Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Aprilina Sartika

95 karya publik ditemukan.

2026: 172025: 112024: 52023: 232022: 212021: 82020: 42019: 6

Hubungan Pengetahuan Orang Tua dan Kepatuhan Tranfusi Darah Dengan Kualitas Hidup Anak Pasien Penderita Thalassemia di Sentra Medika Hospital Cikarang Tahun 2025

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Thalassemia merupakan penyakit genetik kronis yang memerlukan transfusi darah rutin seumur hidup dan dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien anak. Dalam pengelolaannya, pengetahuan orang tua dan kepatuhan terhadap transfusi darah berperan penting dalam mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup anak penderita thalasemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan orang tua dan kepatuhan transfusi darah dengan kualitas hidup pasien anak penderita thalasemia di Sentra Medika Hospital Cikarang tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh orang tua pasien anak penderita thalasemia yang melakukan kontrol rutin di Unit Thalasemia sebanyak 51 responden, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan PedsQL versi 4.0 untuk mengukur kualitas hidup anak. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat kuesioner pengetahuan orang tua, kuesioner kepatuhan transfusi darah, dan instrumen menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dengan kualitas hidup pasien anak penderita thalasemia (p = 0,000), serta terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan transfusi darah dengan kualitas hidup pasien anak penderita thalasemia (p = 0,000). Kesimpulan: Anak dengan orang tua yang memiliki pengetahuan baik dan tingkat kepatuhan transfusi yang tinggi cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Hubungan Pengguna Waktu Layar (Screen Time) Sebelum Tidur Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja Usia Pertengahan di SMA Negeri 2 Cikarang Utara

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Remaja usia pertengahan termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan tidur karena adanya perubahan gaya hidup. Salah satunya yaitu kebiasaan yang sering terjadi adalah penggunaan waktu layar (screen time) sebelum tidur. Paparan cahaya dari layar gadget pada malam hari menghambat produksi hormon melatonin, sehingga berpotensi menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara screen time sebelum tidur dengan kualitas tidur pada remaja usia pertengahan di SMA Negeri 2 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendektan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari remaja berusia 14-16 tahun yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 80 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner screen time sebelum tidur dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan menggunakan gadget sebelum tidur serta mengalami kualitas tidur yang kurang baik. Hasil uji chisquare menunjukan nilai p-value sebesar 0.012 (p <0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara screen time sebelum tidur dengan kualitas tidur pada remaja usia pertengahan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa screen time sebelum tidur berhubungan dengan kualitas tidur remaja di SMA Negeri 2 Cikarang Utara. Oleh karena itu, remaja diharapkan dapat membatasi screen time sebelum tidur agar kualitas tidurnya menjadi lebih baik.

Hubungan Antara Tingkat Smartphone Addiction Dengan Tingkat Nyeri Pergelangan Tangan Mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Smartphone addiction adalah ketergantungan akibat penggunaan smartphone berlebihan yang dapat menyebabkan nyeri pergelangan tangan karena gerakan berulang dan postur tidak ergonomis. Mahasiswa profesi ners termasuk kelompok remaja akhir yang berisiko tinggi mengalami kondisi ini akibat tuntutan akademik dan intensitas penggunaan smartphone yang tinggi dalam proses pembelajaran,komunikasi maupun hiburan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat smartphone addiction dengan tingkat nyeri pergelangan tangan pada mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan desain analitik korelasional. Sampel penelitian sebanyak 42 mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV) dan Numerical Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika Suherman (No: 005146/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2026). Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat smartphone addiction dengan tingkat nyeri pergelangan tangan pada mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat smartphone addiction dengan tingkat nyeri pergelangan tangan pada mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman. Saran: Mahasiswa diharapkan membatasi durasi penggunaan smartphone dan menerapkan postur ergonomis untuk mencegah nyeri pergelangan tangan melalui kebiasaan penggunaan yang sehat dan bijak dengan melakukan istirahat berskala dalam penggunaan smartphone . Peneliti selanjutnya disarankan mempertimbangkan faktor lain serta mengembangkan penelitian dengan variabel dan metode yang lebih beragam.

Pengaruh Edukasi Menggunakan Audio-Visual Terhadap Pengetahuan Pencegahan Stunting Pada Ibu Primipara di Desa Sukamaju Kecamatan Tambelang

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Indonesia masih menghadapi permasalahan stunting pada balita yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas kesehatan dan perkembangan anak, dengan prevalensi nasional sebesar 19,8%. Kabupaten Bekasi merupakan salah satu wilayah prioritas penurunan stunting, dan di wilayah kerja Puskesmas Tambelang prevalensi stunting tercatat sebesar 0,66%, sementara ibu primipara masih memiliki keterbatasan pengalaman dan pengetahuan dalam perawatan bayi. Edukasi kesehatan menggunakan media audio-visual dipilih karena mampu menyampaikan informasi secara menarik dan mudah dipahami oleh ibu primipara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kesehatan berbasis media audio-visual terhadap pengetahuan pencegahan stunting pada ibu primipara di Puskesmas Tambelang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu primipara yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah intervensi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil: penelitian menunjukkan seluruh responden memiliki Tingkat pengetahuan kurang pada pretest (100%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan dengan 65,7% responden berkategori baik dan 34,3% cukup, serta nilai p = 0,000. Kesimpulan: Edukasi kesehatan berbasis media audio-visual terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu primipara dan relevan sebagai strategi pencegahan stunting. Saran: Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi pencegahan stunting bagi ibu primipara sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan melalui penerapan media audio-visual secara berkelanjutan di Puskesmas, Posyandu, dan tingkat desa. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain dengan kelompok kontrol, jumlah sampel lebih besar, serta mengkaji perubahan sikap dan perilaku dengan kombinasi metode edukasi.

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Aktivitas Fisik Dengan Upaya Pencegahan Hipertensi Pada Remaja di MAN 2 Setu Bekasi

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Hipertensi kondisi tekanan darah yang melebihi batas normal >120/80 MmHg merupakan Penyakit dengan prevelensi yang cukup tinggi secara global. Angka kejadian hipertensi di dunia mencapai 1,28 miliar di Indonesia mencapai 8,3%, Jawa Barat mencapai 39,6%, Prevelensi di Kabupaten Bekasi mencapai 12.545 penderita hipertensi pada Laki-laki sebanyak 6,0% dan Perempuan sebanyak 4,7%. Tingkat Pengetahuan dan Aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensu pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah MAN 2 Setu Bekasi. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling dengan sampel 65 responden. Populasi remaja kelas XII di MAN 2 Setu Bekasi. Data berupa kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis univariat sebagian besar memiliki jenis kelamin perempuan 46 orang (70,8%) Pada usia 17 tahun sekitar 42 orang (64,4%) dan Tingkat pengetahuan baik 44 orang (67,7%) Aktivitas fisik sedang sebanyak 37 orang (56,9%) sementara upaya pencegahan hipertensi cukup 48 orang (73,8%). Hasil Bivariat Tingkat Pengetahuan dengan Upaya Pencegahan Hipertensi nilai P-Value 0,001<0,05 dan OR=0.144 yang menunjukan ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan hipertensi sedangkan frekuensi aktivitas fisik nilai P-Value 0,001<0,05 dan OR=7.150 menunjukan ada hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi.

Efektivitas Isometric Handgrip Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik Pada Lansia Dengan Hipertensi di Posyandu Lansia Kemuning Desa Sukahati

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Lanjut usia merupakan tahap akhir kehidupan yang ditandai dengan penurunan fungsi fisiologis tubuh yang meningkatkan risiko hipertensi akibat berkurangnya elastisitas pembuluh darah. Hipertensi sering kali tidak bergejala, namun berisiko menyebabkan komplikasi serius. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Namun, terapi farmakologis dalam jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi nonfarmakologis. Isometrik Handgrip Exercise merupakan salah satu jenis terapi nonfarmakologis yang bekerja melalui kontraksi otot statis untuk meningkatkan shear stress dan merangsang pelepasan nitric oxide (NO), sehingga menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah dan penurunan tekanan darah. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas Isometrik Handgrip Exercise terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia dengan hipertensi di Posyandu Lansia Kemuning Desa Sukahati. Metode: Penelitian ini menggunakan Quasi eksperimental designs dengan rancangan one group pre-post pada 20 lansia hipertensi berusia 60–74 tahun (lansia awal). Hasil: Uji Wilcoxon menunjukan nilai (p = 0,001 < 0,05) baik tekanan darah sistolik maupun diastolik. Kesimpulan: Isometrik Handgrip Exercise efektif dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia dengan hipertensi di Posyandu Lansia Kemuning Desa Sukahati.

Hubungan Perilaku Self-Management Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani Kabupaten Purwakarta Tahun 2021

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Prevalensi Diabetes Melitus (DM) didiagnosis dokter penduduk umur > 15 tahun di Provinsi Jawa Barat sebanyak 1,7 %, sedangkan di Kabupaten Purwakarta sebanyak 1,81 % (Riskesdas Prov. Jawa Barat, 2018). Berapa masalah yang dapat timbul pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 ini dapat dikendalikan apabila pasien dapat menerapkan perilaku manajemen diri (self management) pada penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku self management dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan DM tipe 2 di Wilayah Puskesmas Sukatani pada Bulan Desember tahun 2020 sebanyak 92 orang. Jumlah sampel yang didapatkan dari hasil perhitungan adalah 48 pasien. Instrumen yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data variabel adalah kuesioner SDSCA (The Summary of Diabates Self-Care Activities. Analisis yang digunakan adalah uji statistik uji Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95% ( α =0,05). Hasil penelitian membuktikan terdapat hubungan antara pola makan (p value = 0,003), aktifitas fisik (p value = 0,01), perawatan kaki (p value = 0,015), dan minum obat(p value = 0,02). Aktivitas self manajement secara rutin maka hal ini mampu memelihara kadar glukosa darah dalam rentang normal dan juga dapat mencegah untuk terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, kebutaan dan lain-lain, sehingga memang benar bahwa aktivitas self manajement ini memang mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengelolaan penyakit diabetes.

Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Kejadian Miopia Pada Anak Usia 7-11 Tahun di JTEC Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Prevalensi miopia pada anak-anak terus meningkat setiap tahunnya, termasuk di Indonesia. Miopia yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti glaukoma, katarak, dan ablasi retina serta atrofi. Berdasarkan studi pendahulu di JTEC Rumah Sakit Harapan Bunda, prevalensi miopia meningkat dari 33% menjadi 67%. Tujuan : untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor genetik, jenis kelamin, aktivitas luar ruangan, dan penggunaan gadget dengan kejadian miopia pada anak usia 7-11 tahun di JTEC Rumah Sakit Harapan Bunda. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 81 anak usia 7-11 tahun yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui membagian informed consent, serta kuesioner terkait faktor risiko. Kemudian, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan komputer dengan program komputer. Hasil : penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin dan kejadian miopia dengan nilai 0,007 (p <0,05). Faktor genetik nilai p = 0,002(p <0,05). Aktivitas luar ruangan nilai p = 0,039 (p <0,05). Penggunaan gadget dengan nilai p = 0,001(p<0,05). Kesimpulan : Sebagai upaya preventif dalam menekan prevalensi miopia di Rumah Sakit Harapan Bunda dan menunjukkan pentingnya memperhatikan riwayat genetik, perbedaan jenis kelamin, pengurangan penggunaan gadget.

Hubungan Efek Samping Kanker Stadium 2 Dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Berdasarkan Pengkajian Esas (Edmonton Symptom Assessment System) di Poli Kemoterapi Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker payudara menyebabkan sekitar 670.000 kematian di seluruh dunia pada tahun 2022. Kanker ini merupakan jenis kanker yang paling umum di kalangan wanita di 157 dari 185 negara pada tahun yang sama. Sekitar 0,5-1% kasus kanker payudara terjadi pada pria. Pada tahun 2020, sekitar 45,4% dari 2,3 juta kasus kanker payudara yang didiagnosis secara global berasal dari Asia. Risiko terkena kanker payudara pada wanita Asia tertinggi terjadi antara usia 40-49 tahun, lalu mengalami penurunan atau stabil setelah usia 50 tahun. Angka kejadian kanker lebih tinggi di Asia Tenggara, dengan Republik Korea mencatat angka tertinggi sebesar 314 kasus per 100.000 penduduk. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) pada tahun 2022, angka kejadian kanker di Indonesia mencapai 136 kasus per 100.000 penduduk, menjadikan Indonesia berada di urutan kedelapan di Asia Tenggara. Pada tahun 2020, terdapat 396.914 kasus kanker baru dan 234.511 kematian akibat kanker di Indonesia. Sri Nowo Retno, MARS, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, melaporkan bahwa pada tahun 2021, terdapat 821 penderita kanker di Kota Bogor, dan semuanya telah menerima pelayanan pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi adanya Hubungan efek samping kanker dengan kualitas hidup pasien kanker payudara berdasarkan pengakajian ESAS di poli kemoterapi Rs. Sentra Medika Cibinong. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian cross-sectional merupakan penelitian non eksperimental yang bertujuan untuk mempelajari dinamika korelasi antara efek samping kanker stadium 2 dan kualitas hidup pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi, berdasarkan pengkajian ESAS di Poli Kemoterapi RS Sentra Medika Cibinong. Metode ini dilakukan dengan cara pengumpulan data secara bersamaan pada saat yang bersamaan. Populasi dan sampel pada penelitian ini seluruh pasien Kanker Payudara Stadium 2 di poli Kemoterapi RS Sentra Medika Cibinong yang berjumlah 57 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan analisis data menggunakan chi square. Terdapat hubungan signifikan antara efek samping kanker dan kualitas hidup pasien kanker payudara dengan nyeri, kelelahan, mual, sesak nafas, nafsu makan berkurang, depresi, kecemasan dan gejala lainnya memiliki dampak yang lebih kuat terhadap kualitas hidup pasien (p < 0,05) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efek samping kanker dan kualitas hidup pasien kanker payudara dengan rasa kantuk (p > 0.05).

Pengaruh Teknik Surface Cooling Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Pasien Sepsis di Ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Sepis merupakan penyebaran bakteri ke seluruh tubuh melalui aliran darah dimana kondisi host mengalami infeksi yang sangat berat sehingga mengakibatkan kegagalan fungsi organ-organ tubuh berujung pada kematian. Pada saat bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh, tubuh akan merangsang sistem pertahanan tubuh yaitu dengan melepaskan pirogen yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh. Tujuan mengetahui pengaruh teknik Surface cooling terhadap penurunan suhu tubuh pada pasien sepsis. Metode: quasi eksperiment dengan two group pre test dan post test design. Populasi bejumlah 36 orang dengan metode purposive sampling Hasil: uji sample paired T-test dengan tingkat signifikan <0.05 menunjukan P value 0,000 (P value < 0,05) yang artinya terdapat pengaruh teknik surface cooling Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Pasien Sepsis Di Ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Kesimpulan: terdapat Pengaruh Teknik Surface cooling Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Pasien Sepsis