Kunci: Diabetes melitus, Kepatuhan minum obat Daftar Pustaka: 9 buku (2017-2019), 14 Jurnal (2015-2020) SUHERMAN MEDICAL UNIVERSITY NURSING STUDY PROGRAM Thesis, 01 Juni 2023 Name : Enik Retnoningsih NIM : 221070081 THE FACTORS ASSOCIATED WITH OBEDIENCE TO TAKING ANTI-DIABETIC DRUGS IN DIABETES MELITUS TYPE II AT SENTRA MEDIKA CIKARANG HOSPITAL, CIKARANG DISTRICT, 2023 67 Pages + 13 Tables + 10 Appendices ABSTRACT Background: Diabetes mellitus is a chronic disease caused by the inability of the body to produce hormone insulin. It is characterized by high levels of blood glucose. Significant increase in diabetes mellitus at sentra medika cikarang hospital year 2023 as many as 225 cases.The increase in diabetes mellitus is caused by patients who do not comply with antidiabetes medication. Purpose: The study aims to identify factors related to compliance with taking antidiabetic drugs in patients with diabetes mellitus at Sentra Medika Cikarang Hosptal, Cikarang Regency in 2023 Metdhods: This research is quantitative analytic method cross sectional. Population in the study 35 people. Using total sampling techniques. The pvalue <0,05 bivariat if there was a correlation. A research sample of 35 people. Results: There is a relationship between knowledge, The motivation, Family support and the role of health forces with compliance with taking anti-diabetes medications in diabetes patients with diabetes mellitus at Sentra Medika Cikarang Hospital. This study is recommended for health publication about the importance of obedience to taking antidiabetes drugs. Keywords : Diabetes Mellitus, Compliance with Drugs Bibliography : 9 books ((2017-2019), 14 Journals (2015-2020)

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

“Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertiroid di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jakarta, Maret 2023 Fitrianingsih Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertiroid di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 VII BAB + 61 Halaman, 11 Tabel, 2 Skema, 6 Lampiran ABSTRAK Hipertiroid atau hipertiroid primer adalah kadar hormon tiroid yang tinggi ditandai dengan penyerapan iodium yang normal atau tinggi. Penggunaan obat yang tidak tepat, tidak efektif, tidak aman dan tidak ekonomis telah menjadi masalah tersendiri dalam pelayanan kesehatan. Kepatuhan penggunaan obat telah terbukti meningkatkan ketercapaian target dan menurunkan biaya medis secara keseluruhan. Tingkat pengetahuan, dukungan keluarga merupakan salah satu faktor dari kepatuhan minum obat pasien. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertiorid di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah populasi 120 responden dan jumlah sampel 40 responden. Hasil Penelitian distribusi frekuensi karakteristik responden sebagian besar yaitu Usia 20 – 40 tahun yaitu sebanyak 22 orang (55.0%), Akademi/Perguruan Tinggi 18 orang (45%), responden yang bekerja yaitu sebanyak 24 orang (60%), responden dengan tingkat pengetahuan kurang 28 orang(70%),dukungan keluarga 30 orang (75%) serta di temui sebanyak 35 orang (87.5%) responen yang tidak patuh minum obat.Dapat disimpulkan dari penelitian ini ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertiorid di RS Harapan Bumda Jakarta Tahun 2023. Hasil uji statistik diperoleh nilai P Value 0.001 (P Value < 0.05) dengan OR: 0,58 untuk tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dan P Value 0.000 dengan OR: 0,5 untuk dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat.Dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan sangat mempengaruhi tingkat kepatuhan minum obat seseorang.Disarankan untuk pasien dan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga guna tercapainya kepatuhan minum obat dalam memaksimalkan pengobatan terapi pada pasien penderita hipertiroid.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEBERHASILAN TERAPI ARV PADA PENDERITA HIV/AIDS DI KLINIK VCT RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA TAHUN 2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS INSTITUT MEDIKA DRG SUHERMAN SKRIPSI APRIL 2021 MUHAMMAD KADAR 020319723 HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEBERHASILAN TERAPI ARV DI KLINIK VCT RSUD BAYU ASIH TAHUN 2021 xvii +VII Bab + 84 Halaman + 1 Grafik + 6 Bagan + 15 Tabel + 10 Lampiran ABSTRAK Penyakit HIV masih dianggap sebagai penyakit yang tidak ada obatnya dan juga dampaknya yang sangat mematikan. Mengingat jumlah kasus yang semakin bertambah setiap tahun. Penderita HIV memerlukan pengobatan dengan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh agar tidak masuk ke dalam stadium AIDS. Di Indonesia, Jawa Barat masuk kedalam 5 provinsi dengan kasus HIV terbanyak. Penemuan kasus baru HIV di Kabupaten Purwakarta selama 5 tahun terakhir mengalami trend peningkatan pada tahun tahun 2020 menjadi kasus baru 198 orang (41,91%). Melihat dari data Rekam Medis RSUD Bayu Asih (2019) jumlah penderita on ARV di Klinik VCT tahun 2019 berjumlah 227 orang sedangkan pada tahun 2020 meningkat menjadi 287 (20,90%) orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kepatuhan dan dukungan keluarga terhadap keberhasilan terapi ARV. Metode penelitian secara kuantitaf dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah rata-rata jumlah pasien HIV yang telah mendapatkan pelayanan pemeriksaan viral load yang mendapatkan pelayanan kesehatan di klinik VCT RSUD Bayu Asih dari bulan Januari sampai Desember 2020 sebanyak 60 orang penderita HIV/AIDS dengan sampel berjumlah 52 responden. Tehnik pengambilan sampel dengan non probability sampling. Lokasi penelitian di klinik VCT RSUD Bayu Asih yang dilakukan pada bulan Maret sampai April 2021. Pengolahan hasil penelitian menggunakan analisis data dengan chi square. Sebagian besar dari 52 responden yang mendapatkan kepatuhan 71,2%, dukungan keluarga 63,7%, ODHA yang telah berhasil melakukan terapi ARV 76,9%, responden yang tidak berhasil dalam terapi ARV 23,1%. Hasil penelitian diketahui ada hubungan kepatuhan dengan keberhasilan terapi ARV (p-value 0,000). Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan keberhasilan terapi ARV (p-value 0,012). Terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan dan dukungan keluarga terhadap keberhasilan terapi ARV. Disarankan bagi rumah sakit agar membuat startegi perencanaan untuk menangani masalah pasien yang gagal terapi ARV, dan bagi masyarakat khususnya keluarga dengan penderita HIV/AIDS dapat memberikan dukungan secara penuh baik fisiologis maupun psikologis selama menjalani terapi ARV. Kata kunci : keberhasilan terapi arv, dukungan keluarga, kepatuhan Daftar pustaka : 43 (2010-2020)

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Motivasi Anak Usia 9-15 Tahun dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Epilepsi di Poli Neurologi Anak RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang membutuhkan pengobatan antiepilepsi dalam jangka panjang. Keberhasilan terapi dipengaruhi oleh kepatuhan, pengetahuan dan motivasi anak dalam mengonsumsi obat sesuai dosis dan waktu yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan motivasi anak usia 9–15 tahun dengan kepatuhan minum obat antiepilepsi di Poli Neurologi Anak RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 54 responden anak usia 9–15 tahun yang menjalani terapi obat antiepilepsi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis bivariat dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan 24 responden (44,4%) memiliki pengetahuan baik, 26 responden (48,1%) memiliki motivasi sedang, dan 23 responden (42,6%) berada dalam kategori patuh. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dengan nilai p=0,007 dan rho=0,365, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan lemah. Terdapat hubungan signifikan antara motivasi dengan kepatuhan dengan nilai p<0,001 dan rho=0,476, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Kesimpulannya, pengetahuan dan motivasi berhubungan dengan kepatuhan minum obat antiepilepsi pada anak usia 9–15 tahun.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kepatuhan Pelaksanaan Prosedur Closed Suction System dengan Kejadian Ventilator Associated Pneumonia pada Pasien dengan Ventilasi Mekanik Di Ruang ICU RS Sentra Medika Cisalak Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan jenis Healthcare-Associated Infections (HAIs) dengan prevalensi tertinggi di ruang Intensive Care Unit (ICU), yang berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas, mortalitas, dan lama rawat pasien dengan ventilasi mekanik. Salah satu upaya pencegahan VAP adalah kepatuhan pelaksanaan prosedur Closed Suction System sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan pelaksanaan prosedur Closed Suction System dengan kejadian VAP pada pasien yang terpasang ventilasi mekanik di Ruang ICU RS Sentra Medika Cisalak, tahun 2026. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan deskriptif korelasi. Populasi dan sampel berjumlah 34 pasien, diambil dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia lansia akhir (56–65 tahun) sebanyak 17 orang (50%), dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 20 orang (58,8%). Sebanyak 29 responden (85,3%) patuh dalam pelaksanaan Closed Suction System, dan 28 responden (82,4%) tidak mengalami VAP. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value < 0,001 (< α 0,05) dengan Odds Ratio (OR) sebesar 29,0, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pelaksanaan prosedur Closed Suction System dengan kejadian VAP, di mana ketidakpatuhan pelaksanaan Closed Suction System meningkatkan risiko kejadian VAP hingga 29 kali lipat dibandingkan pasien dengan kepatuhan sesuai SOP. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dan dasar bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai pencegahan VAP di ruang ICU, dengan memperluas variabel penelitian, memperbesar jumlah sampel, atau menggunakan desain penelitian yang berbeda.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Kunjungan ANC di PMB. Jariana Kabupaten Bekasi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali (K6) merupakan standar vital untuk deteksi dini risiko kehamilan, namun studi pendahuluan di PMB Jariana menunjukkan sebesar 53,33% ibu hamil tidak patuh memenuhi standar tersebut karena alasan kesibukan bekerja, kurangnya pengingat, dan anggapan keliru mengenai keluhan fisik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kunjungan ANC K6 di PMB Jariana Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode: Studi kuantitatif menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 80 ibu hamil trimester III yang dipilih secara utuh melalui teknik total sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan data sekunder (kepatuhan kunjungan) diperoleh via observasi Buku KIA, yang kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (42,5%), berpendidikan menengah (57,5%), berada pada usia tidak berisiko (72,5%), berkategori multipara (46,2%), dan patuh merampungkan kunjungan ANC K6 (63,7%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,000), pendidikan (p=0,000), karakteristik usia (p=0,000), serta paritas (p=0,047) dengan kepatuhan kunjungan ANC. Kesimpulan: Faktor kognitif, tingkat pendidikan formal, kematangan usia, dan riwayat obstetri masa lalu secara empiris berhubungan erat dengan kedisiplinan pemeriksaan kehamilan ibu, sehingga penguatan edukasi primer dan optimalisasi pemanfaatan media Buku KIA sangat mendesak dilaksanakan demi mencegah risiko komplikasi sejak dini.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail