BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Data SDKI Kabupaten Bekasi September 2022 terdapat 80.227 ibu hamil, yang tervaksin 10.334 ( 12,88% ) di TPMB Ria Sari, AM.Keb. Juli - September 2022 ada 203 ibu hamil dan yang vaksin hanya 77 ibu hamil ( 37,93 % ), Tujuan Penelitian : untuk mengetahui distribusi frekuensi cakupan vaksinasi covid 19 pada ibu hamil di TPMB Ria Sari, AM.Keb. tahun 2022
Metodelogi Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini analitik kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Total penelitian 126 responden ( ibu hamil ) terdapat ibu hamil yang tidak vaksin covid 19 sebanyak 98 ( 77,8% ) dan yang vaksin sebanyak 28 ( 22,2% ).
Hasil Analisa : Hasil menunjukkan variabel yang berhubungan dengan cakupan vaksinasi Covid 19 di TPMB Ria Sari, Wanasari Cibitung Bekasi Tahun 2022, yaitu pendidikan (p=0,793) pengetahuan (p=0,000), budaya (p=0,013), dukungan keluarga (p=0,000), sumber informasi (p=0,000).
Kesimpulan : Hasilnya adalah 1.Tidak adanya hubungan antara pendidikan dengan Cakupan Vaksinasi Covid
19 pada Ibu hamil, 2.Adanya hubungan antara Pengetahuan, budaya, Dukungan keluarga dan sumber informasi. Saran dengan adanya penelitian ini, diharapkan bahwa ibu hamil bijaksana dalam memperoleh informasi, harapan saya ibu hamil dapat meningkatkan peran serta dalam upaya mempercepat memutus mata rantai penularan covid 19.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Menurut data WHO tahun 2020, kelompok yang rentan terinfeksi Covid 19 adalah, orangtua/ lansia, ibu hamil, anak-anak, bayi, janin didalam rahim ibu. Infeksi Covid 19 pada ibu hamil dapat mempengaruhi organ oogenesis dan perkembangan janin. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini analitik kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Total penelitian 126 responden ( ibu hamil ) terdapat ibu hamil yang tidak vaksin covid 19 sebanyak 98 ( 77,8% ) dan yang vaksin sebanyak 28 ( 22,2% ). Hasil menunjukkan variabel yang berhubungan dengan cakupan vaksinasi Covid 19 di TPMB Ria Sari, Wanasari Cibitung Bekasi Tahun 2022, yaitu pendidikan (p=0,793) pengetahuan (p=0,000), budaya (p=0,013), dukungan keluarga (p=0,000), sumber informasi (p=0,000). Hasilnya adalah 1.Tidak adanya hubungan antara pendidikan dengan Cakupan Vaksinasi Covid 19 pada Ibu hamil, 2.Adanya hubungan antara Pengetahuan, budaya, Dukungan keluarga dan sumber informasi. Saran dengan adanya penelitian ini, diharapkan bahwa ibu hamil bijaksana dalam memperoleh informasi, harapan saya ibu hamil dapat meningkatkan peran serta dalam upaya mempercepat memutus mata rantai penularan covid 19.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Ketidaksiapan masyarakat terhadap penerimaan vaksinasi Booster merupakan tantangan
dalam keberhasilan program vaksinasi COVID-19, untuk mempertahankan Herd Imunity, banyak
faktor yang mempengaruhi ketidaksiapan masyarakat dalam penerimaan vaksinasi Booster, tetapi
faktor utama yang paling mempengaruhi perilaku masyarakat dalam penerimaan vaksinasi Booster
hingga saat ini belum dapat di pastikan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi mengenai
faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ketidaksiapan masyarakat menerima vaksinasi
Booster. Metode Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional
Pengumpulan data dengan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan ramdom simple
sampling, dengan populasi 204 orang dan didapatkan besar sampel 84 responden menggunakan
rumus Slovin. Uji analisa penelitian mengunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa
variabel pengetahuan didapatkan p value 0,000<0,05. Adanya hubungan antara perilaku dan
pengetahuan. Variabel sikap didapatkan p value 0,000<0,05. Adanya hubungan antara perilaku dan
sikap. Variabel kepercayaan p value 0,009<0,05. Adanya hubungan antara perilaku dengan
kepercayaan. Variabel fasilitas kesehatan p value 0.000<0.05. Adanya hubungan antara perilaku
dengan fasilitas kesehatan. Variabel dukungan tenaga kesehtan p value 0,000<0,05. Adanya
hubungan antara perilaku dengan Dukungan tenaga kesehatan. Yang diartikan semua variabel H0
ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan Adanya pengaruh pengetahuan, sikap, kepercayaan fasilitas dan
adanya dukungan tenaga kesehatan terhadap perilaku ketidaksiapan masyarakat menerima vaksinasi
Booster. Saran kepada pemerintah diharapkan untuk menyediakan adanya platform vaksinasi yang
dibuat oleh panitia pusat gugus COVID-19 dalam rangka mencegah peningkatan kasus tersebut, salah
satunya dengan cara menyadari masyarakat melalui edukasi pengetahuan dan mendorong masyarakat
unruk segera menjalankan vaksinasi Booster dengan tepat dan sesuai.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Desain Penelitian ini adalah dengan Studi Kasus, yang merupakan metode yang diterapkan untuk memahami individu lebih mendalam dengan dipraktekkan secara integratif dan komprehensif. Populasi penelitian yaitu ibu hamil dengan usia kehamilan yang menjadi kriteria yaitu 12 - 42 minggu di klinik Bidan Chrisna sebanyak 100 ibu hamil. Sampel penelitian berjumlah 100 ibu hamil, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. variabel independent yaitu faktor-faktor terhadap keikutsertaan vaksinasi COVID-19 pada Ibu hamil, Variabel dependen yaitu ibu hamil. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Teknik pengolahan data menggunakan editing, coding, tabulating, analisis univariat meliputi karakteristik responden dan faktor-faktor terhadap keikutsertaan vaksinasi COVID-19, analisis bivariat hubungan faktor-faktor terhadap keikutsertaan vaksinasi COVID-19. Uji statistik menggunakan uji chi-square.
Hasil uji statistik chi-square diperoleh variabel kecemasan signifkan nilai p value = 0,000 dan nilai OR = 39.465, variabel pengetahuan tidak signifkan nilai p value = 0,418 dan nilai OR = 3.579, variabel usia tidak signifkan nilai p value = 0,419 dan nilai OR = 1.543, variabel pekerjaan tidak signifkan nilai p value = 0,845 dan nilai OR = 2.569, sedangkan variabel sumber informasi tidak signifkan nilai p value = 0,315 dan nilai OR = 3.577 terhadap keikutsertaan vaksinasi COVID-19.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan kecemasan ibu hamil dengan keikutsertaan vaksinasi COVID-19 di Bidan Chrisna Kota Depok tahun 2021. Saran dalam penelitian ini untuk peneliti, masyarakat, tempat penelitian, dan Instansi Pemerintah.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penerimaan vaksinasi covid-19 adalah prosedur penting yang bertujuan untuk mencegah penularan virus
covid-19, banyak faktor pencetus yang dapat mengakibatkan penerimaan vaksinasi covid-19, tapi faktor utama
penerimaan vaksinasi covid-19 hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Tujuan penelitian ini adalah
Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksinasi covid-19 pada masyarakat di
Kampung Jatimulya 2 Rt. 01 Rw. 04 Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang. Metode: jenis penelitian ini
menggunakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional, populasi pada penelitian ini adalah 311 orang dan
jumlah sampel sebanyak 75 yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrument penelitian ini berupa
kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square. Hasil Penelitian: Menunjukan bahwa
ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,008), persepsi (p value = 0,015), akses pelayanan publik (p value = 0,000),
media (p value = 0,027), dukungan motivasi eksternal (p value = 0,015), tokoh masyarakat (p value = 0,014,) dengan
penerimaan vaksinasi covid-19. Kesimpulan: Untuk mencapai program vaksinasi covid-19 guna membentuk herd imunity
yang baik bagi masyarakat, dukungan dari tokoh masyarakat perlu lebih ditingkatkan, misalnya dengan memberikan
penyuluhan mengenai vaksinasi covid-19 agar masyarakat tidak ragu dan tidak memiliki persepsi negatif perihal vaksinasi
covid-19 terkait informasi yang dia dapat dari media perihal berita hoaks mengenai vaksinasi covid-19 dan masyarakat
