Profil penulis
Ananda Patuh Padaallah
24 karya publik ditemukan.
Analisis Berbasis Bukti Penerapan Pijat Common Cold dengan Minyak Telon untuk Meningkatkan Keefektifan Jalan Napas pada Balita Dengan ISPA di Sentra Medika Hospital Cikarang
Analisis Berbasis Bukti Penerapan Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Nifas di Ruang Lavender RS Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bogor Tahun 2026
Penerapan Asuhan Keperawatan dengan Teknik Slow Deep Breathing untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di RW 02 Kelurahan Cilodong Kecamatan Cilodong Kota Depok
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Manajemen Pola Diet pada Penderita Batu Ginjal di RS Siloam Lippo Cikarang
Latar Belakang: Batu ginjal merupakan masalah kesehatan yang dapat mengalami kekambuhan dan berkaitan dengan pola makan serta gaya hidup. Pengetahuan mengenai pola diet pencegahan penting untuk mendukung penerapan manajemen pola diet secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan manajemen pola diet pada penderita batu ginjal di RS Siloam Lippo Cikarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 61 penderita batu ginjal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan manajemen pola diet, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Chi-square test. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik penelitian dari Komite Etik Penelitian Kesehatan dengan nomor No:006834/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2026. Hasil: Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 22 responden (36,1%), diikuti kategori kurang sebanyak 21 responden (34,4%) dan baik sebanyak 18 responden (29,5%). Manajemen pola diet sebagian besar berada pada kategori tidak patuh sebanyak 39 responden (63,9%), sedangkan patuh sebanyak 22 responden (36,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p<0,001. Proporsi kepatuhan pada responden dengan pengetahuan baik sebesar 72,2%, cukup sebesar 38,1%, dan kurang sebesar 4,5%. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan manajemen pola diet pada penderita batu ginjal di RS Siloam Lippo Cikarang. Semakin baik tingkat pengetahuan, semakin tinggi proporsi kepatuhan dalam menerapkan manajemen pola diet. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi dan pendampingan mengenai manajemen pola diet sebagai upaya mendukung pencegahan kekambuhan batu ginjal.
Analisis Evidence Based Practice Intervensi Massage Punggung Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Tambelang
Penerapan Inhalasi Aromaterapi Peppermint Pada Anak Balita yang Mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Waluya
Penerapan Asuhan Keperawatan Dalam Pemberian Air Rebusan Rambut Jagung Terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Lansia di RT 008 Desa Sukaringin Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang Bekasi 2026
Penerapan Asuhan Keperawatan Pemberian Air Rebusan Daun Salam Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Lansia di Desa Sukakerta Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang Tahun 2025
Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMAN 2 Sukatani
Latar Belakang: Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari maupun proses belajar. Faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian dismenore antara lain pola makan dan aktivitas fisik. Pola makan yang tidak seimbang serta aktivitas fisik yang rendah dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan meningkatkan produksi prostaglandin sehingga memicu nyeri menstruasi. Tujuan: Mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri kelas X di SMAN 2 Sukatani Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola makan, aktivitas fisik, dan kejadian dismenore. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian dismenore dengan nilai p-value = 0,032 (p < 0,05), sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Selain itu, hasil uji statistik juga menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore dengan nilai p-value = 0,028 (p < 0,05), sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri kelas X di SMAN 2 Sukatani Tahun 2025.
Pengaruh Simulasi Etika Batuk dan Bersin Terhadap Pencegahan Penularan ISPA Pada Remaja di Desa Sukamakmur Tahun 2025
Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan penyakit menular melalui droplet saat sedang batuk atau bersin. Perilaku batuk dan bersin yang tidak sesuai etika berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit, terutama pada kondisi tubuh yang sedang sakit. Studi pendahuluan terdapat beberapa remaja belum memahami dan menerapkan cara batuk dan bersin yang benar, sehingga diperlukan simulasi kesehatan guna mencegah penularan penyakit infeksi pernapasan. Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh simulasi etika batuk dan bersin terhadap pencegahan penularan ISPA pada remaja di Desa Sukamakmur Tahun 2025. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group pretest-posttest. Populasi sebanyak 204 dengan sampel 68 remaja lakilaki dan perempuan menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian data dianalisis uji statistik non parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Menunjukan hasil yang signifikan setelah dilakukan simulasi etika batuk dan bersin dengan nilai hasil p-value= 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terbukti efektif meningkatkan perilaku terhadap pencegahan penularan ISPA remaja. Hal ini bisa menjadi upaya membentuk perilaku hidup sehat pada remaja.
Hubungan Kepatuhan Penggunaan Kelambu dan Kebiasaan Menggantung Pakaian Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Desa Sukajadi Kabupaten Bekasi Tahun 2025
Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih sering terjadi dan berkaitan erat dengan perilaku pencegahan di lingkungan rumah. Perilaku kepatuhan penggunaan kelambu dan kebiasaan menggantung pakaian diduga berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya DBD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan penggunaan kelambu dan kebiasaan menggantung pakaian dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 98 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh menggunakan kelambu, yaitu 71 responden (72,4%), dan hampir setengah responden memiliki kebiasaan menggantung pakaian, yaitu 48 responden (49,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan penggunaan kelambu dengan kejadian DBD (p = 0,175). Sementara itu, terdapat hubungan yang sangat bermakna antara kebiasaan menggantung pakaian dengan kejadian DBD (p = 0,000). Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan penggunaan kelambu dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebaliknya, terdapat hubungan yang sangat bermakna antara kebiasaan menggantung pakaian dengan kejadian DBD. Dengan demikian, kebiasaan menggantung pakaian merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD dalam penelitian ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui peningkatan edukasi kesehatan, khususnya terkait pengelolaan lingkungan rumah dan kebiasaan yang berpotensi menjadi tempat istirahat nyamuk, guna menurunkan risiko terjadinya DBD.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Melalui Video Animasi Terhadap Pengetahuan Pencegahan Merokok Pada Remaja Usia 15-17 Tahun di Pondok Pesantren Ro'iyatul Mujahidin Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi
Latar Belakang: Merokok merupakan perilaku berisiko yang sering dimulai pada usia remaja dan berdampak serius pada kesehatan, seperti peningkatan risiko kanker paru-paru hingga kematian dini. Di Pondok Pesantren Roiyatul Mujahidin, ditemukan adanya santri yang merokok karena kurangnya pengetahuan, sehingga diperlukan media edukasi yang inovatif untuk meningkatkan pemahaman mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan melalui media video animasi terhadap tingkat pengetahuan pencegahan merokok pada remaja usia 15-17 tahun di Pondok Pesantren Roiyatul Mujahidin, Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan model One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 90 remaja laki-laki yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar soal pengetahuan pretest dan posttest yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi melalui video animasi terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan merokok pada responden. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai signifikansi p-value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Edukasi kesehatan dengan media video animasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan merokok pada remaja. Media ini dapat menjadi strategi intervensi yang menarik dan edukatif bagi lingkungan pesantren untuk mencegah perilaku merokok di kalangan santri.
Pengaruh Edukasi Media Power Point dengan Tingkat Pengetahuan Tindakan Swamedikasi Pada Penyakit Gastritis Pada Remaja Umur 10-19 Tahun di Desa Sukahurip Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi
Latar Belakang : Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja dan umumnya ditangani melalui tindakan swamedikasi. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai penggunaan obat secara rasional dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait tindakan swamedikasi yang tepat. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media PowerPoint terhadap tingkat pengetahuan tindakan swamedikasi penyakit gastritis pada remaja usia 10–19 tahun di Desa Sukahurip, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 95 remaja yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan swamedikasi gastritis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. sedangkan analisis bivariat dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian : adanya peningkatan tingkat pengetahuan dan tindakan swamedikasi setelah diberikan edukasi. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Z sebesar -8,512 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi menggunakan media PowerPoint terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan tindakan swamedikasi gastritis pada remaja. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan menggunakan media PowerPoint efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai tindakan swamedikasi gastritis yang rasional. Media PowerPoint dapat direkomendasikan sebagai sarana edukasi kesehatan bagi remaja dalam upaya pencegahan dan pengelolaan gastritis.
Hubungan Kemandirian Dengan Kualitas Hidup Pada Mahasiswa Perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman
Latar Belakang: Mahasiswa perantau sering menghadapi tantangan adaptasi yang memengaruhi kualitas hidup mereka. Kemandirian menjadi faktor kunci dalam menentukan sejauh mana mahasiswa mampu bertahan dan mengelola kehidupan di perantauan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kemandirian dengan kualitas hidup pada mahasiswa perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 58 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kemandirian dan kuesioner kualitas hidup. Hasil: Mayoritas responden memiliki kemandirian tinggi (79,3%) dan kualitas hidup yang baik (75,9%). Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kualitas hidup dengan nilai pvalue = 0,000 (p < 0,05) dan nilai χ² = 28,954. Nilai Contingency Coefficient sebesar 0,577 menunjukkan kekuatan hubungan dalam kategori kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kualitas hidup pada mahasiswa perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Semakin tinggi tingkat kemandirian mahasiswa, maka semakin baik kualitas hidup mereka di perantauan.
Hubungan Frekuensi Reminiscence Dengan Tingkat Kesejahteraan Emosional Lansia Dengan Demensia di Posyandu Lansia Wilayah RW 01 Ciriung Kecamatan Cibinong
Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan kesejahteraan emosional akibat perubahan psikososial yang terjadi selama proses penuaan. Upaya promotif dan preventif diperlukan untuk menjaga kondisi emosional lansia, salah satunya melalui terapi reminiscence yang berfokus pada pengingatan pengalaman hidup masa lalu yang bermakna. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi terapi reminiscence dengan kesejahteraan emosional pada lansia di Posyandu RW 01.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra- eksperimental. Jumlah responden sebanyak 56 lansia. Pengukuran frekuensi reminiscence dilakukan menggunakan Reminiscence Functions Scale (RFS), sedangkan kesejahteraan emosional diukur menggunakan kuesioner kesejahteraan emosional. Analisis univariat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji SpearmanRank. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki frekuensi terapi reminiscence pada kategori sedang (48,2%), diikuti kategori tinggi (30,4%) dan kategori rendah (21,4%). Pada variabel kesejahteraan emosional, mayoritas responden berada pada kategori sangat sejahtera (78,6%), sedangkan 21,4% berada pada kategori tidak sejahtera. Uji statistik Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara frekuensi terapi reminiscence dengan kesejahteraan emosional lansia dengan nilai p-value = 0,000(p<0,05). Kesimpulan: Frekuensi terapi reminiscence memiliki hubungan yang signifikan dengan kesejahteraan emosional lansia. Lansia yang lebih sering melakukan reminiscence cenderung memiliki kesejahteraan emosional yang lebih baik.
Hubungan Dukungan Keluarga Dalam Kepatuhan Perawatan Pada Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2024
Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik dengan ditandai peningkatan kadar glukosa dalam darah, yang dikenal sebagai hiperglikemia yang dikarenakan gangguan dalam sekresi insulin dan ketidakcukupan fungsi insulin itu sendiri dan dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan, serta berdampak signifikan pada kualitas hidup penderita. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik responden dan memberikan gambaran demografi mengenai hubungan antara dukungan keluarga dalam kepatuhan perawatan pada pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif cross-sectional dan menekankan pada waktu yang dihabiskan untuk mengukur atau mengamati data variabel dependen dan independen satu per satu terhadap 62 sample dari 160 populasi dibulan Oktober sampai November di RS Sentra Medika Cibinong. Berdasarkan Uji Normalitas data Kolmogrov-Smirnov dan penelitian diperoleh asymp.sig (2-tailed) sebesar 0,576 atau > 0,05 artinya data terdistribusi dengan normal dan berdasarkan analisis statistik uji chi-square menunjukkan bahwa P-Value = 0,005 (P<alpa 0,05), maka Ha diterima yang berarti bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga tinggi dengan peningkatan kepatuhan perawatan di RS Sentra Medika Cibinong. Dari hasil penelitian ini, analisis data dan pembahasan maka tujuan penelitian telah terjawab yakni ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan perawatan pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2024. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi RS Sentra Medika Cibinong dalam upaya memberikan promosi kepada pasien diabetes melitus mengenai pentingnya menjaga kepatuhan dalam melaksanakan aktivitas perawatan diri.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pasien Penyakit Ginjal Kronis Dalam Menjalani Hemodialisa di RS Harapan Bunda Jakarta Timur
Latar belakang: Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang menjalani hemodialisa kerap menghadapi tekanan fisik dan psikologis, termasuk kecemasan yang berdampak pada kualitas tidur. Data RS Harapan Bunda menunjukkan bahwa banyak pasien mengalami kecemasan tinggi dan gangguan tidur, yang dapat memengaruhi efektivitas terapi.Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada pasien PGK yang menjalani hemodialisa. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional, yaitu studi potong lintang yang mengamati hubungan antar variabel pada satu waktu. Sampel sebanyak 91 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis dilakukan secara kuantitatif menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden berusia >50 tahun (62,6%), laki-laki (54,9%), dan berpendidikan menengah (48,4%). Tingkat kecemasan terdiri dari berat (38,5%), sedang (34,1%), dan ringan (27,5%). Sebanyak 56,0% responden mengalami kualitas tidur buruk. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur (p=0,000). Kesimpulan: Penelitian kuantitatif ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kecemasan dan kualitas tidur pasien PGK yang menjalani hemodialisa. Diperlukan intervensi edukatif dan psikologis untuk meningkatkan kualitas tidur pasien.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Hemodialisa Terhadap Kemampuan Perawatan Cimino Secara Mandiri di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang
Latar Belakang : Penyakit Ginjal Kronis (PGK) stadium akhir merupakan isu kesehatan global yang signifikan. Komplikasi pada pasien PGK stadium akhir dengan hemodialisis menggunakan cimino dapat dicegah melalui perilaku self-care. Perilaku self-care didefinisikan sebagai segala tindakan yang dilakukan oleh pasien PGK stadium akhir guna memelihara dan meningkatkan kesehatan serta fungsi cimino selama proses hemodialisis. Dan hal ini harus didasari oleh pengetahuan pasien terkait perawatan cimino yang dilakukan secara mandiri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan pasien hemodialisa terhadap kemampuan perawatan cimino secara mandiri di RS. Sentra Medika Cikarang. Metode : penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini dipresisi menggunakan rumus Slovin dengan total sampel yaitu sebanyak 102 orang responden pasien penyakit gagal ginjal yang menjalani hemodialisa. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan chi-suqare test. Hasil : Hasil menunjukan terdapat nilai signifikan p-value = 0,000 (p<α). Kesimpulan : terdapat hubungan tingkat pengetahuan pasien hemodialisa terhadap kemampuan perawatan cimino secara mandiri di RS. Sentra Medika Cikarang. Saran : Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perawatan dan pengetahuan pasien PGK yang menjalani hemodialisa, disarankan kepada pihak managemen rumah sakit untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai perawatan cimino mandiri kepada pasien. Sehingga, dengan pemberian eduaksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku self-care pasien dalam perawatan cimino secara mandiri.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Dengan Perilaku Pencegahan Stunting Pada Anak (0-5 Tahun) di Posyandu Wilayah Puskesmas Cikarang
Stunting adalah kondisi pertumbuhan anak terhambat sehingga menyebabkan tinggi badan lebih rendah disandingkan dengan umurnya. WHO (2022) menyatakan 148,1 juta (22,3%) balita mengalami stunting. Prevalensi stunting tahun 2022 pada balita di Indonesia 21,6%, di Jawa Barat 20,2%, dan tahun 2024 di Posyandu Wilayah Puskemas Cikarang 3,6%. Pengetahuan seorang ibu mengenai stunting memiliki pengaruh dalam membentuk perilaku yang mendukung pencegahan stunting dan memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu mengenai stunting dengan perilaku pencegahannya di anak usia 0-5 tahun di Posyandu wilayah Puskesmas Cikarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 99 ibu dengan anak usia 0-5 tahun, yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner guna mengukur tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan. Analisis data dilaksanakan menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian mengindikasikan adanya hubungan antara pengetahuan ibu mengenai stunting dan upaya pencegahannya, bernilai p = 0,018 (p≤0,05) dan Odds Ratio 2,935. Temuan ini menemukan bahwa tingkat pengetahuan ibu berpengaruh terhadap perilaku pencegahan stunting anak usia 0-5 tahun di Posyandu wilayah Puskesmas Cikarang.