Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

183 hasil
Subjek: Remaja
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di rw 005 desa wanajaya kecamatan.cibitung

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masa remaja merupakan masa peralihan dimana remaja mulai mencari jati diri dengan berbagai hal yang baru salah satunya merokok. Prevalensi remaja perokok yaitu 78,2% remaja berusia 15-19 tahun. Yaitu dapat diartikan remaja merokok yaitu lingkungan keluarga dengan perilaku orang tua yang merokok. Tujuan: penelitian ini adalah hubungan kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di Rw.05 Desa Wanajaya Kec.Cibitung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan Purposive sampling sebanyak 55 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Uji Chi Square. Analisa Chi Square menunjukkan bahwa nilai p=0,005 sehingga lebih besar dari nilai p0,05 Hasil: Ada hubungan Signifikan kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di Rw.05 Desa Wanajaya Kec.Cibitung. Saran: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diharapkan remaja yang merokok dapat mengurangi kebiasaan merokok, dan lebih berhati- hati dalam pergaulan serta tidak mudah terpengaruh di lingkungan yang merokok, untuk remaja yang tidak merokok untuk tetap menjauhi rokok dan mengajak orang yang ada di sekitarnya untuk menjauhi rokok

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA DAN SISWI TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS DI MTS TARBIYATUL ASAAS KABUPATEN BEKASI 2025

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA DAN SISWI TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS DI MTS TARBIYATUL ASAAS KABUPATEN BEKASI 2025 Tri Yuni Komala Hati Program Studi Sarjana Kebidanan Dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman Jln Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka Cikrang Utara Bekasi 17830 Email: [email protected] Kecenderungan remaja untuk melakukan seks bebas meningkat dari 53,76% menjadi 72,50% menurut WHO, Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan terhadap 10 siswa di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi, 70% dari mereka kurang mengetahui tentang seks bebas. Sementara itu, 30% siswa lainnya berpengetahuan baik dan pernah belajar, baik dari media sosialmaupun konseling sekolah, tetapi hanya sebatas hamill diluar nikah. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa dan siswi tentang perilaku seks bebas di Mts Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Populasi dan sampel dalam penelitian ini seluruh siswa dan siswi kelas VII, VIII, dan IX di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, dimana seluruh populasi dijadikan sampel meliputi 28 orang kelas VII, 22 orang kelas VIII, dan 15 orang kelas IX. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksprimental dengan one-group pretest-posttest. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank nilai p-value 0,000 yang berarti adanya pengaruh signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Diharapkan pihak sekolah dapat terus mengadakan pendidikan kesehatan secara berkala, khususnya mengenai perilaku seks bebas dengan menggunakan media cetak leaflet yang terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi, selain itu keterlibatan guru dan orang tua juga penting dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada siswa dan siswi guna mencegah perilaku menyimpang sejak dini. Kata kunci: Leaflet,Pendidikan Kesehatan,Remaja,Seks Bebas

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri kelas X dan XI di smk islam al-amin cikarang tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dismenore primer adalah dismenore yang mulai terasa sejak menarche dan tidak ditemukan kelainan dari alat kandungan atau organ lainnya. Prevalensi dikalangan perempuan usia produktif terdiri dari 54,89% yang mengalami dismenore primer. Disebabkan oleh peningkatan dari prostaglandin, yang diproduksi pada lapisan dari rahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri kelas X dan XI di Smk Islam Al-amin Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah 121 responden.Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrument yang digunakan yaitu mengisi kuesioner. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi square dengan SPSS didapatkanada hubungan antara hubungan riwayat keluarga (ρ= 0,000) dan olahraga (ρ= 0,000) dengan dismenore primer pada remaja putri. Sedangkan didapatkan tidak ada hubungan antara usia menarche (ρ=0,183), stres (ρ= 0,962), dan status gizi (ρ= 0,240). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat ada hubungan antara riwayat keluarga, dan olahraga dengan dismenore primer pada remaja putri danterdapat tidak ada hubungan antara usia menarche, stress, dan status gizi. Diharapkan hasil penelitian ini siswi untuk melakukan pola hidup sehat seperti mengkonsumsi makanan sesuai prinsip gizi seimbang

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

hubungan pengetahuan dan pola makan terhadap resiko obesitas pada remaja di SMA Negeri 1 Cariu

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA MAKAN TERHADAP RESIKO OBESITAS PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 CARIU Xiv + 44 Hal + 9 Tabel + 2 Gambar + 20 Lampiran Abstrak Latar Belakang: Obesitas merupakan suatu kondisi kronis dengan karakteristik kelebihan lemak tubuh. Peningkatan polamakan dan penurunan aktifitas fisik menjadi penyebab utama obesitas. Remaja yang mengalami obesitas memiliki peluang sebesar 80% untuk mangalami obesitas pada saat dewasa. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang obesitas dan polamakan terhadap resiko obesitas pada remaja di SMA Negeri 1 Cariu. Metodelogi: Penelitian menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 140 siswa/i (56,9%) dari responden memiliki pengetahuannya kurang baik, sedangkan yang pengetahuannya baik sejumlah 106 siswa/i (43,1%). Sejumlah 140 siswa/i (56,9%) dari responden pola makannya kurang baik, sedangkan yang pola makannya baik sejumlah 106 siswa/i (43,1%). Responden yang beresiko obesitas sejumlah 159 siswa/i (64,6%), sedangkan yang tidak beresiko obesitas sejumlah 87 siswa/i (35,4%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan tentang obesitas dan polamakan dengan tingkat resiko obesitas pada remaja. Kesimpulan: Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa pengetahuan tentang obesitas dan polamakan dapat berpengaruh terhadap tingkat resiko obesitas pada remaja. Kata kunci: obesitas, remaja, pengetahuan, pola makan Daftar Pustaka: 12 Jurnal (2018-2022)

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KONSUMSI MINUMAN RINGAN TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA REMAJA DI SMAN 8 TAMBUN SELATAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN NERS SKRIPSI 11 SEPTEMBER 2023 Nama: Ilham Saepul Akbar Nim: 020319651 HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KONSUMSI MINUMAN RINGAN TERHADAP KADAR GULA DARAH DI SMAN 8 TAMBUN SELATAN Xiii+54 Halaman+ 10 Tabel+ 8 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Didalam tubuh manusia terdapat bahan bakar utama yaitu glukosa Glukosa akan disimpan di dalam hati dan otot sebagai cadangan energi yang menjadi sumber energi untuk melakukan aktivitas fisik, aktivitas fisik secara teratur dapat mengurangi resistensi insulin sehingga dapat dipergunakan baik oleh sel-sel tubuh. Dan mengonsumsi minuman ringan yang berlebih tidak baik untuk tubuh karena dapat menaikan kadar gula darah. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif, menggunakan desain cross sectional, dengan sampel 92 responden remaja, Instrumen penelitian ini menggunakan kusioner aktivitas fisik (GPAQ), kadar gula darah diambil menggunakan alat easy touch blood glucose test monitoring system, dan satu pertanyaan yang berisikan frekuensi konsumsi minuman ringan. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil: didapatkan pada aktivitas fisik berat sebanyak 20 responden, Kadar Gula Darah pada remaja. Didapatkan kadar gula darah tidak normal 70mg/dL sebanyak 20 responden Didapatkan frekuensi tidak baik atau lebih dari 5x dalam seminggu sebanyak 39 responden, Nilai p-value 0.000 (α0.05) pada aktivitas fisik. Dan didapatkan hasil nilai p-value 0.124 (α>0.05) konsumsi minuman ringan. Kesimpulan: terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah dan tidak terdapat hubungan antara konsumsi minuman ringan terhadap kadar gula darah pada remaja Bahan baca: 11 Buku (2012-2020) + 10 jurnal Kesehatan (2015-2022) + 1 artikel (2023)+ 1 website Kesehatan resmi (2023) Kata Kunci: Remaja, Aktivitas fisik, Minuman ringan, Kadar Gula Darah, Remaja

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Mengenai Penanganan Dismenorea di SMPN 4 Cikarang Timur tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, juli 2023 Nama : Dyah Anggraini Nim : 020319609 PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG PENANGANAN DISMENORE DI SMPN 4 CIKARANG TIMUR TAHUN 2023 ABSTRAK Latar Belakang : Rasa nyeri yang timbul ini biasanya dikenal dengan nama dismenore. Menurut World Health Organization (WHO, 2012 dalam Nora, 2018) didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) remaja mengalami dismenore dengan 10- 15% mengalami dismenore berat Tujuan Pnelitian : Untuk bisa mengetahui Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Penanganan Dismenorea Di SMPN 4 Cikarang Timur Tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan one group prettest-posttest Dalam rancangan ini, responden diberikan sebuah kuesioner Kemudian diukur pengetahuan dan sikap. Penelitian ini termasuk tergolong penelitian quasi eksperimen dengan memakai pret - test and post - test design, yaitu merupakan suatu pengukuran yang dilakukan pada saat sebelum dan sesudah melakukan penelitian. Pada populasi penelitian ini ada 260 responden dan Teknik pengambilan sampel menggunakan sample random sampling dengan menggunakan rumus slovin dengan jumlah responden 157. Analisi data yang dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan analisis Paired Sample T Test dengan bantuan IBM SPSS statistics 25. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap dengan p-value 0,000. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri di SMPN 2 Cikarang Timur tahun 2023 Kata kunci : Dismenore, Tingkat pengetahuan, Sikap, Remaja

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh pemberian bantal hangat terhadap disminorea pada remaja putri sarjana keperawatan di universitas medika suherman 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, September 2023 Nama : Iga Sagala Nim : 020319618 PENGARUH PEMBERIAN BANTAL HANGAT TERHADAP NYERI DISMINORE PADA REMAJA PUTRI DI UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN TAHUN 2023 ABSTRAK Latar Belakang: Dismenore adalah gangguan menstruasi berupa rasa sakit atau nyeri hebat pada bagian bawah perut. Secara umum penanganan dismenore terbagi dalam dua kategori yaitu dengan cara terapi farmakologi dan non- farmakologi. Namun yang dilakukan peneliti adalah penanganan dengan cara non-farmakologi yaitu dengan intervensi pemberian bantal hangat. Pemberian bantal hangat dapat menurunkan nyeri disminore dan memberikan rasa hangat dengan menggunakan alat pemanas elektrik. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Bantal Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Disminore Pada Remaja Putri Sarjana Keperawatan Di Universitas Medika Suherman Cikarang Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian Pre-Post experimental design. Metode penelitian experiment termasuk dalam metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2023. Populasi penelitian ini adalah remaja putri sarjana keperawatan Universitas Medika Suherman yang mengalami dismenore. Sampel penelitian sejumlah 42 remaja putri. Hasil Penelitian: Pada Uji Paired T Test pada penelitian didapatkan hasil akhir yakni P- Value sebesar 0.000 0.05, karena nilai P-Value sebesar 0.000 atau 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini Ha diterima karena hasil P-Value 0.05, artinya ada perbedaan antara hasil Pre-Test dan Post-Test, sehingga ada pengaruh terhadap pemberian bantal hangat pada nyeri disminore sebelum intervensi (Pre-Test) dan sesudah intervensi (Post-Test). Kesimpulan: Adanya pengaruh pemberian bantal hangat terhadap nyeri disminore pada remaja putri di Universitas Medika Suherman Kata Kunci: Bantal hangat, dismenore, remaja putri Sarjana Keperawatan Universitas Medika Suherman

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Cookies Pumpkin Seeds (Cucurbita Moschata) Terhadap Anemia pada Remaja Putri di MTS Nihayatul Amal Serang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan serta kehilangan darah saat menstruasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian makanan tambahan berbahan pangan sumber zat gizi, seperti cookies pumpkin seeds (Cucurbita moschata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cookies pumpkin seeds (Cucurbita moschata) terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri di MTs Nihayatul Amal Serang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 remaja putri yang mengalami anemia ringan. Intervensi berupa cookies pumpkin seeds diberikan sebanyak 100 gram per hari selama 10 hari, dibagi dalam dua kali pemberian. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi dengan jeda 5 hari setelah intervensi selesai. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden (20 orang; 100%) mengalami anemia ringan sebelum intervensi dengan rata-rata kadar hemoglobin 11,17 ± 0,433 g/dL. Setelah intervensi, 8 responden (40%) mencapai kategori normal dan 12 responden (60%) masih mengalami anemia ringan, dengan rata-rata kadar hemoglobin 11,75 ± 0,592 g/dL. Terdapat peningkatan rata-rata kadar hemoglobin sebesar 0,58 g/dL dan hasil uji menunjukkan p < 0,001. Kesimpulannya, terdapat perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian cookies pumpkin seeds (Cucurbita moschata)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Video Animasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Kelas X Tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Tingginya risiko penularan HIV/AIDS pada kelompok usia remja sering kali dipicu oleh keterbatasan akses informasi serta minimnya tingkat pengetahuan. Pendidikan kesehatan berbasis media video animasi menjadi salah satu satu inovasi sarana pembelajaran interaktif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa secara menyeluruh. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja kelas X tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Cikarang Selatan yang berjumlah 450 orang. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi dengan rumus slovin sehingga diperoleh 232 responden. Pengumpulan data pengetahuan menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data bivariat dilakukan menggunakan uji non parametrik Wilcoxon Signed Rank karena data berdistribusi tidak normal. Sebelum dilakukan intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang sebesar 71,98% (167 orang). Setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan dengan media video animasi, tingkat pengetahuan responden meningkat secara signifikan menjadi kategori baik sebesar 89,66% (208 orang). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000 (α < 0,05) dengan nilai Z = -12,926. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja kelas X tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan tahun 2026. Media audiovisual seperti video animasi terbukti efektif dimanfaatkan sebagai sarana promosi kesehatan reproduksi remaja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Video Animasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Dismenore di SMP Negeri 4 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas serta proses belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan remaja putri tentang dismenore di SMP Negeri 4 Cikarang Selatan Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest. Sampel sebanyak 96 remaja putri dipilih dengan stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Guttman sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan sebelum intervensi terdapat 65 responden (67,7%) berpengetahuan kurang, 27 (28,1%) cukup, dan 4 (4,2%) baik. Setelah intervensi, seluruh responden (100%) memiliki pengetahuan baik. Uji Wilcoxon menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Kesimpulannya, terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang dismenore.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pumpkin Seeds (Cucurbita Moschata) Terhadap Intensitas Nyeri pada Remaja dengan Premenstrual Syndrome di SMAN 2 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis, dan perilaku yang muncul menjelang menstruasi serta dapat menimbulkan nyeri dan mengganggu aktivitas remaja putri. Pumpkin seeds (Cucurbita moschata) mengandung magnesium, zinc, asam lemak tak jenuh, dan senyawa bioaktif yang berpotensi membantu mengurangi intensitas nyeri PMS. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi pumpkin seeds (Cucurbita moschata) terhadap intensitas nyeri Premenstrual Syndrome pada remaja putri di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 38 remaja putri dipilih menggunakan purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Responden diberikan pumpkin seeds sangrai sebanyak 28 gram per hari selama 10 hari berturut-turut, dimulai pada awal fase luteal. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0–10. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebanyak 18 responden (47,4%), nyeri berat 12 responden (31,6%), dan nyeri ringan 8 responden (21,1%), dengan rata-rata skor 5,79 ± 2,220. Setelah intervensi, 24 responden (63,2%) mengalami nyeri ringan, 9 responden (23,7%) tidak nyeri, dan 5 responden (13,2%) mengalami nyeri sedang, dengan rata-rata skor 1,92 ± 1,683. Terjadi penurunan rata-rata intensitas nyeri sebesar 3,87 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p < 0,001. Penelitian dilakukan tahun 2026. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian pumpkin seeds (Cucurbita moschata) sebanyak 28 gram per hari selama 10 hari terhadap penurunan intensitas nyeri Premenstrual Syndrome pada remaja putri

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Kelas VII di SMP Plus Al Burhaniyah Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Siklus menstruasi merupakan indikator penting kesehatan reproduksi remaja putri, di mana ketidakteraturannya dapat memicu kecemasan dan menjadi tanda awal gangguan kesehatan. Di Indonesia, 63% remaja putri mengalami gangguan kesehatan reproduksi termasuk masalah menstruasi (BKKBN, 2023), namun hanya 35,3% remaja usia 15–19 tahun yang memiliki pengetahuan benar terkait kesehatan tersebut (SDKI, 2022). Kestabilan siklus pada usia remaja ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal yang saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada remaja putri kelas VII di SMP Plus Al-Burhaniyah tahun 2026. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII di SMP Plus Al-Burhaniyah tahun 2026 dengan jumlah sampel responden yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri untuk status gizi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,001), status gizi (p = 0,001), dan pola hidup (kualitas tidur) (p = 0,013) dengan siklus menstruasi pada remaja putri. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sumber informasi (p = 0,564) dengan siklus menstruasi. Pengetahuan, status gizi, dan pola hidup (kualitas tidur) merupakan faktor spesifik yang berhubungan langsung dengan siklus menstruasi siswi di SMP Plus Al-Burhaniyah. Pihak sekolah dan pelayanan kesehatan disarankan meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi, pemantauan gizi seimbang, serta manajemen waktu tidur remaja

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja Putri Kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok Kabupaten Karawang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Dismenore primer merupakan nyeri perut saat haid. Gejala dismenore yaitu rasa kram perut bagian bawah sampai punggung. Di Indonesia kejadian dismenore primer sebesar 60-70%. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok Kabupaten Karawang tahun 2026. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 233 remaja putri kelas XI. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan hasil 147 remaja putri kelas XI. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik stratified random sampling dan random sampling. Dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Intrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data pada penelitian ini yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: menunjukkan variabel yang berhubungan dengan dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok adalah usia menarche (p=0,002), faktor genetik (p=0,023), dan tingkat stress (p=0,000). Simpulan: Dari 3 variabel yang diteliti hasilnya ada hubungannya dengan dismenore primer pada remaja putri kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok. Saran: Diharapkan remaja putri kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok yang mengalami dismenore diharapkan dapat melakukan upaya penanganan yang tepat serta menerapkan pola hidup sehat dan mengelola stres dengan baik agar keluhan dismenore tidak mengganggu aktivitas sehari-hari maupun proses belajar

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri Kelas X di SMAN 2 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berdampak pada penurunan imunitas, konsentrasi belajar, dan prestasi akademik. Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi karena mengalami siklus menstruasi setiap bulan dan sering kali memiliki perilaku makan yang kurang memperhatikan asupan gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMAN 2 Cikarang Selatan Tahun 2026. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas X SMAN 2 Cikarang Selatan yang berjumlah 338 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik Random sampling dengan rumus slovin dan diperoleh jumlah responden sebanyak 85 siswi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat haemometer easy touch. Analisis data dilakukan secara presentase univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,001), lama menstruasi (p = 0,004), dan pendapatan orang tua (p = 0,001) dengan kejadian anemia pada remaja putri. Pengetahuan, lama menstruasi, dan pendapatan orang tua merupakan faktor yang berhubungan langsung dengan kejadian anemia pada siswi kelas X di SMAN 2 Cikarang Selatan. Sekolah disarankan mengadakan edukasi berkala mengenai gizi seimbang dan manajemen menstruasi guna meningkatkan pengetahuan siswi dalam mengantisipasi risiko kehilangan darah yang lama. Selain itu, sekolah perlu menyediakan pilihan jajanan kaya zat besi yang murah di kantin untuk menyiasati keterbatasan daya beli akibat faktor ekonomi orang tua

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Body Shaming pada Remaja Putri Kelas VIII Di SMPN 5 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Body shaming didefinisikan sebagai tindakan mengejek, mengomentari, atau mengkritik bentuk, ukuran, dan penampilan fisik seseorang secara negatif. Sebanyak 62,2% perempuan di Indonesia mengungkapkan bahwa pernah mengalami body shaming setidaknya sekali dalam seumur hidup. Dalam 966 kasus di Indonesia mayoritas korban adalah perempuan sebanyak (94%), sedangkan sebagian kecil (6%) adalah laki-laki. Body shaming merupakan salah satu penyebab luka psikologis yang serius dan dalam kondisi tertentu dapat berlanjut pada perilaku yang membahayakan atau menyakiti diri secara Fisik. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan body shaming pada remaja putri kelas VIII di SMPN 5 Cikarang Selatan Tahun 2026, meliputi kepercayaan diri, media sosial, dan teman sebaya. Metode: Desain penelitian menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penilitian ini adalah seluruh remaja putri kelas VIII yang berjumlah 180 responden. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan jumlah 137 remaja putri kelas VIII. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel probability sampling (random) yaitu dengan simple random sampling. Dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis penelitian yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic chi square. Hasil: hasil menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan tindakan body shaming pada remaja putri kelas VIII di SMPN 5 Cikarang Selatan adalah kepercayaan diri (p=0.001), media Sosial (p=0.001) dan teman sebaya (p=0.004). Dari 3 variabel yang diteliti hasilnya semua berhubungan dengan tindakan body shaming pada remaja putri kelas VIII di SMPN 5 Cikarang Selatan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepercayaan diri, media sosial, dan teman sebaya dengan tindakan body shaming pada remaja putri kelas VIII di SMPN 5 Cikarang Selatan Tahun 2026. Dari ketiga faktor yang diteliti, paparan media sosial merupakan faktor yang memiliki pengaruh paling besar terhadap kecenderungan melakukan tindakan body shaming.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Video Edukasi Terhadap Pengetahuan tentang Pergaulan Bebas pada Siswa Kelas X & XI SMAN 2 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergaulan bebas yang menjadi salah satu permasalahan pada remaja dan dapat berdampak terhadap kesehatan serta perkembangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan remaja tentang pergaulan bebas melalui media video edukasi di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental dan pendekatan one group pretest-posttest design terhadap 275 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan video edukasi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 9,66 pada pretest menjadi 10,73 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 1,07 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,000 (p<0,05), dengan 169 responden (61,5%) mengalami peningkatan skor pengetahuan, 60 responden (21,8%) mengalami penurunan, dan 46 responden (16,7%) tidak mengalami perubahan. Dengan demikian, terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan video edukasi, sehingga video edukasi dapat digunakan sebagai salah satu media pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pergaulan bebas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Edukasi Media Digital Infografis dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Pelecehan Seksual di SMA Giki 3 Jakarta Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pelecehan seksual merupakan masalah global dan nasional yang serius, dengan remaja sebagai kelompok berisiko tinggi. Data menunjukkan tingginya angka kekerasan seksual di DKI Jakarta, khususnya Jakarta Timur. Minimnya pengetahuan remaja tentang pelecehan seksual menjadi faktor utama yang perlu diatasi melalui edukasi yang efektif. Media infografis sebagai media digital visual dinilai mampu meningkatkan pemahaman secara ringkas dan menarik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media digital infografis terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang pelecehan seksual di SMA Gita Kirtti 3 Jakarta tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan one group pretest-posttest dengan desain pre-eksperimen. Sampel pada penelitian ini berjumlah 53 siswa kelas XI yang menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum edukasi, pengetahuan responden berada pada kategori baik (62,3%), cukup (20,8%), dan kurang (17%). Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan dengan 98,1% responden berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Kesimpulan: Edukasi menggunakan media digital infografis efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pelecehan seksual di SMA Gita Kirtti 3 Jakarta tahun 2026. Diharapkan pihak sekolah dapat menyelenggarakan edukasi berkala dan peneliti selanjutnya melakukan evaluasi jangka panjang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Media Video Edukasi Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di SMAN 1 Kedung Waringin Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat bahwa 51,4% remaja putri tidak mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Meskipun program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) telah dijalankan secara nasional, tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD sesuai standar masih tergolong sangat rendah. Rendahnya kepatuhan ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan media edukasi kesehatan yang menarik bagi remaja. Studi pendahuluan di SMAN 1 Kedung Waringin mengindikasikan tingkat ketidakpatuhan mencapai 90%, sehingga diperlukannya intervensi promosi kesehatan yang inovatif seperti media video edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media video edukasi terhadap kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri di SMAN 1 Kedung Waringin Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental (pre-test and post-test group). Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMAN 1 Kedung Waringin. Pengukuran tingkat kepatuhan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi pemberian video edukasi. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat perbedaan tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis data dengan Wilcoxon Signed Rank Test membuktikan bahwa media video edukasi efektif secara signifikan (Z=-11,18; p<0,001) dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri di SMAN 1 Kedung Waringin Tahun 2026. Nilai p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada tingkat kepatuhan konsumsi TTD sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media video. Kesimpulan dari penelitian ini adalah media video edukasi terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri. Disarankan agar sekolah dan tenaga kesehatan lebih memanfaatkan media video dalam program kesehatan remaja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Puteri tentang Pernikahan Dini di SMA Tunas Bangsa Pebayuran Bekasi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kesehatan reproduksi, psikologis, sosial, dan pendidikan remaja puteri. Rendahnya pengetahuan menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko pernikahan dini. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas media leaflet terhadap pengetahuan remaja puteri tentang pernikahan dini di SMA Tunas Bangsa Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 32 remaja puteri yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi melalui media leaflet. Analisis data menggunakan Paired Sample t-Test setelah data dinyatakan berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro-Wilk. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori cukup (56%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar berada pada kategori baik (53%). Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Kesimpulan: Media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan remaja puteri tentang pernikahan dini sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media promosi kesehatan di lingkungan sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi dengan Media Booklet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Keputihan di SMP Negeri 5 Cikarang Timur Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri. Kurangnya pengetahuan mengenai keputihan dapat meningkatkan risiko terjadinya keputihan patologis. Edukasi menggunakan media booklet merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang keputihan di SMP Negeri 5 Cikarang Timur Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 77 siswi kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang keputihan yang terdiri dari 20 pertanyaan benar dan salah. Hasil: Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 40 responden (51,95%), kategori kurang sebanyak 34 responden (44,16%), dan kategori baik sebanyak 3 responden (3,90%). Setelah diberikan edukasi menggunakan media booklet, tingkat pengetahuan meningkat menjadi kategori baik sebanyak 54 responden (70,1%) dan kategori cukup sebanyak 23 responden (29,9%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang keputihan di SMP Negeri 5 Cikarang Timur Tahun 2026.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail