Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

88 hasil
Subjek: kecemasan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan peran keluarga dengan tingkat kecemasan pada lansia yang mengalami hospitalisasi

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. hospitalisasi atau masuk rumah sakit merupakan keadaan yang mengharuskan seseorang untuk dirawat dirumah sakit karena mengalami kondisi kritis dan kesakitan secara fisik maupun psikologis. world health organization (who) menyatakan bahwa terdapat kurang lebih 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar,21 juta orang terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena demensia.penelian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan lansia yang menjalani hospitalisasi dirs xx kabupaten bekasi. adapun rancangan penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional, yaitu suatu penelian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko.anlisis data yang digunakan uji chisquare.penelitian ini akan menjelaskan tentang variabel usia,jenis kelamin,tingkat pendidikan, dan dukungan petugas kesehatan.penelitian ini menggunakan data primer aplikasi yangdigunakan adalah kuesioner dan spss23

37 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Orang Tua Dengan Tingkat Kecemasan Anak Yang Mengalami Menarche Di SDN Cikarang Kota 02

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Oktober 2023 Nama: Hanisah Oktavianie Nim: 020319617 HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN KECEMASAN ANAK YANG MENGALAMI MENARCHE DI SDN CIKARANG KOTA 02 ABSTRAK Latar Belakang: Berbagai macam gangguan dan gangguan baik secara langsung maupun tidak langsung, yang terjadi kepada anak saat mengalami menarche yang dapat mempengaruhi kondisi fisik atau psikologis anak. Orang tua melalui peran aktifnya dalam hal memberi akan pemahaman terkait menarche bahwa hal yang terbilang pertama kali untuk seorang anak remaja. sebagai seorang ibu sekaligus orang tua secara lebih dini harus memberikan penjelasan tentang menarche pada anak perempuannya, supaya anak lebih mengerti dan akan siap dalam menghadapi menarche. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan dukungan orang tua dengan kecemasan anak yang mengalami menarche pada siswi di SDN Cikarang Kota 02. Metodologi: Penelitia analisis kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 41siswi SD Negeri Cikarang Kota 02. Variabel pada penelitian ini adalah dukungan orang tua dan kecemasan anak. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil: responden yang mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan ringan 50,0%. Responden yang mendapat dukunga orang tua dengan kecemasan sedang 10,0%. Responden yang mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan berat 40,0%. Responden yang tidak mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan ringan 47,6%. Responden yang tidak mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan sedang 52,4%. Hasil statistik antara dukungan orang tua dengan kecemasan anak (P=0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan orang tua dengan kecemasan anak yang mengalami menarche di SDN Cikarang Kota 02. Saran: bagi responden diharapkan agar lebih meningkatkan komunikasi dengan orang tua terkait dengan perubahan-perubahan yang dapat terjadi pada wanita salah satunya menarche. Kata Kunci: Dukungan orang tua, kecemasan anak dan menarche.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN YANG AKAN DILAKUKAN PEMASANGAN CIMINO (AV SHUNT) DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG 2022.

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Hubungan dukungan keluarga dengan tingat kecemasan pasien pre operasi AV Shunt pada penderita gagal ginjal kronik adalah respon emosional yang subjektif, cemas dialami setiap orang dalam menghadapi pembedahan Penelian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan yang akan dilakukan pemsangan cimino di RS Sentra Medika Cikarang. Jenis penlitian ini adalah diskritif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. penelitian ini bertempat di ruang perawatan rawat inap RS Sentra Medika Cikarang pada bulan Oktober 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Populasi pasa dalam penelitian ini adalah semua pasien yang dilakukan pemasangan cimino di ruang perawatan rawat inap RS sentra Medika Cikarangpada bulan oktober 2022 yang berjumlah 100 orang. sampel yang diambil sebanyak 50 orang. Peneliti ini menggunakan data sekunder yang di dapatkan dari rekam medis. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil peneliti ini menunjukan bahwa Dukungan Keluarga diperoleh hasil bahwa Dukungan Keluarga yang tidak mendukung sebanyak 22 (44%), variabel tingkat kecemasan pasien kategori Tidak ada Kecemasan sebanyak 1 (2%), kecemasan ringan 1 (2%), Keecemasan Sedang 14 (28), Kecemasan Berat 34 (68%) dan Panik 0 (0%). hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien yang akan dilakukan pemasangan cimino dapat di katagori dukungan keluraga yang tidak mendukung dengan kecemasan berat sebanyak 19 responden (38% ). Hasil uji statistik dengan Chi- Square diperoleh nilai P=0,015 (P<0,05) didapat dari nilai Likelihood Ratio dengan kriteria tabel lebih dari 2x2 dan nilai expected count <5 lebih dari 20%. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien yang akan dilakukan pemasangan cimino. Peneliti ini diharapkan mamapu meningkatkan asukan keperawatan terutama dengan hubungan dukungan keluarga pada pasien yang akan dilakukan pemasangan cimino dengan tingkat kecemasan pasien, khusnya bagi petugas Kesehatan yang bertugas diruang bangsal keperawatan.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DENGAN TINDAKAN SECTIO CAESAREA DI INSTALASI BEDAH SENTRAL SENTRA MEDIKA HOSPITAL MINAHASA UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tindakan pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara infasive dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani untuk tujuan pengobatan dan proses operasi. Salah satu jenis pembedahan yang ada di Sentra Medika Minahasa Utara adalah Sectio Caesarea. Angka persalinan dengan metode sectio caesarea mengalami peningkatan di seluruh dunia dan melebihi batas kisaran yang disarankan oleh WHO yaitu sebesar 5-15%. Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pre operasi pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain deskriptif dengan rencana penelitian “Cross Sectional”. Tehknik pengambilan sampling dengan menggunakan tekhnik purposive sampling, dengan variable penelitian untuk indepeden yang terdiri dari Usia, Pekerjaan, tingkat pendidikan, dan lembar persetujuan. Dan variable dependennya di ambil tingkat kecemasan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan Maret 2023, Subyek penelitian sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Usia didapati hasilnya (p 0,027) dari standar nilai (p 0,05). Menyatakan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan faktor usia. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat pendidikan diman hasil yang di dapat adalah (0,009) dari nilai (p 0,05). Hasil penelitian juga tentang hubungan tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan didapati hasil (0,013) dari nilai (p 0,05), menyatakan ada hubungan antar tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan, dan hasil penelitian juga menyatakan ada hubungan antara jenis anastesi dan tingkat kecemasan dengan hasil yang di dapat adalah (p 0,027) dari nilai (0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan yang searah antara faktor Usia, Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan dan jenis anastesi pada pasien yang menjalani sectio caesarea di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Respon Time Perawat dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Kategori Australian Triage Scale (Ats) 2 dan 3 di Instalasi Gawat Darurat Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kondisi kegawatdaruratan di IGD sering menimbulkan respon kecemasan pada pasien, tanda gejala somatis dan psikologis kecemasan pada pasien adalah terjadinya peningkatan skala nyeri, nadi cepat dan tekanan darah meningkat. Hal ini dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien oleh karena itu ketepatan respon time sesuai batasan waktu triase dalam pelayanan gawat darurat memegang peranan yang sangat penting dalam mengatasi masalah pasien terutama pada kategori ATS 2 dan 3 yang mempunyai karakteristik perburukan yang cepat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan respon time perawat dengan tingkat kecemasan pasien kategori ATS 2 dan 3 di IGD. Design penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional, sample terdiri dari 40 responden kategori ATS 2 dan 3 di IGD Sentra Medika Hospital Mianahasa Utara yang didapatkan melalui tehnik accidental sampling. Pengukuran respon time menggunakan stopwatch dan lembar observasi, sedangkan pengukuran tingkat kecemasan menggunakan instrument State Anxiety Inventory. Hasil penelitian dengan analisa univariat distribusi frekuensi respon time yang tepat pada pasien kategori ATS 2 dan 3 ada 12 responden (30%) mengalami tingkat kecemasan sedang, dan 3 responden (7%) mengalami kecemasan berat , sedangkan analisa bivariate berdasarkan uji statistic chi square, dengan α=0,05, didapatkan P-value 0.020 dimana P-valueα yang berarti ketepatan respon time perawat berdampak pada tingkat kecemasan pasien ATS 2 dan 3. Ketepatan Respon time perawat merupakan salah satu sumber koping selain edukasi dan pemberian informasi rencana tindakan yang dapat memicu peningkatan GABA pada sel saraf dan akan mempengaruhi gyrus parietalis sehingga akan menurunkan respon kecemasan. Saran untuk perawat dan manajemen RS untuk melakukan pelatihan kegawat daruratan dan triage sangat diperlukan sehingga pemberian respon time perawat dapat tepat Sesuai dengan SPM IGD dan prioritas dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan pada pasien kategori ATS 2 dan 3 sesuai dengan hasil penilaian triage

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan orangtua pasian anak usia (1-5 tahun) yang menjalani hospitalisasi di rumah sakit X Cikarang selama masa pandemik Covid 19 tahun 2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, 24 Mei 2021 Nama : Nurhikmah NIM : 020319673 STUDI TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN ORANGTUA PADA PASIEN ANAK USIA (1-5 TAHUN) YANG MENJALANI HOSPITALISASI DI RUMAH SAKIT X CIKARANG PADA MASA PANDEMIK COVID19 TAHUN 2021 XV + 98 Halaman + 9 Tabel +12 Lampiran ABSTRAK Pandemik Covid-19 adalah peristiwa menyebarnya Covid 19 di seluruh dunia untuk semua negara. Kecemasan adalah suatu perasaan takut akan terjadinya sesuatu yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan orangtua pada pasien anak usia (1-5 tahun) yang menjalani hospitalisasi di Rumah Sakit X Cikarang pada masa pandemik Covid19. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan rancangan penelitian cross sectional atau potong lintang serta menggunakan uji chi square. Penelitian ini akan menjelaskan tentang variabel usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dukungan petugas, dan dukungan keluarga. Penelitian ini menggunakan data primer, aplikasi yang digunakan adalah google form, Microsoft Office 2013, dan SPSS 23. Kata Kunci : Kecemasan, Orang Tua, Pandemi Covid19, Hospitalisasi ABSTRACT BACHELOR PROGRAM STUDY OF NURSING AND PROFESSION NERS Skripsi, 24 May 2021 Name : Nurhikmah NIM : 020319673 STUDY ON FACTORS RELATED TO THE ANXIETY OF THE PARENTS IN CHILD PATIENTS (1-5 YEARS) WHO ARE HOSPITALIZING IN X CIKARANG HOSPITAL IN THE PANDEMIC TIME COVID19 2021 YEARS XV + 98 Pages + 9 Tables + 12 Appendix ABSTRACT The Cvoid-19 pandemic is an event of the spread of Covid-19 worldwide for all countries. Anxiety is a feeling of fear of something happening due to the anticipation of danger. This study aims to determine the factors associated with parental enxiety in child patients (1-5 years) undergoing hospitalization at X Hospital Cikarang during the Covid-19 pandemic. This type of research is a quantitative research method with a cross-sectional research design approach and using the chi square test. This study will explain the variables of age, gender, level of education, support from staff, and family support. This study uses primary data, the applications used are google form, Microsoft Office 2013, and SPSS 23. Keywords: Anxiety, Parents, Pandemic Covid19, Hospitalization

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan Perawatan Post Cimino Dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kecemasan adalah suatu respon emosional yang tidak menyenangkan terhadap berbagai macam stressor baik yang jelas maupun yang tidak teridenfikasi dan ditandai rasa khawatir, takut dan perasaan terancam. Adapun salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pengetahuan (Kaplan dan Sadock dalam Iin patimah, 2020). Pengetahuan menurut Windri Dewi Ayu (2022) yaitu hasil tahu yang terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan melalui panca indera manusia terhadap objek tertentu yang mendasari tindakan seseorang yang dipengaruhi oleh faktor pendidikan, informasi, budaya dan pengalaman seseorang. Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan Antara Pengetahuan Perawatan Post Cimino dengan Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 45 responden dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalahchi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perawatan post cimino berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dengan nilai p- value = 0,001 < 0,05. Kesimpulan: pengetahuan perawatan post cimino berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Re Edukasi Prosedur Tindakan Operasi Berbasis Video Ai Melalui Whatsapp Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Apendiktomi di RS Mary Cileungsi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Apendisitis merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan abdomen yang umum dan memerlukan tindakan pembedahan berupa apendiktomi. Berdasarkan studi pendahuluan di Rumah Sakit Mary Cileungsi terdapat 43 kasus apendiktomi pada periode Mei sampai Juni 2026. Tingginya angka tindakan operasi seringkali menimbulkan kecemasan pre operasi. Kecemasan yang tidak terkelola dapat berdampak negatif terhadap kondisi fisiologis pasien. Video Artificial Intelligence (AI) melalui WhatsApp diharapkan menjadi media re-edukasi yang efektif, praktis, dan dapat diakses berulang untuk membantu menurunkan kecemasan. Metode dalam penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 33 pasien pre apendiktomi berusia 17–50 tahun di Ruang Rawat Inap Bedah RS Mary Cileungsi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor kecemasan setelah diberikan re-edukasi prosedur operasi berbasis video AI melalui WhatsApp. Uji statistik menunjukkan p-value < 0,05. Kesimpulan dalam penelitian yaitu terdapat pengaruh signifikan re-edukasi prosedur tindakan operasi berbasis video AI melalui WhatsApp terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien pre apendiktomi di RS Mary Cileungsi Tahun 2026. Media video digital dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan preoperatif untuk membantu mempersiapkan kondisi psikologis pasien sebelum pembedahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kesehatan Mental Ibu Hamil Trimester III di Desa Banjarsari Kab. Bekasi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Kesehatan mental ibu hamil trimester III perlu diperhatikan karena perubahan fisik dan psikologis serta persiapan persalinan dapat meningkatkan kecemasan. Studi pendahuluan di Desa Banjarsari menunjukkan 6 dari 10 ibu hamil trimester III mengalami keluhan psikologis berupa kecemasan, kekhawatiran terhadap kondisi janin, dan gangguan tidur. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental ibu hamil trimester III di Desa Banjarsari Tahun 2026. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 50 ibu hamil trimester III menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan, kondisi ekonomi, dukungan suami dan keluarga, paritas, serta status pernikahan. Kesehatan mental dioperasionalkan melalui tingkat kecemasan yang diukur menggunakan subskala Anxiety DASS-21. Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Sebanyak 23 responden (46,0%) mengalami kecemasan kategori sedang. Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan (p = 0,027), kondisi ekonomi (p = 0,001), dukungan suami dan keluarga (p = 0,008), paritas (p < 0,001), serta status pernikahan (p = 0,026) dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan: Kelima faktor yang diteliti berhubungan bermakna dengan kesehatan mental ibu hamil trimester III yang dioperasionalkan melalui tingkat kecemasan di Desa Banjarsari Kab. Bekasi Tahun 2026.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Media Tiktok Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil di TPMB Isdiati Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Kecemasan pada ibu hamil merupakan salah satu masalah psikologis yang dapat memengaruhi kesiapan dalam menjalani kehamilan dan menghadapi persalinan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan berbasis media TikTok terhadap tingkat kecemasan ibu hamil di TPMB Isdiati tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 45 ibu hamil trimester I, II, dan III yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Intervensi berupa tiga video edukasi kesehatan berbasis TikTok yang diberikan selama satu minggu. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk dan paired sample t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kecemasan mengalami penurunan dari 55,76 sebelum intervensi menjadi 27,76 setelah intervensi, dengan penurunan sebesar 28,00 poin. Hasil paired sample t-test menunjukkan nilai t=18,912, df=44, dan p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, edukasi kesehatan berbasis media TikTok berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil. Saran: Media TikTok dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif media edukasi kesehatan bagi ibu hamil, sedangkan bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian dengan desain dan variabel yang lebih beragam serta melibatkan jumlah sampel yang lebih luas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Kecemasan Ibu Hamil Trimester III dalam Menghadapi Persalinan di RSIA Bunda Trinanda Karawang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kehamilan trimester III merupakan periode yang dapat meningkatkan kecemasan ibu karena semakin dekat dengan proses persalinan. Kecemasan yang tidak dikelola dapat memengaruhi kondisi psikologis ibu dalam menghadapi persalinan. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi kecemasan adalah aromaterapi lavender. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di RSIA Bunda Trinanda Karawang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 31 ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan aromaterapi lavender, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 24 responden (77,4%), kecemasan sedang sebanyak 6 responden (19,4%), dan tidak mengalami kecemasan sebanyak 1 responden (3,2%), dengan rata-rata skor HARS sebesar 18,32. Setelah diberikan aromaterapi lavender, sebanyak 25 responden (80,7%) mengalami kecemasan ringan, 5 responden (16,1%) tidak mengalami kecemasan, dan 1 responden (3,2%) mengalami kecemasan sedang, dengan rata-rata skor HARS menurun menjadi 16,00. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -4,651 dan p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender. Kesimpulan: Pemberian aromaterapi lavender berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di RSIA Bunda Trinanda Karawang Tahun 2026.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Pra Anestesi Terhadap Kesiapan Mental Berbasis Self Efficacy dan Kecemasan Pasien RSUD Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kecemasan pasien pra anestesi yang dapat memengaruhi stabilitas fisiologis dan kesiapan mental sebelum tindakan operasi. Edukasi berbasis self-efficacy dipandang sebagai intervensi non-farmakologis yang mampu memperkuat keyakinan diri pasien dalam menghadapi prosedur anestesi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi berbasis self-efficacy terhadap kesiapan mental dan tingkat kecemasan pasien pra anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest pada 64 responden yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Praoperative Self-Efficacy Scale (PSES) untuk mengukur kesiapan mental dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur kecemasan, dengan analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kesiapan mental (Z = -6,971; p < 0,05) dan penurunan signifikan pada tingkat kecemasan (Z = -5,308; p < 0,05) setelah diberikan edukasi. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa edukasi berbasis self-efficacy efektif dalam meningkatkan kesiapan mental dan menurunkan kecemasan pasien sebelum tindakan anestesi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan dengan Skor Apais pada Pasien Pra Anestesi Teknik Anestesi Umum di RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Kecemasan praoperasi merupakan respons psikologis yang sering dialami pasien sebelum tindakan pembedahan dan dapat memengaruhi kondisi fisiologis maupun keberhasilan prosedur anestesi. Tingkat kecemasan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk karakteristik individu dan faktor situasional. Penilaian kecemasan secara objektif dapat dilakukan menggunakan Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) yang banyak digunakan dalam penelitian klinis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien pra anestesi teknik anestesi umum di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Metode : Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, riwayat operasi, dan pemberian informasi praoperasi, sedangkan variabel dependen adalah tingkat kecemasan berdasarkan skor APAIS. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil : Mayoritas responden berusia dewasa, berjenis kelamin laki-laki, tidak memiliki riwayat operasi, dan tidak mendapatkan edukasi praoperasi. Sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang. Analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara usia dan tingkat kecemasan (p = 0,003) serta antara jenis kelamin dan tingkat kecemasan (p = 0,003). Sementara itu, riwayat operasi (p = 0,554) dan informasi pra operasi (p = 0,147) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan : Faktor usia dan jenis kelamin berhubungan secara signifikan dengan tingkat kecemasan pasien pra anestesi, sedangkan riwayat operasi dan informasi pra operasi tidak berhubungan secara statistik. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan karakteristik individu pasien dalam penilaian pra anestesi guna mengidentifikasi risiko kecemasan dan meningkatkan kualitas pelayanan perioperatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Pre-Anestesi Menggunakan Video Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kepuasan Pasien dengan Anestesi Spinal di Ruang Isntalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Bayu Asih Purwakarta

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kecemasan preoperatif merupakan respons emosional yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan anestesi spinal. Kurangnya pemahaman mengenai prosedur anestesi dapat meningkatkan kecemasan dan menurunkan kepuasan pasien terhadap pelayanan. Edukasi berbasis video menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pemahaman pasien sebelum tindakan anestesi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pre-anestesi menggunakan media video terhadap tingkat kecemasan dan kepuasan pasien dengan anestesi spinal di Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Bayu Asih Purwakarta.Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menjalani anestesi spinal di IBS RSUD Bayu Asih Purwakarta pada periode 2 Desember 2025 sampai 23 Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 70 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner skala kecemasan, sedangkan kepuasan pasien diukur menggunakan kuesioner kepuasan pasien yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah pemberian edukasi video. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan setelah diberikan edukasi video (p < 0,001) serta peningkatan signifikan tingkat kepuasan pasien (p = 0,001).Kesimpulan: Edukasi preanestesi menggunakan media video berpengaruh signifikan terhadap penurunan kecemasan dan peningkatan kepuasan pasien dengan anestesi spinal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Guided Imagery Terhadap Penurunan Kecemasan pada Pasien Pre Operasi dengan Teknik General Anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Cemas merupakan respons psikologis yang umum dialami pasien pada fase pre operasi, terutama pada pasien yang akan menjalani pembedahan dengan teknik general anestesi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan teknik relaksasi guided imagery. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh guided imagery terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik general anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre experiment melalui pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 47 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) sebelum dan sesudah diberikan intervensi guided imagery. Intervensi dilakukan selama 10 menit dengan tiga kali pengulangan. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik bivariat. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan pasien setelah diberikan intervensi guided imagery. Hasil uji statistik n nilai p-value < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan guided imagery terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik general anestesi. Kesimpulan: Bahwa ada pengaruh setelah diberikan intervensi guided imagery terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik general anestesi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kombinasi Finger Hold dan Relaksasi Napas dalam Terhadap Kecemasan Pasien Preoperatif General Anestesia di RSUD Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Kecemasan praoperatif merupakan respon psikologis yang sering dialami pasien sebelum tindakan pembedahan dengan general anesthesia dan dapat mempengaruhi kondisi fisiologis pasien. Intervensi nonfarmakologis diperlukan untuk membantu menurunkan kecemasan sebelum operas salah satunya kombinasi teknik finger hold dan relaksasi napas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi finger hold dan relaksasi napas dalam terhadap penurunan kecemasan pada pasien praoperatif general Anesthesia di RSUD Kabupaten Bekasi Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS). dan dianalisis menggunakan uji marginal homogienity dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami cemas berat (70,0%), sedangkan setelah intervensi mayoritas mengalami cemas ringan (92,5%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05). Kesimpulan: terdapat pengaruh signifikan kombinasi teknik finger hold dan relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat kecemasan. Kombinasi teknik ini efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk menurunkan kecemasan pasien properatif dengan general anesthesia di RSUD Kabupaten Bekasi.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Eye Mask Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Anestesi Spinal di Ruang Intra Operasi Menggunakan Skor Visual Analog Scale For Anxiety (VAS-A) di RS Sentra Medika Cikarang 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Kecemasan merupakan kondisi psikologis tidak menyenangkan yang sering dialami oleh pasien ketika menghadapi prosedur pembedahan dengan anestesi spinal yang berdampak pada peningkatan tekanan darah serta kebutuhan tambahan obat sedatif. Upaya penanganan non-farmakologis Eye mask terbukti dapat menciptakan kondisi relaksasi dan menurunkan kecemasan. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh eye mask terhadap tingkat kecemasan pasien anestesi spinal di ruang intraoperasi menggunakan skor visual analog scale for anxeity (VAS-A) di RS Sentra Medika cikarang. Metode : Penelitian ini menggunkan metode kuantitatif dengan pre experimental design tipe one group pretest–posttest design dan consecutive sampling sebagai teknik pengabilan sampel yang melibatkan 32 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A) dan data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil : Analisis data perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi menggunakan uji wilcoxon menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 (< 0,05). Kesimpulan : terdapat pengaruh eye mask terhadap tingkat kecemasan pasien anestesi spinal di ruang intraoperasi menggunakan skor Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Butterfly Hug Berbasis Audio Visual Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Keperawatan Semester Akhir Universitas Medika Suherman Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Mahasiswa semester akhir usia 18–25 tahun menghadapi tuntutan akademik yang tinggi, khususnya dalam penyelesaian tugas akhir, sehingga berisiko mengalami kecemasan. Proses penyusunan tugas akhir yang panjang dan kompleks sering menjadi pemicu utama munculnya kecemasan tersebut. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk menurunkan kecemasan adalah terapi butterfly hug, yang bersifat sederhana, mudah dipraktikkan secara mandiri, dan tidak memerlukan alat khusus. Dukungan media audiovisual dalam pemberian terapi butterfly hug juga membantu meningkatkan relaksasi dan kepercayaan diri mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi butterfly hug berbasis audio-visual terhadap tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester akhir universitas medika suherman tahun 2025. Metode penelitian: Kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (one group pretest- posttest design). Sampel pada penelitian ini berjumlah 65 responden mahasiswa semester akhir dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner HARS dengan Pretest (sebelum) Posttest (sesudah) kemudian dilakukan analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian: Menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah pemberian terapi butterfly hug berbasis audiovisual, dengan sebagian besar responden mengalami penurunan skor kecemasan dan tidak ditemukan peningkatan kecemasan, serta nilai p = 0,000 < 0,05 yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Kesimpulan: Terapi butterfly hug berbasis audiovisual berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester akhir, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan mandiri yang efektif dan mudah diterapkan.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Eye Mask terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Anestesi Spinal di Ruang Intraoperasi Menggunakan Skor Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Kecemasan merupakan kondisi psikologis tidak menyenangkan yang sering dialami oleh pasien ketika menghadapi prosedur pembedahan dengan anestesi spinal yang berdampak pada peningkatan tekanan darah serta kebutuhan tambahan obat sedatif. Upaya penanganan non-farmakologis Eye mask terbukti dapat menciptakan kondisi relaksasi dan menurunkan kecemasan. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh eye mask terhadap tingkat kecemasan pasien anestesi spinal di ruang intraoperasi menggunakan skor visual analog scale for anxeity (VAS-A) di RS Sentra Medika cikarang. Metode : Penelitian ini menggunkan metode kuantitatif dengan pre experimental design tipe one group pretest–posttest design dan consecutive sampling sebagai teknik pengabilan sampel yang melibatkan 32 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A) dan data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil : Analisis data perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi menggunakan uji wilcoxon menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 ( 0,05). Kesimpulan : terdapat pengaruh eye mask terhadap tingkat kecemasan pasien anestesi spinal di ruang intraoperasi menggunakan skor Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A).

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre anestesi dengan teknik anestesi spinal

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kecemasan pre operasi merupakan respon psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan, termasuk pada prosedur dengan teknik anestesi spinal. Kecemasan yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi kondisi fisiologis pasien seperti peningkatan tekanan darah, denyut jantung, serta mempengaruhi jalannya tindakan anestesi dan proses pemulihan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menurunkan kecemasan adalah dukungan keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre anestesi dengan teknik anestesi spinal di RSUD Sekarwangi Sukabumi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 39 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dengan skala Likert dan kuesioner tingkat kecemasan APAIS (Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga dalam kategori baik (79,2%) dan mengalami tingkat kecemasan ringan(87,3%( hingga sedang. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,000 (p 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre anestesi spinal. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre anestesi dengan teknik anestesi spinal. Dukungan keluarga yang baik berperan dalam membantu menurunkan tingkat kecemasan pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail