BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Tingginya risiko penularan HIV/AIDS pada kelompok usia remja sering kali dipicu oleh keterbatasan akses informasi serta minimnya tingkat pengetahuan. Pendidikan kesehatan berbasis media video animasi menjadi salah satu satu inovasi sarana pembelajaran interaktif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa secara menyeluruh. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja kelas X tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Cikarang Selatan yang berjumlah 450 orang. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi dengan rumus slovin sehingga diperoleh 232 responden. Pengumpulan data pengetahuan menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data bivariat dilakukan menggunakan uji non parametrik Wilcoxon Signed Rank karena data berdistribusi tidak normal. Sebelum dilakukan intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang sebesar 71,98% (167 orang). Setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan dengan media video animasi, tingkat pengetahuan responden meningkat secara signifikan menjadi kategori baik sebesar 89,66% (208 orang). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000 (α < 0,05) dengan nilai Z = -12,926. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja kelas X tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan tahun 2026. Media audiovisual seperti video animasi terbukti efektif dimanfaatkan sebagai sarana promosi kesehatan reproduksi remaja.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas serta proses belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan remaja putri tentang dismenore di SMP Negeri 4 Cikarang Selatan Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest. Sampel sebanyak 96 remaja putri dipilih dengan stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Guttman sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan sebelum intervensi terdapat 65 responden (67,7%) berpengetahuan kurang, 27 (28,1%) cukup, dan 4 (4,2%) baik. Setelah intervensi, seluruh responden (100%) memiliki pengetahuan baik. Uji Wilcoxon menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Kesimpulannya, terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang dismenore.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Merokok merupakan perilaku berisiko yang sering dimulai pada usia remaja dan berdampak serius pada kesehatan, seperti peningkatan risiko kanker paru-paru hingga kematian dini. Di Pondok Pesantren Roiyatul Mujahidin, ditemukan adanya santri yang merokok karena kurangnya pengetahuan, sehingga diperlukan media edukasi yang inovatif untuk meningkatkan pemahaman mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan melalui media video animasi terhadap tingkat pengetahuan pencegahan merokok pada remaja usia 15-17 tahun di Pondok Pesantren Roiyatul Mujahidin, Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan model One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 90 remaja laki-laki yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar soal pengetahuan pretest dan posttest yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi melalui video animasi terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan merokok pada responden. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai signifikansi p-value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Edukasi kesehatan dengan media video animasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan merokok pada remaja. Media ini dapat menjadi strategi intervensi yang menarik dan edukatif bagi lingkungan pesantren untuk mencegah perilaku merokok di kalangan santri.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Media video animasi merupakan alat yang sangat cocok untuk menyampaikan edukasi gizi karena kemampuannya dalam memudahkan penyampaian informasi terkait gizi secara visual dan menarik tujuan untuk Mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui video animasi terhadap pengetahuan,sikap serta perilaku konsumsi makan anemia pada siswi di SMAN 1 Kedung Waringin. Subyek dan Metode: Preeksperimental dengan rancangan one grup pretest - posttest, SMAN 1 Kedung Waringin, populasi 30, teknik purposive sampling, variabel independent : Media video animasi dan variabel Dependent : Pengetahuan, sikap dan perilaku konsumsi makan, instrumen pengukuran variabel menggunakan uji shapirowilk, serta metode analisis data uji paired t-test dan uji wilcoxon. Hasil: terdapat pengaruh edukasi gizi melalui media video animasi terhadap pengetahuan (0,000),sikap (0,008) dan perilaku konsumsi makan (0,000) sisiwi di SMAN 1 Kedungwaringin Kesimpulan: Adanya pengaruh edukasi gizi pencegahan anemia terhadap pengetahuan siswi di SMAN 1 Kedung Waringin. Dengan nilai P-Value 0,000 maka terdapat pengaruh edukasi gizi pencegahan anemia terhadap pengetahuan pada siswi.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Mendeteksi cacat bawaan melalui skrining bayi baru lahir (SBBL) adalah salah satu langkah untuk menciptakan generasi yang lebih baik. Menurut perkiraan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 1-3% dari total populasi anak mengalami retardasi mental. Cakupan skrinning hipotiroid di Indonesia menurut data pada tahun 2022 sebanyak 31,8% dari tahun sebelumnya. Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor telah ditemukan sebanyak 8 kasus yang terdeteksi di Kabupaten Bogor, tujuan dari penelitian ini sendiri yaitu untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian promosi Kesehatan mengenai pentingnya pemeriksaan skrinning hipotiroid kongenital terhadap tingkat pengetahuan dan minat ibu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra experiment dalam Forum Group Discussion dengan one group pretest postest design dengan media video animasi. Pengumpulan data dengan menggunakan instrument kuesioner. Dengan menggunakan uji statistik yaitu uji Paired Sample T-Test. Pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 43 responden. Teknik pengambilan menggunakan Non-probability Sampling yaitu metode purposive sampling. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah diberikan promosi Kesehatan dimana hasil pengetahuan memiliki nilai p value sebesar 0,014 artinya ada pengaruh Promosi Kesehatan terhadap pengetahuan ibu. Dan pada minat diperoleh nilai p value sebesar 0,003 artinya ada pengaruh Promosi Kesehatan terhadap minat ibu mengenai pemeriksaan Skrinning Hipotiroid Kongenital. Kesimpulan: Dalam penelitian ini didapatkan bahwa promosi Kesehatan menggunakan metode video animasi berpengaruh dalam perubahan dan meningkatkan pengetahuan dan minat ibu Mengenai Pentingnya Tentang Skrinning Hipotiroid Klinik A Cibinong, Kab.Bogor.