Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Masyarakat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Dengan Tingkat Pengetahuan Terhadap Obat Generik Pada Masyarakat Rw 003 Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat generik merupakan obat yang diproduksi oleh perusahaan tanpa melalui uji praklinis dan klinis dan dipasarkan dengan mudah dengan harga yang cukup murah, obat generik tidak mampu untuk menciptakan pengobatan yang efektif dibandingkan dengan obat paten. Ketidaktahuan masyarakat terhadap obat generik yang menjadi penyebab munculnya anggapan buruk tentang obat generik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar dan mengetahui hubungan antara karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan obat generik pada masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong. Metode dalam penelitian ini menggunakan medote analisis kualitatif kuantitatif dengan analisis data univariat dan bivariat (chi-square test) untuk mengetahui dan menginterprestasikan tingkat pengetahuan terhadap obat generik. Adapun populasi dalam penelitian ini sebesar 883 dengan sampel sebesar 90 yang didapat dengan menggunakan rumus slovin sehingga, dalam penelitian ini menggunakan instrumen peninjaun dengan menyebarkan kuesioner. Hasil dari penelitan ini didapatkan dari 90 responden di RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar tingkat pengetahuan masyarakat dengan kategori baik sebanyak 62,2%, dengan kategori cukup sebanyak 22,2, dan tingkat pengetahuan masyarakat dengan kategori kurang sebanyak 15,6% sehingga dapat disimpulkan masyarakat di RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar memiliki tingkat pengetahuan yang baik dengan nilai persentase 62,2% dan tidak adanya hubungan antara karakteristik responden (jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan perbulan) dengan tingkat pengetahuan tentang obat generik.

23 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap obat generik di desa mekarmukti cikarang utara tahun 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Seperti diketahui obat merupakan campuran bahan kimia yang dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit obat juga meruapakan hasil produk biologis obat terbagi menjadi obat bermerek dan obat paten. Adapaun obat yang dikenal dengan obat generik dimana obat yang disubsidikan dalam program pemerintah. Pengetahuan dan persepsi merupakan suatu yang pernah didapatkan dari pengalaman. Faktor pengetahuan dan persepsi bisa dilihat dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap obat generik didesa mekar mukti kecamatan cikarang utara dari beberapa faktor berikut dalam pemilihan obat antara lain: umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Metode dalam penelitian ini peneliti menggunakan medote analisis kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat (chi-square ters) untuk mengetahui dan menginterprestasikan tingkat pengetahuan dan persepsi terhadap obat generik. Lalu Adapun populasi dalam penelitian ini sebesar 31.975 dengan sampel sebesar 100 yang didapat dengan menggunakan rumus slovin dari 31.975. sehingga dalam penelitian ini menggunakan instrumen peninjaun dengan menyebarkan kuesioner. Hasil dari penelitan ini mengenai pengetahuan dan persepsi masyarakat didesa mekar mukti cikarang utara dikategorikan baik, kemudian untuk hubungan antara umur memiliki nilai 0,604, jenis kelamin memiliki nilai 0,622, tingkat Pendidikan memiliki nilai 0,250 dan pekerjaan memiliki nilai 0,226. >0.05. Kesimpulan dan Saran, kesimpulan menunjukan bahwa dari segi jenis, kelamin, tingkat Pendidikan dan pekerjaan menunjukan tidak ada hubungan dan keterkaitan dalam persepsi masyarakat dengan obat generik. Saran bisa di tambahkan uji normalitas untuk penelitian selanjutnya.

21 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Perilaku Swamedikasi Penyakit Gastritis Di Desa Kalijaya Cikarang Barat

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu faktor medication error pada penderita maag atau gastritis yaitu kurangnya pengetahuan mengenai swamedikasi. Desa Kalijaya Cikarang Barat masih ditemukan beberapa kasus dengan riwayat maag atau gastritis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan, perilaku swamedikasi serta hubungannya pada masyarakat yang memiliki riwayat maag atau gastritis. Penelitian ini dilakukan observasi menggunakan kuesioner yang diteliti pada 96 responden yang memiliki riwayat penyakit gastritis 3 sampai 6 bulan terakhir. Hasil uji validitas kuesioner didapatkan r hitung > 0,3061 (r table), karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, pada kelompok usia 17-35 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan tidak memiliki pendapatan. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 82 responden (85,4%) memiliki pengetahuan baik, 14 responden (14,6%) pengetahuan cukup baik. Hasil dari perilaku sebanyak 84,4% memiliki perilaku baik, 15,6% perilaku cukup baik. Nilai signifikansi korelasi antara pengetahuan terhadap perilaku sebesar 0,000 < 0,01 (terdapat hubungan) dengan nilai koefisien korelasi 0,726 (hubungan kuat). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat di Desa Kalijaya Cikarang Barat mengenai swamedikasi gastritis yaitu baik dan terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit gastritis.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Batuk Pada Masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi atau self medication merupakan upaya untuk mengobati atau mencegah suatu gejala atau penyakit yang dapat diidentifikasi secara mandiri dengan menggunakan obat yang diperoleh tanpa resep dokter, seperti obat bebas, obat bebas terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan mengenai tingkat pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam tindakan swamedikasi batuk pada kalangan masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan corss sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode purposive sampling dengan sampel yang didapat sebanyak 90 responden. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah Spearman's rank test dengan alat bantu SPSS versi 26. Hasil pada tingkat pengetahuan menunjukan 93,3% masyarakat memiliki tingkat pengetahuan swamedikasi batuk yang tinggi, dan 5,6% yang rendah kemudian sebanyak 93,3% masyarakat memiliki perilaku swamedikasi yang tepat, dan 6,7% yang tidak tepat. Terdapat korelasi yang signifikan antara hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi batuk dengan mendapatkan hasil nilai 0,000 ≤ 0,1.

27 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Perilaku Swamedikasi Penyakit Gastritis di Desa Kalijaya Cikarang Barat

2024•Koleksi Perpustakaan

Salah satu faktor medication error pada penderita maag atau gastritis yaitu kurangnya pengetahuan mengenai swamedikasi. Desa Kalijaya Cikarang Barat masih ditemukan beberapa kasus dengan riwayat maag atau gastritis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan, perilaku swamedikasi serta hubungannya pada masyarakat yang memiliki riwayat maag atau gastritis. Penelitian ini dilakukan observasi menggunakan kuesioner yang diteliti pada 96 responden yang memiliki riwayat penyakit gastritis 3 sampai 6 bulan terakhir. Hasil uji validitas kuesioner didapatkan r hitung > 0,3061 (r table), karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, pada kelompok usia 17-35 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan tidak memiliki pendapatan. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 82 responden (85,4%) memiliki pengetahuan baik, 14 responden (14,6%) pengetahuan cukup baik. Hasil dari perilaku sebanyak 84,4% memiliki perilaku baik, 15,6% perilaku cukup baik. Nilai signifikansi korelasi antara pengetahuan terhadap perilaku sebesar 0,000 < 0,01 (terdapat hubungan) dengan nilai koefisien korelasi 0,726 (hubungan kuat). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat di Desa Kalijaya Cikarang Barat mengenai swamedikasi gastritis yaitu baik dan terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit gastritis.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Terhadap Tingkat Pengetahuan Obat Generik Pada Masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Obat generik merupakan obat yang diproduksi oleh perusahaan tanpa melalui uji praklinis dan klinis dan dipasarkan dengan mudah dengan harga yang cukup murah, obat generik tidak mampu untuk menciptakan pengobatan yang efektif dibandingkan dengan obat paten. Ketidaktahuan masyarakat terhadap obat generik yang menjadi penyebab munculnya anggapan buruk tentang obat generik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar dan mengetahui hubungan antara karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan obat generik pada masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong. Metode dalam penelitian ini menggunakan medote analisis kualitatif kuantitatif dengan analisis data univariat dan bivariat (chi-square test) untuk mengetahui dan menginterprestasikan tingkat pengetahuan terhadap obat generik. Adapun populasi dalam penelitian ini sebesar 883 dengan sampel sebesar 90 yang didapat dengan menggunakan rumus slovin sehingga, dalam penelitian ini menggunakan instrumen peninjaun dengan menyebarkan kuesioner. Hasil dari penelitan ini didapatkan dari 90 responden di RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar tingkat pengetahuan masyarakat dengan kategori baik sebanyak 62,2%, dengan kategori cukup sebanyak 22,2, dan tingkat pengetahuan masyarakat dengan kategori kurang sebanyak 15,6% sehingga dapat disimpulkan masyarakat di RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar memiliki tingkat pengetahuan yang baik dengan nilai persentase 62,2% dan tidak adanya hubungan antara karakteristik responden (jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan perbulan) dengan tingkat pengetahuan tentang obat generik.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Penerimaan Vaksinasi Covid-19 Pada Masyarakat di Kampung Jatimulya 2 RT 01 RW 04 Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang

2022•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penerimaan vaksinasi covid-19 adalah prosedur penting yang bertujuan untuk mencegah penularan virus covid-19, banyak faktor pencetus yang dapat mengakibatkan penerimaan vaksinasi covid-19, tapi faktor utama penerimaan vaksinasi covid-19 hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksinasi covid-19 pada masyarakat di Kampung Jatimulya 2 Rt. 01 Rw. 04 Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang. Metode: jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional, populasi pada penelitian ini adalah 311 orang dan jumlah sampel sebanyak 75 yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrument penelitian ini berupa kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square. Hasil Penelitian: Menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,008), persepsi (p value = 0,015), akses pelayanan publik (p value = 0,000), media (p value = 0,027), dukungan motivasi eksternal (p value = 0,015), tokoh masyarakat (p value = 0,014,) dengan penerimaan vaksinasi covid-19. Kesimpulan: Untuk mencapai program vaksinasi covid-19 guna membentuk herd imunity yang baik bagi masyarakat, dukungan dari tokoh masyarakat perlu lebih ditingkatkan, misalnya dengan memberikan penyuluhan mengenai vaksinasi covid-19 agar masyarakat tidak ragu dan tidak memiliki persepsi negatif perihal vaksinasi covid-19 terkait informasi yang dia dapat dari media perihal berita hoaks mengenai vaksinasi covid-19 dan masyarakat dapat menerima vaksinasi covid-19.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kesiapan Masyarakat Dalam Mengikuti Program Vaksinasi Covid-19 di Desa Karangjaya Kec. Pebayuran

2022•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang Virus corona merupakan salah satu virus yang menyerang sistem pernapasan hingga dapat mengakibatkan kematian (Novita, 2020). Pada tanggal 30 Oktober 2020 sudah terdapat 216 negara terinfeksi corona virus di dunia jumlah yang terkonfirmasi ada di angka 44.888.869 orang dengan jumlah yang meninggal sebanyak 1.178.475 orang. Indonesia sendiri masih mencatatkan kasus tertinggi dengan mencapai 1.571.824 kasus pada tanggal 12 April 2021. Atas dasar itu, pemerintah melakukan berbagai upaya dan mengeluarkan kebijakan untuk mengatasinya, salah satu upaya yang hingga saat ini dilakukan penanggulangan penyebaran Covid-19 adalah melalui riset untuk menghasilkan vaksin. Vaksin merupakan produk biologi yang mengandung antigen berupa mikroorganisme atau bagian atau zat yang dihasilkan darinya (Kemenkes RI, 2021). Manfaat vaksin covid adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat covid-19, karena vaksin covid-19 dapat memicu sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus corona. Dengan begitu, risiko tertular virus ini akan jauh lebih kecil. (Aidah, siti nur, 2021). Efek samping yang sangat umum (10%) setelah vaksinasi biasanya ringan, yaitu pusing, mual, nyeri otot (mialgia), artralgia (artralgia), nyeri di tempat suntikan, kelelahan, ketidaknyamanan, dan demam. Berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 02 Mei 2021 di Desa Karangjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi terdapat populasi masyarakat sebesar 4092 penduduk yang berusia 18 sampai 45 tahun. Berdasarkan studi pendahuluan tersebut dengan metode mengisi kuisioner yang melibatkan 20 responden masyarakat, di temukan bahwasanya terdapat 50% masyarakat yang menolak untuk dilakukan Vaksinasi Covid-19. Tujuan Mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi covid-19. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini analisis observasional. Populasi pada penelitian ini yaitu masyarakat Desa Karangjaya yang berjumlah 4092 masyarakat. Sampel yang diambil sebanyak 364 masyarakat dengan menggunakan SImpel Random Sampling mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang sudah di uji validitas oleh peneliti sendiri, dan menggunakan skala Guttman dan Likert untuk variabel dependen dan independen. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan Bivariat berupa Chi-Square dengan nilai signifikan 0,05. Hasil Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan masyarakat, pendidikan, paparan informasi, jarak tempat pelayanan vaksinasi, dan dukungan petugas kesehatan. Dan terdapat juga variabel yang tidak berhubungan seperti Usia dan dukungan aparat desa dengan vaksinasi covid-19 di Desa Karangjaya Kec. Pebayuran dengan masing-masing nilai tingkat pengetahuan masyarakat (0,000), tingkat pendidikan dengan nilai p-value (0,005), paparan informasi dengan nilai p-value (0,000), jarak tempat pelayanan vaksinasi dengan nilai (0,002), dan dukungan petugas kesehatan dengan nilai p-value (0,000). Yang keseluruhan hasil nilai p-value lebih kecil dari (0,05) dengan demikian H0 ditolak. Sedangkan usia dengan hasil p-value (0,798), serta dukungan aparat desa dengan nilai p-value (0,185) dengan hasil nilai p-value lebih besar dari (0,05) dengan demikian H0 diterima Kesimpulan Ada hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat, tingkat pendidikan, paparan informasi, jarak tempat pelayanan vaksinasi, dukungan petugas kesehatan. Dan tidak ada hubungan antara usia dan dukungan aparat desa dalam mengikuti program vaksinasi covid-19 di Desa Karangjaya Kec. Pebayuran. Saran Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi responden, dimana dapat mengetahui faktor apa saja yang membuatnya siap untuk mengikuti program vaksinasi covid-19.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Covid 19 di RT002/007 Desa Simpangan

2022•Koleksi Perpustakaan

Angka kasus infeksi virus corona di dunia,1/4/2021 masih menunjukkan peningkatan.Tercatat jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia sebanyak 148jt kasus. Dari angka tersebut, sebanyak 3,12jt orang meninggal dunia, dan 85,2jt orang sembuh.. Metode penelitian secara kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional.. tehnik pengambilan sampling dengan non probability sampling.Pengolahan hasil penelitian menggunakan analisis data dengan chi square. Dari hasil penelitian ada hubungan antara umur masyarakat dengan perilaku pencegahan covid 19 di rt 002/007 desa simpangan dengan pv=0,018. Ada hubungan antara pendidikan dengan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan covid 19 di RT 002/007 desa simpangan dengan pv=0,046. Ada hubungan antara pekerjaan dengan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan covid 19 di RT 002/007 desa simpangan dengan pv=0,010.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Masyarakat Dalam Penggunaan Masker Sebagai Upaya Pencegahan Covid 19 di Rt 23 Rw 07 Ds Sukatani Kec Sukatani Kab Purwakarta

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Mei 2021 Ligar Munggaran HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN MASKER SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID 19 DI RT 23 RW 07 DESA SUKATANI KECAMATAN SUKATANI KABUPATEN PURWAKARTA Xiv+55 hal+ 8 tabel+ 2 bagan+ 6 lampiran ABSTRAK Pendahuluan : Coronavirus merupakan sekumpulan virus yang menginfeksi saluran pernafasan yang dapat menular melalui percikan dahak (droplet). Coronavirus dapat dicegah dengan pengetahuan dan kepatuhan masyarakat dalam menggunakan masker sebagai upaya pencegahan penyakit covid-19. Metode : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan masyarakat dalam menggunakan masker sebagai upaya pencegahan covid-19 di RT 23 RW 07 Desa Sukatani Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, besar sampel 90 orang dengan metode purposive sampling dengan analisa data menggunakan analisis Chi-Square test dengan nilai α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan masyarakat dalm penggunaan masker sebagai upaya pencegahan covid-19 (p value = 0,003). Kesimpulan : ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan masyarakat dalam penggunaan masker sebagai upaya pencegahan covid-19 di di RT 23 RW 07 Desa Sukatani Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya menggunakan masker sebagai upaya mencegah penyakit covid-19.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Perilaku Masayrakat Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di RW 02 Desa Sukahurip Kecamatan Sukatani Tahun 2019

2019•Koleksi Perpustakaan

Masalah penyakit demam berdarah dengue (DBD) jika terlambat ditangani akan menyebabkan kematian. Berdasarkan data Pusat Kesehatan Masyarakat Sukatani Kecamatan Sukatani pada tahun 2016 mengemukakan bahwa kasus demam berdarah dengue (DBD) pada tahun 2016 sebanyak 92 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku masyarakat dalam pencegahan penyakit demam berdarah dengue. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang terdiri dari ibu dan ayah yang tinggal di RW 02 Desa Sukahurip Kecamatan Sukatani. Metode penelitian ini menggunakan Acidental sampling. Dimana jumlah populasi terdapat sebanyak 69 responden. Hasil penelitian ini didapatkan dari 69 responden yang berperilaku tidak pernah melakukan pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) sebanyak 22 responden (31,9%), sedangkan yang berperilaku pernah melakukan pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) sebanyak 47 responden (68,1%), responden yang bersikap tidak baik sebanyak 17 responden (24,6%), sedangkan responden yang bersikap baik sebanyak 52 responden (75,4%), didapatkan responden yang berpendidikan rendah sebanyak 23 responden (33,3%), responden yang berpendidikan tinggi sebanyak 46 responden (66,7%), dan responden yang berpengetahuan kurang sebanyak 23 responden (33,3%), responden yang berpengetahuan cukup sebanyak 44 responden (63,8%), dan responden yang berpengetahuan baik sebanyak 2 responden (2,9%).

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail