BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: ASI eksklusif diberikan selama enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa tambahan makanan atau minuman lain. Namun, masih terdapat ibu yang mengalami terputusnya pemberian ASI eksklusif. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan pengetahuan ibu, dukungan suami, dan pekerjaan ibu. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terputusnya pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarmukti Cikarang Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 84 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan p<0,05. Hasil: Sebanyak 51 responden mengalami terputusnya pemberian ASI eksklusif dan 33 responden memberikan ASI eksklusif. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu, dukungan suami, dan pekerjaan ibu dengan terputusnya pemberian ASI eksklusif, masing-masing dengan p-value<0,001. Kesimpulan: Pengetahuan ibu, dukungan suami, dan pekerjaan ibu berhubungan dengan terputusnya pemberian ASI eksklusif. Diperlukan peningkatan edukasi ASI eksklusif serta dukungan suami, keluarga, dan lingkungan, khususnya bagi ibu bekerja.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Dalam tahapan masa tumbuh kembang anak prasekolah, banyak problem yang akan dihadapi orang tua salah satunya adalah dalam masalah berkemih yaitu mengompol. Toilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Toilet Training Pada Anak Usia 3-5 Tahun di BIMBA AIUEO Karangsatria Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Subyek penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun dan siswa/i di BIMBA Karangsatria Kabupaten Bekasi. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional, lokasi penelitian sekolah BIMBA AIUEO Karangsatria Kabupaten Bekasi, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun sebanyak 55 orang, Teknik penelitian ini menggunakan Total sampling dan ukuran pengambilan sampel data primer. Variabel dependen Keberhasilan toilet training dan independent Pengetahuan, Umur, Pendidikan, dan Pekerjaan ibu. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah valid, serta metode analisis data univariat dan analisis data bivariat. Hasil: Berdasarkan hasil analisis uji Chi-square, terlihat bahwa nilai p = 0, 000 ≤ 0,05 yang artinya Ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan keberhasilan toilet training, terlihat bahwa nilai p = 0, 006 ≤ 0,05 yang artinya Ada hubungan antara umur ibu, terlihat bahwa nilai p = 0, 320 ≤ 0,05 yang artinya Tidak Ada hubungan antara pendidikan ibu, terlihat bahwa nilai p = 0, 000 ≤ 0,05 yang artinya Ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan keberhasilan toilet training. Kesimpulan: Variabel Pengetahuan, Umur dan Pekerjaan ibu berhubungan dengan keberhasilan toilet training pada anak , dan yang tidak berhubungan adalah variabel Pendidikan ibu. Saran diharapkan ibu lebih aktif melakukan toilet training sehingga anak berhasil dalam melakukan toilet training.
BookOpen AccessPDF tersedia
2022•Koleksi Perpustakaan
Salah satu masalah gizi di Indonesia adalah anemia. Prevalensi anemia pada anak adalah 57,6%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada
anak. Penelitian ini bersifat cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 dengan
kriteria bayi berusia 1-6 bulan yang dilakukan dengan mengambil data dari rekam medis Rs.x
kabupaten bekasi. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil prevalensi anemia pada anak
adalah 60%. Faktor-faktor yang berhubungan denagan anemia pada anak adalah jenis
kelamin,berat badan,status gizi,usia ibu,pekerjaan ibu dengan p value < 0,05. Sedangkan
pendidikan ibu tidak berhubungan dengan kejadian anemia. Kesimpulan penelitian ini
menunjukan bahwa faktor anemia pada anak adalah jenis kelamin,berat badan,status gizi,usia
ibu,pekerjaan ibu
BookOpen AccessPDF tersedia
2022•Koleksi Perpustakaan
Diare merupakan buang air besar dengan konsistensi dalam bentuk cair atau mencret
sebanyak 3 kali dan bisa lebih dalam satu hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran
kejadian diare pada balita di Puskesmas Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten
Bekasi, tahun 2020. Tujuan pengambilan judul tersebut dikarenakan kasus diare pada balita masih
sangat tinggi oleh karena itu penulis ingin meneliti kasus tersebut.
Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskritif. Populasi dalam
penelitian ini adalah bayi yang terkena diare, yang berada di Puskesmas Mekarmukti Cikarang,
Kabupaten Bekasi tahun 2020 sebanyak 102 pasien balita teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik Random Sampling dengan jumlah 81 sampel. Pengumpulan data
menggunakan sekunder. Variabel penelitian terdiri dari independen yang terdiri dari sosial
ekonomi, umur balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu sedangkan variabel dependen yaitu kejadian
diare pada balita. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan tabel crosstab yang bertujuan
untuk mengetahui distribusi frekuensi di setiap variabel.
Hasil penelitian ini menunjukkan pada balita dengan pendapatan rendah sebanyak 81,5%
pada balita dengan umur beresiko sebanyak 90,1% pada ibu balita dengan pendidikan rendah
sebanyak 61,7% pada ibu yang bekerja sebanyak 42% dari hasil penelitian 4 variabel independen
tidak ada kesenjangan dengan teori.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini dapat mengetahui distribusi frekuensi gambaran
kejadian diare pada balita yang mengalami diare sebanyak 49 balita dan balita yang tidak diare
sebanyak 32 balita di Puskesmas Mekarmukti Cikarang, Kabupaten Bekasi, tahun 2020. Saran
dapat meningkatkan pola hidup sehat pada balita dengan cara menjaga kesehatan tubuh dengan
mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan,
olahraga teratur, istirahat yang cukup, diharapkan juga mencari informasi untuk menambah
pengetahuan tentang kesehatan selain di sekolah dapat juga melalui internet atau membaca buku
referensi tentang menjaga pola hidup sehat