Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

113 hasil
Subjek: Hipertensi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh terapi tuina pada Titik neiguan(PC6) Dan Taichong (LR3) terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan sindrom yang hati naik

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular. Dalam perspektif Traditional Chinese Medicine (TCM), hipertensi sering dikaitkan dengan ketidakseimbangan energi tubuh, salah satunya adalah Sindrom Yang hati naik (Gan Yang Shang Kang). Terapi Tuina sebagai salah satu modalitas TCM diyakini mampu melancarkan aliran Qi dan darah serta menyeimbangkan fungsi organ melalui stimulasi titik-titik akupunktur tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Tuina pada titik Neiguan (PC6) dan Taichong (LR3) terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan Sindrom Yang hati naik. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest dengan 30 responden hipertensi Sindrom Yang Hati Naik yang dipilih secara purposive sampling. Terapi Tuina pada titik Neiguan (PC6) dan Taichong (LR3) diberikan selama 15 menit, 2 kali seminggu. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter, kemudian dianalisis dengan Paired Sample T-Test atau Wilcoxon Signed Rank Test pada α = 0,05. Penelitian menunjukkan bahwa terapi Tuina pada titik Neiguan (PC6) dan Taichong (LR3) berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan Sindrom Yang Hati Naik. Rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 162,47 menjadi 150,53 mmHg, sedangkan diastolik dari 98,23 menjadi 91,13 mmHg. Terapi Tuina dapat menjadi terapi komplementer pendamping dalam penatalaksanaan hipertensi. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel lebih besar, kelompok kontrol, serta waktu intervensi dan pengamatan yang lebih panjang.

66 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN COMORBID DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK GRADE V YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG,2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN ( UMS ) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN SKRIPSI, MEI 2023 NAMA : IRWAN FIRMANSYAH NIM : 221070008 PERBANDINGAN COMORBID DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK GRADE V YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2023 Xii+77 Halaman+6 Tabel+6 Lampiran ABSTRAK Penyakit ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan dunia dengan beban ekonomi yang tinggi. Pada tahun 2018 terdapat 91 % pasien yang dibiayai oleh JKN baik PBI maupun non PBI. Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialysis dengan comorbid diabetes mellitus dan hipertensi akan mengalami penurunan kualitas hidup. Angka kejadian gagal ginjal kronis di Indonesia berdasarkan data dari Riskesdas, (2018) yaitu sebesar 0,38% dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 252.124.458 jiwa maka terdapat 713.783 jiwa yang menderita gagal ginjal kronis di Indonesia (Riskesdas, 2018). Prevalensi gagal ginjal kronik berdasarkan diagnosis dokter Indonesia sebesar 0,2%. Prevalansi di Provinsi Jawa Barat menempati urutan kedelapan sebesar 3,8% (Riskesdas, 2018). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialysis dengan comorbid diabetes mellitus dan hipertensi di RS Sentra Medika Cikarang. Penelitian ini bersifat observasional-analitik dengan design penelitian cross section. Analisa hasil penelitian dilakukan dalam 2 tahap yaitu analisa univariat dan analisa bivariat , lokasi penelitian secara umum dilakukan diruang hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Adapun pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 5 – 25 maret tahun 2023. Jumlah populasi ada 64 pasien hemodialysis. Analisis perbandingan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialysis menggunakan metode uji analisis Independent T-Test. Kesimpulan dari penelitian ini comorbid diabetes mellitus memiliki kualitas hidup yang lebih buruk dibandingkan dengan pasien hemodialisis dengan hipertensi Saran agar responden selalu mendapatkan dukungan dari keluarga untuk selalu menjalani hemodialisis dan terus menjaga kualitas hidupnya. Bahan Bacaan : 2018 – 2023 Kata Kunci : Comorbid Diabetes Melitus, Hipertensi, Kualitas Hidup

45 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Cipayung Kota Depok Periode Juni-November Tahun 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang Secara garis besar hipertensi merupakan masalah kesehatan universal di seluruh dunia dan merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular yang paling sering terjadi, serta belum terkendali secara optimal di seluruh dunia. Hipertensi adalah suatu keadaan tubuh seseorang mengalami tekanan darah (TD) meningkat di atas normal 140/90 mmHg. Tujuan penelitian mengetahui gambaran karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin, usia, penyakit penyerta, kategori tekanan darah dan penggunaan obat antihipertensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan observasional dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang di ambil dari Puskesmas Cipayung Kota Depok Tahun 2022. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu diambil dari rekam medis pasien dalam periode bulan Juni – November tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik berdasarkan jenis kelamin yang tertinggi perempuan sebanyak 79 (79,80%), karakteristik berdasarkan usia yang tertinggi usia 40 – 59 tahun sebanyak 51 (51,51%), penyakit penyerta hipertensi sebanyak 71 (71,72%), tekanan darah pasien meliputi tekanan darah awal dan akhir. Tekanan darah yang tertinggi yaitu hipertensi stage 1 sebanyak 52 (55,91%), penggunaan obat hipertensi yang sering digunakan adalah amolidipin sebanyak 91 obat (91,92%). Kesimpulan berdasarkan hasil gambaran penggunaan obat antihipertensi bahwa obat amlodipin yang paling banyak digunakan sebanyak 89 (91,75%).

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan dukungan keluarga dan pengetahuan pasien dengan kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi di poli penyakit dalam Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyakit utama yang menyebabkan angka morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Dukungan keluarga dan pengetahuan yang baik dapat memberikan dampak positif terhadap perawatan pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dan pengetahuan pasien dengan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di Poli Penyakit Dalam RS Sentra Medika Cisalak Tahun 2023. Jenis penelitian dengan pendekatan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan dengan hipertensi di Poli Penyakit Dalam RS Sentra Medika Cisalak bulan Maret-April 2023. Jumlah sampel dalam penelitian ini 65 orang. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji Chi Square Test. Hasil penelitian diperoleh nilai P = 0,000 (P0,05) ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan, sedangkan nilai P = 0,035 (P0,05) ada hubungan antara pengetahuan pasien dengan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi. Kesimpulan ada hubungan dukungan keluarga dan pengetahuan pasien terhadap kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di Poli Penyakit Dalam RS Sentra Medika Cisalak tahun 2023. Saran diharapkan kepada pihak Rumah Sakit agar selalu memberikan pendidikan kesehatan untuk menambah pengetahuan pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan hipertensi.

27 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS JONGGOL KABUPATEN BOGOR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita sampai kira-kira usia 55 tahun, dengan resiko yang hampir sama antara usia 55 tahun sampai 74 tahun. Kepatuhan minum obat, sebagian besar penderita hipertensi yaitu sebanyak 54,4%. Sementara penduduk yang tidak rutin minum obat dan tidak minum obat sama sekali sebesar 32,27% dan 13,33%. Hal ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi tidak mengetahui bahwa dirinya menderita hipertensi sehingga tidak mendapat pengobatan.Tujuan penelitian ini ntuk mengetahui hubungan pengetahuan penderita hipertensi tentang kepatuhan minum obat di puskesmas jonggol kabupaten bogor .Metode desain penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu 100 responden nonprobbatility yaitu consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan self-admistered questionnaire. Data dianalisa menggunakan Stastictical Program For Social Science (SPSS).Hasil Pengetahuan penderita hipertensi dalam kategori baik (62,0%), cukup (25,0%), kurang (13,0%) dan kepatuhan penderita hipertensi minum obat dalam kategori tinggi (58,0%), sedang (27,0%), dan rendah (15,0%). Hasil analisa hubungan korelasi dengan uji korelasi Spearman Rho didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan penderita hipertensi tentang kepatuhan minum obat dengan nilai p value0,01 dengan kekuatan hubungan r = 0,926 Kesimpulan Terdapat hubungan antara pengetahuan penderita hipertensi tentang kepatuhan minum obat.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN EDUKASI MENGGUNAKAN LEAFLET PADA PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KARANG BAHAGIA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terjadi di negara maju maupun berkembang Menurut World Health Organization (WHO) Indonesia merupakan negara ke tiga penderita hipertensi setelah india. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien hipertensi di puskesmas karang bahagia dan mengetahui ada atau tidaknya perbedaan skor pada pasien hipertensi sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Metode : Penelitian ini bersifat observasional menggunakan metode pretest dan posttest bersifat prospektif kepada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023. Hasil : Hasil uji validitas pretest pengetahuan dinyatakan valid karena rHitung lebih besar dari rTabel (0,463) dengan taraf signifikan <0,05. Hasil uji releabilitas didapatkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,698 maka pretest dinyatakan reliabel. Karakteristik pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia berdasarkan usia yang paling banyak yaitu usia 36-64 tahun sebanyak 52 pasien (71%), berdasarkan jenis kelamin paling banyak yaitu perenpuan berjumlah 57 pasien (79%), dan hasil posttest terdapat peningkatan skor atau nilai dengan frekuensi 64. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian edukasi menggunakan leaflet pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023, dan didapat hasil pretest dan posttest terdapat perubahan skor sebanyak 64 (88%) dan tidak terdapat peningkatan skor 9 (12%) dan tidak ada penurunan skor pada hasil posttest.

51 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN Skripsi, Maret 2023 Nama : Dodi Lestiono NIM : 221070009 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022 X1x +…halaman + …tabel +….Lampiran ABSTRAK PJK adalah penyakit pembuluh darah pada jantung yang di akibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung koroner dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan cross sectional. Penelitian ini di lakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel 24 responden dan pengambilan sampel dengan cara total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat di dapatkan bahwa sebanyak 24 orang (100%) terjadi penyakit jantung koroner. Hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara penyakit jantung koroner dengan variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tidak di temukan di variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas.. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan penyakit jantung koroner.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI DENGAN PENYERTA DISLIPIDEMIA DI PUSKESMAS MEKARMUKTI KABUPATEN BEKASI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi dengan dislipidemia dapat memperburuk kondisi kesehatan tubuh. Selain itu dapat menyebabkan kematian yang dimana kepatuhan akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang dalam menjalani kehidupan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan tingkat kepatuhan konsumsi obat dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi yang disertai dengan adanya dislipidemia. Metode penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 50 responden di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner MMAS-8 dan WHOQOL-BREF diuji menggunakan SPSS analisis univariat dan bivariat dengan jenis uji chi-square kuadrat. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan nilai (p = 0,000 0,05). Dari 50 responden, 10 orang dengan kepatuhan rendah memiliki kualitas hidup yang rendah, 6 orang dengan kepatuhan rendah memiliki kualitas hidup sedang, 10 orang dengan kepatuhan sedang memiliki kualitas hidup sedang, 24 orang dengan kepatuhan tinggi memiliki kualitas hidup yang tinggi. Kesimpulan menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan. Semakin tinggi tingkat kepatuhan konsumsi obat maka semakin baik kualitas hidup yang dimiliki seseorang.

46 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan kesehatan tentang Hipertensi Terhadap Pengetahuan Pencegahan Hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan suatu kondisi penyakit yang telah lama terjadi yang disertai dengan tingginya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri. Menurut Hasil Penelitian Kesehatan Dasar Tahun 2018 yang ada di Indonesia, Pravelensi Hipertensi mencapai angka 34,11 % pada penduduk lebih dari 18 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Hipertensi terhadap Pengetahuan pencegahan Hipertensi pada pasien Hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2021. Metode Penelitian ini menggunakan disain penelitian kuantitatif dengan pre eksperimental dengan disain penelitian one group prepost test, yang bertujuan untuk mendeskripsikan Pengaruh Pendidikan Kesahatan tentang Hipertensi terhadap Pengetahuan pencegahan Hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2021. Sampel yang diambil sebanyak 65 orang responden , dengan metode pengambilan sampel yaitu Total Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner kepada responden. Analisa data yang digunakan adalah Analisa Bivariat berupa uji Wilcaxon dengan nilai α < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Hipertensi terhadap Pengetahuan Pencegahan Hipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2021 hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji Wilcaxon ada pengaruh Pendidikan kesehatan tentang hipertensi dengan pengetahuan pencegahan hipertensi sebesar 0,000 yang artinya Ha gagal ditolak sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan dengan pengetahuan pencegahan hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2021. Selain itu berdasarka nilai mean ranks yang negative sebesar 0 yang bermakna bahwa tidak ada penurunan pengetahuan responden dan nilai mean ranks yang positif sebesar 37 bermakna ada peningkatan pengetahuan pencegahan hipertensi responden. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah Hasil distribusi frekuensi rata-rata pengetahuan pasien hipertensi sebesar pengetahuan baik tentang hipertensi sebanyak 54 orang (83,1%). Sedangkan pasien yang memiliki pengetahuan kurang baik tentang hipertensi sebanyak 11 orang (16,9%). Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang hipertensi terhadap pengetahuan pencegahan hipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2021.dengan saran diharapkan pasien hipertensi memahami tentang hipertensi dan mengetahui pencegahan hipertensi secara dini dan tidak berkomplikasi lebih lanjut.

44 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT TEKANAN DARAH TINGGI DENGAN SELF ACCEPTANCE PADA PASIEN HIPERTENSI IN HOUSE CLINIC PT. KAYABA CIKARANG KABUPATEN BEKASI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan masalah utama yang terjadi di negara maju maupun berkembang dan disebut sebagai "silent killer" karena seringkali tidak memiliki tanda-tanda peringatan atau gejala. Hipertensi lebih banyak terjadi pada kelompok usia-usia 55-64 tahun (55,2%). Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat 2016 yaitu 9,84% dan meningkat pada tahun 2017 menjadi 15,09%. Prevalensi hipertensi di Kota Bekasi pada tahun 2017, sebanyak 19,20% yang menempati urutan ke 19 dari 27 kota dan kabupaten yang berada di Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tekanan darah tinggi dengan self acceptance pada pasien hipertensi in house clinic PT. Kayaba Cikarang Kabupaten Bekasi. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dapat dijadikan sampel dengan jumlah sebanyak 35 orang responden pasien hipertensi yang datang ke in house clinic PT. Kayaba periode Maret 2023. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square . Hasil analisis bivariat ada hubungan tingkat tekanan darah tinggi dengan Self Acceptance pada pasien hipertensi di In House Clinic PT. Kayaba dengan nilai P-Value = 0,001 atau Ho ditolak (p α) atau 0,05. Kesimpulan ada hubungan tingkat tekanan darah tinggi dengan Self Acceptance pada pasien hipertensi di In House Clinic PT. Kayaba Cikarang Kab. Bekasi Tahun 2023. Diharapkan bagi petugas in house clinic PT. Kayaba dan tenaga kesehatan lainnya dapat memberikan informasi kepada pasien tentang pentingnya edukasi, pemahaman dan perawatan pada pasien hipertensi. Dan pentingnya memberikan motivasi pada pasien hipertensi guna mengurangi resiko terjadinya pasien yang tidak dapat menerima dirinya menderita hipertensi.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Terhadap Kejadian Hipertensi Gestasional RS X

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INSTITUT MEDIKA DRG.SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, APRIL 2021 NAMA : DETI SUMARMO NIM : 020319663 HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI GESTASIONAL xii + 63 Halaman + 13 tabel + 2 gambar + 10 lampiran ABSTRAK Hipertensi Gestasional adalah Hipertensi yang terjadi setelah 20 minggu tanpa proteinuria. Kelahiran pada hipertensi gestasional dapat berjalan normal walaupun tekanan darahnya tinggi dan penyebabnya belum jelas. Tetapi hal ini merupakan indikasi terbentuknya Hipertensi kronis dimasa depan, sehingga perlunya diawasi dan dilakukan tindakan pencegahan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan kejadian hipertensi gestasional Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional yang merupakan suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus dalam satu waktu (poin time approach), tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variable subjek pada saat pemeriksaanejadian hipertensi gestasional. Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik yang berhubungan dengan kejadian hipertensi gestasional adalah usia (p value=0,021), paritas (p value=0,003). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah tingkat pendidikan (p value=0,488), status pekerjaan (p value=0,083), kunjungan ANC (p value=0,053), riwayat kesehatan (p value=0,194). Saran bagi penderita hipertensi gestasional yaitu lebih perbanyak lagi sumber informasi bagaimana mencegah hipertensi gestasinal dan komplikasinya. Kata kunci : Karakteristik, Ibu hamil, Hipertensi Gestasional Daftar Pustaka : 11

30 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Profil Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di Uptd Puskesmas Tapos Periode Juni-November Tahun 2022.

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi mencapai 34,1%, meningkat dari hanya 26,5%, pada tahun 2013. Di Jawa Barat, prevalensi hipertensi lebih tinggi dari rerata nasional, yaitu 39,6%, pada tahun 2018. Kota Depok prevalensinya 21,74%. Hipertensi seringkali disebut “silent killer” karena tidak adanya gejala. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Gambaran Peresepan Obat Antihipertensi di UPTD Puskesmas Tapos periode Juni–November Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif yang bersifat Retrospektif, populasi yang digunakan pada penelitian ini semua resep yang masuk di UPTD Puskesmas Tapos periode Juni – November Tahun 2022. Hasil penelitian persentase peresepan penggunaan obat hipertensi yaitu perempuan sebanyak (64,21%) dari 95 pasien dan pada kelompok usia 45-65 tahun sebanyak (69,47%) dari 95 pasien. Zat aktif yang lebih banyak diresepkan adalah amlodipin sebanyak (51,58%) dari 95 resep. Golongan antihipertensi terbanyak yaitu golongan antagonis kalsium sebanyak (71,42%) dari 95 resep dan berdasarkan kombinasi obat yang paling banyak yaitu amlodipin+hidroklortiazid sebanyak (73,33% ) dari 95 resep.

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Mengkonsumsi Jus Melon Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Cibarusah Kabupaten Bekasi Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik berada diatas batas normal yaitu lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Menurut Riskesdas dalam (Kemenkes RI, 2021) prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%, mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas Tahun 2013 sebesar 25,8%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh mengkonsumsi jus melon terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi di Puskesmas Cibarusah tahun 2023 Metode Penelitian: Pemelitian ini menggunakan desain true eksperimen dan menggunakan pendekatan pre and post test nonequivalet control group desain. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 orang lalu dibagi menjadi 2 kelompok, 20 orang responden diberikan perlakuan dan 20 orang tidak diberikan perlakuan dengan menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi (lembar ceklis) kemudian diberikan perlakuan dengan memberikan jus melon selama 7 hari sebanyak 2 kali dalam sehari dan kemudian data dianalisis menggunakan Uji T- Test. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sampel T-Test didapatkan ada pengaruh mengkonsumsi jus melon terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi dengan p-value 0.000. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh mengkonsumsi jus melon terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi di Puskesmas Cibarusah tahun 2023. Saran: Diharapkan Jus melon ini dapat dijadikan obat non farmakologi dengan di konsumsi 1 hari 2x pada siang dan sore hari untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

38 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Wilayah Puskesmas Purwakarta

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI ILMU SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Juli 2021 Nama : MUSLIMIN NIM : 020319724 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI WILAYAH PUSKESMAS PURWAKARTA KABUPATEN PURWAKARTA vii + 74 halaman + 12 tabel + lampiran ABSTRAK Provinsi Jawa Barat menempati urutan tertinggi ke dua di Indonesia dengan angka 39,60 %. Kabupaten Purwakarta menempati urutan tertinggi ke lima di Provinsi Jawa Barat dengan angka 36,79 % (Riskesdas, 2018). Pengendalian hipertensi bertujuan untuk mencegah dan menurunkan probabilitas kesakitan, komplikasi, dan kematian. Kurangnya kepatuhan kepada obat antihippertensi adalah alasan utama untuk kontrol hipertensi yang buruk (Al-ramahi, 2014). Dukungan keluarga berpengaruh positif dalam mengontrol penyakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita hipertensi yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Purwakarta pada bulan Januari 2021 sejumlah 214 responden. Jumlah sampel yang didapatkan dari hasil perhitungan adalah 70 pasien. Mengukur kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi, pada sejumlah penelitian menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Hasil penelitian membuktikan terdapat hubungan antara dukungan emosional, penghargaan dan harga diri (p value = 0,001), dukungan instrumental (p value = 0,004), dukungan informasi (p value = 0,001) dengan kepatuhan minum obat. Dukungan keluarga yang adekuat terbukti berhubungan dengan menurunnya mortalitas terutama dalam perbaikan dalam tekanan darah.

78 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Media Poster Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Hipertensi dalam Kehamilan di Desa Pasir Sari Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Hipertensi yang terjadi selama kehamilan merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ibu dan janin. Pengetahuan serta sikap ibu hamil yang memadai menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pencegahan dan pengenalan tanda hipertensi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media poster terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang hipertensi di Desa Pasir Sari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-experimental dan model one group pretest-posttest. Responden dalam penelitian ini berjumlah 60 ibu hamil. Data pengetahuan dan sikap dikumpulkan melalui pengukuran sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media poster. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden dengan pengetahuan kategori baik meningkat dari 39 orang (65,0%) sebelum diberikan edukasi menjadi 56 orang (93,3%) setelah diberikan edukasi. Pada variabel sikap, hasil pengukuran menunjukkan adanya peningkatan sikap setelah diberikan edukasi menggunakan media poster. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya perubahan pengetahuan yang signifikan dengan nilai Z = -6,032 dan p = 0,000, serta perubahan sikap yang signifikan dengan nilai Z = -6,686 dan p = 0,000. Karena nilai p < 0,05, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media poster terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang hipertensi di Desa Pasir Sari. Media poster dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana edukasi kesehatan yang sederhana, informatif, dan mudah dipahami dalam mendukung peningkatan pengetahuan serta sikap ibu hamil dalam upaya pencegahan hipertensi selama kehamilan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pumpkin Seed Oil (Cucurbita Pepo) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Diastolik Ibu Perimenopause Dengan Hipertensi Derajat 1 di Klinik Salsabila Husada Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Hipertensi pada perempuan perimenopause berkaitan dengan perubahan hormonal dan fungsi vaskular. Pumpkin seed oil (PSO) berpotensi mendukung fungsi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah, tetapi bukti penggunaannya sebagai terapi komplementer pada perempuan perimenopause dengan hipertensi derajat 1 masih terbatas. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian PSO (Cucurbita pepo) terhadap penurunan tekanan darah diastolik pada ibu perimenopause dengan hipertensi derajat 1. Metode: Penelitian quasi-experimental dengan desain two-group pretest-posttest melibatkan 38 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kedua kelompok mendapat amlodipine 5 mg, sedangkan kelompok intervensi mendapat tambahan PSO 1.000 mg/hari selama 14 hari. Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil: Rerata tekanan darah diastolik kelompok intervensi menurun dari 97,00 ± 1,886 menjadi 83.58 ± 2.293 mmHg, sedangkan kelompok kontrol dari 94.58 ± 2.116 menjadi 88.42 ± 1.305 mmHg. Perbedaan selisih penurunan tekanan darah diastolik antarkelompok bermakna (p < 0,001). Selama intervensi tidak ditemukan keluhan atau reaksi yang tidak diharapkan. Kesimpulan: Pemberian PSO 1.000 mg/hari sebagai terapi komplementer bersama amlodipine 5 mg berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah diastolik pada ibu perimenopause dengan hipertensi derajat 1.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Terhadap Pengendalian Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Lanjut Usia di Puskesmas Sukaraya

2026•Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tertinggi kedua sebagai penyebab kematian di Indonesia, dan kepatuhan minum obat menjadi faktor penting dalam pengendalian tekanan darah, terutama pada pasien lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, tekanan darah pasien setelah pengobatan, serta hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sukaraya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sampel penelitian berjumlah 104 pasien lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 140 pasien hipertensi lansia yang berobat di Puskesmas Sukaraya Cikarang. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (60,0%), berusia 60–63 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai wiraswasta, dan telah menderita hipertensi selama 3–5 tahun. Sebagian besar responden memiliki tekanan darah tidak terkontrol (55,0%) dan tingkat kepatuhan minum obat yang rendah (80,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, lama menderita hipertensi, dan status pengendalian tekanan darah tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepatuhan minum obat (p > 0,05). Simpulan penelitian ini adalah tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sukaraya masih tergolong rendah, serta tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara faktor-faktor karakteristik responden dengan tingkat kepatuhan tersebut. Diperlukan upaya edukasi dan konseling berkelanjutan dari fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan hipertensi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Pasien dengan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kedungwaringin

2026•Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Keberhasilan pengobatan hipertensi sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menggunakan obat antihipertensi secara teratur. Namun, tingkat kepatuhan pasien masih menjadi tantangan karena dipengaruhi oleh berbagai karakteristik individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedungwaringin Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 149 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data karakteristik pasien meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan diperoleh melalui kuesioner karakteristik responden, sedangkan tingkat kepatuhan penggunaan obat diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, memiliki rata-rata usia n52,47 tahun, berpendidikan Sekolah Dasar (SD), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p = 0,006) dan tingkat pendidikan (p = 0,000) berhubungan secara signifikan dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, sedangkan jenis kelamin (p = 0,529) dan pekerjaan (p = 0,584) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa usia dan tingkat pendidikan merupakan karakteristik pasien yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, sedangkan jenis kelamin dan pekerjaan tidak berhubungan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi edukasi dan intervensi untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi di pelayanan kesehatan primer.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien di Apotek Kaffah Farma

2026•Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang masih tinggi di dunia dan Indonesia, tingkat pengetahuan diduga berperan dalam meningkatkan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien di Apotek Kaffah Farma. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 55 pasien hipertensi yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner HK-LS dan MMAS-8, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (47,3%), namun kepatuhan penggunaan obat antihipertensi masih rendah (61,8%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan obat antihipertensi (p = 0,551). Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan tidak berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien di Apotek Kaffah Farma. Hasil ini menunjukkan bahwa kepatuhan kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan keluarga, peran petugas kesehatan, akses layanan kesehatan, serta motivasi yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Efek Samping Penggunaan Obat Antihipertensi Golongan Ace-I dan CCB Terhadap Tingkat Kepatuhan Pasien di Apotek Kaffah Farma

2026•Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi. Obat antihipertensi golongan ACE-Inhibitor dan Calcium Channel Blocker banyak digunakan, tetapi dapat menimbulkan efek samping yang berpotensi memengaruhi kepatuhan pasien. Tujuannya untuk mengetahui hubungan efek samping penggunaan obat antihipertensi golongan ACE-Inhibitor dan Calcium Channel Blocker dengan tingkat kepatuhan pasien di Apotek Kaffah Farma. Penelitian ini menggunakan desain correlational study dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 55 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner efek samping obat dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Hasil dari penelitian ini diketahui mayoritas responden menggunakan Calcium Channel Blocker (74,5%), mengalami efek samping kategori sedang (40,0%), dan memiliki kepatuhan kategori sedang (67,3%). Hasil uji Fisher's Exact Test menunjukkan nilai p = 1,00. Kesimpulan dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efek samping penggunaan obat antihipertensi golongan ACE-Inhibitor dan Calcium Channel Blocker dengan tingkat kepatuhan pasien hipertensi di Apotek Kaffah Farma.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail