ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Swamedikasi merupakan upaya seseorang untuk mengobati diri sendiri atau untuk mengatasi gejala penyakit yang ringan sebelum memutuskan mencari pertolongan ke dokter atau petugas kesehatan Gastritis salah satu penyakit ringan yang dapat di atasi dengan swamedikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi gastritis pada mahasiswa sarjana farmasi universitas medika suherman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu penelitian langsung kepada responden mahasiswa yang diambil sebagai subjek penelitian. Dimana dalam penelitian ini hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi gastritis tersebut di dapat dengan menggunakan metode survey dan menggunakan kuisioner. Populasi ini berjumlah 151 orang serta jumlah sampel sebanyak 110 responden. Nilai signifikasi perilaku 7 adalah sebesar 0,019 0,05 bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku ( Perilaku meminum obat magh sebelum makan ) . Nilai signifikasi perilaku 10 adalah 0,005 0,05 bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan perilaku ( penyimpanan obat magh ) .
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu faktor medication error pada penderita maag atau gastritis yaitu kurangnya pengetahuan mengenai swamedikasi. Desa Kalijaya Cikarang Barat masih ditemukan beberapa kasus dengan riwayat maag atau gastritis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan, perilaku swamedikasi serta hubungannya pada masyarakat yang memiliki riwayat maag atau gastritis. Penelitian ini dilakukan observasi menggunakan kuesioner yang diteliti pada 96 responden yang memiliki riwayat penyakit gastritis 3 sampai 6 bulan terakhir. Hasil uji validitas kuesioner didapatkan r hitung > 0,3061 (r table), karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, pada kelompok usia 17-35 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan tidak memiliki pendapatan. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 82 responden (85,4%) memiliki pengetahuan baik, 14 responden (14,6%) pengetahuan cukup baik. Hasil dari perilaku sebanyak 84,4% memiliki perilaku baik, 15,6% perilaku cukup baik. Nilai signifikansi korelasi antara pengetahuan terhadap perilaku sebesar 0,000 < 0,01 (terdapat hubungan) dengan nilai koefisien korelasi 0,726 (hubungan kuat). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat di Desa Kalijaya Cikarang Barat mengenai swamedikasi gastritis yaitu baik dan terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit gastritis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, 11 September 2023 Nama : Yuyun Setiawati Nim : 020319647 FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HYPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Xiii+ 48 Halaman+ 10 Tabel + 7 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang : Prevalensi kejadian Hyperemesis Gravidarum sekitar (21,5%) ibu hamil pada umumnya. Data Survey Demogradi Kesehatan Indonesia (SDKI) Angka kejadian Hyperemesis Gravidarum di Indonesia ibu hamil dan tahun 2021 mengalami peningkatan yaitu (5,42%). Beberapa faktor penyebab kejadian Hyperemesis gravidarum meliputi faktor predisposisi terdiri dari usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, molahidatidosa dan kehamilan ganda, faktor organic, faktor psikologis. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023. Metode : Jenis penelitian ini deskriptif observasional, menggunakan desain cross sectional, dengan populasi 74 responden pada ibu hamil trimester I. Jumlah sampel 74 responden pada ibu hamil trimester I. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi lembar ceklis. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value= 0,013 0,05 berarti terdapat hubungan antara Usia dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,022 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Paritas dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,008 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Pekerjaan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,012 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Gastritis dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023. Kesimpulan : Sebagian besar 58,1% yang usia 20-35th, Sebagian besar 51,4% yang primigravida, Sebagian besar 56,8% yang tidak bekerja, Sebagian besar 62,2% yang Gastritis dan Sebagian besar 66,2% yang Hyperemesis Gravidarum, diharapkan kepada ibu hamil trimester I agar terus menjalani gaya hidup yang sehat agar tidak terjadi kembali Hyperemesis Gravidarum. Saran : Diharapkan pada penelitian ini digunakan sebagai referensi Pustaka pembelajaran khususnya pada keperawatan maternitas, sebagai literature. Kata kunci : Gastritis, Hyperemesis Gravidarum,Usia, Paritas, Pekerjaan. Bahan baca : 4 buku (2021-2022) dan 15 jurnal kesehatan (2019-2023)
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Remaja memiliki kebiasaan jajan yang tinggi, terutama konsumsi
makanan pedas, berminyak, instan, serta minuman berkafein tanpa memperhatikan
waktu makan utama. Hasil observasi di SMK Karya Bangsa Tambun Selatan
menunjukkan cukup tingginya keluhan gastritis pada siswa. Pola jajan yang tidak
sehat diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gastritis pada remaja.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola
jajan dengan risiko gastritis pada remaja kelas X di SMK Karya Bangsa Tambun
Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan
cross sectional. Sampel berjumlah 71 responden yang diambil menggunakan teknik
sampling yang telah ditentukan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan
dianalisis dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara pola jajan dan
risiko gastritis. Hasil Penelitian: Sebanyak 38 responden (53,5%) memiliki pola
jajan tidak baik dan 36 responden (50,7%) berisiko gastritis. Hasil uji chi-square
menunjukkan nilai p-value sebesar 0,044 (<0,05) dengan Odds Ratio (OR) sebesar
3,000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pola jajan dengan risiko
gastritis. Responden dengan pola jajan tidak baik memiliki peluang 3 kali lebih
besar mengalami risiko gastritis dibandingkan dengan responden yang memiliki
pola jajan baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola jajan
dengan risiko gastritis pada remaja di SMK Karya Bangsa Tambun Selatan. Pola
jajan yang tidak baik berhubungan dengan peningkatan risiko gastritis.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Gastritis merupakan masalah kesehatan yang masih tinggi
prevalensinya secara global dan nasional, dengan angka mencapai 25% di dunia
dan sekitar 40,8% di Indonesia. Di Jawa Barat, kejadian gastritis mencapai 31,2%
dan di Kota Bekasi tercatat 8.620 kasus pada tahun 2019. Mahasiswa keperawatan
termasuk kelompok berisiko akibat pola makan tidak teratur dan stres akademik.
Studi pendahuluan menunjukkan bahwa 70% mahasiswa mengalami mual sebagai
gejala utama gastritis, namun sebagian besar belum memanfaatkan intervensi
nonfarmakologis. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas minum air hangat dan
kompres air hangat terhadap penurunan rasa mual pada mahasiswa keperawatan
semester akhir penderita gastritis di Universitas Medika Suherman. Metode:
Menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan two group pretest–
posttest design. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi dua
kelompok. Pengukuran rasa mual menggunakan Rhodes Index of Nausea, Vomiting,
and Retching (RINVR). Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank
Test dan Mann–Whitney pada α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa
minum air hangat berpengaruh signifikan terhadap penurunan rasa mual (p =
0,038), dan kompres air hangat juga berpengaruh signifikan (p = 0,002). Uji
perbandingan menunjukkan terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara
kedua intervensi (Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000), di mana minum air hangat lebih
efektif dibandingkan kompres air hangat. Kesimpulan: Disarankan penggunaan
minum air hangat dan kompres air hangat sebagai intervensi nonfarmakologis untuk
membantu menurunkan rasa mual pada penderita gastritis, dengan minum air
hangat sebagai pilihan utama karena terbukti lebih efektif. Mahasiswa diharapkan
dapat menerapkan intervensi ini secara mandiri sebagai upaya awal penanganan
mual. Tenaga kesehatan dapat menjadikannya sebagai alternatif dalam asuhan
keperawatan. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian
dengan desain yang lebih kuat dan jumlah sampel yang lebih besar.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja dan umumnya ditangani melalui tindakan swamedikasi. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai penggunaan obat secara rasional dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait tindakan swamedikasi yang tepat. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media PowerPoint terhadap tingkat pengetahuan tindakan swamedikasi penyakit gastritis pada remaja usia 10–19 tahun di Desa Sukahurip, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 95 remaja yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan swamedikasi gastritis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. sedangkan analisis bivariat dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian : adanya peningkatan tingkat pengetahuan dan tindakan swamedikasi setelah diberikan edukasi. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Z sebesar -8,512 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi menggunakan media PowerPoint terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan tindakan swamedikasi gastritis pada remaja. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan menggunakan media PowerPoint efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai tindakan swamedikasi gastritis yang rasional. Media PowerPoint dapat direkomendasikan sebagai sarana edukasi kesehatan bagi remaja dalam upaya pencegahan dan pengelolaan gastritis.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Gastritis dapat menimbulkan rasa sakit atau nyeri, karena terjadinya radang pada dinding lambung yang menimbulkan kerusakan mukosa. Penelitian ini bertujuan menerapkan terapi herbal berupa perasan kunyit dan madu untuk menurunkan tingkat nyeri gastritis akut pada remaja. Metode yang digunakan quasy ekperiment, dengan desain penelitian one grup pre test-post test desain. Jumlah sampel sebanyak 35 orang dengan tehnik total sampel, uji statistik yang digunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value sebesar 0,000. Disimpulkan terdapat pengaruh perasan kunyit dan madu terhadap nyeri pada remaja dengan gastritis akut di kota Pontianak Kalimantan Barat.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Gastritis adalah kondisi inflamasi yang mempengaruhi lapisan dinding lambung dan
menyebabkan pembengkakan pada dinding lambung di saluran pencernaan yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti infeksi dan iritasi. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode deskriptif melalui pendekatan cross sectional, di STIE Ekadharma Indonesia. Populasi pada penelitian ini adalah semua mahasiswa/I semester 2, 4, 6, dan 8 pada program studi Sarjana Menejemen di STIE Ekadharma Indonesia tahun 2024. jumlah sampel sebanyak 81 responden dengan teknik sampling purposive sampling. variabel dependen adalah kejadian gastritis dan variabel independen adalah tingkat stress dan pola makan. Instrumen yang digunakan pada penelitian menggunakan kuisioner FFQ dan PSS-10. Uji analisis statistik yaitu univariat dan bivariat dengan chi-square. Hasil: uji statistik menunjukan adanya hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis dengan nilai P = 0,063 (P < 0,1). adanya hubungan antara pola makan dengan kejadian
gastritis dengan nilai P = 0,017 (P < 0,1). Kesimpulan: terdapat hubungan antara tingkat stress dan pola makan dengan kejadian gastritis, diharapkan responden menerapkan pola makan yang baik seperti menghindari minuman yang memicu terjadinya gastritis serta menghindari makanan yang memicu terjadinya gastritis seperti makanan yang tinggi asam, makanan tinggi gas, makanan yang pedas, dan makanan makanan instan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Salah satu faktor medication error pada penderita maag atau gastritis yaitu kurangnya pengetahuan mengenai swamedikasi. Desa Kalijaya Cikarang Barat masih ditemukan beberapa kasus dengan riwayat maag atau gastritis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan, perilaku swamedikasi serta hubungannya pada masyarakat yang memiliki riwayat maag atau gastritis. Penelitian ini dilakukan observasi menggunakan kuesioner yang diteliti pada 96 responden yang memiliki riwayat penyakit gastritis 3 sampai 6 bulan terakhir. Hasil uji validitas kuesioner didapatkan r hitung > 0,3061 (r table), karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, pada kelompok usia 17-35 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan tidak memiliki pendapatan. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 82 responden (85,4%) memiliki pengetahuan baik, 14 responden (14,6%) pengetahuan cukup baik. Hasil dari perilaku sebanyak 84,4% memiliki perilaku baik, 15,6% perilaku cukup baik. Nilai signifikansi korelasi antara pengetahuan terhadap perilaku sebesar 0,000 < 0,01 (terdapat hubungan) dengan nilai koefisien korelasi 0,726 (hubungan kuat). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat di Desa Kalijaya Cikarang Barat mengenai swamedikasi gastritis yaitu baik dan terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit gastritis.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: "Pi man 痞满" adalah salah satu penyakit yang umum ditemui
dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), khususnya terkait dengan
gangguan pada sistem pencernaan seperti lambung dan limpa. Ciri khas dari
penyakit ini adalah rasa penuh dan tidak nyaman di daerah perut bagian atas,
perasaan kembung pada diagfragma, namun saat disentuh terasa lembut dan tidak
ada materi yang dapat dirasakan secara fisik. Penyakit Pi man ini secara medis
juga mencakup beberapa jenis penyakit antara lain gastritis kronis, gangguan
pencernaan fungsional, neurosis lambung, refluks esophagitis, kolesistitis kronis,
dan berbagai penyakit lambung lainnya. Di antara semua ini, gastritis kronis
adalah yang paling umum terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, angka kejadian
penyakit saluran pencernaan terus meningkat, semakin banyak penderita gastritis
kronis yang mencari pengobatan. Gejala utama mereka adalah perut terasa
kembung dan penuh. Jenis penyakit ini dalam PTT disebut sebagai "Pi man 痞满",
pasien dengan jenis penyakit ini sering mengalami perubahan dari kondisi
sederhana menjadi kondisi yang lebih kompleks, seperti perubahan dari penyakit
dengan ciri-ciri awal defisiensi, ekses, panas, atau dingin tunggal menjadi
penyakit dengan ciri-ciri gabungan defisiensi dan ekses, atau menjadi penyakit
dengan kombinasi gejala panas dan dingin yang melibatkan kerusakan pada limpa
dan lambung secara bersamaan. Pengobatan medis Barat biasanya terfokus pada
mengobati gejala dan belum memberikan perbaikan yang signifikan dan seringkali menyebabkan gejala berulang kali kambuh. Pengobatan Tradisional
Tiongkok dengan pendekatan yang lebih holistik dan teori Bianzheng Lunzhi
(diagnosis berdasarkan sindrom) memiliki keunggulan dalam mengatasi jenis
penyakit ini, terutama dalam mengurangi gejala klinis yang mengganggu dan
meresahkan penderita. Ramuan "Banxia Xiexin Tang 半夏泻心汤" adalah salah
satu formula klasik yang diciptakan oleh Zhang Zhongjing dalam kitab "Shang
Han Lun" untuk mengatasi gejala Pi man, dan telah diterapkan secara luas dalam
praktek klinis. Meneliti efektifitas ramuan ini terhadap penderita Pi man dengan
sindrom kombinasi panas dan dingin akan memberikan pengetahuan dan wawasan
yang berharga tentang perbaikan gejala klinis penderita dan akan membantu
memandu praktik klinis.
Tujuan: Mengamati efektifitas klinis dari penggunaan ramuan "Banxia Xiexin
Tang" dalam mengobati jenis penyakit Pi man sindrom panas dan dingin.
Objek Penelitian: Sebanyak 35 responden menurut catatan medis yang
memenuhi diagnosis Pi man dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan
menderita gastritis kronis dalam pengobatan medis Barat, serta memenuhi kriteria
inklusi, yang menjalani pengobatan di Klinik Alami Agung.
Metode Penelitian: Design penelitian ini menggunakan Pre Eksperimental
“Pretest- Posttest” skala gejala Pi man sindrom panas dan dingin berdasarkan
formulir modified Gastrointestinal Symptom Rating Scale (GSRS). Pengukuran
skala gejala Pi man dilakukan sebelum dan sesudah terapi. dan analisis data yang
digunakan adalah Uji Wilcoxon signed rank test.
Hasil Penelitian: Hasil dari uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai
signifikan p = 0,000. Hasil menunjukkan bahwa pemberian modifikasi formula
Banxia Xiexin Tang memberikan efektifitas klinis terhadap pasien Pi man
sindrom panas dan dingin.
