Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

70 hasil
Subjek: pekerjaan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Koma Diabetikum (Hipoglikemia) pada Pasien Diabetes Melitus di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Diabetes Melitus adalah penyakit kronis, disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hipoglikemia merupakan suatu kondisi klinik yang bersifat emergensi yang akan menimbulkan konsekwensi klinis yang berat, bahkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan koma diabetikum (hipoglikemia) dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Penelitian bersifat retrospektif menggunakan rancangan atau desain case control. Penelitian ini di lakukan di IGD RS Sentra Medika Cikarang, dengan jumlah sampel 54 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Penelitian ini menggunakan formulir cheklist. Uji tatistiknya adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat, terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat) adalah 32 orang (59,3%) dan 22 orang (40,7%) tidak terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat). Hasil analisa bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara pekerjaan dan terjadinya koma diabetikum (hipoglikemia berat) dengan nilai p = 0,013 (p ≤ 0,05). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah usia, lama menderita DM dan terapi insulin. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD tahun 2022 adalah variabel pekerjaan. Di harapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DENGAN TINDAKAN SECTIO CAESAREA DI INSTALASI BEDAH SENTRAL SENTRA MEDIKA HOSPITAL MINAHASA UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tindakan pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara infasive dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani untuk tujuan pengobatan dan proses operasi. Salah satu jenis pembedahan yang ada di Sentra Medika Minahasa Utara adalah Sectio Caesarea. Angka persalinan dengan metode sectio caesarea mengalami peningkatan di seluruh dunia dan melebihi batas kisaran yang disarankan oleh WHO yaitu sebesar 5-15%. Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pre operasi pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain deskriptif dengan rencana penelitian “Cross Sectional”. Tehknik pengambilan sampling dengan menggunakan tekhnik purposive sampling, dengan variable penelitian untuk indepeden yang terdiri dari Usia, Pekerjaan, tingkat pendidikan, dan lembar persetujuan. Dan variable dependennya di ambil tingkat kecemasan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan Maret 2023, Subyek penelitian sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Usia didapati hasilnya (p 0,027) dari standar nilai (p 0,05). Menyatakan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan faktor usia. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat pendidikan diman hasil yang di dapat adalah (0,009) dari nilai (p 0,05). Hasil penelitian juga tentang hubungan tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan didapati hasil (0,013) dari nilai (p 0,05), menyatakan ada hubungan antar tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan, dan hasil penelitian juga menyatakan ada hubungan antara jenis anastesi dan tingkat kecemasan dengan hasil yang di dapat adalah (p 0,027) dari nilai (0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan yang searah antara faktor Usia, Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan dan jenis anastesi pada pasien yang menjalani sectio caesarea di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA IBU MENYUSUI 0-6 BULAN DI DUSUN 2 DESA CIBATU KEC. CIKARANG SELATAN, KAB. BEKASI TAHUN 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemberian ASI Ekslusif merupakan salah satu upaya untuk membantu tumbuh kembang anak terutama kesehatannya karena ASI memiliki zat gizi yang diperlukan bayi maupun antibody untuk kekebalan tubuhnya. Penelitian ini menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah 42 responden. Berdasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai pengetahuan (P= 0, 004), pekerjaan (P=0, 041), paritas (P=0,016), dukungan keluarga (P=0,016), karena nilai P Value 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan, pekerjaan, paritas, dan dukungan keluarga pada pemberian ASI Ekslusif Pada Ibu Menyusui 0-6 bulan. Dan bersasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai pendidikan (P=0, 377), karena nilai P Value 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara Pendidikan terhadap Pemberian ASI Ekslusif Pada Ibu Menyusui 0-6 Bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah dengan nilai P Value 0,05 maka ada hubungan pengetahuan, pekerjaan, paritas, dan dukungan keluarga dengan Pemberian ASI Ekslusif pada ibu menyusui 0-6 bulan di Dusun 2 Desa. Cibatu, Kec. Cikarang Selatan, Kab. Bekasi Tahun 2023.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, 11 September 2023 Nama : Yuyun Setiawati Nim : 020319647 FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HYPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Xiii+ 48 Halaman+ 10 Tabel + 7 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang : Prevalensi kejadian Hyperemesis Gravidarum sekitar (21,5%) ibu hamil pada umumnya. Data Survey Demogradi Kesehatan Indonesia (SDKI) Angka kejadian Hyperemesis Gravidarum di Indonesia ibu hamil dan tahun 2021 mengalami peningkatan yaitu (5,42%). Beberapa faktor penyebab kejadian Hyperemesis gravidarum meliputi faktor predisposisi terdiri dari usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, molahidatidosa dan kehamilan ganda, faktor organic, faktor psikologis. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023. Metode : Jenis penelitian ini deskriptif observasional, menggunakan desain cross sectional, dengan populasi 74 responden pada ibu hamil trimester I. Jumlah sampel 74 responden pada ibu hamil trimester I. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi lembar ceklis. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value= 0,013 0,05 berarti terdapat hubungan antara Usia dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,022 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Paritas dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,008 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Pekerjaan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,012 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Gastritis dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023. Kesimpulan : Sebagian besar 58,1% yang usia 20-35th, Sebagian besar 51,4% yang primigravida, Sebagian besar 56,8% yang tidak bekerja, Sebagian besar 62,2% yang Gastritis dan Sebagian besar 66,2% yang Hyperemesis Gravidarum, diharapkan kepada ibu hamil trimester I agar terus menjalani gaya hidup yang sehat agar tidak terjadi kembali Hyperemesis Gravidarum. Saran : Diharapkan pada penelitian ini digunakan sebagai referensi Pustaka pembelajaran khususnya pada keperawatan maternitas, sebagai literature. Kata kunci : Gastritis, Hyperemesis Gravidarum,Usia, Paritas, Pekerjaan. Bahan baca : 4 buku (2021-2022) dan 15 jurnal kesehatan (2019-2023)

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Terputusnya Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarmukti Cikarang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: ASI eksklusif diberikan selama enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa tambahan makanan atau minuman lain. Namun, masih terdapat ibu yang mengalami terputusnya pemberian ASI eksklusif. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan pengetahuan ibu, dukungan suami, dan pekerjaan ibu. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terputusnya pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarmukti Cikarang Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 84 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan p<0,05. Hasil: Sebanyak 51 responden mengalami terputusnya pemberian ASI eksklusif dan 33 responden memberikan ASI eksklusif. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu, dukungan suami, dan pekerjaan ibu dengan terputusnya pemberian ASI eksklusif, masing-masing dengan p-value<0,001. Kesimpulan: Pengetahuan ibu, dukungan suami, dan pekerjaan ibu berhubungan dengan terputusnya pemberian ASI eksklusif. Diperlukan peningkatan edukasi ASI eksklusif serta dukungan suami, keluarga, dan lingkungan, khususnya bagi ibu bekerja.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Pada Masyarakat di Desa Balekambang Kecamatan Jonggol

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Prevalensi DBD di Jonggol hingga Juni 2024 tercatat sebanyak 145 kasus dengan 1 kematian. Sementara itu, Puskesmas Balekambang mencatat 20 kasus dengue pada periode Januari–November 2025, dengan 2 orang dirawat di RSUD Cileungsi pada bulan Mei dan 1 orang dirawat di RS Permata Jonggol pada bulan Juni. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN) pada masyarakat di Balekambang Kecamatan Jonggol 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif korelasional dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian masyarakat Desa Balekambang Kecamatan Jonggol dengan jumlah sampel sebanyak 85 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan perilaku PSN. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik nonparametrik Chi-Square. No Layak Etik 000322/Universitas Medika Suherman/2026 Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan analisi bivariat Jenis kelamin nilai p-value = 0,659 > 0,05, Usia nilai p-value = 0,546 > 0,05, Pendidikan nilai p-value = 0,001 <0,05, Pekerjaan nilai p-value = 0,158 > 0,05, Tingkat pengetahuan nilai p-value = 0,018 <0,05, Sikap nilai p-value = 0,001 <0,05. Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor jenis kelamin, usia, pekerjaan dengan perilaku PSN, Ada hubungan yang signifikan antara faktor pendidikan, tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku PSN. Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), mengingat masih terdapat responden dengan perilaku PSN yang kurang baik.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Ruam Popok Bayi di Desa Karang Baru Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Ruam popok (diaper rash) merupakan masalah kulit yang sering terjadi pada bay akibat iritasi urine, feses, kelembaban, dan gesekan popok. Prevalensi globa mencapai 65% (WHO, 2022), sementara di Indonesia dilaporkan 7–35% dan d Kabupaten Bekasi sebesar 10,28%. Pengetahuan ibu yang kurang tentang persona hygiene bayi menjadi faktor penting yang dapat meningkatkan risiko terjadiny ruam popok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yan berhubungan dengan kejadian ruam popok pada bayi di Desa Karang Bar Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2025.Penelitian merupaka jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 88 responden dipilih dengan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui angket kepada ibu yan memiliki bayi usia 0–6 bulan. Analisis menggunakan uji chi-square denga perhitungan odds ratio (OR). Dari penelitian ini diperoleh hasil yaitu tidak terdapa hubungan signifikan antara pendidikan dengan ruam popok (p=0,249; OR=0,552 maupun sikap (p=0,067; OR=2,565). Namun terdapat hubungan signifikan antar pekerjaan dengan ruam popok (p=0,047; OR=2,644) serta pengetahuan (p=0,018 OR=3,246). Responden dengan pengetahuan kurang memiliki peluang tiga kal lebih besar memiliki bayi yang terkena ruam popok dibandingkan dengan ib berpengetahuan baik. Pengetahuan ibu sangat erat kaitannya dengan pendidika dan memengaruhi perilaku dalam menjaga kesehatan kulit bayi. Ketepata perawatan perianal memerlukan perilaku ibu yang baik dalam menjaga kebersiha kulit bayi.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Lengkap di Klinik Amelia Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Imunisasi adalah proses pemberian vaksinasi kepada seseorang untuk membantu mereka menjadi kebal terhadap penyakit tertentu. Vaksin merangsang system kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibody yang dapat melawan penyakit tertentu. Indikator data dari Klinik Amelia. Jumlah anak Indonesia yang tidak divaksinasi pada tahun 2018 hingga 2023 adalah 1.879.820 anak. Cakupan vaksinasi dasar di Indonesia juga mengalami penurunan, dari 93,7% pada tahun 2019 menjadi 84,5% pada tahun 2021. Capain imunisasi dasar lengkap dari januari sampai dengan maret 2025 hanya 62,5% yang tercapai Imunisasi dasar lengkap. Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui Faktor- faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap di klinik Amelia tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan desain cross sectional, populasi seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0–12 bulan yang tinggal di wilayah layanan Klinik Amelia. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 80 responden. Pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuesioner. Analisis hubungan antar variable menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian : Hasil Penelitian ini dengan uji statistik bivariat dengan menggunakan chi square menunjukan bahwa usia (p= 0,000) , pendidikan (p=0,000), pekerjaan (p=0,000), sumber informasi (p=0,000). Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara usia, pekerjaaan, pendidikan, sumber informasi dengan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap di klinik amelia tahun 2025.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Rendahnya Akseptor KB AKDR Pada Wanita Usia Subur di TPMB Bdn Hj. Wiwin Wulandari, SST., M.Si Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Wanita usia subur (WUS) 15–49 tahun merupakan sasaran utama program Keluarga Berencana (KB). Namun, tingkat penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) masih rendah. Data SDKI 2017 menunjukkan hanya 4% WUS menggunakan AKDR, jauh di bawah kontrasepsi suntik (32%) dan pil (14%). Di Kabupaten Bekasi, dari 470.064 WUS, hanya 6,3% yang memilih AKDR. Studi awal di TPMB Hj. Wiwin Wulandari menemukan bahwa 90% dari 20 responden lebih memilih suntik dibandingkan AKDR. Rendahnya minat ini mendorong peneliti untuk menelaah faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan AKDR. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan AKDR pada WUS di TPMB Hj. Wiwin Wulandari, S.ST., M.Si. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 60 WUS yang diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,028), paritas (p=0,048), pengetahuan (p=0,021), pendidikan (p=0,008), dan pekerjaan (p=0,000) dengan penggunaan AKDR. Terdapat pengaruh yang signifikan antara usia, paritas, pengetahuan, pendidikan, dan pekerjaan terhadap pemilihan AKDR. Diperlukan peran aktif bidan dalam memberikan edukasi serta dukungan dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan minat WUS terhadap AKDR, guna mendukung program KB jangka panjang yang efektif.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecemasan Ibu Hamil Primipara Trimester III dalam Menghadapi Persalinan di TPMB Iin Sepnita Dewi Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Kecemasan adalah suatu perasaan tidak santai yang samar-samar karena ketidaknyamanan atau rasa takut yang disertai suatu respon (sumber sering kali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu). Suatu perasaan takut akan terjadi sesuatu yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kecemasan ibu hamil primipara trimester 3 dalam menghadapi persalinan di TPMB Iin Sepnita Dewi tahun 2024. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 65 responden. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil : Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai P=0.000 <0,05 artinya ada pengaruh umur terhadap tingkat kecemasan, nilai P=0.009 >0,05 artinya ada pengaruh pendidikan terhadap tingkat kecemasan, nilai P=0.020 >0,05 artinya ada pengaruh pekerjaan terhadap tingkat kecemasan dan didapatkan nilai P=0.033 <0,05 artinya ada pengaruh pengetahuan terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III di TPMB Iin Sepnita Dewi tahun 2024. Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi tambahan kepada masyarakat tentang faktor risiko kecemasan ibu hamil, sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan terjadinya dampak negatif pada ibu hamil dan janinnya

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) Dengan Tingginya Tingkat Penggunaan Kontrasepsi Suntik di TPMB Masitoh Hardiyanti Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Pengetahuan atau ranah kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Pengetahuan yang tercangkup dalam domain kognitif mempunyai enam tiangkatan yaitu tahu, memahami, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Tujuan : Untuk menganalisis pengetahuan wanita usia subur (WUS) dengan tingginya tingkat penggunaan kontrasepsi suntik di TPMB Masitoh Hardiyanti. Metode : Penelitian ini menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena yang diamati Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 173 responden. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square Hasil : Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p= 0.001 < 0,05 untuk umur, p=0.021 <0,05 untuk pendidikan, p= 0.001 <0,05 untuk pekerjaan, p=0.014 <0,05 untuk sumber informasi dan p= 0.000 <0,05 untuk dukungan keluarga. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara umur, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi dan dukungan keluarga terhadap tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS) di TPMB Masitoh Hardiyanti. Kesimpulan: Diharapkan dapat memberikan informasi mengenai karakteristik akseptor KB suntik dan menjadi bahan evaluasi bagi petugas kesehatan untuk pemberian konseling

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Toilet Training Pada Anak Usia 3-5 Tahun di Bimba AIUEO Karangsatria Bekasi Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Dalam tahapan masa tumbuh kembang anak prasekolah, banyak problem yang akan dihadapi orang tua salah satunya adalah dalam masalah berkemih yaitu mengompol. Toilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Toilet Training Pada Anak Usia 3-5 Tahun di BIMBA AIUEO Karangsatria Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Subyek penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun dan siswa/i di BIMBA Karangsatria Kabupaten Bekasi. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional, lokasi penelitian sekolah BIMBA AIUEO Karangsatria Kabupaten Bekasi, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun sebanyak 55 orang, Teknik penelitian ini menggunakan Total sampling dan ukuran pengambilan sampel data primer. Variabel dependen Keberhasilan toilet training dan independent Pengetahuan, Umur, Pendidikan, dan Pekerjaan ibu. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah valid, serta metode analisis data univariat dan analisis data bivariat. Hasil: Berdasarkan hasil analisis uji Chi-square, terlihat bahwa nilai p = 0, 000 ≤ 0,05 yang artinya Ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan keberhasilan toilet training, terlihat bahwa nilai p = 0, 006 ≤ 0,05 yang artinya Ada hubungan antara umur ibu, terlihat bahwa nilai p = 0, 320 ≤ 0,05 yang artinya Tidak Ada hubungan antara pendidikan ibu, terlihat bahwa nilai p = 0, 000 ≤ 0,05 yang artinya Ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan keberhasilan toilet training. Kesimpulan: Variabel Pengetahuan, Umur dan Pekerjaan ibu berhubungan dengan keberhasilan toilet training pada anak , dan yang tidak berhubungan adalah variabel Pendidikan ibu. Saran diharapkan ibu lebih aktif melakukan toilet training sehingga anak berhasil dalam melakukan toilet training.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Trimester II dan III di TPMB Lili Lidiana Sulvi Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Angka kematian ibu, bersama angka kematian bayi, merupakan indikator penting kesehatan suatu negara. WHO melaporkan angka kematian ibu yang tinggi pada tahun 2024, salah satu penyebab tidak langsungnya adalah terlambatnya pengenalan tanda bahaya kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan total sampling dari 149 ibu hamil. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa usia (p = 0,004), pendidikan (p = 0,004), dukungan keluarga (p = 0,001), dan sumber informasi (p = 0,040) berhubungan signifikan dengan pengetahuan ibu hamil, sementara pekerjaan (p = 0,242) dan pendapatan (p = 0,085) tidak signifikan. Kesimpulan: Usia, pendidikan, dan dukungan keluarga mempengaruhi pengetahuan ibu hamil. Disarankan untuk meningkatkan program edukasi berbasis komunitas, dukungan keluarga, penggunaan media sosial, serta akses dan pelatihan untuk tenaga medis.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Penggunaan KB Suntik 3 Bulan di TPMB Riris Nuristiani Marsa Desa Karang Harja Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Indonesia sedang menghadapi permasalahan jumlah penduduk dan kualitas sumber daya manusia dengan tingginya angka kelahiran setiap tahun. Usaha untuk menekan laju pertumbuhan seperti Keluarga Berencana (KB), salah satunya KB suntik 3 bulan. Dalam waktu 1 tahun jumlah akseptor KB suntik 3 bulan di TPMB Riris Nuristiani Marsa berjumlah 234 orang, yang menggunakan KB suntik 3 bulan berturut-turut selama >2 tahun berjumlah 198 orang atau 84,6%. Hal ini di karenakan KB suntik 3 bulan banyak di gunakan karena lebih nyaman, sedikit efek samping dan tidak mengganggu siklus haid, di banding pil KB yang harus minum obat tiap hari dan kontrasepsi jangka panjang seperti IUD atau implant, karena efek samping dalam pemasangan yaitu perubahan siklus menstruasi menjadi lebih lama dan menyakitkan, spotting antar periode, pendarahan hebat selama periode menstruasi yang menyebabkan anemia, perforasi dinding rahim dan dilakukan pembiusan pada prosedur pemasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB suntik 3 bulan. Metode penelitian bersifat analitik kuantitatip dengan desain cross sectional. Populasi yang ditetapkan adalah akseptor KB suntik 3 bulan yang berkunjung ke TPMB Riris Nuristiani Marsa pada periode November sampai Desember 2023 sebanyak 39 orang. Sampel penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 39 responden. Instrument penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian 39 orang responden, 33 orang (84,6%) kurun waktu dalam menggunakan KB suntik 3 bulan berturut turut tanpa di selingi metode yang lainnya ≥ 2 tahun dan 6 orang (15,4%) < 2 tahun. Alasan penggunaan KB suntik 3 bulan banyak dipakai walaupun ≥ 2 tahun karena kerjanya yang efektif, praktis, harganya relatif murah, walaupun sebaiknya lama penggunaan suntik 3 bulan paling lama 2 tahun. Analisa bivariat ada hubungan antara penggunaan KB suntik 3 bulan dengan pengetahuan nilai p-value = 0,028, pekerjaan nilai p-value = 0,042, dan dukungan tenaga kesehatan nilai p-value = 0,028. Yang tidak ada hubungan adalah variabel umur, pendidikan dan paritas. Diharapkan penelitian ini digunakan sebagai pengetahuan faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB suntik 3 bulan.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemberian MPASI Dini Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Dusun Waluya Desa Waluya Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

MPASI diberikan pada bayi usia 6-24 bulan. Di Indonesia prevalensi ibu yang memberikan MPASI dini sebanyak 12,6%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian MPASI dini pada bayi usia 0-6 bulan di Dusun Waluya Desa Waluya Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi 167 ibu dan sampel 130 ibu dengan teknik purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar kuesioner. Analisis yang digunakan analisis univariat dan bivariat.Uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil Analisis bivariat pada variabel pengetahuan (p= 0,042), pendidikan (p= 0,016), pekerjaan (p= 0,002), budaya (p= 0,000) dan peran petugas kesehatan (p= 0,030). Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, budaya dan peran petugas kesehatan dengan pemberian MPASI dini pada bayi usia 0-6 bulan. Diharapkan ibu menyususi dapat memberikan MPASI tepat waktu.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Ekslusif Pada Ibu Menyusui 0-6 Bulan di Dusun 2 Desa Cibatu Kec. Cikarang Selatan Kab. Bekasi Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Pemberian ASI Ekslusif merupakan salah satu upaya untuk membantu tumbuh kembang anak terutama kesehatannya karena ASI memiliki zat gizi yang diperlukan bayi maupun antibody untuk kekebalan tubuhnya. Penelitian ini menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah 42 responden. Berdasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai pengetahuan (P= 0, 004), pekerjaan (P=0, 041), paritas (P=0,016), dukungan keluarga (P=0,016), karena nilai P Value 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan, pekerjaan, paritas, dan dukungan keluarga pada pemberian ASI Ekslusif Pada Ibu Menyusui 0-6 bulan. Dan bersasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai pendidikan (P=0, 377), karena nilai P Value 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara Pendidikan terhadap Pemberian ASI Ekslusif Pada Ibu Menyusui 0-6 Bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah dengan nilai P Value 0,05 maka ada hubungan pengetahuan, pekerjaan, paritas, dan dukungan keluarga dengan Pemberian ASI Ekslusif pada ibu menyusui 0-6 bulan di Dusun 2 Desa. Cibatu, Kec. Cikarang Selatan, Kab. Bekasi Tahun 2023.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Hypermesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester 1 di Desa Sukamanah Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Prevalensi kejadian Hyperemesis Gravidarum sekitar (21,5%) ibu hamil pada umumnya. Data Survey Demogradi Kesehatan Indonesia (SDKI) Angka kejadian Hyperemesis Gravidarum di Indonesia ibu hamil dan tahun 2021 mengalami peningkatan yaitu (5,42%). Beberapa faktor penyebab kejadian Hyperemesis gravidarum meliputi faktor predisposisi terdiri dari usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, molahidatidosa dan kehamilan ganda, faktor organic, faktor psikologis. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023. Metode : Jenis penelitian ini deskriptif observasional, menggunakan desain cross sectional, dengan populasi 74 responden pada ibu hamil trimester I. Jumlah sampel 74 responden pada ibu hamil trimester I. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi lembar ceklis. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value= 0,013 < 0,05 berarti terdapat hubungan antara Usia dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,022 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Paritas dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,008 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Pekerjaan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,012 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Gastritis dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023. Kesimpulan : Sebagian besar 58,1% yang usia 20-35th, Sebagian besar 51,4% yang primigravida, Sebagian besar 56,8% yang tidak bekerja, Sebagian besar 62,2% yang Gastritis dan Sebagian besar 66,2% yang Hyperemesis Gravidarum, diharapkan kepada ibu hamil trimester I agar terus menjalani gaya hidup yang sehat agar tidak terjadi kembali Hyperemesis Gravidarum. Saran : Diharapkan pada penelitian ini digunakan sebagai referensi Pustaka pembelajaran khususnya pada keperawatan maternitas, sebagai literature.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan WUS Terhadap Imunisasi HPV di Desa Telaga Asih Kabupaten Bekasi Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Imunisasi HPV adalah bentuk perlindungan spesifik terhadap kanker serviks atau kanker leher rahim. Terdapat 2 jenis imunisasi HPV yang bisa mencegah infeksi HPV yaitu imunisasi quadrivalent dan bivalent. Rekomendasi usia untuk imunisasiasi HPV ini adalah umur 9-26 agar dapat memperoleh hasil yang efektif. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV di Desa Telaga Asih Kabupaten Bekasi 2023. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif. Populasinya seluruh WUS di Desa Telaga Asih Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil yang diperoleh pada penelitian dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai usia (P= 0,014), Pendidikan (P=0,176), Pekerjaan (P=0,390), Pendapatan Keluarga (P=0,499), Sumber Informasi (P=0,099), dan Dukungan Tenaga Kesehatan (P= 0,042). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dan dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV. Sedangkan yang tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, pendapatan keluarga dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Dengan Tindakan Sectio Caesarea di Instalasi Bedah Sentral Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

2023•Koleksi Perpustakaan

Tindakan pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara infasive dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani untuk tujuan pengobatan dan proses operasi. Salah satu jenis pembedahan yang ada di Sentra Medika Minahasa Utara adalah Sectio Caesarea. Angka persalinan dengan metode sectio caesarea mengalami peningkatan di seluruh dunia dan melebihi batas kisaran yang disarankan oleh WHO yaitu sebesar 5-15%. Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pre operasi pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain deskriptif dengan rencana penelitian “Cross Sectional”. Tehknik pengambilan sampling dengan menggunakan tekhnik purposive sampling, dengan variable penelitian untuk indepeden yang terdiri dari Usia, Pekerjaan, tingkat pendidikan, dan lembar persetujuan. Dan variable dependennya di ambil tingkat kecemasan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan Maret 2023, Subyek penelitian sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Usia didapati hasilnya (p 0,027) dari standar nilai (p <0,05). Menyatakan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan faktor usia. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat pendidikan diman hasil yang di dapat adalah (0,009) dari nilai (p <0,05). Hasil penelitian juga tentang hubungan tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan didapati hasil (0,013) dari nilai (p <0,05), menyatakan ada hubungan antar tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan, dan hasil penelitian juga menyatakan ada hubungan antara jenis anastesi dan tingkat kecemasan dengan hasil yang di dapat adalah (p 0,027) dari nilai (<0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan yang searah antara faktor Usia, Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan dan jenis anastesi pada pasien yang menjalani sectio caesarea di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan WUS terhadap Imunisasi HPV di Desa Telaga Asih Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Imunisasi HPV adalah bentuk perlindungan spesifik terhadap kanker serviks atau kanker leher rahim. Terdapat 2 jenis imunisasi HPV yang bisa mencegah infeksi HPV yaitu imunisasi quadrivalent dan bivalent. Rekomendasi usia untuk imunisasiasi HPV ini adalah umur 9-26 agar dapat memperoleh hasil yang efektif. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV di Desa Telaga Asih Kabupaten Bekasi 2023. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif. Populasinya seluruh WUS di Desa Telaga Asih Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil yang diperoleh pada penelitian dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai usia (P= 0,014), Pendidikan (P=0,176), Pekerjaan (P=0,390), Pendapatan Keluarga (P=0,499), Sumber Informasi (P=0,099), dan Dukungan Tenaga Kesehatan (P= 0,042). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dan dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV. Sedangkan yang tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, pendapatan keluarga dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail