ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Appendisitis adalah kondisi dimana apendiks mengalami inflamasi yang menyebabkan terjadinya nyeri pada abdomen khususnya kuadran kanan bawah. Appendisitis memerlukan penanganan operatif karena keadaannya gawat darurat. Berdasarkan tahapan prosesnya, appendisitis diklasifikasikan menjadi tiga yaitu appendisitis sederhana, gangrenus dan perforatif. Diagnosis dan intervensi pembedahan yang cepat sangat diperlukan demi mencegah pecahan appendiks yang akan menyebabkan terjadinya peritonitis dan perforasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menggali asuhan keperawatan gangguan nyeri akut pada pasien appendisitis secara komperehensif melalui tahapan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada subjek satu orang pasien atau individu yang mengalami appendisitis akut. Peneliti berhasil mendapatkan diagnosa utama yaitu nyeri akut dengan intervensi teknik relaksasi genggam jari. Hasil didapatkan bahwa gelisah yang dirasakan klien berkurang namun tidak dengan nyerinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nyeri yang dirasakan klien disebabkan oleh infeksi pada appendiks dan harus dilakukan bedah appendiktomi untuk dapat bisa menurunkan atau bahkan menghilangkan intensitas nyeri pada klien.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Lanjut usia dengan hipertensi merupakan penderita dengan sakit kepala bagian belakang, mudah lelah, bingung, masalah penglihatan, kering berlebihan, kulit pucat atau merah, cemas atau gelisah. Tujuan untuk mengidentifikasi skala nyeri dan mengurangi nyeri. Metode yang digunakan pada studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif asuhan keperawatan dilakukan pada tanggal 02 Juni 2022 dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan observasi. Studi kasus dilakukan di Desa Karang asih Cikarang Utara pada Ny. N (67 tahun). Adapun tindakan keperawatan yang diberikan pada sampel Ny. N adalah manajemen nyeri. Setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan kriteria hasil selama 3x60 menit didapatkan, nyeri akut dapat teratasi, yaitu nyeri berkurang dengan skala 1-4(1-10) dengan TTV dalam batas normal (TTV : Tekanan Darah : 160/100 mmHg, Nadi : 79x/menit, RR : 20x/menit, Suhu : 36,4C). Intervensi berikan kompres air hangat, teknik relaksasi dan teknik distraksi dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut dari skala 6 menjadi skala 4. Dapat disimpulkan pada lansia dengan hipertensi sehingga dapat dijadikan acuan pemberian intervensi keperawatan. Masalah ini telah teratasi, dan intervensi dihentikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Angina ialah suata gejala yang berhubungan dengan kelainan morfologi permanen dari miokardium. Gejalanya yang khas yaitu nyeri dada dengan tekanan kuat, panas, dan kompresi. Pada beberapa penderita nyeri dapat menjalar ke lengan kiri, leher, area rahang, hingga lengan kanan. Metode penelitian ini menggunakan metode kasus dengan seorang klien berusia 51 tahun. Hasil pemeriksaan fisik klien nyeri dada sebelah kiri, disertai sesak, nyeri seperti tertimpa benda berat, badan lemas, klien tampak meringis dan gelisah, skala nyeri 6. Diagnosa prioritas yaitu Nyeri Akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis (iskemia). Intervensi identifikasi skala nyeri, ajarkan teknik nafas dalam, serta berikan oksigen dengan inflementasi yang sesuai. Kesimpulan : masalah nyeri akut pada klien teratasi setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari. Saran : diharapkan perawat lebih memperhatikan aspek kenyamanan, sehingga pelaksanana asuhan keperawatan komprehensif.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Seseorang bisa dikatakan menderita hipertensi apabila memiliki tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan darah diastolik kurang dari 90 mmHg, pada setiap pemeriksaan. Lanjut usia dengan hipertensi merupakan penderita dengan sakit kepala bagian belakang, mudah lelah, bingung, masalah penglihatan, kering berlebihan, kulit pucat atau merah, cemas atau gelisah. Tujuan untuk mengidentifikasi skala nyeri dan mengurangi nyeri. Metode yang digunakan pada studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif asuhan keperawatan dilakukan pada tanggal 01 Juni 2022 dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan observasi. Studi kasus dilakukan di Desa Karang asih Cikarang Utara pada Ny. R (63 tahun). Adapun tindakan keperawatan yang diberikan pada sampel Ny. R adalah manajemen nyeri. Setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan kriteria hasil selama 3x24 jam didapatkan, nyeri akut dapat teratasi, yaitu nyeri berkurang dengan skala 1-3(1-10) dengan TTV dalam batas normal (TTV : Tekanan Darah : 130/80 mmHg, Nadi : 80x/menit, RR : 19 x/menit, Suhu : 36,1C). Intervensi berikan kompres air hangat, teknik relaksasi dan teknik distraksi dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut dari skala 7 menjadi skala 3. Dapat disimpulkan pada lansia dengan hipertensi sehingga dapat dijadikan acuan pemberian intervensi keperawatan. Masalah ini telah teratasi, dan intervensi dihentikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Dispepsia menyebabkan timbulnya masalah keperawatan yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis (inflamasi). Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses asuhan keperawatan pada pasien dispepsia. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan seorang pasien berumur 48 tahun yang megalami dispepsia. Hasil studi kasus ini ialah ditemukannya gejala klinis pada pasien dispepsia diantaranya nyeri pada abdomen bagian epigastrium, tidak nafsu makan, mual dan rasa ingin muntah, Tindakan keperawatan yang efektif pada kasus penelitian ini adalah tindakan nonfarmakologis relaksasi nafas dalam. Kesimpulan tindakan yang dilakukan pada pasien dispepsia dengan implementasi relaksasi nafas dalam sangat efektif dalam mengatasi keperawatan utama dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan nyeri akut teratasi ditandai dengan klien mengatakan skala nyeri 0 dan klien tampak rileks. TD: 120/80 mmHg, N: 82x/menit, RR: 20x/menit, S: 36C.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gastritis merupakan penyakit yang berkaitan dengan mukosa lambung yang dapat mengakibatkan pembengkakan pada mukosa lambung sehingga proses ini akan merangsang adanya proses inflamasi dilambung. Gastritis dapat menyebabkan timbulnya masalah keperawatan yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis (penggunaan ibuprofen). Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan seorang pasien berumur 50 tahun yang mengalami gastritis. Hasil studi kasus penelitian ini ditemukannya gejala klinis pada pasien gastritis diantaranya nyeri ulu hati, mual muntah, tidak nafsu makan, perut kembung, dan nyeri epigastrium. Tindakan keperawatan yang efektif pada kasus penelitian ini namun membutuhkan waktu selama 3x24 jam dengan kompres hangat pada area epigastrium. Kesimpulan tindakan yang dilakukan pada pasien gastritis dengan implementasi kompres hangat pada area epigastrium sangat efektif dalam mengatasi keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan nyeri akut teratasi ditandai dengan nyeri berkurang dengan skala nyeri 1, TD : 140 / 90 mmHg, N : 85 x/ menit, RR : 20 x/ menit, S : 36 C.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gout artritis merupakan kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak
tertahankan dan terdapat pembengkakan serta rasa panas pada persendian.
Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana gambaran Asuhan Keperawatan
Gerontik Diagnosa Gout Artritis yang menggunakan sempel Ny.N dengan
masalah keperawatan nyeri akut. Metode dalam penelitian ini menggunakan
metode deskriptif, berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan,
dan observasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Karang Asih pada tanggal 24 mei
2022. Hasil penelitian ini didapatkan setelah dilakukan asuhan keperawatan pada
Ny.N dengan diagnosa Gout Artritis selama 3x24 jam dengan kriteria hasil klien
dapat menjelaskan penyebab nyeri, nyeri dapat berkurang dari skala 8 sampai 1
(1-10), klien dapat mendemontrasikan cara mengurangi nyeri dengan teknik non
farmakologi, ttv dalam batas normal TD:110-120/diastolic, RR:12-20x/menit,
N:70-100x/menit, S: ,37c. . Intervensi dilakukan dengan mengajarkan klien
teknik distraksi dan releksasi, memberikan kompres hangat pada daerah nyeri.
Dapat disimpulkan bahwa intervensi yang dilakukanya itu teknik distraksi dan
relaksasi dan memberikan kompres hangat berpengaruh terhadap nyeri akut pada
lansia sehingga intervensi dapat ini dapat dijadikan salah satu tindakan
keperawatan dengan masalah yang sama.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Appendisitis adalah radang pada usus buntu atau disebut appendiks vermivormis yang terletak pada abdomen kanan bawah. Tanda yang biasanya muncul pada pasien apendisitis adalah nyeri pada area periumbilikus, demam, mual muntah, komplikasi dari appendisitis akut yaitu ditandai dengan nyeri, nyeri yang semakin meningkat dan demam tinggi. Appendisitis perlu adanya tindakan appendiktomi untuk pengangkatan apendiks yang terinfeksi appendiktomi dilakukan untuk menurunkan risiko infeksi. Adapun tujuan dilakukanya penelitian ini adalah untuk menggali asuhan keperawatan gangguan nyeri akut pada pasien appendiktomi secara komprehensif melalui tahapan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang pasien atau individu. Peneliti berhasil mendapatkan diagnosa utama yaitu nyeri akut dengan intervensi teknik relaksasi nafas dalam. Hasil didapatkan bahwa gelisah yang dirasakan klien berkurang dengan nyerinya pada klien.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Lanjut usia dengan hiperkolesterol merupakan penderita dengan sakit pada bagian di belakang leher hingga menjalar pegal pada tangan dan kaki, sendi terasa kaku, kaki terkadang bengkak. Tujuan untuk mengidentifikasi skala nyeri dan mengurangi nyeri. Metode yang digunakan pada studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif asuhan keperawatan dilakukan pada tanggal 24 Mei 2022 dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan observasi. Studi kasus dilakukan di Desa Karang asih Cikarang Utara pada Ny. T (70 tahun). Adapun tindakan keperawatan yang diberikan pada sampel Ny. T adalah manajemen nyeri. Setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan kriteria hasil selama 3x24 jam didapatkan, nyeri akut dapat teratasi, yaitu nyeri berkurang dengan skala 1-3(1-10) dengan TTV dalam batas normal (TTV : Tekanan Darah : 120/80 mmHg, Nadi : 80x/menit, RR : 20 x/menit, Suhu : 36,4C). Intervensi pemberian kompres air hangat, teknik relaksasi dan teknik distraksi dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut dari skala 5 menjadi skala 2. Sehingga dapat disimpulkan nyeri akut dengan hiperkolesterol dijadikan salah satu acuan pemberian intervensi keperawatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Nyeri diabetes mellitus (DM) pada lanjut usia (lansia) menimbulkan berbagai macam gejala, misalnya
kesemutan, kram, pada kaki hingga nyeri. Nyeri akibat kadar gula darah yang tinggi dapat
menyebabkan melemahnya dinding pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi ke sel-sel
saraf. Tujuan untuk mengidentifikasi skala nyeri dan mengurangi nyeri. Metode yang digunakan pada
studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif asuhan keperawatan ini berupa wawancara, data
fokus terkait masalah keperawatan, dan observasi. Studi kasus dilakukan pada tanggal 24 Mei 2022 di
Desa Karang Asih Cikarang Utara pada Ny. S (60 tahun). Tindakan keperawatan yang diberikan
adalah manajemen nyeri. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan, nyeri
akut dapat teratasi dari skala 4 menjadi skala 2 dengan kompres hangat, TTV dalam batas normal
(Tekanan Darah : 140/90MmHg, RR : 20x/menit, N : 80x/menit, S : 36,8
C). Intervensi pemberian
kompres air hangat dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut. Sehingga dapat dijadikan salah
satu acuan pemberian intervensi keperawatan pada lansia.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Appendisitis adalah kondisi dimana apendiks mengalami inflamasi yang menyebabkan terjadinya nyeri pada abdomen khususnya
kuadran kanan bawah. Appendisitis memerlukan penanganan operatif karena keadaannya gawat darurat. Berdasarkan tahapan
prosesnya, appendisitis diklasifikasikan menjadi tiga yaitu appendisitis sederhana, gangrenus dan perforatif. Diagnosis dan
intervensi pembedahan yang cepat sangat diperlukan demi mencegah pecahan appendiks yang akan menyebabkan terjadinya
peritonitis dan perforasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menggali asuhan keperawatan gangguan nyeri akut pada
pasien appendisitis secara komperehensif melalui tahapan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Metode
penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada subjek satu orang pasien atau individu yang mengalami
appendisitis akut. Peneliti berhasil mendapatkan diagnosa utama yaitu nyeri akut dengan intervensi teknik relaksasi genggam jari.
Hasil didapatkan bahwa gelisah yang dirasakan klien berkurang namun tidak dengan nyerinya. Kesimpulan dari penelitian ini
adalah nyeri yang dirasakan klien disebabkan oleh infeksi pada appendiks dan harus dilakukan bedah appendiktomi untuk dapat
bisa menurunkan atau bahkan menghilangkan intensitas nyeri pada klien.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gastritis dapat didefinisikan berdasarkan fitur histologis mukosa lambung. Gastritis merupakan Inflamasi pada dinding
lambung berdasarkan tanda dan gejalanya tidak ada presentasi klinik yang spesifik. Klasifikasi klinis gastritis yaitu
gastritis akut dan gastritis kronik. Gastritis dapat menjadi penyakit seumur hidup, serius dan berbahaya yang paling umum
pada manusia. Adapun tujuan dilakukannya penelitian untuk menggali proses asuhan keperawatan secara komperehensif,
yaitu pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitan ini pengaplikasiannya memilih desain studi
kasus deksriptif. subyek dalam studi kasus ini adalah satu orang klien atau individu. Pada kasus ini didapatkan diagnosa
utama yaitu nyeri akut, dengan dilakukannya relaksasi nafas dalam yang diberikan pada penderita gastritis memperoleh
hasil terdapat penurunan intensitas nyeri. Dapat disimpulkan terdapat penurunan skala nyeri dari skala nyeri 6 menjadi 3,
namun masalah keperawatan sudah teratasi sebagian dan akan direncanakan dengan tindakan lanjutan yaitu relaksasi
nafas dalam.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Lanjut usia dengan hipertensi merupakan penderita dengan sakit kepala bagian belakang, mudah lelah, bingung, masalah penglihatan, kering berlebihan, kulit pucat atau merah, cemas atau gelisah. Tujuan untuk mengidentifikasi skala nyeri dan mengurangi nyeri. Metode yang digunakan pada studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif asuhan keperawatan dilakukan pada tanggal 24 Mei 2022 dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan observasi. Studi kasus dilakukan di Desa Karang asih Cikarang Utara pada Ny. E (65 tahun). Adapun tindakan keperawatan yang diberikan pada sampel Ny. E adalah manajemen nyeri. Setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan kriteria hasil selama 3x24 jam didapatkan, nyeri akut dapat teratasi, yaitu nyeri berkurang dengan skala 1-3(1-10) dengan TTV dalam batas normal (TTV : Tekanan Darah : 135/95 mmHg, Nadi : 68x/menit, RR : 17 x/menit, Suhu : 36,5C). Intervensi berikan kompres air hangat, teknik relaksasi dan teknik distraksi dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut dari skala 6 menjadi skala 2. Dapat disimpulkan pada lansia dengan hipertensi sehingga dapat dijadikan acuan pemberian intervensi keperawatan. Masalah ini telah teratasi, dan intervensi dihentikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Osteoarthritis merupakan penyakit dengan gejala utama nyeri dan kaku pada persendian Osteoarthritis pada beberapa kejadian akan menimbulkan rasa nyeri saat bergerak, semakin bertambahnya usia pada seseorang maka akan kehilangan massa tulang. Osteoarthritis ditandai dengan kehilangan progresif kartilago sendi, sinovitis (inflamasi sinovium yang melapisi sendi), nyeri sendi, kekakuan, dan kehilangan gerakan sendi. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan osteoarthritis. Hasil studi kasus penelitian ditemukannya gejala klinis pada pasien osteoarthritis diantarannya nyeri pada kedua lutut, persendian kaku, jari-jari tangan kesemutan tidak bisa mengepal, sehingga timbul diagnose keperawatan utama: nyeri akut akibat penyakit osteoarthritis. Tindakan keperawatan yang efektif kasus ini yaitu kompres hangat, mobilisasi sederhana bangun dari jongkok dan berpindah tempat duduk. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi sangat efektif untuk mengatasi masalah keperawatan utama, pada penelitian ini dengan evaluasi akhir masalah keperawatan nyeri akut teratasi dengan kriteria hasil nyeri yang dialami klien berkurang, sendi kakunya sudah berkurang dan meningkatnya kekuatan otot setelah melakukan terapi kompres hangat.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Masalah keperawatan yang sering muncul pada individu lanjut usia (lansia) dengan hipertensi salah satunya adalah nyeri
akut. Nyeri akibat hipertensi memicu ketidaknyamanan dan perasaan tidak menyenangkan pada lansia akibat terjadinya
vasokonstriksi dan gangguan sirkulasi serta resistensi pada pembuluh darah otak yang meningkat. Studi kasus terkait
intervensi yang tepat terhadap lansia dengan gangguan nyeri akut belum banyak tersedia, sehingga penting untuk
dilakukan. Metode yang digunakan adalah studi kasus memalui wawancara dan observasi yang dianalisa secara deskriptif
yang dilakukan pada tanggal 22 Agustus 2022. Subyek studi ini yakni satu orang klien (Ny. E) yang mengalami hipertensi
dengan gangguan nyeri akut. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa manajemen nyeri menggunakan teknik
nonfarmakologis dengan pemberian terapi relaksasi nafas dalam untuk mengurangi ketegangan otot, rasa jenuh,
kecemasan, sehingga dapat mencegah menghebatnya stimulasi nyeri. Hasil menunjukkan skala nyeri pada klien
mengalami penurunan dari skala 6 menjadi skala 2, tanda vital kembali normal dan subjek tampak rileks. Dapat
disimpulkan bahwa pemberian terapi relaksasi tarik napas dalam dapat berpengaruh terhadap skala nyeri lansia dengan
hipertensi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gastritis biasa kita kenal sebagai penyakit maag, merupakan penyakit yang sangat menggangu aktivitas dan bila
tidak ditangani dengan baik akan berakibat fatal. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bekasi
2021, golongan umur 5-44 tahun yang terkena penyakit gastritis sebanyak 2.94% dari jumlah 13.835 orang. Nyeri
merupakan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan secara mendadak. Namun, studi kasus yang
membahas mengenai intervensi yang tepat pada dewasa awal dengan nyeri akut belum tersedia, sehingga studi kasus
ini penting dilakukan. Metode yang digunakan pada studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif asuhan
keperawatan ini degan teknik pengumpulan data berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan
observasi. Studi kasus dilakukan di Rumah Sakit Sentra Medika drengan sampel pada Nn. C (22 tahun). Adapun
tindakan keperawatan yang diberikan pada sampel Nn. C adalah manajemen nyeri. Setelah dilakukan asuhan
keperawatan dengan kriteria hasil selama 2x24 jam didapatkan, nyeri akut dapat teratasi, yaitu nyeri berkurang
dengan skala 1-3 (1-10) dengan teknik nonfarmakologi dan teknik farmakologis, TTV dalam batas normal.
Intervensi teknik relaksasi dan dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut dan memberikan obat analgesik.
Kesimpulan Hasil ini menunjukan bahwa dewasa awal dengan gastritis adalah nyeri pada perut, dan nyeri ulu hati
yang disebabkan oleh faktor-faktor iritasi dan infeksi sehingga masalah ini teratasi sebagian dan intervensi di
lanjutkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki metode asuhan keperawatan gerontik pada klien dengan gangguan rasa nyaman (nyeri akut) akibat hipertensi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karang Asih RT 003 / RW 005, Cikarang Utara. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif. Subyek studi kasus yakni satu orang klien (Ny. S) yang mengalami hipertensi dengan masalah nyeri akut. Sumber data didapatkan melalui wawancara dan observasi. Hasil Pengkajian menunjukkan data-data yang menunjang untuk diangkatnya masalah keperawatan utama, diantaranya klien mengalami pusing dan nyeri bagian belakang kepala sampai menjalar ke pundak, nyeri seperti ditusuk-tusuk, sering merasa pusing, tampak meringis kesakitan menahan nyeri, TD: 153/97 mmHg, Nadi 76x/menit, RR: 20x/menit, S: 36,5C, . Masalah keperawatan utama yang ditemukan adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis. Selanjutnya Intervensi dilakukan berdasarkan teori manajemen nyeri menurut Tim Pokja SIKI PPNI DPP, 2018. Implementasi disesuaikan berdasarkan teori dari Buku Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Klien bersikap kooperatif sehingga implementasi yang dilakukan dapat mengatasi masalah yang dirasakan. Evaluasi terhadap tindakan yang dilakukan hasilnya dapat teratasi dengan kriteria hasil nyeri dan pusing berkurang/ mulai menghilang, TTV Kembali normal dan tapak rileks.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Benigna Prostat Hyperplasia (BPH) yaitu suatu prostat yang membesar mengenai uretra dan menyebabkan urinaria. Tujuan penelitian ini untuk menggali dan mempelajari Asuhan Keperawatan yang telah dilaksanakan. Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode studi kasus, partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami Benigna Prostat Hyperplasia dengan nyeri akut. Hasil studi kasus menurut pengkajian ditemukan keluhan klien yaitu nyeri di bagian abdomen kuadran 4 sebelah kiri diatas simpisis supra pubis dengan skala nyeri 5, dengan diagnosa prioritas Nyeri Akut. Implementasi yang dilakukan yaitu pemberian posisi powler dan melakukan Teknik relaksasi nafas dalam, dengan Evaluasi keperawatan klien mengatakan sudah tidak nyeri lagi pada bagian abdomen kuadran 4 diatas simpisis supra pubis dan skala nyeri 3. Kesimpulan: Asuhan keperawatan yang dilakukan kepada pasien dapat teratasi Sebagian dengan implementasi yang telah diberikan sesuai dengan intervensi. Saran: diharapkan perawat lebih memperhatikan aspek nyeri dalam menangani pasien dengan nyeri akut terhadap pasien benigna prostat hyperplasia.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Mastoiditis Kronik adalah inflamasi mastoid yang diakibatkan oleh suatu infeksi pada telinga tengah, jika tidak diobati dapat terjadi osteomielitis. (Brunner & Suddarth, 2015). Dalam skala internasional bahwa pada tahun 2011 terdapat 250 juta (4.3%) penduduk dunia menderita Mastoiditis, 75 sampai 140 juta diantaranya terdapat di Asia Tenggara. Tujuan penelitian ini untuk menggali dan mempelajari asuhan keperawatan yang telah dilakukan secara komperhensif pada klien yang mengalami Gangguan Rasa Nyaman dan Keamanan : Nyeri Akut Dengan Mastoiditis Kronik. Penelitian dengan metode kasus, partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami mastoiditis. Hasil studi kasus yang ditemukan klien mengeluh nyeri dibagian belakang telinganya, nyeri saat dikaji skala nyeri 6. Diagnosa prioritas yaitu nyeri akut berhubungan dengan infeksi. Intervensi identifikasi skala nyeri, ajarkan teknik nafas dalam. Evalusi masalah nyeri akut pada klien dapat teratasi dengan kriteria hasil klien mengatakan sudah tidak nyeri lagi, skala nyeri klien 1. Kesimpulan : masalah nyeri akut pada klien teratasi setelah dilakukan tindakan selama 3 hari. Saran : diharapkan perawat lebih memperhatikan aspek nyeri dan kenyamanan dalam menangai pasien dengan nyeri akut terhadap mastoitids kroink
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Batu saluran kemih merupakan suatu kondisi dimana dalam saluran kemih individu terbentuk batu berupa kristal yang mengendap dari urin (Brunner & Suddarth, 2016 dalam Budiarti et al., 2020). Kejadian batu saluran kemih di Amerika serikat di laporkan 0,1-0,3 pertahun dan sekitar 5-10%, sedangkan di indonesia menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) memperlihatkan peningkatan yaitu dari 6,9% tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018 (Silla, 2019 dalam Budiarti et al., 2020). Tujuan penelitian ini untuk menggali dan mempelajari Asuhan Keperawatan yang telah dilaksanakan secara komprehensif pada klien yang mengalami Batu Saluran Kemih dengan nyeri dan kenyamanan : nyeri akut. Hasil studi kasus menurut pengkajian ditemukan keluhan klien yaitu nyeri abdomen bagian bawah,, nyeri saat BAK, nyeri saat beraktivitas,skla nyeri 7. Komplikasi pada batu saluran kemih yaitu obtruksi, hidronefrosis,dan infeksi. Cara penanganan batu saluran kemih diantara lain menghindari dehidrasi dengan minum air 2.5-3.0 L/hari dan usahakan produksi urin 2.0-2.5 L/hari, batasi garam (Nacl) 4-5 g/hari. Implementasi yang dilakukan memberikan kompres dingin dan memberikan fasilitas istirahat tidur. Evaluasinya yaitu nyeri teratasi, klien tampak rileks, skala nyeri 3 . Kesimpulan studi kasus ini masalah nyeri akut dengan kriteria hasil klien mengatakan tampak rileks, skala nyeri 3 setelah dilakukan implementasi, saran : diharapkan perawat lebih memperhatikan aspek nyeri dan kenyamanan dalam menangani pasien dengan nyeri akut terhadap pasien batu saluran kemih.