ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: ASI atau air susu ibu adalah sumber makanan utama bagi bayi yang mengandung
banyak nutrisi penting bagi bayi yang diperlukan untuk proses tumbuh kembang otak bayi. Kelancaran
produksi ASI sangat dipengaruhi oleh beberapa factor yang diantaranya adalah asupan makanan,
ketenangan jiwa dan fikiran, perawatan payudara, factor isap anak atau frekuensi menyusu, anatomis
payudara, penggunaan alat kontrasepsi, factor fisiologis,pola istirahat,factor obat-obatan, berat lahir
bayi,umur kehamilan saat melahirkan, umur dan paritas, konsumsi rokok, alcohol, stress dan penyakit
dan jenis persalinan.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi factor factor yang
mempengaruhi kelancaran produksi ASI pada ibu yang melahirkan dengan sectio caesaria. Metode: yang
digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, Sampel yang dipilih menggunakan total
sampling.Adapun Variabel dependent pada penelitian ini adalah kelancaran produksi ASI pada ibu
sedangkan variable independent adalah factor-faktor yang mempengaruhi kelancaran produksi ASI:
faktor isap bayi dan frekuensi menyusu, penyakit, paritas. Hasil : Hasil Analisa yang diperoleh dari
penelitian ini adalah: terdapat adanya hubungan antara kelancaran produksi ASI dengan factor hisap bayi
dengan nilai p =0,046, tidak terdapat hubungan antara kelancaran produksi ASI dengan penyakit dengan
nilai p = 0.317, tidak terdapat hubungan antara kelancaran produksi ASI dengan paritas dengan nilai p =
0,192.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Sarapan atau makan pagi adalah makanan yang disantap pada pagi
hari, waktu sarapan dimulai dari pukul 06.00 pagi sampai dengan pukul 10.00 pagi.
Sarapan dianjurkan menyantap makanan yang ringan bagi kerja perncernaan,
sehingga dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang memiliki kadar serat tinggi
dengan protein yang cukup namun dengan kadar lemak rendah. Selain itu,
mengonsumsi protein dan kadar serat yang tinggi juga dapat membuat seseorang tetap
merasa kenyang hingga waktu makan siang (Jetvig, 2010).
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh sarapan
pagi terhadap konsentrasi belajar mahasiswa semester II keperawatan Institut Medika
Drg. Suherman tahun 2018”.
Metode : Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen atau
percobaan. Penelitian quasi eksperimen adalah suatu penelitian dengan melakukan
percobaan (experiment) yang bertujuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang
timbul sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu atau eksperiment tersebut
(Notoatmodjo, 2010). Pada penelitian ini variable independen dan dependen dinilai
secara simultan pada suatu saat sehingga tidak ada tindak lanjut (Nursalam, 2014).
Pada penelitian ini mahasiswa Institut Medika Drg. Suherman dinilai konsentrasi saat
melakukan sarapan pagi.
Hasil Penelitian : Hasil analisis rata-rata tidak sarapan pagi tentang konsentrasi
belajar adalah 7,00 dengan standar deviasi 0,739. Pada sarapan pagi didapatkan rata-
rata tingkat konsentrasi adalah 8,25 dengan standar deviasi 0,754. Terlihat nilai mean
perbedaan antara tidak sarapan pagi dan sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar
adalah -1,250 dengan standar deviasi 0,305. Hasil uji statistik didapatkan p = 0,000
maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara tidak sarapan pagi
dengan sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar.
Kesimpulan : Berdasarkan hasil yang ditemukan dalam penelitian ini dapat
disimpulkan terdapat perbedaan signifikan pengaruh sarapan pagi terhadap
konsentrasi belajar mahasiswa semester II Keperawatan Institut Medika Drg.
Suherman.