ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia yang menjadi salah satu negara berkembang sedang menghadapi masalah kematian ibu yang tinggi dengan bandingkan negara berkembang lainnya. Indonesia termasuk dalam kelompok tinggi di antara negara-negara di ASEAN terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dengan jumlah 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Oleh karenanya kami melakukan penelitian akhir dengan mengambil topik Hubungan antara paritas, riwayat ANC, umur ibu dan IMT terhadap kejadian preeklampsia. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantatif yaitu dengan design cross-sectional yang memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan Paritas, ANC, Umur Ibu dan IMT terhadap kejadian pre-eklampsia. Hasil dari uji pada hubungan antara paritas dan kejadian preeklampsia ialah sebesar 0,908, kemudian hubungan antara riwayat ANC dengan kejadian preeklampsia didapatkan nlai P Value ialah sebesar 0,798, hubungan umur dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,005, dan Hasil uji pada hubungan IMT dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,472. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu paritas, IMT, dan riwayat ANC tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur. Sedangkan, faktor umur memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur karena nlai P Value 0,005 0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INSTITUT MEDIKA DRG.SUHERMAN (IMDS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, APRIL 2021
NAMA : DETI SUMARMO
NIM : 020319663
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI GESTASIONAL
xii + 63 Halaman + 13 tabel + 2 gambar + 10 lampiran
ABSTRAK
Hipertensi Gestasional adalah Hipertensi yang terjadi setelah 20 minggu tanpa proteinuria. Kelahiran pada hipertensi gestasional dapat berjalan normal walaupun tekanan darahnya tinggi dan penyebabnya belum jelas. Tetapi hal ini merupakan indikasi terbentuknya Hipertensi kronis dimasa depan, sehingga perlunya diawasi dan dilakukan tindakan pencegahan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan kejadian hipertensi gestasional
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional yang merupakan suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus dalam satu waktu (poin time approach), tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variable subjek pada saat pemeriksaanejadian hipertensi gestasional.
Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik yang berhubungan dengan kejadian hipertensi gestasional adalah usia (p value=0,021), paritas (p value=0,003). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah tingkat pendidikan (p value=0,488), status pekerjaan (p value=0,083), kunjungan ANC (p value=0,053), riwayat kesehatan (p value=0,194). Saran bagi penderita hipertensi gestasional yaitu lebih perbanyak lagi sumber informasi bagaimana mencegah hipertensi gestasinal dan komplikasinya.
Kata kunci : Karakteristik, Ibu hamil, Hipertensi Gestasional
Daftar Pustaka : 11
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Kesehatan mental ibu hamil trimester III perlu diperhatikan karena perubahan fisik dan psikologis serta persiapan persalinan dapat meningkatkan kecemasan. Studi pendahuluan di Desa Banjarsari menunjukkan 6 dari 10 ibu hamil trimester III mengalami keluhan psikologis berupa kecemasan, kekhawatiran terhadap kondisi janin, dan gangguan tidur. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental ibu hamil trimester III di Desa Banjarsari Tahun 2026. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 50 ibu hamil trimester III menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan, kondisi ekonomi, dukungan suami dan keluarga, paritas, serta status pernikahan. Kesehatan mental dioperasionalkan melalui tingkat kecemasan yang diukur menggunakan subskala Anxiety DASS-21. Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Sebanyak 23 responden (46,0%) mengalami kecemasan kategori sedang. Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan (p = 0,027), kondisi ekonomi (p = 0,001), dukungan suami dan keluarga (p = 0,008), paritas (p < 0,001), serta status pernikahan (p = 0,026) dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan: Kelima faktor yang diteliti berhubungan bermakna dengan kesehatan mental ibu hamil trimester III yang dioperasionalkan melalui tingkat kecemasan di Desa Banjarsari Kab. Bekasi Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Emesis gravidarum merupakan keluhan mual dan muntah yang umum dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan apabila tidak ditangani dengan baik dapat memengaruhi kondisi ibu. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan emesis gravidarum dapat memengaruhi kemampuan ibu dalam melakukan upaya pencegahan secara tepat. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi secara ringkas, sistematis, dan dapat dibaca kembali oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet tentang pencegahan emesis gravidarum terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I di TPMB Bidan Ai Hayati Karawang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pre-test post-test. Jumlah responden sebanyak 50 ibu hamil trimester I. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diberikan intervensi, sebanyak 25 responden (50,0%) memiliki pengetahuan kurang dan 25 responden (50,0%) memiliki pengetahuan cukup. Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet, seluruh responden (100,0%) memiliki pengetahuan baik. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 9,44 menjadi 17,12. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I tentang pencegahan emesis gravidarum di TPMB Bidan Ai Hayati Karawang Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Mual dan muntah merupakan keluhan umum pada ibu hamil trimester I akibat perubahan fisiologis selama kehamilan. Di Indonesia, sekitar 50–75% ibu hamil mengalami mual dan muntah pada trimester pertama. Kondisi berlebihan dapat mengganggu aktivitas, menurunkan asupan makanan dan cairan, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan ibu dan janin. Penatalaksanaan dapat dilakukan secara farmakologis dengan vitamin B6 (piridoksin) dan nonfarmakologis dengan aromaterapi lemon. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan penurunan mual dan muntah antara pemberian kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6 dengan vitamin B6 di TPMB Diana Mardiana, S.Tr.Keb., Bdn. Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental dan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel berjumlah 36 ibu hamil trimester I yang mengalami mual dan muntah, terdiri atas 18 responden kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol, dengan teknik consecutive sampling. Kelompok intervensi diberikan kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6, sedangkan kelompok kontrol diberikan vitamin B6. Tingkat mual dan muntah diukur menggunakan Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE). Analisis data menggunakan Paired Sample T-Test, Wilcoxon Signed Rank Test, dan Mann-Whitney U Test dengan α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan rata-rata skor mual dan muntah kelompok intervensi menurun dari 11,28 menjadi 4,94, sedangkan kelompok kontrol dari 11,17 menjadi 8,00. Uji Paired Sample T-Test pada kelompok intervensi dan Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok kontrol masing-masing memperoleh p = 0,000. Uji Mann-Whitney U Test memperoleh p = 0,000 (p < 0,05), menunjukkan terdapat perbedaan penurunan mual dan muntah antara kedua kelompok. Kesimpulan: Kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6 lebih efektif dibandingkan vitamin B6 saja. Saran: Diharapkan bagi bidan mempertimbangkan aromaterapi lemon sebagai terapi nonfarmakologis pendamping dalam asuhan kebidanan ibu hamil trimester I.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Mual dan muntah merupakan masalah yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kondisi nutrisi ibu hamil pada trimester awal. Rendahnya pengetahuan mengenai penanganan keluhan ini dapat meningkatkan risiko mual muntah berlebihan hingga hiperemesis gravidarum. Oleh karena itu, edukasi kesehatan menggunakan media audio visual diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil yang mengalami mual muntah di Puskesmas Mekar Mukti Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 35 ibu hamil yang mengalami mual muntah dengan teknik purposive sampling. Edukasi kesehatan diberikan menggunakan media audio visual. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan Paired Sample T-Test. Sebelum edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 19 responden (54,3%). Setelah edukasi, sebagian besar memiliki pengetahuan kategori baik sebanyak 32 responden (88,6%) dan tidak terdapat responden dengan kategori kurang. Hasil uji menunjukkan nilai t = −11,953 (df = 34) dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan edukasi kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Simpulan penelitian ini adalah edukasi kesehatan dengan media audio visual berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil yang mengalami mual muntah.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi yang terjadi selama kehamilan merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ibu dan janin. Pengetahuan serta sikap ibu hamil yang memadai menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pencegahan dan pengenalan tanda hipertensi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media poster terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang hipertensi di Desa Pasir Sari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-experimental dan model one group pretest-posttest. Responden dalam penelitian ini berjumlah 60 ibu hamil. Data pengetahuan dan sikap dikumpulkan melalui pengukuran sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media poster. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden dengan pengetahuan kategori baik meningkat dari 39 orang (65,0%) sebelum diberikan edukasi menjadi 56 orang (93,3%) setelah diberikan edukasi. Pada variabel sikap, hasil pengukuran menunjukkan adanya peningkatan sikap setelah diberikan edukasi menggunakan media poster. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya perubahan pengetahuan yang signifikan dengan nilai Z = -6,032 dan p = 0,000, serta perubahan sikap yang signifikan dengan nilai Z = -6,686 dan p = 0,000. Karena nilai p < 0,05, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media poster terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang hipertensi di Desa Pasir Sari. Media poster dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana edukasi kesehatan yang sederhana, informatif, dan mudah dipahami dalam mendukung peningkatan pengetahuan serta sikap ibu hamil dalam upaya pencegahan hipertensi selama kehamilan
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan global dan nasional yang berdampak serius terhadap morbiditas serta mortalitas ibu dan janin. Berdasarkan studi pendahuluan tercatat sebanyak 46 ibu hamil mengalami anemia dengan dominasi kategori anemia sedang (56,5%), yang dipicu oleh rendahnya pengetahuan mengenai gizi dan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media booklet terhadap pengetahuan ibu hamil dengan anemia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 46 responden ibu hamil dengan anemia. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat kemaknaan $\alpha=0,05$. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi (pre-test), sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang yaitu sebanyak 22 orang (47,83%), cukup 18 orang (39,13%), dan baik 6 orang (13,04%). Setelah diberikan intervensi edukasi menggunakan media booklet (post-test), terjadi peningkatan signifikan di mana sebagian besar responden berada pada kategori baik sebanyak 34 orang (74%), dan cukup 12 orang (26%). Hasil analisis bivariat menghasilkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 ($p<0,05$). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi kesehatan menggunakan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil dengan anemia. Media Booklet dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif media edukasi bagi ibu hamil dalam mendukung penyampaian informasi terkait kehamilan
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka panjang yang berdampak buruk pada tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia. Data per Januari 2026 menunjukkan bahwa Dusun II berkontribusi terhadap kasus stunting tertinggi yakni sebanyak 25 kasus dari 42 kasus (59,5%) yang tercatat di Desa Karangasih. Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa emas (golden period) yang sangat krusial dalam pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi 1000 HPK terhadap pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan stunting di Dusun II Desa Karangasih, Kabupaten Bekasi tahun 2026. Metode penelitian menggunakan pra-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel sebanyak 32 ibu hamil dipilih dengan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi tatap muka dengan bantuan media leaflet dan instrumen kuesioner berskala Guttman. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan kategori baik meningkat dari 17 responden (53,12%) menjadi 28 responden (87,50%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), dengan 25 responden mengalami peningkatan skor pengetahuan. Kesimpulan Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi 1000 HPK terhadap pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan stunting di Dusun II Karangasih Cikarang Utara Bekasi Tahun 2026
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya tetanus pada ibu dan bayi baru lahir. Pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat, jadwal, dan efek samping imunisasi TT berperan dalam mendukung penerimaan dan pelaksanaan imunisasi. Salah satu media yang dapat digunakan untuk memberikan edukasi kesehatan adalah booklet karena materi dapat disajikan secara ringkas, sistematis, dan dapat dibaca kembali oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media booklet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I tentang imunisasi Tetanus Toxoid (TT) di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment tanpa kelompok kontrol menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu hamil trimester I yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media booklet. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi menggunakan media booklet, sebanyak 20 ibu hamil (66,7%) memiliki pengetahuan dalam kategori kurang, 9 ibu hamil (30,0%) dalam kategori cukup, dan 1 ibu hamil (3,3%) dalam kategori baik. Setelah diberikan edukasi, sebanyak 26 ibu hamil (86,7%) memiliki pengetahuan dalam kategori baik, 3 ibu hamil (10,0%) dalam kategori cukup, dan 1 ibu hamil (3,3%) dalam kategori kurang. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 10,30 sebelum intervensi menjadi 18,33 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value=0,000 (p<0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media booklet. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh media booklet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I tentang imunisasi TT di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026. Media booklet dapat digunakan sebagai salah satu media edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai imunisasi TT
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Nyeri punggung merupakan keluhan yang sering dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan fisiologis dan peningkatan beban tubuh selama kehamilan. Senam hamil merupakan salah satu upaya nonfarmakologis untuk membantu mengurangi nyeri punggung. Penelitian ini bertujuan mengetahui Efektivitas senam hamil terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Klinik Putri Amanda KP. Binong Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III. Tingkat nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan lembar observasi Verbal Descriptor Scale (VDS). Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Sebelum intervensi, 17 responden (57%) mengalami nyeri berat, 12 responden (40%) mengalami nyeri sangat berat, dan 1 responden (3%) mengalami nyeri sedang. Setelah intervensi, 15 responden (50%) tidak mengalami nyeri dan 15 responden (50%) mengalami nyeri ringan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan Z = -4,808 dan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan senam hamil terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Kecemasan pada ibu hamil merupakan salah satu masalah psikologis yang dapat memengaruhi kesiapan dalam menjalani kehamilan dan menghadapi persalinan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan berbasis media TikTok terhadap tingkat kecemasan ibu hamil di TPMB Isdiati tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 45 ibu hamil trimester I, II, dan III yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Intervensi berupa tiga video edukasi kesehatan berbasis TikTok yang diberikan selama satu minggu. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk dan paired sample t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kecemasan mengalami penurunan dari 55,76 sebelum intervensi menjadi 27,76 setelah intervensi, dengan penurunan sebesar 28,00 poin. Hasil paired sample t-test menunjukkan nilai t=18,912, df=44, dan p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, edukasi kesehatan berbasis media TikTok berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil. Saran: Media TikTok dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif media edukasi kesehatan bagi ibu hamil, sedangkan bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian dengan desain dan variabel yang lebih beragam serta melibatkan jumlah sampel yang lebih luas.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kehamilan trimester III merupakan periode yang dapat meningkatkan kecemasan ibu karena semakin dekat dengan proses persalinan. Kecemasan yang tidak dikelola dapat memengaruhi kondisi psikologis ibu dalam menghadapi persalinan. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi kecemasan adalah aromaterapi lavender. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di RSIA Bunda Trinanda Karawang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 31 ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan aromaterapi lavender, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 24 responden (77,4%), kecemasan sedang sebanyak 6 responden (19,4%), dan tidak mengalami kecemasan sebanyak 1 responden (3,2%), dengan rata-rata skor HARS sebesar 18,32. Setelah diberikan aromaterapi lavender, sebanyak 25 responden (80,7%) mengalami kecemasan ringan, 5 responden
(16,1%) tidak mengalami kecemasan, dan 1 responden (3,2%) mengalami kecemasan sedang, dengan rata-rata skor HARS menurun menjadi 16,00. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -4,651 dan p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender. Kesimpulan: Pemberian aromaterapi lavender berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di RSIA Bunda Trinanda Karawang Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Mual dan muntah merupakan keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil terutama pada trimester I. Kondisi mual muntah yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu aktivitas ibu dan memengaruhi pemenuhan kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi mual muntah adalah aromaterapi peppermint. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap mual muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I dengan jumlah 32 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengukuran mual muntah dilakukan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint selama tiga hari menggunakan kuesioner Pregnancy Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE-24). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan aromaterapi peppermint, sebanyak 17 responden (53,1%) mengalami mual muntah kategori sedang dan 15 responden (46,9%) kategori ringan. Setelah diberikan aromaterapi peppermint seluruh responden 30 responden (100%) mengalami mual muntah kategori ringan. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian aromaterapi peppermint terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesiapan ibu hamil dan keluarga menghadapi persalinan serta mencegah komplikasi. Keberhasilan pelaksanaan Program P4K dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) pada ibu hamil trimester II dan III di Desa Kertarahayu Tahun 2026. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 59 ibu hamil trimester II dan III yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penghasilan (p=0,004), pengetahuan (p<0,001), dan pengambilan keputusan (p=0,016) dengan pelaksanaan Program P4K. Sementara itu, usia (p=0,811), pendidikan (p=0,531), paritas (p=0,355), dan kepemilikan BPJS (p=0,355) tidak berhubungan dengan pelaksanaan Program P4K. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penghasilan, pengetahuan, dan pengambilan keputusan merupakan faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan Program P4K pada ibu hamil trimester II dan III di Desa Kertarahayu Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Program triple eliminasi merupakan upaya pemerintah untuk mencegah penularan vertikal penyakit HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu hamil ke bayinya. Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi tantangan terutama dalam hal kepatuhan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa faktor seperti usia, pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan diduga berpengaruh terhadap kepatuhan tersebut. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam menjalani program triple eliminasi di Posyandu Desa Sukamanah tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 83 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki usia reproduksi sehat (73,5%), pengetahuan baik (61,4%), sikap positif (60,2%), dukungan suami baik (61,4%), dan menilai peran tenaga kesehatan baik (86,7%). Kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan triple eliminasi sebesar 72,3%. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,007), dukungan suami (p=0,020), dan peran tenaga kesehatan (p=0,009) dengan kepatuhan ibu hamil. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kepatuhan (p=0,059). Kesimpulan: Faktor pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan memiliki hubungan signifikan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan triple eliminasi. Upaya peningkatan edukasi, dukungan keluarga, dan peran aktif tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan cakupan program ini.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Morning sickness merupakan gejala umum yang dialami ibu hamil trimester pertama, ditandai dengan mual dan muntah, dan dapat mengganggu aktivitas serta asupan nutrisi. Salah satu bentuk penanganan non-farmakologis yang umum digunakan adalah pemberian jahe hangat dan aromaterapi peppermint. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pemberian jahe hangat dengan aromaterapi peppermint terhadap frekuensi morning sickness pada ibu hamil trimester I di Klinik Cahaya Medika tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest one group. Sampel berjumlah 32 ibu hamil trimester I yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi SOP intervensi dan lembar observasi PUQE-24. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.
Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum diberikan jahe hangat, sebagian besar responden mengalami morning sickness kategori sedang (90,6%) dan berat (9,4%), sedangkan setelah intervensi menjadi ringan (68,8%) dan sedang (31,3%). Pada kelompok aromaterapi peppermint, sebelum intervensi sebagian besar mengalami kategori sedang (84,4%) dan berat (15,6%), setelah intervensi masih didominasi kategori sedang (96,9%) dan hanya 3,1% yang ringan. Uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 pada kedua intervensi, dengan hasil Mann-Whitney menunjukkan jahe hangat lebih efektif dalam menurunkan frekuensi morning sickness. Simpulan: Jahe hangat terbukti lebih efektif dibandingkan aromaterapi peppermint dalam mengurangi frekuensi morning sickness.
Saran: Jahe hangat dapat direkomendasikan sebagai pilihan intervensi non-farmakologis bagi ibu hamil trimester I.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami ibu hamil, terutama pada trimester III. Perubahan postur tubuh akibat membesarnya rahim, peningkatan kadar hormon relaksin, serta bertambahnya beban kehamilan menyebabkan peregangan pada otot dan ligamen yang berujung pada rasa tidak nyaman. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas hidup, serta memengaruhi kesiapan ibu menghadapi persalinan. Upaya penanganan nyeri dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang relatif aman, murah, mudah diterapkan, serta tanpa efek samping adalah pijat endorphin. Pijat ini merupakan teknik sentuhan lembut yang berfungsi merangsang pelepasan endorphin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat endorphin terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di TPMB X Kabupaten Bekasi tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan teknik total sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan instrumen Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi pijat endorphin. Analisis data dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum diberikan pijat endorphin, ibu hamil tanpa nyeri sebesar 16,7%, nyeri ringan 43,3%, nyeri sedang 30,0%, dan nyeri berat 10,0%. Setelah intervensi, proporsi tanpa nyeri meningkat menjadi 60,0%, nyeri ringan 30,0%, nyeri sedang 10,0%, dan tidak ditemukan nyeri berat. Uji statistik menunjukkan nilai Z = -4,434 dengan p-value < 0,01, yang menandakan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pijat endorphin. Kesimpulan: Pijat endorphin terbukti efektif menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III, sehingga layak direkomendasikan sebagai salah satu metode terapi nonfarmakologis dalam pelayanan antenatal
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Tingkat cakupan imunisasi TT di Indonesia masih tergolong rendah, khususnya di Klinik Rumah Sehat Keluarga, Salah satu faktor utama yang menyebabkan rendahnya tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT dan kurangnya informasi yang akurat serta masih adanya mitos mengenai efek samping vaksinasi menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, salah satunya melalui media buku saku yang bersifat praktis, informatif, dan mudah dipahami. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media buku saku terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi tetanus toksoid di Klinik Rumah Sehat Keluarga, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tanpa kelompok kontrol, yaitu one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 70 ibu hamil trimester 1 dan 2 yang menjalani pemeriksaan kehamilan di Klinik Rumah Sehat Keluarga selama bulan April–Mei 2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling, dimana semua ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan responden. pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukasi media buku saku. Analisis data
dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas responden (54,3%) memiliki pengetahuan dalam kategori cukup, 35,7% dalam kategori kurang, dan hanya 10% dalam kategori baik. Setelah diberikan edukasi
menggunakan media buku saku, terjadi peningkatan yang signifikan: 85,7% responden menunjukkan pengetahuan baik, 14,3% cukup, dan tidak ada responden yang berada dalam kategori kurang. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 61,64 sebelum intervensi menjadi 82,93 setelah intervensi,
dengan nilai p = 0,000 yang menunjukkan perbedaan signifikan. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media buku saku sangat efektif guna meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT. Buku saku dapat dijadikan media edukatif yang praktis dan efisien untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan ibu hamil terhadap imunisasi TT, Upaya peningkatan dukasi buku saku ini juga perlu dukungan keluarga, dan peran aktif dari tenaga kesehatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Proses persalinan sering menimbulkan nyeri hebat yang dapat memicu stres dan kecemasan. Salah satu metode non-farmakologis untuk mengurangi nyeri dan ketegangan saat melahirkan adalah hypnobirthing. Namun, pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing masih tergolong rendah. Subyek dan Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross-sectional, di lakukan di TPMB Riris. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di TPMB Riris pada bulan Mei-Juli 2025 sebanyak 60 arang dan jumlah sampel sama dengan jumlah sampel 60 orang yaitu total sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Variabel dependen yaitu pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing dan variabel independen yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi dan dukungan tenaga kesehatan. Instrumen pengukuran variabel menggunakan kuesioner. Analisis data yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Didapatkan hasil variabel pengetahuan baik 60%, usia ibu tidak beresiko 83,3%, pendidikan tinggi 85%, ibu hamil tidak bekerja 75%, paritas tidak beresiko 85%, terpapar sumber informasi 85% dan dukungan tenaga kesehatan yg mendukung 86,7%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur (p=0,073) dengan pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Namun terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,002), pekerjaan (p=0,033), paritas (p=0,002), sumber informasi (p=0,002), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,005) dengan pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Kesimpulan : Faktor pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Perlunya intervensi edukasi lebih intensif dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil.