BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Ruptur perineum adalah perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi baik menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Menurut (WHO) terdapat 2,7 juta kasus rupture perineum pada ibu bersalin, diperkirakan akan mencapai 6,3 juta ditahun 2050. Di Asia rupture perineum dalam masyarakat tercatat 50% dari kejadian rupture perineum di dunia yang menunjukkan bahwa masalah ini memerlukan perhatian lebih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Rupture Perineum Pada Ibu Bersalin di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dari bulan Januari - Desember 2024 sebanyak 86 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Hasil penelitian di ketahui bahwa dari hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,003 < α (0,05), artinya ada hubungan paritas dengan rupture perineum. hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,063 < α (0,05), artinya ada hubungan umur ibu dengan ruptur perineum. hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,004 < α (0,05), artinya ada hubungan jarak kehamilan dengan ruptur perineum. hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,031 < α (0,05), artinya ada hubungan berat badan bayi lahir dengan ruptur perineum di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb Tahun 2024. Hasil penelitian ini bertujuan sebagai masukan kepada bidan dilingkungan sekitar untuk memberikan asuhan kebidanan yang bermanfaat dan mengurangi dampak terjadinya ruptur perineum.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Malnutrisi pada balita masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Masalah ini berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan daya tahan tubuh anak. Malnutrisi merupakan kondisi ketidakseimbangan asupan zat gizi, yang secara umum dibagi menjadi dua kategori, yaitu undernutrition (gizi kurang) dan overnutrition (gizi lebih). Undernutrition mencakup kondisi seperti stunting, wasting, dan underweight, sedangkan overnutrition berkaitan dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Salah satu penyebab malnutrisi, terutama undernutrition, adalah gangguan fungsi sistem pencernaan. Dalam pandangan pengobatan tradisional Tiongkok, kondisi ini sering dikaitkan dengan sindrom defisiensi limpa dengan stagnasi makanan. Terapi Tui Na dapat digunakan untuk memperbaiki fungsi limpa dan meningkatkan berat badan balita pada penderita malnutrisi. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi Tui Na terhadap perubahan berat badan pada balita penderita malnutrisi (Gan Zheng) sindrom defisiensi limpa dengan stagnasi makanan.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre- eksperimental, yaitu one group pre-post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 20 partisipan berusia 1-5 tahun, yang diambil dari Panti Sehat NPJ, Kota Bekasi, Jawa Barat, selama periode Maret hingga Juli 2025. Terapi Tui Na dilakukan sebanyak 6 kali dalam waktu 2 minggu, dengan melakukan pengukuran berat badan sebelum dan setelah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test.
Hasil: Rata-rata berat badan partisipan sebelum intervensi adalah 11,285 kg (SD 1,859), meningkat menjadi 11,600 kg (SD 1,959) setelah intervensi, dengan selisih rata-rata sebesar 0,315 kg. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0.000, yang berarti ada perbedaan signifikan antara berat badan sebelum dan setelah terapi Tui Na. Dengan demikian, H₀ ditolak dan H₁ diterima, hal ini menunjukkan bahwa terapi Tui Na memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan berat badan.
Kesimpulan: Terapi Tui Na memberikan pengaruh terhadap peningkatan berat badan balita penderita malnutrisi (Gan Zheng) sindrom defisiensi limpa dengan stagnasi makanan
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Kekurangan energi kronis (KEK) pada wanita hamil adalah isu kesehatan yang sangat penting di Indonesia. Angka prevalensinya mencapai 16,9% pada tahun 2023, dengan sebagian besar kejadian terjadi di Kabupaten Bekasi. KEK dapat menambah kemungkinan terjadinya komplikasi selama kehamilan, termasuk bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Salah satu solusi untuk menangani KEK adalah melalui program gizi seperti pemberian makanan tambahan (PMT). Telur ayam yang direbus adalah sumber protein hewani yang kaya akan nutrisi dan dapat membantu meningkatkan berat badan ibu hamil yang mengalami KEK. Tujuan : Menganalisa pengaruh konsumsi telur ayam rebus terhadap peningkatan berat badan pada ibu hamil dengan KEK yang tinggal di Puskesmas Cipayung. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan studi quasi eksperimen One grup pre-post test Sampel terdiri dari 30 wanita hamil yang mengalami KEK, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan memberikan tiga butir telur ayam rebus setiap hari selama 14 hari. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji-t berpasangan. Hasil : Sebelum dilakukan intervensi, rata-rata berat badan wanita hamil tercatat 46,28 kg. Setelah mengonsumsi telur ayam rebus selama 14 hari, berat badan rata-rata meningkat menjadi 47,33 kg. Uji tersebut menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan konsumsi telur ayam rebus terhadap pertambahan berat badan pada ibu hamil dengan KEK. Hasil ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan pengaruh positif protein hewani dari telur terhadap status gizi ibu hamil. Kesimpulan : Konsumsi telur ayam rebus dapat meningkatkan berat badan secara signifikan pada perempuan hamil dengan kekurangan energi kronik di Puskesmas Cipayung. Tindakan ini menjadi pilihan yang efisien dan hemat biaya untuk memperbaiki status gizi ibu, mendukung perkembangan janin, dan mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Balita dengan berat badan kurang (underweight) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bekasi. Berdasarkan data Puskesmas Wanasari tahun 2024 terdapat 321 balita (6,1%) mengalami berat badan kurang, angka ini termasuk tertinggi ke-3 di Kabupaten Bekasi. Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat berperan penting dalam upaya deteksi dini, edukasi gizi, dan pemantauan tumbuh kembang anak. Optimalisasi peran kader dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi peran kader posyandu dalam penanganan balita dengan berat badan kurang di wilayah kerja Puskesmas Wanasari Cibitung tahun 2025.Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 206 kader posyandu, dengan sampel 127 responden yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Variabel independen meliputi pendidikan, pengetahuan, motivasi, sikap, dan dukungan petugas kesehatan, sedangkan variabel dependen adalah peran kader. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%.Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel sikap (p = 0,023; OR = 2,789) dan dukungan petugas kesehatan (p = 0,027; OR = 0,371) berhubungan signifikan dengan peran kader. Sedangkan variabel pendidikan (p = 0,530), pengetahuan (p = 0,633), dan motivasi (p = 0,041; OR = 0,479) menunjukkan hasil yang tidak sejalan dengan teori namun tetap signifikan secara statistik pada motivasi. Kesimpulan: Optimalisasi peran kader dalam penanganan balita berat badan kurang dipengaruhi oleh faktor sikap dan dukungan petugas kesehatan, sementara pendidikan, pengetahuan, dan motivasi tidak berhubungan secara signifikan atau menunjukkan arah yang berlawanan dengan teori. Upaya peningkatan peran kader perlu difokuskan pada pembentukan sikap positif, pemberian dukungan yang tepat, serta pelatihan berkelanjutan agar kader lebih mandiri dan percaya diri dalam menjalankan tugasnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang akseptor KB Hormonal merencanakan salah satu metode yang di pilih oleh akseptor untuk mengatur kehamilan, namun salah satu efek samping yang sering dikeluhkan adalah kenaikan berat badan. Untuk mencegah terjadinya kenaikan berat badan harus diketahui beberapa faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kenaikan berat badan perubahan ini dapat mempengaruhi konsep diri yang mencerminkan bagaimana individu memandang, menilai dan menerima dirinya sendiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kenaikan berat badan dengan konsep diri akseptor kb hormonal di pmb listianingsih tambun Selatan kabupaten Bekasi.
Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan deskriptif analitik. Penelitian ini dilaksanakan di pmb listianingsih tambun Selatan kabupaten Selatan. yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rumus slovin dengan jumlah 40 responden. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan kb hormonal yang memiliki kenaikan berat badan di pmb listianingsih tambun Selatan kabupaten Bekasi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner kenaikan berat badan dan konsep diri.
Hasil penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya Hubungan kenaikan berat badan dengan konsep diri akseptor kb hormonal di pmb listianningsih tamun Selatan kabupaten Bekasi dengan nilai p-value 0,002 dan adanya hubungan kenaikan berat badan dengan konsep diri akseptor kb hormonal di pmb listianningsih tambun Selatan kabupaten Bekasi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Ada hubungan yang signifikan antara Kenaikan Berat Badan dengan Konsep Diri Akseptor KB di PMB Listianingsih Tambun Selatan Kabupaten Bekasi yang ditandai dengan nilai p = 0,002 < α = 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jawa Barat pada tahun (2021), dalam badan pusat statistik menjelaskan bahwa jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 9.333.302 peserta. Dengan rincian pengguna kontrasepsi suntik sebanyak 562.771 (54,7%). Di Indonesia DMPA memiliki persentase terbesar yaitu 49,9% untuk akseptor baru dan 47,78% untuk akseptor lama (Kemenkes, 2022). Di Jawa Barat pengguna KB suntik jenis DMPA tertinggi berada di kabupaten bekasi dengan akseptor sebanyak 104.297 jiwa (BPS Jabar. 2020). Salah satu efek samping yang sering muncul pada penggunaan kontrasepsi suntik DMPA adalah kenaikan berat badan. Efek ini disebabkan oleh hormon progesteron yang memfasilitasi transformasi karbohidrat dan gula menjadi lemak, sehingga cadangan lemak di bawah kulit bertambah, peningkatan nafsu makan menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan yang berlebih yang bisa menyebabkan obesitas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan usia ibu, lama penggunaan, aktivitas fisik, Riwayat diabetes, dan pola makan dengan peningkatan berat badan pengguna alat kontrasepsi DMPA di TPMB Salifiyah tahun 2024.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah populasi sebanyak 60 responden yang dilakukan analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa bivariat.
Hasil penelitian Didapatkan dari semua variabel yang diteliti memiliki hubungan signifikan, Usia Ibu >35 Tahun p(=0.000) ada hubungan dan lebih beresiko 44 kali terjadi peningkatan berat badan , lama penggunaan >2 Tahun (p=0.000) ada hubungan dan lebih beresiko 4.8 kali terjadi peningkatan berat badan, aktivitas fisik berat (p=0.018) ada hubungan dan aktivitas fisik ringan lebih beresiko 6.5 kali terjadi peningkatan berat badan dibandingkan aktivitas sedang dan berat, riwayat diabetes (p=0.000) ada hubungan dan dengan adanya riwatar diabetes lebih beresiko 14.5 kali terjadi peningkatan berat badan, pola makan baik (p=0.004) ada hubungan dan lebih beresiko 7.5 kali terjadi peningkatan berat badan dibandingkan pola makan cukup dan 7.5 kali dibandingkan pola makan kurang.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Menurut World Healthy Organitation (WHO) 2017, secara global sekitar 20-40% bayi usia 0-3 tahun mengalami masalah keterlambatan dalam proses perkembangan.
Pervelansi masalah perkembangan anak diberbagai negara maju dan berkembang di antaranya di Amerika sebesar 12-16%, Argentina 22%, dan Hongkong 23%. Masa tumbuh kembang bayi merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan yaitu pada usia0-12 bulan. Pijat merupakan salah satu terapi sentuh. Mengingat banyak sekali hal yang menarik seputar pijat bayi dari berbagai aspek salah satunya adalah untuk pertumbuhan dan perkembangan. Mengetahui pengaruh Pijat Bayi Terhadap Berat Badan Bayi usia 1-6 Bulan di Klinik Dhiya Kp. Cibuntu Tahun 2023.
Jenis penelitian ini menggunakan Quasi Experiment Design dengan rancangan Nonequivalent control Group atau sering disebut non randomized control group pretest postest design. Populasi yang diteliti adalah 30 bayi di klinik Dhiya, penelitian ini terbagi 2 kelompok yaitu 15 bayi kelompok eksperiment dan 15 bayi kelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan Pada Uji indepent T test adalah 0,001 < 0,05 dengan nilai t hitung sebesar 3,504. Pada uji Paired T-test hasil Sig. (2 tailed) dari kelompok eksperimen adalah sebesar 0,001. Disimpulkan ada perbedaan rata-rata
tiap kelompok karena nilai sign. (2 tailed) <0,05 dengan demikian Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi Usia 1-6 bulan di Klinik Dhiya kp. Cibuntu Tahun 2023. Diharapkan bidan dapat memotivasi ibu untuk melakukan pijat bayi dan dapat menjadi referensi tambahan maupun wawasan peserta didik kebidanan dan menjadi salah satu intervensi kebidanan yang efektif untuk meningkatkan berat badan bayi.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pijat Tui Na merupakan teknik pijat yang lebih spesifik untuk mengatasi kesulitan makan pada balita dengan cara memperlancar peredaran darah pada limpa dan pencernaan. Pijat Tui Na ini merupakan tehnik pijat yang lebih spesifik untuk mengatasi kesulitan makan pada balita dengan cara memperlancar peredaran darah pada limpa dan pencernaan, melalui modifikasi dari akupunktur tanpa jarum, teknik ini menggunakan penekanan pada titik meridian tubuh atau garis
aliran energi sehingga relatif lebih mudah dilakukan dibandingkan akupuntur tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pijat Tui Na terhadap peningkatan berat badan pada balita di TPMB Intan Pratiwi Kecamatan Cikampek Karawang Tahun 2023.
Desain ini adalah peineilitian quiasi eikspeirimeintal deingan rancangan thei onei grouip preiteist-postteist deisign. Popuilasi peineilitian ini berjuimlah 45 balita, tempat penelitian dilakukan di TPMB Intan Pratiwi Kecamatan Cikampek Kabuipatein Karawang Tahuin 2023 Pada tanggal 15Oktober –15November. Sampel penelitian berjumlah 31 responden, dengan pengumpulan sampel melalui purposive sampling. Variabel dependen yaitu berat badan. Variabel independen yaitu pijat
Tui Na.
Hasil analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dalam bentuk persentasi, nilai rata-rata, analisis bivariat menggunakan Paired Sampel T-Test di dapatkan nilai Sig (2-tailed) 0,001<0.005 yang artinya ada pengaruh pijat Tui Na teradap peningkatan berat badan pada balita di TPMB Intan Pratiwi Kecamatan Cikampek Karawang Tahun 2023
Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh pijat Tui Na terhadap kenaikan berat badan balita
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kontrasepsi DMPA adalah kontrasepsi yang hanya mengandung progestin yaitu Depo Medroxyprogesteron
Asetat sebanyak 150 mg, yang diberikan setiap tiga bulan dengan cara disuntikan intramuskuler dalam , didaerah gluteus
maksimus atau deltoideus. Desain penelitian ini adalah penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional.
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 115 responden dengan jumlah sampel 89 responden. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan
Analisa univariat dan Analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan peningkatan berat
badan yaitu Umur p value = 0,000 Nilai OR=91,125, Paritas p value = 0,003 Nilai OR=5,147, Jangka Waktu Penggunaan
Kontrasepsi p value = 0,000 Nilai OR=9,750 dan yang tidak berhubungan yaitu Pola Aktifitas dengan p value = 0,662.
Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan antara umur, paritas dan lamanya jangka waktu penggunaan kontrasepsi dengan
peningkatan berat badan pengguna kontrasepsi DMPA, sedangkan untuk pola aktifitas tidak ada hubungann dengan
peningkatan berat badan pengguna kontrasepsi DMPA. Disarankan bagi masyarakat khususnya akseptor kontrasepsi
DMPA untuk mengetahui efek samping penggunaan kontrasepsi DMPA terhadap peningkatan berat badan, dan kepada
bidan agar memberikan konseling secara jelas kepada akseptor mengenai kontrasepsi dan efek samping nya terhadap
peningkatan berat badan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Preeklampsia adalah penyakit komplikasi yang memiliki trias gejala, yaitu hipertensi, proteinuri dan edema. Salah satu yang mempengaruhi terjadinya preeklampsia adalah pertambahan berat badan pada ibu hamil yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan berat badan ibu hamil dengan kejadian preeklamsi.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan observational analitik dengan desain pendekatan waktu cross sectional, Dengan populasi pasien hamil sebanyak 35 orang. Sampel dalam penelitian ini dihitung berdasarkan rumus Slovin, yaitu sebesar 32 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Analisa data menggunakan Chi Square. Hasil penelitian ini diperoleh p-value sebesar 0,001.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Salah satu masalah gizi di Indonesia adalah anemia. Prevalensi anemia pada anak adalah 57,6%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada
anak. Penelitian ini bersifat cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 dengan
kriteria bayi berusia 1-6 bulan yang dilakukan dengan mengambil data dari rekam medis Rs.x
kabupaten bekasi. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil prevalensi anemia pada anak
adalah 60%. Faktor-faktor yang berhubungan denagan anemia pada anak adalah jenis
kelamin,berat badan,status gizi,usia ibu,pekerjaan ibu dengan p value < 0,05. Sedangkan
pendidikan ibu tidak berhubungan dengan kejadian anemia. Kesimpulan penelitian ini
menunjukan bahwa faktor anemia pada anak adalah jenis kelamin,berat badan,status gizi,usia
ibu,pekerjaan ibu
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Jumlah prevalensi stunting di Indonesia meningkat dari tahun sebelumnya. Upaya mengatasi meningkatnya prevalensi stunting di Indonesia Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI mencanangkan beberapa program di antaranya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tujuan penelitian: untuk mengetahui distribusi frekuensi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi tahun 2020.
Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sebanyak 30 sampel. Pengumpulan data menggunakan primer dan sekunder. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yang terdiri dari pengetahuan orang tua, pendapatan, asupan makanan Pendidikan orangtua, Riwayat pemberian ASI eksklusif, Riwayat Berat badan lahir rendah sedangkan variabel dependen yaitu Stunting pada balita usia 24 – 60 bulan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dan variabel dependen.
Hasil: responden yang berpendidikan rendah sebanyak 60% (P value 0,021), pada responden dengan pendapatan orang tua rendah sebanyak 84,6% (P value 0,020), pada responden dengan asupan makanan kurang bergizi sebanyak 92,3% (P value 0,002), pada responden dengan pengetahuan orang tua rendah sebanyak 84,6% (P value 0,001), pada responden dengan Riwayat Air Susu Ibu tidak eksklusif sebanyak 69,2% (P value 0,027) dan pada responden dengan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah sebanyak 43,3% (P value 0,033) dari hasil penelitian 6 variabel tersebut tidak memiliki kesenjangan dengan teori.
Kesimpulan: terdapat hubungan pendidikan ibu, pengetahuan orang tua, asupan makanan, pendapatan orangtua Riwayat ASI eksklusif, Riwayat Berat Badan Lahir Rendah dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi. Saran: Untuk menurunkan prevalensi stunting Dinas Kesehatan, Puskesmas serta tenaga kesehatan lainnya lebih aktif dalam mengontrol tumbuh kembang balita, memiliki data balita stunting secara lengkap dan valid, serta mengoptimalkan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terjadinya stunting pada balita
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan hasil studi pendahuluan penelitian tanggal 27 Oktober 2017 di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Bekasi tahun 2016 dari 796 neonatus ada 128 kejadian ikterus (16,0%). Sedangkan tahun 2017 masih tinggi yaitu dari 989 neonatus yang ada terdapat kejadian ikterus sebanyak 198 (20,0%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ikterus Neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh neonatus yang pernah berkunjung dan tercatat dalam rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi periode Februari sampai Agustus tahun 2017 yaitu sebanyak 989 neonatus. Teknik pengambilan sampel dengan cara Random Sampling yaitu sebanyak 198 neonatus. Rancangan analisis data adalah analisis univariat dan analisis bivariat.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara paritas Pvalue 0,000 dan OR 3,209, masa gestasi Pvalue 0,001 dan OR 2,041, jenis persalinan Pvalue 0,001 dan OR 2,094, berat badan lahir Pvalue 0,000 dan OR 3,571, usia ibu Pvalue 0,001 dan OR 2,065 dengan kejadian ikterus neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Dari semua variabel yang diteliti tidak ada kesenjangan dengan teori.
Dari 5 variabel yang diteliti paritas, masa gestasi, jenis persalinan, berat badan lahir, usia ibu. Hasilnya berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Saran diharapkan ibu nifas lebih menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas mengenai upaya tindakan kesehatan dini untuk mencegah terjadinya ikterus pada bayi baru lahir.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Kanker merupakan penyakit yang tidak menular.Penyakit ini timbul akibat kondisi fisik yang tidak normal dan pola hidup yang tidak sehat. Di Indonesia kanker rahim menempati urutan ke 2 terbesar yang menyerang perempuan sebanyak (10,3%) setelah kanker payudara (18,4%).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker leher rahim pada pasangan usia subur di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tahun 2018.
Desain dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasangan usia subur yang datang memeriksakan atau mengobati keadaannya ke poli kebidanan di RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sebanyak 889 pasangan usia subur.Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 268 responden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling cara lotre.Penelitian ini menggunakan data sekunder,sedangkan data diolah dengan analisis univariat dan analisis bivariat data dengan menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian ada hubungan antara usia (P.value= 0,001),paritas (P.value= 0,001),kelebihan berat badan (P.value= 0,02),infeksi klamidia (P.value= 0,039),merokok (P.value= 0,000),riwayat kanker leher rahim pada keluarga (P.value= 0,000).Tidak ada kesenjangan antara factor-faktor yang berhubungan (usia,paritas,kelebihan berat badan,infeksi klamidia,merokok & riwayat kanker leher rahim pada keluarga) dengan teori.
Saran diharapkan pasangan usia subur dapat memeriksakan keadaannya dan melakukan skrining sedini mungkin dan bagi RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dapat mengadakan poli gynekologi khusus kanker leher rahim agar pasangan usia subur mendapatan pelayanan yang prima sehingga dapat diberikan pengobatan yang tepat demi terwujudnya keluarga yang sehar dan sejahtera.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Menurut world health organisasion (WHO) exprtcommittitee 1997 keluarga berencana adalah tindakan yang membatu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan,mendapatkan kelahiran yang memang sanngat diinginkan mengatur interval diantara kehamilan, mengontol waktu saat kehamilan dan hubungan dengan suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga. Berdasarkan berdasarkan studi pendahuluan di dapatkan hasil survey wawancara di Klinik & RB Multazam Rt 03/07 Cikarang Utarabekasi dari 10 orang ibu yang menggunakan alat suntik KB 6 orang mengatakan bahawa peningkatan nafsu makan dan bertambahnya berat badan sekitar 3-5 kg. dan sedangkan 4 orang ibu lainnya yang menggunakan alat suntik KB mengatakan jika tidak mengalami peningkatan Berat badan tetapi tidak teraturnya menstruasi
Tujuan : Penelitian ini perbedaan rata-rata berat badan sebelum dan sesudah suntik kb 3 KB ulan di klinik dan RB Multazam Rt 03 Rw07 Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasih Tahun 2019.
Metode : Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional analitik sebagaimana yang dijelaskan oleh Notoatmodjo Dengan rancangan atau desain penelitian cross sectional. Populasi semua akseptor KB suntik 3 bulan yang berkunjung ke pada bulan juli KB Suntik 3 bulan di Klinik& RB Multazam Rt 03/07 Cikarang Utara-Bekasi Tahun 2019. Sempel yang diambil populasi yang masuk dalam kriteria inklusi sebagai sampel dan dalam penelitian ini sempel sebanyak 33 responde. Instrumen yang digunakan Lembar kuesioner,surat kunjungan KB pertama kali dan penimbangan berat badan saat suntik KB 3 bulan. data yang dilihat dari lembar kunjungan KB pasien yang suntik 3 bulan. Analisa yang digunakan analisan univariat dan analisa bivariate berupa uji T- test.
Hasil : hasil penelitian ini menunjukan perbedaan rata-rata berat badan sebelum adalah suntik KB 3 bulan adaalah 57,12 dan sesudah suntik KB 3 bulan adalah 53,97.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
ASI Ekslusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan dan minuman lain selama umur bayi 0-6 bulan, Akan tetapi hingga saat ini masih banyak ibu yang mau memberikan ASI secara Ekslusif pada bayinya karena mereka beranggapan bahwa menyusui dapat menurunkan berat badan. adapun dampak Penurunan berat badan pada ibu menyusui dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti stress, lemas , mengantuk, kurang nutrisi,
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi, pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Mei-Juni 2019, populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan di Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi sampel sebanyak 78 ibu. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan univariat dan bivariat dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independent dan variabel dependent.
Hasil penelitian uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan antara Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan nilai P= 0,022 (P<a0,05) dan OR=4,783 ada hubungan antara Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan,
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan, saran dalam penelitian ini adalah diharapkan ibu dapat mengetahui dampak dan resiko dari Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan dan dapat memberikan informasi mengenai perubahan berat badan ibu menyusui secara Ekslusif untuk berkonsultasi ke pelayanan kesehatan terdekat untuk mengetahui jumlah kebutuhan gizi yang tepat pada masa menyusui dan manfaat dan menyusui secara Ekslusif.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Periode pulih sadar dimulai segera setelah pasien meninggalkan meja operasi sampai dengan pasien sadar dari pengaruh anestesi. Pengawasan untuk pasien ini yaitu berada di ruang pemulihan. Lamanya masa pulih sadar berbeda-beda pada setiap penderita, tergantung pada berbagai keadaan antara lain riwayat penderita sebelum operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien terhadap lama waktu pemantauan kondisi klien pasca operasi dengan anestesi spinal pada pasien SC di ruang pemulihan rumah sakit sentra medika cibinong.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan metode survey dengan jumlah 53 responden. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi umur, berat badan dan lama observasi sedangkan analisa bivariat menggunakan uji T dan uji korelasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti dari 53 responden, didapatkan bahwa dalam uji t nilai signifikan 0,923 > 0,05 dan nilai t hitung 0,098 < 2,008 (t tabel) yang artinya bahwa umur tidak mempengaruhi lama pemantauan pasien pasca operasi, sedangkan hasil dari perhitungan uji korelasi adalah nilai signifikan 0,05 ≤ 0,05 artinya bahwa berat badan mempengaruhi lama pemantauan pasca operasi di ruang pemulihan
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) MEDIKA CIKARANG PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
Skripsi, 22 Maret 2018
Nama : Lisnawati
NIM : 120316400
STUDI TENTANG FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RS SENTRA MEDIKA CIBINONG TAHUN 2017
xiii + 47 halaman + 7 tabel + 2 gambar + 5 lampiran
ABSTRAK
Persentase bayi dengan berat badan lahir rendah di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2015 yaitu 119 kasus dari 840 kelahiran, kemudian meningkat di tahun 2016 yaitu sebanyak 156 kasus dari 840 kelahiran, dan meningkat lagi di tahun 2017 dengan 181 kasus dari 640 kelahiran. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif menggunakan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah seluruh bayi yang dilahirkan pada bulan Oktober-Desenber 2017 di RS Sentra Medika Cibinong (364). Sampel penelitian sejumlah 66 bayi.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di RS Sentra Medika Cibinong bahwa Bayi yang dilahirkan dengan kondisi BBLR sebanyak 50%, usia ibu beresiko yang melahirkan BBLR sebanyak 19,7%, Ibu yang melahirkan dengan kondisi anemia sebanyak 28,8%, dan ibu yang melahirkan dengan kondisi kehamilan ganda ada sebanyak 13,6%.
Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan, tidak ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian BBLR (p=0,537; 95%CI=0,518-6,197; OR=1,792). Ada hubungan antara anemia dengan kejadian BBLR (p=0,007; 95%CI=1,731-21,086; OR=6,042). Ada hubungan antara kehamilan ganda dengan kejadian BBLR (p=0,027; 95%CI=1,200-87,355; OR=10,240).
Kesimpulan, ada hubungan antara anemia dan kehamilan ganda dengan kejadian BBLR di RS Sentra Medika Cibinong. Saran yang diajukan adalah diharapkan RS untuk tetap memberikan motivasi kepada ibu hamil untuk mempertahankan dan meningkatkan status gizi selama masa kehamilan
Kata kunci: Berat Badan Lahir Rendah, Anemia, Kehamilan Ganda, Umur Ibu
Kepustakaan : 22 Buku (2004-2017)