Kesimpulan: Dalam pengobatan jenis penyakit Pi man dengan sindrom gabungan
panas dan dingin, penggunaan formula klasik Banxia Xiexin Tang cukup efektif
dengan hasil yang jelas, terutama dalam memperbaiki gejala klinis pasien bahkan
dapat melebihi sebagian obat medis Barat. Hal ini menunjukkan bahwa
pendekatan pengobatan PTT dan penggunaan formula klasik dengan diagnosis
yang tepat memiliki keunggulan tertentu dalam mengobati penyakit kronis pada lambung dan limpa. Oleh karena itu, layak untuk diterapkan secara lebih luas
dalam praktik klinis PTT.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Prevalensi kejadian Hyperemesis Gravidarum sekitar (21,5%) ibu hamil pada umumnya. Data Survey Demogradi Kesehatan Indonesia (SDKI) Angka kejadian Hyperemesis Gravidarum di Indonesia ibu hamil dan tahun 2021 mengalami peningkatan yaitu (5,42%). Beberapa faktor penyebab kejadian Hyperemesis gravidarum meliputi faktor predisposisi terdiri dari usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, molahidatidosa dan kehamilan ganda, faktor organic, faktor psikologis. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023.
Metode : Jenis penelitian ini deskriptif observasional, menggunakan desain cross sectional, dengan populasi 74 responden pada ibu hamil trimester I. Jumlah sampel 74 responden pada ibu hamil trimester I. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi lembar ceklis. Analisa data menggunakan uji chi-square.
Hasil : Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value= 0,013 < 0,05 berarti terdapat hubungan antara Usia dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,022 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Paritas dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,008 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Pekerjaan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,012 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Gastritis dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023.
Kesimpulan : Sebagian besar 58,1% yang usia 20-35th, Sebagian besar 51,4% yang primigravida, Sebagian besar 56,8% yang tidak bekerja, Sebagian besar 62,2% yang Gastritis dan Sebagian besar 66,2% yang Hyperemesis Gravidarum, diharapkan kepada ibu hamil trimester I agar terus menjalani gaya hidup yang sehat agar tidak terjadi kembali Hyperemesis Gravidarum.
Saran : Diharapkan pada penelitian ini digunakan sebagai referensi Pustaka pembelajaran khususnya pada keperawatan maternitas, sebagai literature.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gastritis merupakan penyakit yang berkaitan dengan mukosa lambung yang dapat mengakibatkan pembengkakan pada mukosa lambung sehingga proses ini akan merangsang adanya proses inflamasi dilambung. Gastritis dapat menyebabkan timbulnya masalah keperawatan yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis (penggunaan ibuprofen). Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan seorang pasien berumur 50 tahun yang mengalami gastritis. Hasil studi kasus penelitian ini ditemukannya gejala klinis pada pasien gastritis diantaranya nyeri ulu hati, mual muntah, tidak nafsu makan, perut kembung, dan nyeri epigastrium. Tindakan keperawatan yang efektif pada kasus penelitian ini namun membutuhkan waktu selama 3x24 jam dengan kompres hangat pada area epigastrium. Kesimpulan tindakan yang dilakukan pada pasien gastritis dengan implementasi kompres hangat pada area epigastrium sangat efektif dalam mengatasi keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan nyeri akut teratasi ditandai dengan nyeri berkurang dengan skala nyeri 1, TD : 140 / 90 mmHg, N : 85 x/ menit, RR : 20 x/ menit, S : 36 C.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gastritis dapat didefinisikan berdasarkan fitur histologis mukosa lambung. Gastritis merupakan Inflamasi pada dinding
lambung berdasarkan tanda dan gejalanya tidak ada presentasi klinik yang spesifik. Klasifikasi klinis gastritis yaitu
gastritis akut dan gastritis kronik. Gastritis dapat menjadi penyakit seumur hidup, serius dan berbahaya yang paling umum
pada manusia. Adapun tujuan dilakukannya penelitian untuk menggali proses asuhan keperawatan secara komperehensif,
yaitu pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitan ini pengaplikasiannya memilih desain studi
kasus deksriptif. subyek dalam studi kasus ini adalah satu orang klien atau individu. Pada kasus ini didapatkan diagnosa
utama yaitu nyeri akut, dengan dilakukannya relaksasi nafas dalam yang diberikan pada penderita gastritis memperoleh
hasil terdapat penurunan intensitas nyeri. Dapat disimpulkan terdapat penurunan skala nyeri dari skala nyeri 6 menjadi 3,
namun masalah keperawatan sudah teratasi sebagian dan akan direncanakan dengan tindakan lanjutan yaitu relaksasi
nafas dalam.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gastritis umumnya dikenal sebagai "maag" atau nyeri ulu hati ini terjadi akibat dari peradangan pada mukosa lambung dan dapat menyebabkan pembengkakan mukosa lambung sampai pelepasan epitel mukosa superfisial ini bisa menjadi penyebab utama gangguan pencernaan. Pelepasan epitel dapat merangsang munculnya proses inflamasi di perut, ditandai dengan mual dan muntah, nyeri, pendarahan, kelemahan, kehilangan nafsu makan atau sakit kepala, kebanyakan orang dengan gastritis mengeluh nyeri kuadran kiri atas, yang biasanya terjadi dikalangan remaja disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak teratur atau tidak sehat serta kehidupan tidak teratur yang tidak terkendali dan stres yang berlebihan.
Dengan memberikan asuhan keperawatan dengan intervensi teknik relaksasi nafas dalam pada nyeri akut yang disebabkan karena penyakit gastritis, agar pasien secara mandiri dapat melakukan dirumah. Dilakukan selama 3 hari pada Nn. A dan keluarga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik metodologi keperawatan yang meliputi pengkajian, analisa data, intervensi, implementasi dan evaluasi. Tindakan keperawatan yang diberikan adalah mengajarkan dan menerapkan teknik relaksasi nafas dalam
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gastritis biasa kita kenal sebagai penyakit maag, merupakan penyakit yang sangat menggangu aktivitas dan bila
tidak ditangani dengan baik akan berakibat fatal. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bekasi
2021, golongan umur 5-44 tahun yang terkena penyakit gastritis sebanyak 2.94% dari jumlah 13.835 orang. Nyeri
merupakan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan secara mendadak. Namun, studi kasus yang
membahas mengenai intervensi yang tepat pada dewasa awal dengan nyeri akut belum tersedia, sehingga studi kasus
ini penting dilakukan. Metode yang digunakan pada studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif asuhan
keperawatan ini degan teknik pengumpulan data berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan
observasi. Studi kasus dilakukan di Rumah Sakit Sentra Medika drengan sampel pada Nn. C (22 tahun). Adapun
tindakan keperawatan yang diberikan pada sampel Nn. C adalah manajemen nyeri. Setelah dilakukan asuhan
keperawatan dengan kriteria hasil selama 2x24 jam didapatkan, nyeri akut dapat teratasi, yaitu nyeri berkurang
dengan skala 1-3 (1-10) dengan teknik nonfarmakologi dan teknik farmakologis, TTV dalam batas normal.
Intervensi teknik relaksasi dan dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut dan memberikan obat analgesik.
Kesimpulan Hasil ini menunjukan bahwa dewasa awal dengan gastritis adalah nyeri pada perut, dan nyeri ulu hati
yang disebabkan oleh faktor-faktor iritasi dan infeksi sehingga masalah ini teratasi sebagian dan intervensi di
lanjutkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi merupakan upaya seseorang untuk mengobati diri sendiri atau untuk mengatasi gejala penyakit yang ringan sebelum memutuskan mencari pertolongan ke dokter atau petugas kesehatan Gastritis salah satu penyakit ringan yang dapat di atasi dengan swamedikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi gastritis pada mahasiswa sarjana farmasi universitas medika suherman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu penelitian langsung kepada responden mahasiswa yang diambil sebagai subjek penelitian. Dimana dalam penelitian ini hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi gastritis tersebut di dapat dengan menggunakan metode survey dan menggunakan kuisioner. Populasi ini berjumlah 151 orang serta jumlah sampel sebanyak 110 responden.. Nilai signifikasi perilaku 7 adalah sebesar 0,019 < 0,05 bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku ( Perilaku meminum obat magh sebelum makan ) . Nilai signifikasi perilaku 10 adalah 0,005 < 0,05 bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan perilaku (penyimpanan obat magh).
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Penyakit Gastritis yaitu peradangan atau pembengkakan dari muosa lambung yang disebabkan oleh kuman heliobacter pylori. Penderita penyakit maag akan mengalami nyeri ulu hati, nyeri lambung, rasa mual, muntah, rasa lemah, nafsu makan menurun, sakit kepala dan terjadi perdarahan pada saluran cerna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gastritis pada remaja di kampung lemahabang rt 03rw 06 desa karang mukti kecamatan karang bahagia kabupaten bekasi tahun 2021.
Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan dengan sampel Total sampling sebanyak 30 responden . analisa data yang digunakan adalah univariat dengan menghitung distribusi frekuensi setiap variabel dan analisis bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan < 0,05.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pola Makan, Stres dan Gaya Hidup. Variabel yang berhubungan adalah pola makan ( p=0,000 < < 0,05 ), Stress ( p=0,000 < < 0,05 ), dan Gaya Hidup ( p=0,000 < < 0,05 ).
Kesimpulan terdapat hubungan signifikan antara Pola Makan, Stress dan Gaya Hidup dengan kejadian Gastritis pada Remaja di kampung Lemahabang Rt 03 Rw 06 Desa Karangmukti Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2021.
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi institusi pendidikan, CI akademik, CI lapangan serta menambah pengetahuan bagi masyarakat tentang kejadian Gastritis.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Masalah keperawatan yang muncul pada lansia dengan gastritis salah satunya adalah defisit nutrisi. Defisit nutrisi yang tidak ditangani dapat menyebabkan lansia mengalami kelemahan dan tidak dapat beraktivitas. Namun studi kasus yang membahas intervensi yang tepat untuk lansia dengan defisit nutrisi akibat gastritis belum tersedia, sehingga studi kasus ini penting dilakukan. Metode studi kasus yang digunakan wawancara dan observasi, sampel pada kasus ini adalah Ny. E (61 th) dengan gastritis. Intervensi yang dilakukan identifikasi status nutrisi, monitor asupan makanan, monitor berat badan selama 3x24 jam. Hasil studi kasus masalah defisit nutrisi dapat teratasi dengan kriteria hasil nafsu makan meningkat jadi 1 porsi, mual berkurang, pasien sudah terlihat tidak pucat dan BB meningkat. Kesimpulan studi kasus ini adalah asupan makanan dapat mengatasi defisit nutrisi pada pasien lansia dengan gastritis sehingga dapat dijadikan salah satu intervensi mandiri untuk perawat gerontik.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Hasil data gastritis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi pada tahun 2017
menyatakan bahwa jumlah kasus Gastritis sebanyak 851 orang, sedangkan jumlah kasus
Gastritis pada tahun 2018 sebanyak 79 orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran
pola makan sehari-hari sebelum sakit pada klien Gastritis di Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Bkeasi Tahun 2018.
Metode penelitian ini menggunakan deskriptif. Metode dalam pengambilan sampel dalam
penelitian ini menggunakan sampling aksidental, dimana jumlah sampel ini diambil sebanyak 61
responden. Hasil penelitian ini didapatkan gambaran pola makan sebelum sakit pada klien
gastritis. Sebagai berikut pola makan yang buruk sebanyak 51 responden (83,6%), dan pola
makan yang sangat buruk sebanyak 10 responden (16,3%). Karakteristik pendidikan yang paling
terbanyak yaitu pendidikan terendah sebanyak 36 responden (59,0%), karakteristik ekonomi
pendapatan paling terbanyak yaitu pendapatan Rp. ≤ 3.800.000 sebanyak 25 responden (40,9%),
karakteristik lingkungan paling banyak yaitu lingkungan bersih sebanyak 58 responden (95,0%),
karakteristik agama paling terbanyak yaitu agama islam dengan sebanyak 59 responden (96,7%).
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan teori dan menambah informasi mengenai
gambaran pola makan klien tentang gastritis. Saran untuk masyarakat sebaiknya lebih
meningkatkan pola makan yang baik seperti apa agar tidak terkena penyakit gastritis dengan
memanfaatkan fasilitas yang ada.