ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Latar Belakang : pengetahuan pasien DM yang mendapatkan injeksi insulin di poli penyakit dalam RS Harapan Bunda masih sangat rendah.
Tujuan Penelitian : Mengidentifikasi Data Distribusi Frekuensi tentang Usia, Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pengetahuan yang Mempengaruhi Ketepatan Teknik Injeksi Insulin pada Pasien DM di Poli Penyakit dalam RS Harapn Bunda Jakarta Timur Tahun 2023
Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menggunakan alat ukur kuesioner dengan jumlah sample sebanyak 142 responden pasien DM yang mendapatkan terapi insulin.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan usia pre lansia 46,48% lansia 53,52%. Jenis kelamin laki – laki 54,23% perempuan 45,77%. Tingkat pendidikan rendah 52,11 % tingkat pendidikan tinggi 47,89%. Tingkat pengetahuan kurang baik 57,74% baik 42,25%.
Kesimpulan: ada pengaruh antara usia,tingkat pendidikan, dan tingakat pengetahuan terhadap ketepatan teknik injeksi insulin pada pasien DM di poli penyakit dalam RS Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023 P-Value < 0,05. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan ketepatan teknik injeksi insulin di poli penyakit dalam Rs Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023 P-Value > 0,05.
Saran : Pendidikan kesehatan sangat penting dalam menentukan kualitas hidup manusia. Edukasi kepada pasien DM tentang teknik injeksi insulin sangat dibutuhkan agar pasien tidak salah dalam penyuntikan insulin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INSTITUT MEDIKA DRG.SUHERMAN (IMDS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, APRIL 2021
NAMA : RENA JUWITA SARI
NIM : 020319680
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POLI SPESIALIS PENYAKIT DALAM RS X CIKARANG TAHUN 2021
xiv + 75 Halaman + 16 tabel + 2 gambar + 12 lampiran
ABSTRAK
Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penalataksanaan DM meliputi makan sehat, latihan fisik, pemantauan kadar gula darah, minum obat secara teratur, kemampuan memecahkan masalah, koping yang sehat, mengurangi faktor resiko diabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus di poli spesialis penyakit dalam RS X Cikarang tahun 2021.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain survey analitik dengan pendekatan non experimental study. Adapun rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan waktu cross sectional atau potong lintang yang dalam pengumpulan datanya satu kali atau “suatu saat”.
Dari hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien DM tipe 2 adalah pendapatan ( p value=0,000). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah lama menderita DM (p value=0,331), persepsi ( p value=0,444), dukungan keluarga (p value=0,312). Saran bagi penderita DM tipe 2 yaitu harus mematuhi pola makan yang dianjurkan tenaga kesehatan sehingga kadar gula darah terkontrol dan dapat mengurangi komplikasi.
Kata kunci : Faktor, Kepatuhan diet, Diabetes Mellitus Tipe 2
Daftar Pustaka: 25
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN CIKARANG PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Mei 2023 Nama : Firman Dwi Prihartono NIM : 221070059 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU LANSIA DALAM MENGONTROL GULA DARAH AKIBAT DIABETES MELITUS DI BOGOR SENIOR HOSPITAL TAHUN 2023 ABSTRAK Diabetes melitus adalah suatu kondisi kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup sebuah hormone polipeptida yang mengatur metabolisme, dan angka kejadian penyakit diabetes melitus meningkat secara drastis di negara berkembang termasuk Indonesia (Dewi,2017). Survei awal yang dilakukan peneliti dengan melakukan wawancara langsung kepada pasien lansia di Bogor Senior Hosital kepada 15 penderita diabetes melitus, dari 15 penderita, 26,7% penderita mempunyai pengetahuan kurang, 66% memilki perilaku yang kurang baik, 60% kurang memiliki motivasi diri yang kurang baik, dan hampir semua responden 86% kurang memiliki dukungan dari tenaga kesehatan dan 66% kurang mendapat dukungan dari keluarga dalam proses penyembuhan penyakitnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah akibat diabetes melitus di Bogor Senior Hospital Tahun 2023. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling, pengumpulan data menggunakan analisis secara univarit dan bivariat. Hasil penelitian berdasarkan analisis didapatkan ada faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah dengan hasil uji statistik chi square di peroleh nilai P value 0,00 untuk hubungan pengetahuan, 0,001 untuk hubungan sikap, 0,004 untuk hubungan motivasi diri, 0,000 untuk hubungan dukungan keluarga dan 0,000 untuk dukungan tenaga kesehatan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan anatara pengetahuan, sikap, motivasi diri, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terhadap perilaku lansia dalam mengontrol gula darah. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan upaya pengelolaan penyakit diabetes melitus dengan cara mengoptimalkan kegiatan penyuluhan atau perawatan menggenai pengelolaan diabetes melitus. Kata kunci : Analitik observasional, Diabetes melitus, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah Bahan bacaan : 5 buku (2015-2018), 5 jurnal (2018-2020), 2 Skripsi (2018).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Stoke iskemik merupakan suatu kondisi yang terjadi diakibatkan oleh pasokan darah ke bagian otak tiba-tiba terganggu, karena sebagian sel otak mengalami kematian akibat gangguan aliran darah karena sumbatan pembuluh darah otak.Tujuan penelitian ini berhubungan untuk mengetahui faktor –faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian stroke iskemik diruang stroke unit RS.Sentra Medika Cikarang. Metode: penelitian ini bersifat survey analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menganalisis data primer yang didapatkan dari hasil wawancara pada pasien stroke iskemik,populasi berjumlah 36 responden dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian : Dari hasil menunjukan mayoritas responden berumur 56-65 tahun sebanyak 17 responden (47,2%). Riwayat Hipertensi diperoleh sebanyak 26 responden (72,2%) nilai pvalue=0’000. Mayoritas Jenis kelamin laki-laki sebanyak 18 responden dengan prosentase (50%) dengan nilai pvalue= 0,032. Mayoritas responden memiliki riwayat diabetes melitus dengan 26 responden (72,2%) dengan pvalue=0,000. serta pasien dengan riwayat Merokok dengan 15 responden (41,7%)dengan nilai pvalue=0,002. Kesimpulan: ada hubungan antara hipertensi, jenis kelamin, diabetes mellitus dan merokok pada pasien stroke iskemik
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS
SKRIPSI, Mei 2021
Nama : FITRIA JUWITA SARI
NPM : 020319717
ANALISIS FAKTOR RESIKO KEMATIAN PADA PASIEN COVID-19 DI RUANG ICU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BAYU ASIH PURWAKARTA
xvi + 66 Halaman+ 11 Tabel+ 11 Lampiran
ABSTRAK
Covid-19 merupakan penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di berbagai negara. Case Fertality Rate Covid-19 di Indonesia mencapai 4,68%. Kematian tertinggi pasien Covid-19 di RSUD bayu Asih terdapat di ruang ICU yaitu 82,4%. Usia tua, jenis kelamin dan penyakit komorbid merupakan faktor resiko yang menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor resiko kematian pada pasien covid-19 di Ruang ICU RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu analitik observasional dengan desain studi retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah pasien Covid-19 terkonfirmasi di ruang ICU RSUD Bayu Asih Purwakarta periode bulan Oktober 2020 - Januari 2021 sebanyak 64 orang pasien, sampel yang digunakan yaitu total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi checklist. Analisis data menggunakan Uji Chi Square.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 64 pasien terinfeksi Covid-19 di ruang ICU, 41 pasien meninggal, 80,6% berusia >60 (p=0,016, OR 4,427), 72,2% berjenis kelamin laki-laki (p=0,201, OR 2,253) dan 74,1% memiliki penyakit penyerta (p=0,000, OR 25,714). Kesimpulannya adalah usia tua dan penyakit komorbid merupakan faktor resiko kematian pada Covid-19.
Kata Kunci : Covid-19, faktor resiko, kematian
Bahan bacaan : 33 ( 2007-2020)
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Kesehatan mental ibu hamil trimester III perlu diperhatikan karena perubahan fisik dan psikologis serta persiapan persalinan dapat meningkatkan kecemasan. Studi pendahuluan di Desa Banjarsari menunjukkan 6 dari 10 ibu hamil trimester III mengalami keluhan psikologis berupa kecemasan, kekhawatiran terhadap kondisi janin, dan gangguan tidur. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental ibu hamil trimester III di Desa Banjarsari Tahun 2026. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 50 ibu hamil trimester III menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan, kondisi ekonomi, dukungan suami dan keluarga, paritas, serta status pernikahan. Kesehatan mental dioperasionalkan melalui tingkat kecemasan yang diukur menggunakan subskala Anxiety DASS-21. Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Sebanyak 23 responden (46,0%) mengalami kecemasan kategori sedang. Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan (p = 0,027), kondisi ekonomi (p = 0,001), dukungan suami dan keluarga (p = 0,008), paritas (p < 0,001), serta status pernikahan (p = 0,026) dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan: Kelima faktor yang diteliti berhubungan bermakna dengan kesehatan mental ibu hamil trimester III yang dioperasionalkan melalui tingkat kecemasan di Desa Banjarsari Kab. Bekasi Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kelahiran prematur merupakan salah satu masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas neonatal. Kelahiran prematur dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal dan obstetri, antara lain usia ibu, pendidikan, paritas, indeks massa tubuh (IMT), riwayat keguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelahiran prematur pada ibu hamil di RSU Amanda Mitra Keluarga Karawang Tahun 2026.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 444 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Besarnya risiko dinilai menggunakan Odds Ratio (OR).
Hasil: Dari 444 responden, sebanyak 124 responden (27,9%) mengalami kelahiran prematur dan 320 responden (72,1%) tidak mengalami kelahiran prematur. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara usia ibu dengan kelahiran prematur (p=0,000; OR=2,215; 95% CI: 1,452–3,381), riwayat keguguran (p=0,013; OR=1,829), riwayat penyakit (p=0,029; OR=1,665; 95% CI: 1,076–2,577), serta riwayat kehamilan dengan preeklamsia (p=0,000; OR=3,142). Sementara itu, pendidikan, paritas, dan IMT tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kelahiran prematur.
Kesimpulan: Usia ibu, riwayat keguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia berhubungan dengan kejadian kelahiran prematur. Riwayat kehamilan dengan preeklamsia merupakan faktor yang memiliki hubungan paling kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2021, prevalensi ISPA tertinggi terjadi pada kelompok umur 1–4 tahun. Di Klinik Cahaya Medika, kasus ISPA pada bayi dan balita cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan analisis faktor yang berhubungan.
Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada bayi dan balita di Klinik Cahaya Medika Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah bayi dan balita yang berkunjung ke Klinik Cahaya Medika periode Januari–Desember 2025 sebanyak 300 orang. Sampel sebanyak 70 responden diambil menggunakan simple random sampling dengan rumus Slovin. Analisis data dilakukan secara statistik untuk menguji hubungan variabel independen (usia, status gizi, ASI eksklusif, imunisasi, pendidikan orang tua) dengan kejadian ISPA. Hasil: Prevalensi ISPA sebesar 72,9%. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA adalah usia anak (<12 bulan), status gizi, dan pemberian ASI eksklusif (p<0,05). Sementara itu, pendidikan orang tua dan imunisasi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna.
Kesimpulan: Faktor dominan yang berhubungan dengan ISPA pada balita adalah usia, status gizi, dan ASI eksklusif. Upaya pencegahan melalui pemantauan gizi, edukasi orang tua, dan perbaikan pola asuh sangat diperlukan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penyembuhan luka pasca operasi sectio caesarea (SC) merupakan proses penting dalam masa nifas yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, status gizi, mobilisasi, pendidikan, dan adanya penyakit penyerta. Penyembuhan luka yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko infeksi maupun komplikasi lain. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di RS Sentra Medika Cikarang pada bulan Juli-Agustus 2025. Populasi adalah seluruh ibu nifas pasca operasi SC, dengan sampel sebanyak 59 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, status gizi, mobilisasi, dan penyakit penyerta. Variabel dependen adalah penyembuhan luka pasca operasi SC. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi (p=0,000), mobilisasi (p=0,004), pendidikan (p=0,011) dan sumber informasi(p=0,000) dengan penyembuhan luka pasca operasi SC. Sementara itu, usia (p=0,261) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyembuhan luka pasca operasi SC pada ibu nifas di RS Sentra Medika Cikarang adalah status gizi, mobilisasi, dan pendidikan dan sumber informasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita, yang umumnya disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) merupakan metode deteksi dini yang efektif untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat kanker serviks. Namun, cakupan pemeriksaan IVA di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku wanita usia reproduksi (WUS) dalam melakukan tes IVA di Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang dan melibatkan 82 WUS melalui consecutive sampling. Variabel independen meliputi pendidikan, pengetahuan, sikap, sumber informasi, dan dukungan suami. Hasil menunjukkan bahwa 61% responden belum pernah melakukan tes IVA. Terdapat hubungan signifikan antara perilaku tes IVA dengan pengetahuan (p=0,003), sikap (p=0,021; OR=3,3), dan dukungan suami (p=0,003; OR=5,087). Pendidikan dan sumber informasi tidak berhubungan secara signifikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Adverse Drug Reaction (ADR) merupakan masalah serius dalam pelayanan kesehatan yang dapat meningkatkan angka kesakitan, mortalitas, dan beban biaya perawatan. Pengetahuan perawat berperan penting dalam mendeteksi serta melaporkan ADR secara tepat. Tujuan Penelitian: Menganalisis hubungan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pengetahuan perawat terhadap kejadian ADR di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cikarang. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 58 perawat ruang rawat inap yang dipilih melalui total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil Penelitian: Mayoritas perawat memiliki tingkat pengetahuan tinggi mengenai ADR (79,3%), sedang (19%), dan rendah (1,7%). Dari variabel yang diteliti, hanya tingkat pendidikan yang menunjukkan hubungan signifikan dengan pengetahuan perawat (p = 0,030). Variabel lain tidak signifikan (p > 0,05). Kesimpulan: Tingkat pendidikan merupakan faktor utama yang memengaruhi pengetahuan perawat terhadap ADR. Diperlukan strategi edukasi dan pelatihan berbasis peningkatan kompetensi untuk meningkatkan kesiapsiagaan perawat dalam menangani ADR.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Prevalensi miopia pada anak-anak terus meningkat setiap tahunnya, termasuk di
Indonesia. Miopia yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti glaukoma,
katarak, dan ablasi retina serta atrofi. Berdasarkan studi pendahulu di JTEC Rumah Sakit Harapan
Bunda, prevalensi miopia meningkat dari 33% menjadi 67%. Tujuan : untuk mengidentifikasi
hubungan antara faktor genetik, jenis kelamin, aktivitas luar ruangan, dan penggunaan gadget
dengan kejadian miopia pada anak usia 7-11 tahun di JTEC Rumah Sakit Harapan Bunda. Metode
: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 81
anak usia 7-11 tahun yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan
melalui membagian informed consent, serta kuesioner terkait faktor risiko. Kemudian, data
dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan komputer dengan
program komputer. Hasil : penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin dan
kejadian miopia dengan nilai 0,007 (p <0,05). Faktor genetik nilai p = 0,002(p <0,05). Aktivitas
luar ruangan nilai p = 0,039 (p <0,05). Penggunaan gadget dengan nilai p = 0,001(p<0,05).
Kesimpulan : Sebagai upaya preventif dalam menekan prevalensi miopia di Rumah Sakit
Harapan Bunda dan menunjukkan pentingnya memperhatikan riwayat genetik, perbedaan jenis
kelamin, pengurangan penggunaan gadget.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Para lansia memiliki mekanisme tidur yang terjadi lebih lama disebabkan oleh ketidakmauan untuk mengawali tidur lebih awal, mempertahankan jam tidur ataupun bangun lebih awal dengan di sertai rasa tidak nyaman. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara riwayat penyakit, aktivitas fisik, lingkungan, kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukaringin. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lansia yang berada di Desa Sukaringin. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah 81 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kusioner kualitas tidur, aktivitas fisik, lingkungan dan kecemasan. Hasil Penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit, kecemasan terhadap kualitas tidur lansia di Desa Sukaringin. Didapatkan nilai p-value secara berturut-turut 0,001, 0,004, 0,001, 0,030. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit dan kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah kerja Puskesmas Sukatenang. Saran bagi lansia untuk meningkatkan aktivitas fisik agar tetap sehat dan mendapatkan kualitas tidur yang baik, lansia dianjurkan untuk menjaga lingkungan sekitar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang : Pada orang lanjut usia mekanisme tidur ini terjadi lebih lama di sebabkan oleh ketidakmauan untuk mengawali tidur lebih awal, mempertahankan jam tidur ataupun bangun lebih awal dengan di sertai rasa tidak nyaman. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara riwayat penyakit, aktivitas fisik, lingkungan, kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukaringin. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lansia yang berada di Desa Sukaringin. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purposive Sampling dengan jumlah 81 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kusioner kualitas tidur, Aktivitas Fisik, Lingkungan dan Kecemasan. Hasil Penelitian : penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit, kecemasan terhadap kualitas tidur lansia di Desa Sukaringin. Didapatkan nilai p-value secara berturut-turut 0,001, 0,004, 0,001, 0,030. Kesimpulan: hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit dan kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah kerja Puskesmas Sukatenang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang : Pada orang lanjut usia mekanisme tidur ini terjadi lebih lama di sebabkan oleh ketidakmauan untuk mengawali tidur lebih awal, mempertahankan jam tidur ataupun bangun lebih awal dengan di sertai rasa tidak nyaman. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara riwayat penyakit, aktivitas fisik, lingkungan, kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukaringin. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lansia yang berada di Desa Sukaringin. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purposive Sampling dengan jumlah 81 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kusioner kualitas tidur, Aktivitas Fisik, Lingkungan dan Kecemasan. Hasil Penelitian : penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit, kecemasan terhadap kualitas tidur lansia di Desa Sukaringin. Didapatkan nilai p-value secara berturut-turut 0,001, 0,004, 0,001, 0,030. Kesimpulan: hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit dan kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah kerja Puskesmas Sukatenang.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Preeklampsia merupakan peningkatan tekanan darah diikuti dengan peningkata n protein dalam urin. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa, ibu meningga l dunia pada masa kehamilan atau masa bersalin sebesar 585.000 setiap tahunnya,dan diketahui sebesar 58,1% disebabkan karena preeklampsiadan eklampsia. Kematian ibu di Indonesia yang disebabkan oleh preeklampsidan eklampsisekitar 15% -25%.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional (pengamatan sewaktu, pengumpulan data variable independen dan variable dependen secara bersamaan). Populasi seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di TPMB Rosliana Kabupaten Bekasi periode 1 April – 1 Agustus 2024 sebanyak 65 orang. Instrument penelitian menggunakan rekam medis analisi data univariat menggunakan presentase dan bivariate menggunakan uji Chi- Square.
Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan usia ibu dengan pengetahuan preeklampsia ibu hamil di TPMB Rosliana tahun 2024. Hal ini didasarkan pada hasil uji chi-square diperoleh nilai p value p=0.003 (p value = 0,05). Pada perhitunga n risk estimate diperoleh nilai odds ratio OR=5.478, sehingga dapat disimpulkan bahwa usia ibu <20 & >35 tahun lebih beresiko 5 kali memiliki pengetahuan rendah dibandingkan usia ibu 20 – 35 tahun.
Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan pendidikan ibu dengan pengetahuan preeklampsia ibu hamil di TPMB Rosliana tahun 2024. Hal ini didasarkan pada hasil uji chi-square diperoleh nilai p value p=0.000 (p value<0,05). Pada perhitungan risk estimate diperoleh nilai odds ratio OR=170.000 (CI : 18.682 – 1546.971), maka bisa disimpulkan bahwa Pendidikan <SMA lebih beresiko 170 kali memiliki pengetahuan rendah dibandingkan dengan Pendidikan ≥ SMA.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Jika gizi buruk terjadi pada masa pertumbuhan yang kritis, otak anak yang sehat bisa tidak berkembang dengan baik, dan kondisi ini bisa sulit disembuhkan atau bahkan tidak dapat pulih. Kader posyandu bertanggung jawab untuk mendorong masyarakat untuk mencegah gizi buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana perilaku kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, berkontribusi pada pencegahan gizi buruk. Subjek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di posyandu di Desa Mekarmukti, Cikarang Utara, yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Jumlah sampel yang diambil sesuai dengan populasi, yang terdiri dari 113 posyandu yang bekerja di wilayah Puskesmas Mekarmukti, berdasarkan metode sampel total. Variabel dependen yaitu perilaku kader posyandu, sedangkan variabel independen yakni faktor-faktor yang berkaitan dengan perilaku pencegahan gizi buruk. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan kemudian dianalisis menggunakan teknik univariat dan bivariat. Hasil: berdasarkan perhitungan analisis chi-square pada variable pendidikan dengan perilaku kader posyandu membuktikan nilai p = 0,040 (p < 0,05) mengindikasikan bahwa ada hubungan antara pendidikan dan perilaku kader posyandu dalam pencegahan gizi buruk. Pada variable pengetahuan dengan perilaku kader posyandu menunjukkan nilai p = 0,031 (p < 0,05) mengindikasikan terdapatnya hubungan antara pengetahuan dan perilaku kader posyandu dalam pencegahan gizi buruk. Lalu variable keaktifan dengan perilaku kader posyandu juga menunjukkan nilai p = 0,031 (p < 0,05) menandakan terdapatnya hubungan antara keaktifan dan perilaku kader posyandu. Kemudian variable pelatihan dengan perilaku kader posyandu menunjukkan nilai p = 0,037 (p < 0,05) mengindikasikan terdapatnya hubungan antara pelatihan dan perilaku kader posyandu dalam pencegahan gizi buruk. Kesimpulan: Sebagian besar kader posyandu di Desa Mekarmukti mempunyai perilaku baik, didukung oleh pengetahuan yang tinggi dan latar belakang pendidikan yang memadai. Kader yang aktif saat pelaksanaan posyandu dan kader yang pernah mengikuti pelatihan cenderung menunjukkan kinerja optimal dalam peran kader.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pada masa balita terjadi proses perkembangan bersamaan dengan golden age (masa peka atau masa keemasan) sehingga berpengaruh pada kehidupan mereka dimasa mendatang. pada penelitian pada tanggal 20 Oktober 2023 di Posyandu Melati Dan Kenangan Desa Simpur Cikarang Selatan, di mana terdapat 95 anak berusia 1-3 tahun, menunjukkan bahwa sekitar 34 balita Normal, 43 balita dikatakan meragukan dan 18 balita dikatakan menyimpang.Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dnegan tumbuh kembang balita usia 1-3 tahun di posyandu Melati dan kenangan desa simpur bekasi.
Jenis Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional Pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 95 balita. Analisa data menggunakan Univariat dan bivariat. Penelitian ini menggunakan data kuesioner dan KPSP oleh peneliti.
Hasil penelitian bivariat menunjukan bahwa tumbuh kembang balita usia 1 – 3 tahun dengan hubungan status gizi dengan hasil chi square sebasar 0,000 (P- value < 0.05) ada nya hubungan. Hubungan dengan Riwayat BBLR dengan hasil Chi square 0.928 (P- Value >0,05) tidak ada hubungan, Hubungan dengan Pendidikan Ibu dengan hasil Chi square 0,849 (P- value >0,05) tidak ada hubungan dan hubungan dengan jumlah saudara diperoleh hasil chi square 0,381 (P-value >0,05) tidak ada hubungan. Maka kesimpulan Ha diterima atau h0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan Status Gizi dengan tumbuh kembang balita dan tidak ada nya hubungan Riwayat BBLR, Pendidikan Ibu dan Jumlah Saudara dengan tumbuh kembang Di Posyandu Melati dan Kenangan desa simpur
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan data tahun 2021, total Persentase inisaisi menyusu dini di Jawa Barat adalah 2.293,73, turun -1.04% , sedangkan nilai rata-rata Persentase inisiasi menyusu dini tiap tahun adalah 2.290,32 dalam 3 tahun terakhir untuk cakupan Kabupaten Bekasi sendiri pada tahun 2021 total persentase Inisiasi menyusu dini adalah sebesar 88,85% mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya (Jannah, 2023) Dampak inisiasi menyusu dini bagi ibu, sentuhan dan isapan pada payudara ibu mendorong terbentuknya oksitosin yang berdampak pada kontraksi pada uterus sehingga
membantu keluarnya plasenta kontraksi rahim akan mengurangi area plasenta, karena rahim bertambah kecil dan dindingnya bertambah tebal beberapa cm. (Setyawati et al., 2013).Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di PMB Ny Megawati Kurniawan, AmKeb Desa Sukajaya Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
survei cross sectional. Analisa yang digunakan adalah Uji Chi Square. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan pengisian kuesioner oleh 35 responden dari ibu yang melahirkan di PMB Ny Megawati Kurniawan,AmKeb Desa Sukajaya Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2023 dengan totaling sampel.Teknik yang dilakukan yaitu uji validitas,uji realibilitas dan uji normalitas dengan analisa data yaitu analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini di PMB Ny Megawati Kurniawan,AmKeb Desa Sukajaya Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2023 adalah sikap (p value 0,008), pengetahuan (P value 0,561), dukungan suami (p value 0,128) dan dukungan tenaga kesehatan (0,496).Kesimpulan dari penelitian ini bahwa keberhasilan pelaksanaan IMD pada ibu yang melahirkan tidak terfokus pada satu faktor, semua faktor dapat tercapai dan juga dapat tidak tercapai. Saran kepada tenaga kesehatan agar dapat menetapkan SPO IMD di tempat prakteknya dan mengadakan kelas ibu hamil agar informasi mengenai IMD dapat tersampaikan dengan menyeluruh.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan :Menopause adalah suatu masa peralihan dalam kehidupan wanita, dimana ovarium berhenti menghasilkan sel telur, aktivitas menstruasi berkurang dan akhirnya berhenti, dan pembentukan hormon wanita (estrogen dan progesteron) berkurang. Menopause sebenarnya terjadi pada akhir siklus menstruasi yang terakhir. Pada beberapa wanita, aktivitas menstruasi berhenti secara tiba-tiba, tetapi biasanya terjadi secara bertahap (baik jumlah maupun lamanya) dan jarak antara 2 siklus menjadi lebih dekat atau lebih jarang. Ketidakteraturan ini bisa berlangsung selama 2-3 tahun sebelum akhirnya siklus berhenti.(Nugroho, 2014). Sindrom premenopause dan menopause dialami perempuan di seluruh dunia. Diperkirakan 70-80% wanita di Eropa mengalami sindrom ini, diikuti oleh Amerika 60%, 57% di Malaysia, 18% di Cina dan 10% di Jepang dan Indonesia mengalami sindrom tersebut (Hawari, 2009).Maka peneliti ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kesiapan WUS dalam menghadapi menopause di Klinik Keysa Tahun 2023.
Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampel yaitu sebanyak 35 orang responden WUS. Analisis yang di gunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan umur nilai P-Value 0,000, pendidikanP-Value 0,002, pekerjaan P-Value 0,000,
sumber informasi P-Value 0,049, pengetahuan P-Value 0,049 dan dukungan keluarga P-Value 0,026 terhadap kesiapan WUS dalam menghadapi menopause di Klinik Keysa Tahun 2023 P-Value =P<a 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini, ada hubungan antara umur, pendidikan,pekerjaan, sumber informasi, pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kesiapan menopause.Tentang faktor – faktor yang mempengaruhi kesiapan WUS dalam menghadapi menopause di klinik keysa Tahun 2023.Saran penelitian ini agar lebih menambah wawasan yang lebih luas mengenaipentingnya mempunyai pengetahuan dan pemahaman mengenai kesiapan WUS dalam menghadapi menopause.