Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Pengaruh teman
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Remaja Di SMAN 1 Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2018

2020•Koleksi Perpustakaan

Kasus perilaku seksual remaja di indonesia meningkat setiap tahunnya. Data BKKBN 2011 menemukan sebanyak 51% siswi dijabodetabek pernah melakukan hubungan seksual pranikah, Di Surabaya remaja yang keperawanannya sudah hilang mencapai 54%, di Medan 52%, Bandung 47%, dan Yogyakarta 37%. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja antara lain: pengetahuan yang kurang, pengaruh media informasi, peran orang tua, dan pengaruh teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja di SMAN I TAMBELANG Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Jenis penelitian ini menggunakan teknik analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 140 menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji hipotesis dengan rumus uji chi-square dengan bantuan SPSS 24. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p value = 0,000 dengan nilai pearson chi-square = 17,520. Ada hubungan antara media informasi dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p value = 0,000 dengan nilai pearson chi-square = 11,440. Ada hubungan antara peran orang tua dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p value = 0,003 dengan nilai pearson chi-square 11,440. Ada hubungan antara pengaruh teman sebaya dengan perilaku seksual remja dengan nilai p value= 0,000 dengan nilai pearson 45,339 Dari hasil penelitian ini diharapkan institusi pendidikan dapat meningkatkan peran edukatif untuk mencegah perilaku seksual remaja, dengan pemberian pendidikan kesehatan dan konseling intensif. Kata Kunci : perilaku seksual remaja, pengetahuan remaja tentang seksual, sumber informasi, peran orang tua, pengaruh teman sebaya.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas VI di SDN Sukaresmi 06 Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya perilaku yang memiliki motivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah, dan bertahan lama. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 18-20 Mei 2019 di SDN Sukaresmi 06, Cikarang Selatan, yang dilakukan kepada 12 siswa di dapatkan hasil dari wawancara bahwa siswa yang memiliki motivasi belajar rendah terdapat sebanyak 7 orang siswa sedangkan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi terdapat sebanyak 5 orang siswa. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi belajar pada siswa kelas VI di SDN Sukaresmi 06 tahun 2019. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sample sebanyak 70 siswa dilaksanakan di SDN Sukaresmi 06. Instrumen dalam penelitian menggunakan kuesioner, dianalisa dengan Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian sebagian besar menunjukan siswa motivasi rendah sebanyak (52.9%), siswa dengan motivasi tinggi ada sebanyak (47,1%). pengaruh dukungan keluarga rata-rata sebanyak (50%), pengaruh teman sebaya tidak ada pengaruh sebanyak (54.3%), pengaruh teknologi rata-rata sebanyak (50%), dan pengaruh dari karakteristik responden (jenis kelamin) rata-rata sebanyak (50%). Hasil analisa ada hubungan motivasi belajar dengan dukungan keluarga, ada hubungan motivasi belajar dengan pengaruh teknologi dan ada hubungan motivasi belajar dengan pengaruh teman sebaya. Saran : Diharapkan agar siswa mampu dapat meningkatkan motivasi belajarnya untuk prestasi belajar masa depan dan diharapkan agar dari berbagai faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa baik dari dukungan keluarga, pengaruh teman sebaya dan pengaruh teknologi mampu menjadi acuan siswa dalam menerapkan dan meningkatkan motivasi belajar.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Kekerasan Tawuran Pada Remaja di SMK Dwi Bhakti Ciledug-Cirebon

2019•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Perilaku kekerasan tawuran hingga saat ini semakin meningkat, Berdasarkan data informasi Kemenpora tahun 2009 kenakalan remaja tertinggi tercatat di Provinsi Jawa Barat sebesar 10 kejadian, 23 pelajar terlibat tawuran yang berasal dari dua sekolah, yakni SMKN 1 Kota Cirebon dan SMK Nasional Kota Cirebon. Di Cirebon Jawa Barat sedikitnya 250 pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) yang terlibat tawuran dan sekolah yang terlibat tawuran yang mayoritas siswanya laki-laki. Tujuan : untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kekerasan tawuran pada siswa SMK Dwi Bhakti Ciledug Kabupaten Cirebon tahun 2018. Metode : Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Dwi Bhakti Ciledug Kabupaten Cirebon Tahun 2018. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 208 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dan uji statistik menggunakan chi square. Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku kekerasan tawuran (p = 0,021 < α=0,05), sikap (p = 0,043 < α=0,05), pola asuh orang tua (p = 0,029 < α=0,05), pengaruh teman sebaya (p = 0,021 < α=0,05). Kesimpulan : remaja dengan pengetahuan baik mempunyai efek proteksi terhadap perilaku kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan pengetahuan kurang baik, remaja dengan sikap baik mempunyai efek proteksi terhadap perilaku kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan sikap kurang baik, remaja dengan pola asuh orang tua baik mempunyai efek proteksi terhadap perilaku kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan pola asuh orang tua kurang baik, remaja dengan tidak terpengaruh teman sebaya mempunyai resiko terhadap perilaku kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan terpengaruh teman sebaya. Saran : Diharapkan untuk mengurangi perilaku kekerasan tawuran khususnya bagi responden disarankan untuk lebih berhati-hati dalam bergaul dengan siapapun itu, saling menghargai, berperilaku sopan dan menerapkan moral yang baik, terus mencari tahu dampak dan bahaya dari tawuran serta mengisi waktu yang senggang dengan kegiatan yang positif seperti belajar kelompok.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail