BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipertensi pada perempuan perimenopause berkaitan dengan perubahan hormonal dan fungsi vaskular. Pumpkin seed oil (PSO) berpotensi mendukung fungsi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah, tetapi bukti penggunaannya sebagai terapi komplementer pada perempuan perimenopause dengan hipertensi derajat 1 masih terbatas. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian PSO (Cucurbita pepo) terhadap penurunan tekanan darah diastolik pada ibu perimenopause dengan hipertensi derajat 1. Metode: Penelitian quasi-experimental dengan desain two-group pretest-posttest melibatkan 38 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kedua kelompok mendapat amlodipine 5 mg, sedangkan kelompok intervensi mendapat tambahan PSO 1.000 mg/hari selama 14 hari. Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil: Rerata tekanan darah diastolik kelompok intervensi menurun dari 97,00 ± 1,886 menjadi 83.58 ± 2.293 mmHg, sedangkan kelompok kontrol dari 94.58 ± 2.116 menjadi 88.42 ± 1.305 mmHg. Perbedaan selisih penurunan tekanan darah diastolik antarkelompok bermakna (p < 0,001). Selama intervensi tidak ditemukan keluhan atau reaksi yang tidak diharapkan. Kesimpulan: Pemberian PSO 1.000 mg/hari sebagai terapi komplementer bersama amlodipine 5 mg berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah diastolik pada ibu perimenopause dengan hipertensi derajat 1.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Preeklamsia merupakan masalah komplikasi kehamilan penyebab kematian ibu di dunia. Menurut WHO tahun 2018, sekitar 18,2% kematian ibu disebabkan oleh preeklamsia. Preeklampsia menduduki tingkat kematian urutan ke 2 di Indonesia. Terapi hijamah sangat berkhasiat untuk berbagai macam penyakit, juga merupakan preventive medicine dan pengobatan simptomatis. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi hijamah terhadap tekanan darah sistolik, diastolik dan protein pada ibu hamil pre eklamsia. Metode: Quasi experimental dengan pre dan post test tanpa kelompok kontrol, Sampel ditentukan sebanyak 30 orang. Lokasi penelitian BPM Agreena, Cikarang. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil : Terdapat perubahan bermakna secara statistik dimana hasil uji diperoleh p value 0,000 pada masing-masing variable, kadar sistolik medapatkan pengaruh tertinggi dengan selisih hasil rata-rata post test sebesar -4,788 (SD = 5,637), diastolik sebesar -4,720 (SD = 3,560), dan kadar protein urin -4,187 (SD = 103,169). Kesimpulan : Terapi hijamah berpengaruh menurunkan kadar tekanan darah sistolik, diastolik serta protein urin pada ibu hamil pre eklamsia. Saran: Tidak tabu bagi para praktisi kesehatan untuk praktek hijamah pada ibu hamil pre eklamsia sesuai SOP sebagai upaya preventif, promotif dan kuratif dan diperlukan penelitian hijamah lebih lanjut terhadap ibu hamil pre eklamsia serta upaya preventif dan kuratif bagi ibu hamil untuk menerapkan pola hidup sehat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengaruh Terapi Hijamah Terhadap Tekanan Darah dan Protein Urin Pada Ibu Hamil Pre Eklamsia Tulus Agreena1, Ika Kania Fatdo Wardani2 Universitas Medika Suherman ; Jalan Raya Industri Pasirgombong Jababeka Cikarang Utara Bekasi, Jawa Barat – 17530 E-mail : [email protected], [email protected] Abstrak Latar belakang: Preeklamsia merupakan masalah komplikasi kehamilan penyebab kematian ibu di dunia. Menurut WHO tahun 2018, sekitar 18,2% kematian ibu disebabkan oleh preeklamsia. Preeklampsia menduduki tingkat kematian urutan ke 2 di Indonesia. Terapi hijamah sangat berkhasiat untuk berbagai macam penyakit, juga merupakan preventive medicine dan pengobatan simptomatis. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi hijamah terhadap tekanan darah sistolik, diastolik dan protein pada ibu hamil pre eklamsia. Metode: Quasi experimental dengan pre dan post test tanpa kelompok kontrol, Sampel ditentukan sebanyak 30 orang. Lokasi penelitian BPM Agreena, Cikarang. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil : Terdapat perubahan bermakna secara statistik dimana hasil uji diperoleh p value 0,000 pada masing-masing variable, kadar sistolik medapatkan pengaruh tertinggi dengan selisih hasil rata-rata post test sebesar -4,788 (SD = 5,637), diastolik sebesar -4,720 (SD = 3,560), dan kadar protein urin -4,187 (SD = 103,169). Kesimpulan : Terapi hijamah berpengaruh menurunkan kadar tekanan darah sistolik, diastolik serta protein urin pada ibu hamil pre eklamsia. Saran: Tidak tabu bagi para praktisi kesehatan untuk praktek hijamah pada ibu hamil pre eklamsia sesuai SOP sebagai upaya preventif, promotif dan kuratif dan diperlukan penelitian hijamah lebih lanjut terhadap ibu hamil pre eklamsia serta upaya preventif dan kuratif bagi ibu hamil untuk menerapkan pola hidup sehat.