dapat menerima vaksinasi covid-19.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang Virus corona merupakan salah satu virus yang menyerang sistem pernapasan hingga dapat mengakibatkan kematian (Novita, 2020). Pada tanggal 30 Oktober 2020 sudah terdapat 216 negara terinfeksi corona virus di dunia jumlah yang terkonfirmasi ada di angka 44.888.869 orang dengan jumlah yang meninggal sebanyak 1.178.475 orang. Indonesia sendiri masih mencatatkan kasus tertinggi dengan mencapai 1.571.824 kasus pada tanggal 12 April 2021. Atas dasar itu, pemerintah melakukan berbagai upaya dan mengeluarkan kebijakan untuk mengatasinya, salah satu upaya yang hingga saat ini dilakukan penanggulangan penyebaran Covid-19 adalah melalui riset untuk menghasilkan vaksin. Vaksin merupakan produk biologi yang mengandung antigen berupa mikroorganisme atau bagian atau zat yang dihasilkan darinya (Kemenkes RI, 2021). Manfaat vaksin covid adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat covid-19, karena vaksin covid-19 dapat memicu sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus corona. Dengan begitu, risiko tertular virus ini akan jauh lebih kecil. (Aidah, siti nur, 2021). Efek samping yang sangat umum (10%) setelah vaksinasi biasanya ringan, yaitu pusing, mual, nyeri otot (mialgia), artralgia (artralgia), nyeri di tempat suntikan, kelelahan, ketidaknyamanan, dan demam. Berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 02 Mei 2021 di Desa Karangjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi terdapat populasi masyarakat sebesar 4092 penduduk yang berusia 18 sampai 45 tahun. Berdasarkan studi pendahuluan tersebut dengan metode mengisi kuisioner yang melibatkan 20 responden masyarakat, di temukan bahwasanya terdapat 50% masyarakat yang menolak untuk dilakukan Vaksinasi Covid-19.
Tujuan Mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi covid-19.
Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini analisis observasional. Populasi pada penelitian ini yaitu masyarakat Desa Karangjaya yang berjumlah 4092 masyarakat. Sampel yang diambil sebanyak 364 masyarakat dengan menggunakan SImpel Random Sampling mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang sudah di uji validitas oleh peneliti sendiri, dan menggunakan skala Guttman dan Likert untuk variabel dependen dan independen. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan Bivariat berupa Chi-Square dengan nilai signifikan 0,05.
Hasil Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan masyarakat, pendidikan, paparan informasi, jarak tempat pelayanan vaksinasi, dan dukungan petugas kesehatan. Dan terdapat juga variabel yang tidak berhubungan seperti Usia dan dukungan aparat desa dengan vaksinasi covid-19 di Desa Karangjaya Kec. Pebayuran dengan masing-masing nilai tingkat pengetahuan masyarakat (0,000), tingkat pendidikan dengan nilai p-value (0,005), paparan informasi dengan nilai p-value (0,000), jarak tempat pelayanan vaksinasi dengan nilai (0,002), dan dukungan petugas kesehatan dengan nilai p-value (0,000). Yang keseluruhan hasil nilai p-value lebih kecil dari (0,05) dengan demikian H0 ditolak. Sedangkan usia dengan hasil p-value (0,798), serta dukungan aparat desa dengan nilai p-value (0,185) dengan hasil nilai p-value lebih besar dari (0,05) dengan demikian H0 diterima
Kesimpulan Ada hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat, tingkat pendidikan, paparan informasi, jarak tempat pelayanan vaksinasi, dukungan petugas kesehatan. Dan tidak ada hubungan antara usia dan dukungan aparat desa dalam mengikuti program vaksinasi covid-19 di Desa Karangjaya Kec. Pebayuran.
Saran Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi responden, dimana dapat mengetahui faktor apa saja yang membuatnya siap untuk mengikuti program vaksinasi covid-19.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Kanker serviks adalah jenis kanker kedua terbanyak yang menyerang wanita di seluruh dunia setelah kanker payudara. Human papilloma virus (HPV) adalah penyebab terjadinya kanker serviks. Kanker serviks dapat dicegah secara efektif dengan vaksinasi HPV. Namun sayangnya cakupan vaksinasi HPV masih sangat rendah. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan vaksinasi HPV pada wanita dewasa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel 227 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi Square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pendidikan (P-Value = 0,000), pengetahuan (P-Value = 0,046), dukungan suami (P-Value = 0,000), dan tidak ada hubungan antara usia (P-Value = 1,000), tingkat pendapatan (P-Value = 0,100), dan riwayat keluarga menderita kanker serviks (P-Value = 1,000) dengan vaksinasi HPV. Intervensi difokuskan pada peningkatan pengetahuan untuk wanita dan keluarganya mengenai vaksinasi HPV.