ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia yang menjadi salah satu negara berkembang sedang menghadapi masalah kematian ibu yang tinggi dengan bandingkan negara berkembang lainnya. Indonesia termasuk dalam kelompok tinggi di antara negara-negara di ASEAN terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dengan jumlah 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Oleh karenanya kami melakukan penelitian akhir dengan mengambil topik Hubungan antara paritas, riwayat ANC, umur ibu dan IMT terhadap kejadian preeklampsia. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantatif yaitu dengan design cross-sectional yang memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan Paritas, ANC, Umur Ibu dan IMT terhadap kejadian pre-eklampsia. Hasil dari uji pada hubungan antara paritas dan kejadian preeklampsia ialah sebesar 0,908, kemudian hubungan antara riwayat ANC dengan kejadian preeklampsia didapatkan nlai P Value ialah sebesar 0,798, hubungan umur dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,005, dan Hasil uji pada hubungan IMT dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,472. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu paritas, IMT, dan riwayat ANC tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur. Sedangkan, faktor umur memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur karena nlai P Value 0,005 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia tahun 2016-2018 yaitu pada tahun 2016 sebesar 91,58%. Pada tahun 2017 cakupan imunisasi dasar lengkap mengalami penurunan 85,41%. Pada tahun 2018 mengalami penurunan 57,95%. Data pada tahun 2019 cakupan imunisasi rutin di Indonesia masih dalam kategori kurang memuaskan, dimana cakupan Pentavalent-3 dan MR tidak mencapai 90% dari target. Oleh karenanya kami melakukan penelitian akhir dengan mengambil topik hubungan antara umur,pendidikan,paritas,ekonomi,partisipasi dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi DPT. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional yang memiliki tujuan untuk untuk mengetahui umur, Pendidikan, paritas, ekonomi, partisipasi dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi DPT. Hasil dari uji pada hubungan antara umur dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,036, kemudian Pendidikan dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,016, hubungan paritas dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,055, hubungan ekonomi dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,036, hubungan partisipasi dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value sebesar 0,016 dan hubungan dukungan keluarga dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value sebesar 0,037. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu paritas tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT di BPM Hesty Nurul desa Sukajaya. Sedangkan faktor pendidikan memiliki hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan pemberian imunisasi DPT di BPM Hesty Nurul desa sukajaya karena nilai p value 0,016
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Pada tahun 2021, Berdasarkan data WHO menyatakan bahwa jumlah HEG mencapai 12,5% dari jumlah seluruh kehamilan di Dunia, di Indonesia data ibu dengan HEG mencapai 14,8% dari seluruh kehamilan dan di Jawa Barat data HEG mencapai 14,2%. Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Hiperemesis Gravidarum Di Rumah Sakit DKH Sukatani Tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan Cross Sectional adalah pendekatan penelitian dimana waktu yang bersamaan dalam waktu periode tertentu. Sampel berjumlah 51 ibu hamil yang rawat inap Trimester 1. Instrumen penelitian ini berupa data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Adanya hubungan yang signifikan dilihat dari nilai (p value <0,05) antara umur ibu (p=0,002), paritas (p=0,005), pekerja (p=0,039), pendidikan (p=0,021) dengan kejadian HEG di Rumah Sakit DKH Sukatani Tahun 2025. Kesimpulan dan Saran : Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara umur ibu, paritas, pekerja dan pendidikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Dalam tahapan masa tumbuh kembang anak prasekolah, banyak problem yang akan dihadapi orang tua salah satunya adalah dalam masalah berkemih yaitu mengompol. Toilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Toilet Training Pada Anak Usia 3-5 Tahun di BIMBA AIUEO Karangsatria Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Subyek penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun dan siswa/i di BIMBA Karangsatria Kabupaten Bekasi. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional, lokasi penelitian sekolah BIMBA AIUEO Karangsatria Kabupaten Bekasi, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun sebanyak 55 orang, Teknik penelitian ini menggunakan Total sampling dan ukuran pengambilan sampel data primer. Variabel dependen Keberhasilan toilet training dan independent Pengetahuan, Umur, Pendidikan, dan Pekerjaan ibu. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah valid, serta metode analisis data univariat dan analisis data bivariat. Hasil: Berdasarkan hasil analisis uji Chi-square, terlihat bahwa nilai p = 0, 000 ≤ 0,05 yang artinya Ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan keberhasilan toilet training, terlihat bahwa nilai p = 0, 006 ≤ 0,05 yang artinya Ada hubungan antara umur ibu, terlihat bahwa nilai p = 0, 320 ≤ 0,05 yang artinya Tidak Ada hubungan antara pendidikan ibu, terlihat bahwa nilai p = 0, 000 ≤ 0,05 yang artinya Ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan keberhasilan toilet training. Kesimpulan: Variabel Pengetahuan, Umur dan Pekerjaan ibu berhubungan dengan keberhasilan toilet training pada anak , dan yang tidak berhubungan adalah variabel Pendidikan ibu. Saran diharapkan ibu lebih aktif melakukan toilet training sehingga anak berhasil dalam melakukan toilet training.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kualitas tidur pada ibu hamil sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin. Adapun sebuah penelitian memperkirakan terjadinya gangguan tidur pada wanita hamil pada 46-78%, dengan kualitas tidur menurun menjelang trimester ketiga. Hampir 80% wanita hamil insomnia pada trimester ketiga kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur ibu hamil trimester III di TPMB Bd Siti Asiah STr, Keb Desa Telaga Murni Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Metode penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross
sectional. Sampel yang digunakan adalah 102 ibu hamil trimester III dengan purposive sampling. Instrument menggunakan kuesioner. Analisa univariat, bivariat dan uji chi-square. Hasil Analisa bivariat variabel umur ibu hamil p value = 0.000 (OR= 10.833), variabel penyakit p value = 0.667 (OR= 1.434), variabel nutrisi p value = 0.000 (OR= 9.630), dan variabel lingkungan fisik p value = 0.000 (OR= 6.890). Kesimpulan hasil penelitian variabel umur ibu hamil, nutrisi, dan lingkungan fisik memiliki hubungan dengan kualitas tidur serta penyakit tidak memiliki hubungan dengan kualitas tidur. Saran dengan adanya penelitian ini, diharapkan kepada ibu hamil agar lebih menjaga kehamilan
dan kualitas tidurnya, supaya saat persalinan mudah dan lancar.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Indonesia termasuk dalam kelompok tinggi di antara negara-negara di ASEAN terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dengan jumlah 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Oleh karenanya tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara paritas, riwayat ANC, umur dan IMT terhadap kejadian preeklampsia. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantatif dengan design cross-sectional. Hasil dari uji bivariat pada hubungan antara paritas dan kejadian preeklampsia ialah sebesar 0,908, kemudian hubungan antara riwayat ANC dengan kejadian preeklampsia didapatkan nlai P Value ialah sebesar 0,798, hubungan umur dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,005, dan hubungan IMT dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,472. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu paritas, IMT, dan riwayat ANC tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Salah satu masalah gizi di Indonesia adalah anemia. Prevalensi anemia pada anak adalah 57,6%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada
anak. Penelitian ini bersifat cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 dengan
kriteria bayi berusia 1-6 bulan yang dilakukan dengan mengambil data dari rekam medis Rs.x
kabupaten bekasi. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil prevalensi anemia pada anak
adalah 60%. Faktor-faktor yang berhubungan denagan anemia pada anak adalah jenis
kelamin,berat badan,status gizi,usia ibu,pekerjaan ibu dengan p value < 0,05. Sedangkan
pendidikan ibu tidak berhubungan dengan kejadian anemia. Kesimpulan penelitian ini
menunjukan bahwa faktor anemia pada anak adalah jenis kelamin,berat badan,status gizi,usia
ibu,pekerjaan ibu
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Antonia Uteri adalah keadaan lemahnya tonus/kontraksi yang menyebabkan uterus tidak mampu menutup perdarahan terbuka dari tempat implantasi plasenta setalah bayi dan plasenta lahir (Maryunan, 2014). Berdasarkan data Depkes RI, 2014 terdapat 10% kejadian atonia uteri pada ibu bersalin diseluruh indonesia. Berdasarkan angka kematian ibu (AKI) di jawa barat pada tahun 2014 adalah 31/100.000 kelahiran hidup yang disebabkan pendarahan karena atonia uteri sebanyak 1 orang. Seorang ibu dapat mengalami kematian karena pendarahan pasca persalinan dalam waktu yang terjadi dalam 24 jam setelah kelahiran bayi (Departemen Kesehatan RI, 2014). Berdasarkan data rekam medik yang diambil di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2017 jumlah kejadian atonia uteri pada ibu bersalin ada seabnyak 14 orang dari 263 ibu bersalin atau sekitar 5,3%. Sedangkan pada tahun 2018 jumlah ibu bersalin dengan atonia uteri mencapai 17 orang dari 226 ibu bersalin atau 6,3%. Jumlah kasus atonia uteri meningkat 1% pada tahun 2018. Tujuan dari penelitian ini dalah utntuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian atonia uteri di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2018.
Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross secsional, dengan populasi 266 ibu bersalin normal dan sampel 17 ibu bersalin yang mengalami Atonia Uteri di ruang VK RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Dimana variabel independen dan dependen diukur secara bersamaan dengan menggunakan data rekam medik.
Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa dari 226 ibu bersalin yang mengalami atonia uteri sebanyak 17 orang (7,5%), sedangkan yang tidak mengalami atonia uteri sebanyak 209 orang (92,5%). Hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan signifikan antara umur ibu P Value 0,020 < a 0,05 dan OR 4,133, paritas P Value 0,007 < a 0,005 dan OR 4,934, interval persalinan P Value 0,004 < a 0,05 dan OR -, dan anemia P Value 0,019 < a 0,05 dan OR 3,870. Kesimpulannya ada hubungan signifikat antara umur, paritas, anemia, dan interval persalinan dengan kejadian atonia uteri dan tidak terdapat kesenjangan.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara umur ibu, paritas, interval persalinan, dan anemia dengan kejadian atonia uteri di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2018 dan sesuai dengan teori-teori yang sudah dikemukakan. Diharapkan kesadaran masyarakat khususnya ibu bersalin agar lebih meningkatkan dan memelihara kesehatan untuk mencegah kejadian atonia uteri dengan cara informasi tentang tanda bahaya pad aibu hamil dan bersalin.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) MEDIKA CIKARANG PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
Skripsi, 22 Maret 2018
Nama : Lisnawati
NIM : 120316400
STUDI TENTANG FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RS SENTRA MEDIKA CIBINONG TAHUN 2017
xiii + 47 halaman + 7 tabel + 2 gambar + 5 lampiran
ABSTRAK
Persentase bayi dengan berat badan lahir rendah di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2015 yaitu 119 kasus dari 840 kelahiran, kemudian meningkat di tahun 2016 yaitu sebanyak 156 kasus dari 840 kelahiran, dan meningkat lagi di tahun 2017 dengan 181 kasus dari 640 kelahiran. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif menggunakan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah seluruh bayi yang dilahirkan pada bulan Oktober-Desenber 2017 di RS Sentra Medika Cibinong (364). Sampel penelitian sejumlah 66 bayi.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di RS Sentra Medika Cibinong bahwa Bayi yang dilahirkan dengan kondisi BBLR sebanyak 50%, usia ibu beresiko yang melahirkan BBLR sebanyak 19,7%, Ibu yang melahirkan dengan kondisi anemia sebanyak 28,8%, dan ibu yang melahirkan dengan kondisi kehamilan ganda ada sebanyak 13,6%.
Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan, tidak ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian BBLR (p=0,537; 95%CI=0,518-6,197; OR=1,792). Ada hubungan antara anemia dengan kejadian BBLR (p=0,007; 95%CI=1,731-21,086; OR=6,042). Ada hubungan antara kehamilan ganda dengan kejadian BBLR (p=0,027; 95%CI=1,200-87,355; OR=10,240).
Kesimpulan, ada hubungan antara anemia dan kehamilan ganda dengan kejadian BBLR di RS Sentra Medika Cibinong. Saran yang diajukan adalah diharapkan RS untuk tetap memberikan motivasi kepada ibu hamil untuk mempertahankan dan meningkatkan status gizi selama masa kehamilan
Kata kunci: Berat Badan Lahir Rendah, Anemia, Kehamilan Ganda, Umur Ibu
Kepustakaan : 22 Buku (2004-2017)