Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Preeklamsi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI PMB BIDAN SILVY KUSMIRAN CIKARANG TIMUR PERIODE JANUARI - DESEMBER 2021

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia yang menjadi salah satu negara berkembang sedang menghadapi masalah kematian ibu yang tinggi dengan bandingkan negara berkembang lainnya. Indonesia termasuk dalam kelompok tinggi di antara negara-negara di ASEAN terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dengan jumlah 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Oleh karenanya kami melakukan penelitian akhir dengan mengambil topik Hubungan antara paritas, riwayat ANC, umur ibu dan IMT terhadap kejadian preeklampsia. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantatif yaitu dengan design cross-sectional yang memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan Paritas, ANC, Umur Ibu dan IMT terhadap kejadian pre-eklampsia. Hasil dari uji pada hubungan antara paritas dan kejadian preeklampsia ialah sebesar 0,908, kemudian hubungan antara riwayat ANC dengan kejadian preeklampsia didapatkan nlai P Value ialah sebesar 0,798, hubungan umur dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,005, dan Hasil uji pada hubungan IMT dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,472. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu paritas, IMT, dan riwayat ANC tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur. Sedangkan, faktor umur memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur karena nlai P Value 0,005 0,05.

50 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor Risiko Kelahiran Prematur pada Ibu Hamil di RSU Amanda Mitra Keluarga Karawang Tahun 2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kelahiran prematur merupakan salah satu masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas neonatal. Kelahiran prematur dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal dan obstetri, antara lain usia ibu, pendidikan, paritas, indeks massa tubuh (IMT), riwayat keguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelahiran prematur pada ibu hamil di RSU Amanda Mitra Keluarga Karawang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 444 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Besarnya risiko dinilai menggunakan Odds Ratio (OR). Hasil: Dari 444 responden, sebanyak 124 responden (27,9%) mengalami kelahiran prematur dan 320 responden (72,1%) tidak mengalami kelahiran prematur. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara usia ibu dengan kelahiran prematur (p=0,000; OR=2,215; 95% CI: 1,452–3,381), riwayat keguguran (p=0,013; OR=1,829), riwayat penyakit (p=0,029; OR=1,665; 95% CI: 1,076–2,577), serta riwayat kehamilan dengan preeklamsia (p=0,000; OR=3,142). Sementara itu, pendidikan, paritas, dan IMT tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kelahiran prematur. Kesimpulan: Usia ibu, riwayat keguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia berhubungan dengan kejadian kelahiran prematur. Riwayat kehamilan dengan preeklamsia merupakan faktor yang memiliki hubungan paling kuat.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Persalinan Prematur di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Persalinan prematur merupakan persalinan yang terjadi pada kehamilan kurang dari 37 minggu, termasuk salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pada bulan Januari sampai bulan Desember 2024 angka kejadian kelahiran prematur di RS Sentra Medika Cikarang sebanyak 100 kasus yang di akibatkan ketuban pecah dini (KPD), Preeklamsi/Eklamsi, usia lebih dari 40 tahun, paritas, kurangnya pengetahuan tentang komplikasi dalam kehamilan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan prematur di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2024. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 318 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik sampling random sampling. Instrumen penelitian berupa data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara paritas (p=0,036), pendidikan (p= 0,003), usia (p=0,037), KPD (p=0,014), preeklamsi/eklamsi (p=0,041). Kesimpulan: Faktor paritas, pendidikan, usia, ketuban pecah dini, preeklamsi/eklamsi memiliki hubungan signifikan terhadap persalinan prematur. Upaya untuk meningkatan wawasan tentang faktor yang mempengaruhi persalinan prematur khususnya faktor dari ibu, meningkatan edukasi pemeriksaan hamil rutin, dukungan keluarga dan peran aktif tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk mencegah persalinan prematur.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil Trimester III di RS Cikarang Medika Kabupaten Bekasi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), edema, serta proteinuria. Prevalensi data preeklamsia pada ibu hamil di Indonesia terdapat 128.273 pertahun nya. Secara global preeklamsia juga merupakan suatu masalah, 10% wanita hamil di seluruh dunia menderita preeklamsia, yang terus menjadi perhatian dan menjadi penyebab di balik 500.000 kematian bayi baru lahir serta 76.000 kematian ibu tiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling yaitu ibu hamil yang datang kepoli kebidanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia ibu (<20 tahun atau >35 tahun), obesitas, konsumsi junk food yang tinggi, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, serta kunjungan ANC memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklamsia (p < 0,05) dapat simpulkan bahwa faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian preeklamsia meliputi usia ibu, obesitas, pola konsumsi junk food, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, dan kunjungan ANC. Disarankan upaya peningkatan edukasi kesehatan bagi ibu hamil guna mencegah preeklamsia, terutama melalui penerapan pola makan sehat, pengelolaan berat badan yang optimal, serta penanganan penyakit penyerta secara efektif.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER lll DI RS CIKARANG MEDIKA KABUPATEN BEKASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. (hipertensi), edema, serta proteinuria. Di temukan kasus preeklamsia pada ibu hamil di Indonesia terdapat 128.273 pertahunya beberapa faktor risiko yang diduga berkontribusi terhadap terjadinya preeklamsia antara lain usia ibu, paritas, obesitas, riwayat preeklamsia, pola konsumsi junk food, serta adanya riwayat diabetes mellitus (DM) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil trimester III di RS Cikarang Medika, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling yaitu ibu hamil yang datang kepoli kebidanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia ibu (20 tahun atau >35 tahun), obesitas, konsumsi junk food yang tinggi, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, serta kunjungan ANC memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklamsia (p 0,05). Sebaliknya, faktor paritas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian preeklamsia (p > 0,05). dapat simpulkan bahwa Faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian preeklamsia meliputi usia ibu, obesitas, pola konsumsi junk food, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, dan kunjungan ANC. Disarankan upaya peningkatan edukasi kesehatan bagi ibu hamil guna mencegah preeklamsia, terutama melalui penerapan pola makan sehat, pengelolaan berat badan yang optimal, serta penanganan penyakit penyerta secara efektif.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER lll DI RS CIKARANG MEDIKA KABUPATEN BEKASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Tugas Akhir, 14 Febuari 2025 Nama: Siti Zahra (121070015) Nama: Eti Adindah Puspita Andayani (121070021) ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI RS CIKARANG MEDIKA KABUPATEN BEKASI. XIX+72 Halaman+16 Lampiran+18 Tabel+3 Gambar+12 Singkatan ABSTRAK Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), edema, serta proteinuria. Di temukan kasus preeklamsia pada ibu hamil di Indonesia terdapat 128.273 pertahunya beberapa faktor risiko yang diduga berkontribusi terhadap terjadinya preeklamsia antara lain usia ibu, paritas, obesitas, riwayat preeklamsia, pola konsumsi junk food, serta adanya riwayat diabetes mellitus (DM) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil trimester III di RS Cikarang Medika, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling yaitu ibu hamil yang datang kepoli kebidanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia ibu (20 tahun atau >35 tahun), obesitas, konsumsi junk food yang tinggi, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, serta kunjungan ANC memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklamsia (p 0,05). Sebaliknya, faktor paritas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian preeklamsia (p > 0,05). dapat simpulkan bahwa Faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian preeklamsia meliputi usia ibu, obesitas, pola konsumsi junk food, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, dan kunjungan ANC. Disarankan upaya peningkatan edukasi kesehatan bagi ibu hamil guna mencegah preeklamsia, terutama melalui penerapan pola makan sehat, pengelolaan berat badan yang optimal, serta penanganan penyakit penyerta secara efektif.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Terapi Hijamah Terhadap Tekanan Darah dan Protein Urin Pada Ibu Hamil Pre Eklamsia Trimester II dan III di PMB Agreena Cikarang

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Preeklamsia merupakan masalah komplikasi kehamilan penyebab kematian ibu di dunia. Menurut WHO tahun 2018, sekitar 18,2% kematian ibu disebabkan oleh preeklamsia. Preeklampsia menduduki tingkat kematian urutan ke 2 di Indonesia. Terapi hijamah sangat berkhasiat untuk berbagai macam penyakit, juga merupakan preventive medicine dan pengobatan simptomatis. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi hijamah terhadap tekanan darah sistolik, diastolik dan protein pada ibu hamil pre eklamsia. Metode: Quasi experimental dengan pre dan post test tanpa kelompok kontrol, Sampel ditentukan sebanyak 30 orang. Lokasi penelitian BPM Agreena, Cikarang. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil : Terdapat perubahan bermakna secara statistik dimana hasil uji diperoleh p value 0,000 pada masing-masing variable, kadar sistolik medapatkan pengaruh tertinggi dengan selisih hasil rata-rata post test sebesar -4,788 (SD = 5,637), diastolik sebesar -4,720 (SD = 3,560), dan kadar protein urin -4,187 (SD = 103,169). Kesimpulan : Terapi hijamah berpengaruh menurunkan kadar tekanan darah sistolik, diastolik serta protein urin pada ibu hamil pre eklamsia. Saran: Tidak tabu bagi para praktisi kesehatan untuk praktek hijamah pada ibu hamil pre eklamsia sesuai SOP sebagai upaya preventif, promotif dan kuratif dan diperlukan penelitian hijamah lebih lanjut terhadap ibu hamil pre eklamsia serta upaya preventif dan kuratif bagi ibu hamil untuk menerapkan pola hidup sehat.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penurunan Terapi Hijamah Terhadap Tekanan Darah dan Protein Urin Pada Ibu Hamil Pre Eklamsia di PMB Agreena Cikarang

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengaruh Terapi Hijamah Terhadap Tekanan Darah dan Protein Urin Pada Ibu Hamil Pre Eklamsia Tulus Agreena1, Ika Kania Fatdo Wardani2 Universitas Medika Suherman ; Jalan Raya Industri Pasirgombong Jababeka Cikarang Utara Bekasi, Jawa Barat – 17530 E-mail : [email protected], [email protected] Abstrak Latar belakang: Preeklamsia merupakan masalah komplikasi kehamilan penyebab kematian ibu di dunia. Menurut WHO tahun 2018, sekitar 18,2% kematian ibu disebabkan oleh preeklamsia. Preeklampsia menduduki tingkat kematian urutan ke 2 di Indonesia. Terapi hijamah sangat berkhasiat untuk berbagai macam penyakit, juga merupakan preventive medicine dan pengobatan simptomatis. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi hijamah terhadap tekanan darah sistolik, diastolik dan protein pada ibu hamil pre eklamsia. Metode: Quasi experimental dengan pre dan post test tanpa kelompok kontrol, Sampel ditentukan sebanyak 30 orang. Lokasi penelitian BPM Agreena, Cikarang. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil : Terdapat perubahan bermakna secara statistik dimana hasil uji diperoleh p value 0,000 pada masing-masing variable, kadar sistolik medapatkan pengaruh tertinggi dengan selisih hasil rata-rata post test sebesar -4,788 (SD = 5,637), diastolik sebesar -4,720 (SD = 3,560), dan kadar protein urin -4,187 (SD = 103,169). Kesimpulan : Terapi hijamah berpengaruh menurunkan kadar tekanan darah sistolik, diastolik serta protein urin pada ibu hamil pre eklamsia. Saran: Tidak tabu bagi para praktisi kesehatan untuk praktek hijamah pada ibu hamil pre eklamsia sesuai SOP sebagai upaya preventif, promotif dan kuratif dan diperlukan penelitian hijamah lebih lanjut terhadap ibu hamil pre eklamsia serta upaya preventif dan kuratif bagi ibu hamil untuk menerapkan pola hidup sehat.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur Periode Januari - Desember 2021

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia termasuk dalam kelompok tinggi di antara negara-negara di ASEAN terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dengan jumlah 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Oleh karenanya tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara paritas, riwayat ANC, umur dan IMT terhadap kejadian preeklampsia. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantatif dengan design cross-sectional. Hasil dari uji bivariat pada hubungan antara paritas dan kejadian preeklampsia ialah sebesar 0,908, kemudian hubungan antara riwayat ANC dengan kejadian preeklampsia didapatkan nlai P Value ialah sebesar 0,798, hubungan umur dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,005, dan hubungan IMT dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,472. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu paritas, IMT, dan riwayat ANC tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Berat Badan Ibu Hamil Dengan Kejadian Preeklamsi di Rumah Sakit Annisa Citeureup Bogor Tahun 2021

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Preeklampsia adalah penyakit komplikasi yang memiliki trias gejala, yaitu hipertensi, proteinuri dan edema. Salah satu yang mempengaruhi terjadinya preeklampsia adalah pertambahan berat badan pada ibu hamil yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan berat badan ibu hamil dengan kejadian preeklamsi.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan observational analitik dengan desain pendekatan waktu cross sectional, Dengan populasi pasien hamil sebanyak 35 orang. Sampel dalam penelitian ini dihitung berdasarkan rumus Slovin, yaitu sebesar 32 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Analisa data menggunakan Chi Square. Hasil penelitian ini diperoleh p-value sebesar 0,001.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2018

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indikator yang umum digunakan dalam kematian ibu adalah AKI yaitu jumlah kematian ibu dalam 100.000 kelahiran hidup. AKI melonjak drastis dari 228 menjadi 359/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012. Berdasarkan kemenkes 2015 di Indonesia 309/100.000 kelahiran hidup. Dikarenakan preeklamsia di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018 (17,9%) ibu hamil yang mengalami preeklamsia. tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018. Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasinya seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya melalui ruangan bersalin (VK) di RSUD Kabupaten Bekasi pada bulan juli-desember Tahun 2018 yang berjumlah 476 orang. Sampel yang diteliti adalah ibu hamil yang mengalami preeklamsia sebanyak 85 orang. Instrument penelitian menggunakan rekam medis, analisis data univariat menggunakan presentase dan analisis data bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian preeklamsia. nilai P=0,045, hasil OR 1,701. Ada hubungan paritas dengan kejadian preeklamsia nilai P=0,037, hasil OR 1,789. Ada hubungan pekerjaan dengan kejadian preeklamsia nilai P=0,009, hasil OR 2,069. Ada hubungan riwayat hipertensi dengan kejadian preeklamsia nilai P=0,047, hasil OR 0,603. Ada hubungan pendidikan dengan kejadian preeklamsia nilai P=0,025, hasil OR 2,381. Ada hubungan signifikan antara umur, paritas, pekerjaan, riwayat hipertensi, pendidikan dan tidak ada kesenjangan. Kesimpulan dari hasil penelitian dari 5 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara umur, paritas, pekerjaan, riwayat hipertensi, dan pendidikan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018 dan sesuai dengan teori-teori yang sudah dikemukakan. Diharapka kesadaran masyarakat khususnya ibu hamil agar lebih meningkatkan dan memelihara kesehatan untuk mencegah terjadinya preeklamsia dengan cara mencari informasi tentang tanda bahaya ibu hamil.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail