ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Latar Belakang : pengetahuan pasien DM yang mendapatkan injeksi insulin di poli penyakit dalam RS Harapan Bunda masih sangat rendah.
Tujuan Penelitian : Mengidentifikasi Data Distribusi Frekuensi tentang Usia, Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pengetahuan yang Mempengaruhi Ketepatan Teknik Injeksi Insulin pada Pasien DM di Poli Penyakit dalam RS Harapn Bunda Jakarta Timur Tahun 2023
Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menggunakan alat ukur kuesioner dengan jumlah sample sebanyak 142 responden pasien DM yang mendapatkan terapi insulin.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan usia pre lansia 46,48% lansia 53,52%. Jenis kelamin laki – laki 54,23% perempuan 45,77%. Tingkat pendidikan rendah 52,11 % tingkat pendidikan tinggi 47,89%. Tingkat pengetahuan kurang baik 57,74% baik 42,25%.
Kesimpulan: ada pengaruh antara usia,tingkat pendidikan, dan tingakat pengetahuan terhadap ketepatan teknik injeksi insulin pada pasien DM di poli penyakit dalam RS Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023 P-Value < 0,05. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan ketepatan teknik injeksi insulin di poli penyakit dalam Rs Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023 P-Value > 0,05.
Saran : Pendidikan kesehatan sangat penting dalam menentukan kualitas hidup manusia. Edukasi kepada pasien DM tentang teknik injeksi insulin sangat dibutuhkan agar pasien tidak salah dalam penyuntikan insulin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN CIKARANG PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Mei 2023 Nama : Firman Dwi Prihartono NIM : 221070059 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU LANSIA DALAM MENGONTROL GULA DARAH AKIBAT DIABETES MELITUS DI BOGOR SENIOR HOSPITAL TAHUN 2023 ABSTRAK Diabetes melitus adalah suatu kondisi kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup sebuah hormone polipeptida yang mengatur metabolisme, dan angka kejadian penyakit diabetes melitus meningkat secara drastis di negara berkembang termasuk Indonesia (Dewi,2017). Survei awal yang dilakukan peneliti dengan melakukan wawancara langsung kepada pasien lansia di Bogor Senior Hosital kepada 15 penderita diabetes melitus, dari 15 penderita, 26,7% penderita mempunyai pengetahuan kurang, 66% memilki perilaku yang kurang baik, 60% kurang memiliki motivasi diri yang kurang baik, dan hampir semua responden 86% kurang memiliki dukungan dari tenaga kesehatan dan 66% kurang mendapat dukungan dari keluarga dalam proses penyembuhan penyakitnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah akibat diabetes melitus di Bogor Senior Hospital Tahun 2023. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling, pengumpulan data menggunakan analisis secara univarit dan bivariat. Hasil penelitian berdasarkan analisis didapatkan ada faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah dengan hasil uji statistik chi square di peroleh nilai P value 0,00 untuk hubungan pengetahuan, 0,001 untuk hubungan sikap, 0,004 untuk hubungan motivasi diri, 0,000 untuk hubungan dukungan keluarga dan 0,000 untuk dukungan tenaga kesehatan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan anatara pengetahuan, sikap, motivasi diri, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terhadap perilaku lansia dalam mengontrol gula darah. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan upaya pengelolaan penyakit diabetes melitus dengan cara mengoptimalkan kegiatan penyuluhan atau perawatan menggenai pengelolaan diabetes melitus. Kata kunci : Analitik observasional, Diabetes melitus, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah Bahan bacaan : 5 buku (2015-2018), 5 jurnal (2018-2020), 2 Skripsi (2018).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proses penuaan adalah hal yang normal, namun bisa saja diiringi dengan masalah medis seperti terkenanya stroke salah satu masalah stroke yaitu terganggunya aktifitas fungsional pada lansia stroke. Faktor-faktor utama stroke pada lansia adalah usia semakin menua akan semakin rentan terkena hipertensi, penyakit jantung, obesitas, diabetes mellitus, stress emosional, merokok, peminum alcohol dan kurangnya berolahraga. Gangguan aktifitas fungsional pada lansia disebabkan oleh lamanya menderita stroke transisi dari ketergantungan aktivitas hidup sehari-hari menjadi independen terjadi terutama pada tahun pertama pacsa stroke sampai 5 tahun pasca stroke dan gangguan kognisi menunjukkan gangguan kognisi termasuk gangguan memori kerja memiliki korelasi yang signifikan dengan kemandirian aktivitas hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aerobic exercise terhadap kemampuan aktifitas fungsioanal pada lansia stroke. Metode penelitian quasi experiment menggunakan desain penelitian one group pre-test and post-test. Jumlah responden 20 orang lansia yang berusia 60 tahun keatas yang di kunjungi ke rumah – rumah di pasien nya di bawah Yayasan Senyum Sehat Home Care yang dipilih dengan satu kelompok perlakuan dengan di berikan aerobic exercise selama 4 minggu, Teknik pengumpulan data dengan melakukan pengukuran menggunakan indexs barther pre-test dan post-test. Hasil: satu kelompok pengujian menggunakan unpaired t-test didapatkan hasil p value = 0,0314* pada pasca lansia stroke.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Keluarnya perawat dari rumah sakit dapat memberikan dampak yang kurang baik, seperti menyebabkan terganggunya proses pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Tujuan dari penelitan ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan retensi perawat di Rumah Sakit Cikarang Medika. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik (non eksperimental) yang bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh perawat yaitu perawat yang aktif bekerja di Rumah Sakit Cikarang Medika berjumlah 95 orang. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor (kondisi kerja, gaji dan tunjangan, peluang karier, dan hubungan rekan kerja) memiliki hubungan yang signifikan dengan retensi perawat di Rumah Sakit Cikarang Medika pada tahun 2023. Variabel Gaji dan Tunjangan yang Kompetitif merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan retensi perawat di Rumah Sakit Cikarang Medika Bekasi tahun 2023.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Masalah yang timbul salah satunya adalah pernikahan dini pernikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan dalam usia yang terlalu muda yaitu kurang dari 20 tahun. Tujan penelitian mengidentifikasi pengaruh teman sebaya terhadap pernikahan dini dengan menggunakan media kartun animasi di Desa Sukamurni. Metode penelitian dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian Pre Eksperimental Designs dengan desain One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sempel 60 responden. Pengeumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan analisis data menggunakan uji wilxocon. Hasil penelitian didapat pengaruh teman sebaya terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan dini dengan menggunakan media kartun animasi pvalue sebesar 0,000. Kesimpulan adanya pengaruh pengetahuan terhadap remaja tentang bahaya pernikahan dini setelah diberikan media kartun animasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah yang timbul salah satunya adalah pernikahan dini pernikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan dalam usia yang terlalu muda yaitu kurang dari 20 tahun. Tujan penelitian mengidentifikasi pengaruh teman sebaya terhadap pernikahan dini dengan menggunakan media kartun animasi di Desa Sukamurni. Metode penelitian dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian Pre Eksperimental Designs dengan desain One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sempel 60 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan media kartun animasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk anilisis univariat untuk distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat adalah uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian media kartun animasi terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya pernikahan dini. Hasil dan pembahasan penelitian diperoleh rerata pengetahuan sebelum intervensi 14,87 dan sesudah 19,35. Hasil peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah yaitu 4,48. Hasil uji wilcoxon diperoleh pvalue 0,000 α (0,05) yang menunjukan adanya pengaruh setelah diberikan media kartun animasi tentang pernikahan dini pada remaja. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada teman sebaya di Desa Sukamurni dapat ditarik kesimpulan. Pengetahuan remaja setelah dilakukan intervensi dengan menggunakan media kartun animasi menunjukan adanya peningkatan pengetahuan pada remaja, bahwa adanya pengaruh pengetahuan terhadap remaja tentang bahaya pernikahan dini setelah diberikan media kartun animasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Keluarnya perawat dari rumah sakit dapat memberikan dampak yang kurang baik, seperti menyebabkan terganggunya proses pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Tujuan dari penelitan ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan retensi perawat di Rumah Sakit Cikarang Medika. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik (non eksperimental) yang bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh perawat yaitu perawat yang aktif bekerja di Rumah Sakit Cikarang Medika berjumlah 95 orang. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor (kondisi kerja, gaji dan tunjangan, peluang karier, dan hubungan rekan kerja) memiliki hubungan yang signifikan dengan retensi perawat di Rumah Sakit Cikarang Medika pada tahun 2023. Variabel Gaji dan Tunjangan yang Kompetitif merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan retensi perawat di Rumah Sakit Cikarang Medika Bekasi tahun 2023.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pengetahuan pasien DM yang mendapatkan injeksi insulin di poli penyakit dalam RS Harapan Bunda masih sangat rendah. Tujuan Penelitian ini adalah mengidentifikasi data distribusi frekuensi tentang usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan yang mempengaruhi ketepatan teknik injeksi insulin pada pasien dm di poli penyakit dalam RS Harapn Bunda Jakarta Timur Tahun 2023. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menggunakan alat ukur kuesioner dengan jumlah sample sebanyak
142 responden pasien DM yang mendapatkan terapi insulin. Hasil Penelitian didapatkan usia pre lansia 46,48% lansia
53,52%. Jenis kelamin laki – laki 54,23% perempuan 45,77%. Tingkat pendidikan rendah 52,11 % tingkat pendidikan tinggi 47,89%. Tingkat pengetahuan kurang baik 57,74% baik 42,25%.Kesimpulan dan saran yaitu ada pengaruh antara usia,tingkat pendidikan, dan tingakat pengetahuan terhadap ketepatan teknik injeksi insulin pada pasien DM di poli penyakit dalam RS Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023 P-Value < 0,05. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan ketepatan teknik injeksi insulin di poli penyakit dalam RS Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023
P-Value > 0,05. Pendidikan kesehatan sangat penting dalam menentukan kualitas hidup manusia. Edukasi kepada pasien DM tentang teknik injeksi insulin sangat dibutuhkan agar pasien tidak salah dalam penyuntikan insulin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Februari 2023 Nama : Rizka Novita Mony NIM : 221050037 FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGERUHI GIZI KURANG PADA BALITA di POSYANDU DESA WAELO KECAMATAN WAELATA PROVINSI MALUKU TAHUN 2022. Xiv + 79 halaman + 9 tabel + 2 bagan + 7 lampiran ABSTRAK Gizi kurang adalah status gizi yang didasarkan pada indeks Berat Badan menurut Umur (BB/U) 2 SD yang merupakan padanan istilah severely underweight. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Posyandu Waelo, bahwa pada tahun 2022 didapatkan dari 299 sampel balita terdapat 97 balita yang memiliki status gizi kurang di Desa Waelo. Dari data kejadian Gizi kurang yang cukup tinggi di Desa Waelo. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi gizi kurang pada balita di Posyandu Desa Waelo Kecamatan Waelata Provinsi Maluku tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 60 ibu dari balita yang anaknya mengalami gizi kurang di Posyandu Desa Waelo periode bulan Juli - Desember 2022. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 60 balita. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis dengan analisis univariat dan Bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian Gizi Kurang pada balita di Posyandu Waelo Kecamatan Waelata Provinsi Maluku Tahun 2022 adalah Pola Asuh (P=0,021), Pendapatan (P=0,0029), Pekerjaan (P=0,009), Pengetahuan (P=0,013), dan Pendidikan (P=0,037). Dari 5 Variabel yang di teliti (Pola Asuh, Pendapatan, Pekerjaan, Pengetahuan, dan Pendidikan) hasilnya semua variabel ada pengaruh gizi kurang pada balita di Posyandu Waelo Kecamatan Waelata Provinsi Maluku Tahun 2022. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan ibu yang memiliki balita mendapatkan informasi agar dapat memantau dan mencegah nalita mengalami gizi kurang. Untuk tempat penelitian dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian Gizi Kurang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PRODI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Februari 2023 Nama : Painah NIM : 221050034 PENGARUH PENGGUNAAN KURSI BIRTH BALL UNTUK KEMAJUAN PERSALINAN PADA IBU BERSALIN KALA I FASE AKTIF DI PMB LISTIYOWATI BEKASI TAHUN 2022 xvi + 57 Halaman + 4 Tabel + 9 Lampiran Penyulit persalinan salah satunya adalah partus lama atau partus tak maju yang dapat menimbulkan terjadinya ruptura uteri imminens dan bisa mengakibatkan terjadinya perdarahan dan infeksi, persalinan yang berlangsung lebih lama dari 24 jam. Pada saat persalinan kala I, latihan dengan Birth Ball dapat bermanfaat untuk membantu kontraksi rahim lebih efektif dan mempercepat turunnya bayi melalui panggul. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan kursi Birth Ball terhadap kemajuan persalinan pada ibu bersalin kala I fase aktif di PMB Listiyowati Bekasi Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimental Post-Test Only Control Design, dengan jumlah sampel Sampel sebanyak 20 orang untuk kelompok eksperimen dan 20 orang untuk kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan pengisian kuesioner. Penelitian ini berlangsung sejak tanggal 1 Oktober – 31 Desember 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% responden berusia 20-35 tahun, dan 100% melahirkan di usia 37 - 42 minggu. Sebanyak 82,5% berpendidikan SMA-perguruan tinggi dan 77,5% adalah seorang multipara. Ibu yang mengalami partus maju secara pembukaan sebanyak 98,0%, kemajuan penurunan kepala janin sebanyak 85,0% dan sebanyak 90,0% mengalami peningkatan kontraksi. Hasil analisis menggunakan Uji Mann-Withney nilai p-value 0,040 0,05 artinya Ha diterima artinya ada perbedaan yang signifikan antara Penggunaan Kursi Birth Ball terhadap Kemajuan Persalinan Pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Di PMB Listiyowati Bekasi tahun 2022. Simpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh penggunaan kursi birthball dengan kemajuan persalinan kala 1. Diharapkan kepada lahan praktik untuk menjadi wadah serta fasilitator bagi ibu hamil dan bersalin dalam menghadapi proses kehamilan dan persalinan yang nyaman dan menyenangkan dengan penggunaan kursi birth ball mulai dari kehamilan trimester III. Kata Kunci : Kursi Birth Ball, Kemajuan Persalinan, Kala 1
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Motivasi adalah sesuatu yang bersifat mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi adalah pikiran atau perasaan yang mendorong seseorang untuk melakukan atau menjalankan pekerjaan serta kekuasaan, terutama dalam hal perilaku (Nursalam, 2014).
Berdasarkan hasil studi pendahuluan dengan cara wawancara kepada 10 perawat, 3 perawat mengatakan beban kerja yang cukup tinggi, 5 perawat mengatakan gaji yang tidak sesuai dengan masa kerja dan 2 perawat mengatakan keduanya.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi kerja perawat, untuk mengetahui hubungan faktor pemberian penghargaan dengan motivasi kerja perawat, untuk mengetahui hubungan faktor peran kepala ruang dengan motivasi kerja perawat, untuk mengetahui faktor gaji dan insentif dengan motivasi kerja perawat dan untuk mengetahui hubungan faktor kondisi kerja dengan motivasi kerja perawat Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak Depok tahun 2020.
Penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cisalak dengan responden sebanyak 93 perawat dengan metode Cross Sectional, dengan analitik kuantitatif.
Berdasarkan analistik statistik, Peghargaan dan motivasi kerja perawat menunjukkan bahwa P Value 0,028 (p<0,005), maka dapat disimpulkan Ho di tolak, berarti ada hubungan yang signifikan antara pemberian penghargaan dengan motivasi kerja perawat, sedangkan Peran Kepala Ruang dengan motivasi kerja perawat menunjukkan bahwa P Value 0,028(p<0,005), Ho di tolak, berarti ada hubungan yang signifikan antara Peran kepala ruang dengan motivasi kerja perawat. Hubungan gaji dan insentif dengan motivasi kerja, P Value 0,064 (p<0,005), maka dapat di simpulkan Ho gagal di tolak, yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara gaji dan insentif dengan motivasi kerja perawat. Hubungan antara kondisi kerja dan motivasi kerja perawat P Value 0,062 (p<0,005), Ho gagal di tolak , dapat di simpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kondisi kerja dan motivasi kerja perawat di RS Sentra medika Cisalak.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: ASI atau air susu ibu adalah sumber makanan utama bagi bayi yang mengandung
banyak nutrisi penting bagi bayi yang diperlukan untuk proses tumbuh kembang otak bayi. Kelancaran
produksi ASI sangat dipengaruhi oleh beberapa factor yang diantaranya adalah asupan makanan,
ketenangan jiwa dan fikiran, perawatan payudara, factor isap anak atau frekuensi menyusu, anatomis
payudara, penggunaan alat kontrasepsi, factor fisiologis,pola istirahat,factor obat-obatan, berat lahir
bayi,umur kehamilan saat melahirkan, umur dan paritas, konsumsi rokok, alcohol, stress dan penyakit
dan jenis persalinan.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi factor factor yang
mempengaruhi kelancaran produksi ASI pada ibu yang melahirkan dengan sectio caesaria. Metode: yang
digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, Sampel yang dipilih menggunakan total
sampling.Adapun Variabel dependent pada penelitian ini adalah kelancaran produksi ASI pada ibu
sedangkan variable independent adalah factor-faktor yang mempengaruhi kelancaran produksi ASI:
faktor isap bayi dan frekuensi menyusu, penyakit, paritas. Hasil : Hasil Analisa yang diperoleh dari
penelitian ini adalah: terdapat adanya hubungan antara kelancaran produksi ASI dengan factor hisap bayi
dengan nilai p =0,046, tidak terdapat hubungan antara kelancaran produksi ASI dengan penyakit dengan
nilai p = 0.317, tidak terdapat hubungan antara kelancaran produksi ASI dengan paritas dengan nilai p =
0,192.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Anemia pada ibu hamil merupakan kondisi dimana menurunnya kadar hemoglobin kurang dari 11 gr%, sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan organ-organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang. Pada Kabupaten Bekasi sebanyak 10% dari 768.324 ibu hamil mengalami anemia pada saat hamil, sedangkan di Puskesmas Sukatani sebesar 20,59 % meskipun prevalensi anemia ibu hamil di Kabupaten Bekasi rendah, akan tetapi prevalensi anemia ibu hamil di Puskesmas Sukatani masih tinggi. Oleh karena itu rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana Gambaran Kejadian Anemia Ibu Hamil pada Trimester III Di Puskesma Sukatani Tahun 2020. Tujuan penelitian: Untuk Mengetahui kejadian anemia ibu hamil Trimester III di Puskesmas Sukatani Tahun 2020. Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sebanyak 704 sampel. Pengumpulan data menggunakan checklist. Hasil: analisis
menggunakan uji univariat anemia ringan 112 orang (15,9 %), anemia sedang 32 orang (4,5%), Anemia Berat 1 orang (0,2%), status ekonomi rendah 363 orang (51,6%), status gizi yang mengalami KEK 103 orang (14,6%), usia ibu yang beresiko 118 orang (16,8%), dan paritas ibu yang beresiko 101 orang (14,3%). Kesimpulan: pada penelitian ini terdapat anemia ringan 112 orang (15,9 %), anemia sedang 32 orang (4,5%), Anemia Berat 1 orang (0,2%), status ekonomi rendah 363 orang (51,6%), status gizi yang mengalami KEK 103 orang (14,6%), usia ibu yang beresiko 118 orang (16,8%), dan paritas ibu yang beresiko 101 orang (14,3%). Saran: Setelah penelitian ini dilakukan diharapkan ibu lebih menambah wawasan dalam memahami anemia pada ibu hamil dan bahaya dari anemia bisa menyebabkan berat bayi lahir rendah (BBLR). diharapkan bidan, maupun tenaga kesehatan lainnya lebih aktif
dalam mengontrol ibu – ibu yang sedang hamil, serta meningkatkan upaya – upaya prevensi untuk mencegah terjadinya anemia seperti penyuluhan, konsultasi yang mendalam dan memastikan ibu hamil mengerti tentang pentingnya mencegah anemia, dengan melibatkan suami dan keluarganya.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Selama wabah Covid-19 masuk ke Indonesia, ada peraturan pemerintah yang dikeluarkan untuk melakukan pencegahan penyebaran wabah tersebut. Salah satunya Sistem pendidikan, yaitu dengan cara Study From Home (SFH) atau pembelajaran secara daring. Faktor-faktor yang mempengaruhi stres antara lain: faktor status sosial ekonomi, strategi coping mahasiswa, tuntutan tugas akademik, pengaruh lingkungan sosial.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Penelitian ini di lakukan di Institut Medika Drg. Suherman dengan jumlah sempel 46 responden dan pengambilan sempel menggunakan total sampling. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner melalui google from. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square.
Hasil penelitian univariat didapatkan tingkat stres pada mahasiswa saat melakukan study from home (SFH), stress normal 16 responden (34.8%), stress ringan 4 responden (8,7%), stress sedang 2 responden (4,3%), stress berat 12 responden (26,1%), dan stress sangat berat 12 responden (26,1%). Hasil analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan tutntutan tugas akademik dengan terjadinya tingkat stress dengan nilai p value = 0,026, ada hubungan pengaruh lingkungan dengan terjadinya tingkat stress dengan nilai p value = 0,033, ada hubungan status sosial ekonomi dengan terjadinya tingkat stress dengan nilai p value = 0,014, dan tidak ada hubungan strategi koping dengan terjadinya tingkat stress dengan nilai p value = 0,223.
Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat tingkat stress pada mahasiswa semester II prodi sarjana keperawatan saat melakuan study from home (SFH) pada pandemi covid-19 di Institut Medika Drg. Suherman tahun 2020 variabel yang berhubungan adalah tuntutan tugas akademik, pengaruh lingkungan sosial, status sosial ekonomi, sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah strategi koping.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Kasus perilaku seksual remaja di indonesia meningkat setiap tahunnya. Data BKKBN 2011 menemukan sebanyak 51% siswi dijabodetabek pernah melakukan hubungan seksual pranikah, Di Surabaya remaja yang keperawanannya sudah hilang mencapai 54%, di Medan 52%, Bandung 47%, dan Yogyakarta 37%. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja antara lain: pengetahuan yang kurang, pengaruh media informasi, peran orang tua, dan pengaruh teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja di SMAN I TAMBELANG Kabupaten Bekasi Tahun 2018.
Jenis penelitian ini menggunakan teknik analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 140 menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji hipotesis dengan rumus uji chi-square dengan bantuan SPSS 24.
Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p value = 0,000 dengan nilai pearson chi-square = 17,520. Ada hubungan antara media informasi dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p value = 0,000 dengan nilai pearson chi-square = 11,440. Ada hubungan antara peran orang tua dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p value = 0,003 dengan nilai pearson chi-square 11,440. Ada hubungan antara pengaruh teman sebaya dengan perilaku seksual remja dengan nilai p value= 0,000 dengan nilai pearson 45,339
Dari hasil penelitian ini diharapkan institusi pendidikan dapat meningkatkan peran edukatif untuk mencegah perilaku seksual remaja, dengan pemberian pendidikan kesehatan dan konseling intensif.
Kata Kunci : perilaku seksual remaja, pengetahuan remaja tentang seksual, sumber informasi, peran orang tua, pengaruh teman sebaya.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan
kegigihan perilaku. Artinya perilaku yang memiliki motivasi adalah perilaku yang
penuh energi, terarah, dan bertahan lama. Berdasarkan studi pendahuluan yang
dilakukan peneliti pada tanggal 18-20 Mei 2019 di SDN Sukaresmi 06, Cikarang
Selatan, yang dilakukan kepada 12 siswa di dapatkan hasil dari wawancara bahwa
siswa yang memiliki motivasi belajar rendah terdapat sebanyak 7 orang siswa
sedangkan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi terdapat sebanyak 5 orang
siswa.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
berhubungan dengan motivasi belajar pada siswa kelas VI di SDN Sukaresmi 06
tahun 2019.
Metode : Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan
menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel
menggunakan simple random sample sebanyak 70 siswa dilaksanakan di SDN
Sukaresmi 06. Instrumen dalam penelitian menggunakan kuesioner, dianalisa
dengan Chi-Square.
Hasil : Hasil penelitian sebagian besar menunjukan siswa motivasi rendah
sebanyak (52.9%), siswa dengan motivasi tinggi ada sebanyak (47,1%). pengaruh
dukungan keluarga rata-rata sebanyak (50%), pengaruh teman sebaya tidak ada
pengaruh sebanyak (54.3%), pengaruh teknologi rata-rata sebanyak (50%), dan
pengaruh dari karakteristik responden (jenis kelamin) rata-rata sebanyak (50%).
Hasil analisa ada hubungan motivasi belajar dengan dukungan keluarga, ada
hubungan motivasi belajar dengan pengaruh teknologi dan ada hubungan motivasi
belajar dengan pengaruh teman sebaya.
Saran : Diharapkan agar siswa mampu dapat meningkatkan motivasi belajarnya
untuk prestasi belajar masa depan dan diharapkan agar dari berbagai faktor yang
mempengaruhi motivasi belajar siswa baik dari dukungan keluarga, pengaruh
teman sebaya dan pengaruh teknologi mampu menjadi acuan siswa dalam
menerapkan dan meningkatkan motivasi belajar.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Perilaku kekerasan tawuran hingga saat ini semakin meningkat,
Berdasarkan data informasi Kemenpora tahun 2009 kenakalan remaja tertinggi
tercatat di Provinsi Jawa Barat sebesar 10 kejadian, 23 pelajar terlibat tawuran
yang berasal dari dua sekolah, yakni SMKN 1 Kota Cirebon dan SMK Nasional
Kota Cirebon. Di Cirebon Jawa Barat sedikitnya 250 pelajar sekolah menengah
kejuruan (SMK) yang terlibat tawuran dan sekolah yang terlibat tawuran yang
mayoritas siswanya laki-laki.
Tujuan : untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku
kekerasan tawuran pada siswa SMK Dwi Bhakti Ciledug Kabupaten Cirebon
tahun 2018.
Metode : Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan
cross sectional. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Dwi Bhakti
Ciledug Kabupaten Cirebon Tahun 2018. Teknik pengambilan sampel dengan
menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 208 orang. Alat
ukur yang digunakan adalah kuesioner dan uji statistik menggunakan chi square.
Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku
kekerasan tawuran (p = 0,021 < α=0,05), sikap (p = 0,043 < α=0,05), pola asuh
orang tua (p = 0,029 < α=0,05), pengaruh teman sebaya (p = 0,021 < α=0,05).
Kesimpulan : remaja dengan pengetahuan baik mempunyai efek proteksi
terhadap perilaku kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan pengetahuan
kurang baik, remaja dengan sikap baik mempunyai efek proteksi terhadap perilaku
kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan sikap kurang baik, remaja dengan
pola asuh orang tua baik mempunyai efek proteksi terhadap perilaku kekerasan
tawuran dibandingkan remaja dengan pola asuh orang tua kurang baik, remaja
dengan tidak terpengaruh teman sebaya mempunyai resiko terhadap perilaku
kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan terpengaruh teman sebaya.
Saran : Diharapkan untuk mengurangi perilaku kekerasan tawuran khususnya
bagi responden disarankan untuk lebih berhati-hati dalam bergaul dengan
siapapun itu, saling menghargai, berperilaku sopan dan menerapkan moral yang
baik, terus mencari tahu dampak dan bahaya dari tawuran serta mengisi waktu
yang senggang dengan kegiatan yang positif seperti belajar kelompok.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Sarapan atau makan pagi adalah makanan yang disantap pada pagi
hari, waktu sarapan dimulai dari pukul 06.00 pagi sampai dengan pukul 10.00 pagi.
Sarapan dianjurkan menyantap makanan yang ringan bagi kerja perncernaan,
sehingga dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang memiliki kadar serat tinggi
dengan protein yang cukup namun dengan kadar lemak rendah. Selain itu,
mengonsumsi protein dan kadar serat yang tinggi juga dapat membuat seseorang tetap
merasa kenyang hingga waktu makan siang (Jetvig, 2010).
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh sarapan
pagi terhadap konsentrasi belajar mahasiswa semester II keperawatan Institut Medika
Drg. Suherman tahun 2018”.
Metode : Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen atau
percobaan. Penelitian quasi eksperimen adalah suatu penelitian dengan melakukan
percobaan (experiment) yang bertujuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang
timbul sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu atau eksperiment tersebut
(Notoatmodjo, 2010). Pada penelitian ini variable independen dan dependen dinilai
secara simultan pada suatu saat sehingga tidak ada tindak lanjut (Nursalam, 2014).
Pada penelitian ini mahasiswa Institut Medika Drg. Suherman dinilai konsentrasi saat
melakukan sarapan pagi.
Hasil Penelitian : Hasil analisis rata-rata tidak sarapan pagi tentang konsentrasi
belajar adalah 7,00 dengan standar deviasi 0,739. Pada sarapan pagi didapatkan rata-
rata tingkat konsentrasi adalah 8,25 dengan standar deviasi 0,754. Terlihat nilai mean
perbedaan antara tidak sarapan pagi dan sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar
adalah -1,250 dengan standar deviasi 0,305. Hasil uji statistik didapatkan p = 0,000
maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara tidak sarapan pagi
dengan sarapan pagi terhadap konsentrasi belajar.
Kesimpulan : Berdasarkan hasil yang ditemukan dalam penelitian ini dapat
disimpulkan terdapat perbedaan signifikan pengaruh sarapan pagi terhadap
konsentrasi belajar mahasiswa semester II Keperawatan Institut Medika Drg.
Suherman.