Abstrak
Latar belakang: Kecemasan praoperatif merupakan respon psikologis yang sering dialami pasien sebelum tindakan pembedahan dengan general anesthesia dan dapat mempengaruhi kondisi fisiologis pasien. Intervensi nonfarmakologis diperlukan untuk membantu menurunkan kecemasan sebelum operas salah satunya kombinasi teknik finger hold dan relaksasi napas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi finger hold dan relaksasi napas dalam terhadap penurunan kecemasan pada pasien praoperatif general Anesthesia di RSUD Kabupaten Bekasi Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS). dan dianalisis menggunakan uji marginal homogienity dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami cemas berat (70,0%), sedangkan setelah intervensi mayoritas mengalami cemas ringan (92,5%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05). Kesimpulan: terdapat pengaruh signifikan kombinasi teknik finger hold dan relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat kecemasan. Kombinasi teknik ini efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk menurunkan kecemasan pasien properatif dengan general anesthesia di RSUD Kabupaten Bekasi.