Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: HIV/AIDS
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Video Animasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Kelas X Tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Tingginya risiko penularan HIV/AIDS pada kelompok usia remja sering kali dipicu oleh keterbatasan akses informasi serta minimnya tingkat pengetahuan. Pendidikan kesehatan berbasis media video animasi menjadi salah satu satu inovasi sarana pembelajaran interaktif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa secara menyeluruh. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja kelas X tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Cikarang Selatan yang berjumlah 450 orang. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi dengan rumus slovin sehingga diperoleh 232 responden. Pengumpulan data pengetahuan menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data bivariat dilakukan menggunakan uji non parametrik Wilcoxon Signed Rank karena data berdistribusi tidak normal. Sebelum dilakukan intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang sebesar 71,98% (167 orang). Setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan dengan media video animasi, tingkat pengetahuan responden meningkat secara signifikan menjadi kategori baik sebesar 89,66% (208 orang). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000 (α < 0,05) dengan nilai Z = -12,926. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja kelas X tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan tahun 2026. Media audiovisual seperti video animasi terbukti efektif dimanfaatkan sebagai sarana promosi kesehatan reproduksi remaja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Permainan Ular Tangga Dengan Pendekatan Peer Group Terhadap Pengetahuan Penularan dan Pencegahan HIV/AIDS Pada Remaja Kelas XI di SMAN 1 Sukakarya Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang :HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada remaja usia 15-24 tahun yang berisiko. Rendahnya pengetahuan tentang penularan dan pencegahan HIV/AIDS dapat menodorong perilaku berisiko. sehingga diperlukan pendekatan inovatif seperti permainan ular tangga berbasis peer group Tujuan: Menganalisis pengaruh permainan ular tangga dengan pendekatan peer group terhadap pengetahuan remaja tentang penularan dan pencegahan HIV/AIDS di SMAN 1 Sukakarya Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretestposttest pada 78 responden. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan instrumen kuesioner HIV-KQ-18. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup (60,3%). Setelah intervensi, kategori baik meningkat menjadi 39,7 dan kategori kurang menurun menjadi 6,4%. Uji Statistik menunjukkan p value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Permainan ular tangga berbasis peer group efektif meningktkan pengetahuan remaja tentang penularan dan pencegahan HIV/AIDS. Saran: Sekolah dan tenaga kesehatan dapat menggunakan permainan edukatif berbasis peer group sebagai alternatif pembelajaran kesehatan bagi remaja.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Remaja Tentang HIV/AIDS di Posyandu Remaja Desa Karang Asih Bekasi Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : HIV/AIDS di kalangan remaja telah menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama karena meningkatnya jumlah kasus pada kelompok usia tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di Posyandu Remaja Desa Karangasih Bekasi Tahun 2025. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: variabel bebas meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya dan sumber informasi. Variabel terikat yaitu pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Total sampling digunakan untuk mengetahui jumlah sampel sebanyak 75 responden. Teknik analisis data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara jenis kelamin (p-value 0,001), usia (p-value 0,014), pendidikan (p-value 0,009), dukungan orang tua (p-value 0,000), dukungan teman sebaya (p-value 0,000), sumber informasi (p-value 0,000) dengan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan jenis kelamin, usia remaja, pendidikan, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya, dan sumber informasi. Meningkatkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS memerlukan pendekatan komprehensif dengan menyediakan akses ke informasi yang akurat, tidak menstigma, dan sesuai dengan perkembangan remaja.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Tingkat Kepatuhan Pengobatan Antiretroviral Dengan Kualitas Hidup Pasien HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Peningkatan kasus HIV/AIDS di Indonesia menuntut penanganan yang optimal melalui terapi Antiretroviral (ARV) untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepatuhan dalam minum obat ARV menjadi faktor penentu keberhasilan terapi dan kualitas hidup yang optimal pada pasien HIV/AIDS (Kemenkes RI, 2024). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepatuhan pengobatan ARV dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode : penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 133 orang dengan HIV/AIDS yang menjalani terapi ARV, dipilih menggunakan teknik total sampling (Sugiyono, 2020). Hasil : penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat kepatuhan pengobatan ARV dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS (p = 0,001 < 0,05). Kesimpulan : nilai Korelasi Koefisien sebesar 0,558 menunjukkan hubungan sedang (moderat), di mana kepatuhan tinggi berpengaruh positif terhadap kualitas hidup, terutama pada kesehatan fisik dan tingkat kemandirian pasien. Distribusi frekuensi menunjukkan 56,7% responden memiliki kepatuhan rendah, 40% sedang, dan 3,3% tinggi, dengan kualitas hidup kategori kurang baik sebanyak 43,4%, cukup baik 46,7%, dan baik 10%. Saran : hasil ini menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap pengobatan ARV berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien HIV/AIDS. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi dan dukungan berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan pasien.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan antara tingkat kepatuhan pengobatan antiretroviral (ARV) dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan kasus HIV/AIDS di Indonesia menuntut penanganan yang optimal melalui terapi Antiretroviral (ARV) untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepatuhan dalam minum obat ARV menjadi faktor penentu keberhasilan terapi dan kualitas hidup yang optimal pada pasien HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepatuhan pengobatan ARV dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 133 orang dengan HIV/AIDS yang menjalani terapi ARV, dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat kepatuhan pengobatan ARV dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS (p = 0,001 0,05). Nilai Correlation Coefficient sebesar 0,558 menunjukkan hubungan sedang (moderat), di mana kepatuhan tinggi berpengaruh positif terhadap kualitas hidup, terutama pada kesehatan fisik dan tingkat kemandirian pasien. Distribusi frekuensi menunjukkan 56,7% responden memiliki kepatuhan rendah, 40% sedang, dan 3,3% tinggi, dengan kualitas hidup kategori kurang baik sebanyak 43,4%, cukup baik 46,7%, dan baik 10%. Hasil ini menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap pengobatan ARV berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien HIV/AIDS. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi dan dukungan berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan pasien.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Remaja Terhadap HIV/AIDS di SMAN X Kota Bandung Tahun 2021

2023•Koleksi Perpustakaan

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi oleh HIV. Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi oleh HIV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor apasaja yang mempengaruhi pengetahuan remaja terhadap HIV/AIDS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan analitik dan cross sectional. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder kejadian HIV/AIDS yang bedasarkan data Riskesda 2018. Jumlah sample sebanyak 150 responden remaja dengan menggunakan teknik pengambilan sample yaitu Total Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat yang menunjukan bahwa variabel mempunyai hubungan yang bermakna terhadap pengetahuan HIV/AIDS pada remaja adalah sumber informasi (Pvalue 0,001) dan lingkungan (Pvalue 0,025). Sedangkan Variabel yang tidak berhubungan dengan pengetahuan remaja terhdap HIV/AIDS adalah variebel jenis kelamin. Bedasarkan penelitian ini, saran peneliti diharapkan untuk guru dan kepala sekolah agar menambah kegiatan yang dapat membentuk prilaku siswa untuk mencegah penularan HIV/AIDS. Dan siswa dapat memilih situs – situs yang terpercaya pada internet sehingga siswa mendapatkan sumber informasi yang terpercaya mengenai HIV/AIDS.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Pencegahan HIV/AIDS di SMK Citra Mutiara Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, Aquired immino deficiency syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit kerusakan sistem kekebalan tubuh, bukan sebuah penyakit bawaan tetapi didapatkan dari hasil penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang HIV/AIDS di SMK Citra Mutiara Desain penelitian yang digunakan ialah kuasi eksperimen. Sampel penelitian ialah remaja di SMK Citra Mutiara yang berjumlah 180 orang. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner pengetahuan tentang HIV/AIDS. Data dianalisis dengan Uji Paired Sample T - Test. Hasil penelitian ini menunjukan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS sebelum diberikan edukasi dan sesudah diberikan edukasi di SMK Citra Mutiara sebagian besar dalam kategori pengetahuan kurang baik sebanyak 94 orang siswa (52,2%). Pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS setelah diberikan penyuluhan di SMK Citra Mutiara sebagian besar dalam kategori pengetahuan baik sebanyak 104 orang siswa (57,8%). Ada perbedaan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang HIV/AIDS di SMK Citra Mutiara dengan nilai (p=0,00)

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja di Perumahan Graha Melasti RW 014 Desa Sumberjaya Tahun 2022

2022•Koleksi Perpustakaan

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang melemahkan suatu sistem kekebalan pada tubuh manusia dapat menyebabkan Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Terhadap Pencegahan HIV/AIDS Pada Remaja. Survey analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah remaja berjumlah 124 orang. Sampelnya sebanyak 94 orang menggunakan Teknik purposive sampling. Analisa data bivariat yang digunakan adalah uji Chi-square. Berdasarkan penelitian didapatkan dari hasil variabel dependen (perilaku pencegahan HIV/AIDS) dan independent (pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi) yang mempengaruhi perilaku pencegahan terhadap HIV/AIDS yaitu pengetahuan (p=0.003), sikap (p=0.023), tingkat pendidikan (p=0.846), usia (p=0.040), sumber informasi (p=0.013) dari hasil tersebut hanya variabel pada tingkat pendidikan yang tidak adanya hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Dapat disimpulkan dari semua variabel yang diteliti terdapat adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, usia dan sumber informasi dengan perilaku pencegahan, sedangkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan perilaku pencegahan.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Beresiko HIV/AIDS Pada Remaja di SMAN 1 Sukatani Tahun 2022

2022•Koleksi Perpustakaan

Kasus HIV/AIDS pada tahun 2022 Ada 1551 yang ditemukan, 884 dialami oleh pria dan 667 diantaranya wanita. Penyebabnya paling banyak karena melakukan hubungan seks bebas. Penyebab lainnya juga ada yang memakai narkoba jarum suntik. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Beresiko HIV/AIDS Pada Remaja Di SMAN 1 Sukatani Tahun 2022. jenis penelitian ini digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Pada populasi penelitian ini ada 720 responden. Dengan teknik sample random sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisis data yang dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan Analisis uji Chi Square dengan bantuan IBM SPSS statistics 25.Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara jenis kelamin dengan perilaku beresiko HIV/AIDS dengan nilai p Value 0,030 < nilai a (0,05) dan OR 2,568. Ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku beresiko HIV/AIDS dengan nilai p Value 0,000 < nilai a (0,05) dan OR 5,898. Ada hubungan antara dorongan teman dengan perilaku beresiko HIV/AIDS dengan nilai p Values 0,002 < nilai a (0,05) dan OR 2,485. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, mengenai”Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Beresiko HIV/AIDS pada Remaja Di SMAN 1 Sukatani Tahun 2022, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut : Ada hubungan antara jenis kelamin dengan perilaku beresiko HIV/AIDS, ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku beresiko HIV/AIDS, ada hubungan antara dorongan teman dengan perilaku beresiko HIV/AIDS.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja Di Perumahan Graha Melasti RW 14 Desa Sumberjaya tahun 2022

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang melemahkan suatu sistem kekebalan pada tubuh manusia dapat menyebabkan Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) jumlah penderita yang semakin bertambah, maka dari itu perlunya melakukan pencegahan penularan HIV/AIDS. Perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja harus menjadi perhatian guna untuk meningkatkan mutu remaja di mata masyarakat penyebaran HIV/AIDS dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi yang menentukan perilaku seseorang dalam pencegahan HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada remaja Perum Graha Melasti RW 014 dengan jumlah populasi sebesar 123 responden dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik pengumpulan data non-probability sampling didapatkan dari hasil rumus slovin sebanyak 94 responden. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji Chi-Square Berdasarkan penelitian didapatkan dari hasil variabel dependen (perilaku pencegahan HIV/AIDS) dan independent (pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi) yang mempengaruhi perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja di Perumahan Graha Melasti RW 014 Desa Sumberjaya adalah pengetahuan (p=0.003), sikap (p=0.023), tingkat pendidikan (p=0.846), usia (p=0.040), sumber informasi (p=0.013) dari hasil tersebut hanya variabel pada tingkat pendidikan yang tidak adanya hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Uji korelasi antara pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi perilaku pencegahan HIV/AIDS mempunyai nilai 0.0030.040, hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Dapat disimpulkan dari semua variabel yang diteliti terdapat adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, usia dan sumber informasi dengan perilaku pencegahan, sedangkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan perilaku pencegahan. Sarankan yang disampaikan semoga hasil penelitian ini dapat menjadi bahan acuan atau materi pembelajaran agar dapat melakukan pencegahan HIV/AIDS.

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian HIV/AID di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2016

2020•Koleksi Perpustakaan

Perkembangan kasus di Indonesia pun memperhatikan peningkatan yang semakin pesat, kasus HIV/AIDS di Indonesia, di temukan pertama kali pada tahun 1987 hingga saat ini menyebar 1987 hingga saat ini menyebar di 386 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Menurut penelitian, risiko paling tinggi untuk terinfeksi HIV/AIDS yaitu perempuan pekerja seks. Hasil penelitian di Moscow menemukan 79 % dari perempuan pengidap HIV berasal dari kelompok pekerja seks ( Vilasis –keener A dkk, 2001). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasitahun 2016. Penelitian ini menggunaakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross secsional dan yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2016, dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Jumlah sampel 323 responden dan populasi 169 responden. Hasil analisis bvariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Usia P-Value = 0,039 (P<a 0,05), dan OR 1,812 dan jenis kelamin P-Value = 0,017 (P<a 0,05) dan OR 1,773 pendidikan P-Value = 0,009 (P<a 0,05), dan OR 1,872 heteroseksual P-Value = 0,002 (P<a 0,05), dan OR 2,043 homoseksual P-Value = 0,044 (P<a 0,05), dan OR 1,816 dan biseksual P-Value = 0,012 (P<a 0,05), dan OR 2,087. Tidak ada kesenjangan antara teori dengan peneliti. Kesimpulasn dari peneliti ini ada hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, heteroseksual, homoseksual dn biseksual dengan kejadian HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi berupa konseling yang lebih spesifik bagi masyarakat dan terutama bagi yang terinfeksi HIV/AIDS. Meningkatkan kualitas pelayanan khusus dan konseling bagi penderita HIV/AIDS agar psikologis penderita tidak terganggu dan mencegah komplikasi dini sehingga dapat menurunkan angka kejadian HIV/AIDS di Indonesia.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail