Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Usia Ibu
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor Risiko Kelahiran Prematur pada Ibu Hamil di RSU Amanda Mitra Keluarga Karawang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kelahiran prematur merupakan salah satu masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas neonatal. Kelahiran prematur dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal dan obstetri, antara lain usia ibu, pendidikan, paritas, indeks massa tubuh (IMT), riwayat keguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelahiran prematur pada ibu hamil di RSU Amanda Mitra Keluarga Karawang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 444 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Besarnya risiko dinilai menggunakan Odds Ratio (OR). Hasil: Dari 444 responden, sebanyak 124 responden (27,9%) mengalami kelahiran prematur dan 320 responden (72,1%) tidak mengalami kelahiran prematur. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara usia ibu dengan kelahiran prematur (p=0,000; OR=2,215; 95% CI: 1,452–3,381), riwayat keguguran (p=0,013; OR=1,829), riwayat penyakit (p=0,029; OR=1,665; 95% CI: 1,076–2,577), serta riwayat kehamilan dengan preeklamsia (p=0,000; OR=3,142). Sementara itu, pendidikan, paritas, dan IMT tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kelahiran prematur. Kesimpulan: Usia ibu, riwayat keguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia berhubungan dengan kejadian kelahiran prematur. Riwayat kehamilan dengan preeklamsia merupakan faktor yang memiliki hubungan paling kuat.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Partus Lama Pada Kala II di RSIA Nurul Anisa Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Kejadian AKI di Indonesia menurut data Kemenkes tahun 2022 yaitu sebesar 189 per 100.000 kelahiran hidup, dan berdasarkan Data dari Data dari RSIA Nurul Anisa menunjukkan bahwa selama periode 2023–2024 terdapat 70 kasus partus lama dari total 389 persalinan. Dengan prevalensi presentase partus lama masih tinggi yaitu sekitar 18%, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinya faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian partus lama kala II pada ibu bersalin di RSIA Nurul Anisa pada tahun 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu$ be$rsalin di RSIA Nu$ru$l Anisa de$ngan ju$mlah 389 pasie$n ibu$ be$rsalin secara partus pervaginam maupun operasi sectio caesarea (SC) se$lama 2 tahu$n te$rakhir pada tahu$n 2023 - 2024. sedangkan besar sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik total sampling. untuk analisis data yang digunakan adalah analisis proporsi (persentasi) untuk analisis univariat. Uji hipotesis menggunakan analisis bivariat dengan statistik Chi- Square dan analisis risiko Odd Ratio. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan variabel Usia ibu dengan partus lama pada kala II dengan P value 0,003 , kemudian terdapat hubungan variabel paritas dengan partus lama pada kala II dengan nilai P = 0,017, selanjutnya terdapat hubungan variabel taksiran berat janin dengan partus lama pada kala II dengan nilai P = 0,004, dan terdapat hubungan variabel his dengan partus lama pada kala II dengan nilai P = 0,005. Kesimpulan terdapat hubungan semua variabel yaitu usia ibu, paritas, taksiran berat janin, dan his dengan partus lama pada kala II. Saran dalam penelitian ini, pada ibu hamil sebagai upaya pencegahan partus lama antara lain adalah dengan rutin mengikuti senam hamil, melakukan latihan pernapasan, serta menjaga kebugaran fisik melalui aktivitas ringan yang sesuai dengan usia kehamilan.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) di Sentra Medika Hospital Cikarang Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Pada tahun 2020, Berdasarkan data WHO menyatakan bahwa KPD di Indonesia sebanyak 65%, angka kejadian KPD di Jawa Barat sebanyak 230 kasus. Rencana strategi Nasional memperdayakan wanita, keluarga dan masyarakat melalui promosi kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Sentra Medika Hospital Cikarang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan Deskriptif Case Control adalah studi analitik yang menganalisis hubungan dengan menggunakan logika terbalik yaitu menentukan penyakit (Outcome) terlebih dahulu kemudian mengidentifikasi penyebab. Sampel berjumlah 528 ibu hamil yang mengalami KPD dan yang non KPD. Instrumen penelitian ini berupa data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan dilihat dari nilai (p value <0,05) antara usia ibu (p=0,003), paritas (p=0,011), usia kehamilan (p=0,033), riwayat KPD (p=0,009), pekerja (p=0,003) dengan kejadian KPD di Sentra Medika Cikarang Tahun 2025. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu, paritas, usia kehamilan, riwayat KPD dan pekerjaan.

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Kunjungan Balita di Posyandu Desa Margasari Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang Tahun 2021

2023•Koleksi Perpustakaan

Posyandu merupakan salah satu upaya kesehatan yang bersumber daya masyarakat, yang dilaksanakan oleh kader kesehatan yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan. Posyandu sebagai bentuk upaya kesehatan yang berbasis masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kunjungan balita di posyandu Desa Margasari Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian deskriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita di posyandu Desa Margasari Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang dengan jumlah ibu yang mempunyai balita 80 ibu. Dan sample penelitian ini adalah 80 orang, sampel diambil dengan cara menggunakan metode total sampling. Analisis data digunakan dengan cara univariat. Hasil penelitian ini terdapat 30 responden yang memiliki pendidikan rendah sebanyak 42 orang (52,2%). Memiliki usia <35 tahun sebanyak 30 orang (37,5%) sedangkan yang berusia >35 tahun sebanyak 50 orang (62,5%) kemudian yang dukungan keluarga yang tidak mendukung sebanyak 46 orang (57,5%) sedangkan yang mendukung sebanyak 34 orang (47,7%). Pengetahuan ibu yang kurang sebanyak 43 orang (53,8%) dan yang tidak berkunjung karena adanya wabah covid-19 sebanyak (55,0%).

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Kotabaru Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Tahun 2021

2023•Koleksi Perpustakaan

Prevalensi anemia di Indonesia sebesar 49%, sebanyak 45% anemia pada ibu hamil terjadi pada kelompok umur 15-24 tahun. Berdasarkan data dari Dinkes Kabupaten Karawang ibu hamil yang mengalami anemia sebanyak 8.090. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Kotabaru, Kec. Kotabaru, Kab. Karawang Tahun 2021. Desain penelitian menggunakan analitik korelatif dengan desain penelitian crosssectional dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis dari bulan juli september 2021. Populasi penelitian: ibu hamil trimester III di Puskesmas Kotabaru sebanayk 45. Sampel penelitian berjumlah 45 ibu hamil, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variable dependen yaitu kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Variabel independen yaitu usia, paritas, pendidikan, dan status Gizi. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian diketahui bahwa dari 45 responden ibu hamil trimester III yang mengalami anemia sebanyak 25 responden (56%) sedangkan untuk ibu hamil trimester III yang tidak anemia sebanyak 20 responden (44%). Untuk kategori usia mayoritas usia 20-35 sebanyak 33 responden (73%), (p-value 0,00;OR;0,800). Untuk kategori pendidikan mayoritas tinggi ≥ SLTA yaitu sebanyak 33 responden (73%) (p-value 0,00;OR;0,893). Untuk kategori paritas mayoritas paritas > 1 yaitu sebanyak 27 responden (56%), (40%) (p-value 0,00;OR;3.143). Untuk kategori status gizi mayoritas normal sebanyak 36 responden (80%), p-value 0,024;OR;0,161). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh antara usia, pendidikan, paritas dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas KotabaruTahun 2021. Saran dalam penelitian ini untuk Institusi pendidikan, untuk tempat penelitian, untuk responden dan untuk peneliti selanjutnya.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kehamilan Ibu di Usia Muda Dengan Perkembangan Emosi Anak Usia 3-5 Tahun di Klinik Khanza Medika Tahun 2021

2023•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Masa emas perkembangan anak hanya datang sekali seumur hidup ini tidak boleh di sia- siakan. Masalah perkembangan yang dapat terjadi pada anak usia pra sekolah adalah masalah mental. Prevalensi gangguan emosional dan perilaku pada anak usia prasekolah cukup tinggi yaitu 34,10%.Perkembangan emosi anak dipengaruhi beberapa faktor meliputi umur, jenis kelamin, genetik, keluarga, hormon, psikologi ibu ketika hamil, gizi ibu, pola asuh, sosio-ekonomi, pendidikan ibu, stimulasi dan lain-lain Hasil dan Metode : Penelitian ini menggunakan desain case control. Subyek penelitian yaitu semua ibu hamil yang hamil tahun 2017-2021 di Klinik Khanza Medika, Sampel penelitian ini berjumlah 85 repsonden. Variabel Independen yaitu perkembangan emosi anak diukur menggunkan kuesioner SDQ. sedangkan usia ibu, jumlah anak, jenis kelamin, pendidikan ibu ayah, pola asuh, dan pendapatan diukur menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu chi square. Kesimpulan : Hasil analisis menggunakan uji chi – square terdapat hubungan kehamilan di usia muda dengan perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun dengan nilai (p=0,000), pola asuh (P=0,024), jumlah anak (P=0,000), jenis kelamin (P=0,000), pendidikan orangtua (P=0,031), pendapatan orangtua (P=0,000), Saran agar remaja, keluarga, dan tenaga kesehatan memperhatikan usia ketika hamil supaya dapat menghindari gangguan emosi anak usia 3-5 tahun

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Sukatani Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2022•Koleksi Perpustakaan

Anemia pada ibu hamil merupakan kondisi dimana menurunnya kadar hemoglobin kurang dari 11 gr%, sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan organ-organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang. Pada Kabupaten Bekasi sebanyak 10% dari 768.324 ibu hamil mengalami anemia pada saat hamil, sedangkan di Puskesmas Sukatani sebesar 20,59 % meskipun prevalensi anemia ibu hamil di Kabupaten Bekasi rendah, akan tetapi prevalensi anemia ibu hamil di Puskesmas Sukatani masih tinggi. Oleh karena itu rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana Gambaran Kejadian Anemia Ibu Hamil pada Trimester III Di Puskesma Sukatani Tahun 2020. Tujuan penelitian: Untuk Mengetahui kejadian anemia ibu hamil Trimester III di Puskesmas Sukatani Tahun 2020. Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sebanyak 704 sampel. Pengumpulan data menggunakan checklist. Hasil: analisis menggunakan uji univariat anemia ringan 112 orang (15,9 %), anemia sedang 32 orang (4,5%), Anemia Berat 1 orang (0,2%), status ekonomi rendah 363 orang (51,6%), status gizi yang mengalami KEK 103 orang (14,6%), usia ibu yang beresiko 118 orang (16,8%), dan paritas ibu yang beresiko 101 orang (14,3%). Kesimpulan: pada penelitian ini terdapat anemia ringan 112 orang (15,9 %), anemia sedang 32 orang (4,5%), Anemia Berat 1 orang (0,2%), status ekonomi rendah 363 orang (51,6%), status gizi yang mengalami KEK 103 orang (14,6%), usia ibu yang beresiko 118 orang (16,8%), dan paritas ibu yang beresiko 101 orang (14,3%). Saran: Setelah penelitian ini dilakukan diharapkan ibu lebih menambah wawasan dalam memahami anemia pada ibu hamil dan bahaya dari anemia bisa menyebabkan berat bayi lahir rendah (BBLR). diharapkan bidan, maupun tenaga kesehatan lainnya lebih aktif dalam mengontrol ibu – ibu yang sedang hamil, serta meningkatkan upaya – upaya prevensi untuk mencegah terjadinya anemia seperti penyuluhan, konsultasi yang mendalam dan memastikan ibu hamil mengerti tentang pentingnya mencegah anemia, dengan melibatkan suami dan keluarganya.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bekasi Periode Juli- Desember Tahun 2016

2020•Koleksi Perpustakaan

Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah dua parameter yang lazim digunakan untuk mengukur status kesehatan masyarakat suatu negara secara umum karena menggambarkan banyak hal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian berat bayi lahir rendah dengan usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017 yaitu 643 persalinan. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 198 bayi yang mengalami BBLR dan 445 bayi yang tidak mengalami BBLR sebagai pembanding. Rancangan analisa data adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Dari hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara faktor usia ibu P value 0,001 dan OR 1,837, Paritas P value 0,000 dan OR 2,680, Jarak Kehamilan P value 0,013 dan OR 1,800, Anemia P value 0,001 dan OR 1,966 dan Pendidikan P value 0,000 dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017. Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka didapatkan bahwa tidak ada kesenjangan antara teori dan penelitian yang ada dilapangan antara kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dengan usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017. Saran bagi tenaga kesehatan meningkatkan pelayanan kesehatan terutama dalam mengatasi kejadian BBLR dengan metode pencegahan, pengobatan yang cepat, tepat dan akurat, sehingga dapat menurunkan angka kejadian yang sudah ada, disarankan untuk tenaga kesehatan memberikan penyuluhan yang dilakukan setiap 1 bulan sekali di posyandu maupun di puskesmas.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi Tahun 2018

2020•Koleksi Perpustakaan

Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang gagal bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Tingginya angka kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kota Bekasi pada periode Juli - Desember tahun 2016 sebanyak 159 kasus atau 24,72 %. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kota bekasi tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analiik kuantitatif dengan menggunakan pendekatn cross sectional. Sampel dari penelitian sebanyak 643 bayi. Insrtumen penelitian adalah lembar cheklist merupakan data sekunder. Analisis dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum, nilai P = 0,007, hasil OR di ketahui 1,653. Ada hubungan antara paritas dengan kejadian asfiksia neonatorum, nilai P = 0,004, hasil OR 1,745. Ada hubungan antara usia kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum , nilai P = 0,004, hasil OR 1745. Kesimpulan dari hasil penelitian ini dari 3 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara usia ibu, paritas, usia kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum d RSUD kota bekasi tahun 2018.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ikterus Neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018

2020•Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan hasil studi pendahuluan penelitian tanggal 27 Oktober 2017 di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Bekasi tahun 2016 dari 796 neonatus ada 128 kejadian ikterus (16,0%). Sedangkan tahun 2017 masih tinggi yaitu dari 989 neonatus yang ada terdapat kejadian ikterus sebanyak 198 (20,0%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ikterus Neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh neonatus yang pernah berkunjung dan tercatat dalam rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi periode Februari sampai Agustus tahun 2017 yaitu sebanyak 989 neonatus. Teknik pengambilan sampel dengan cara Random Sampling yaitu sebanyak 198 neonatus. Rancangan analisis data adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara paritas Pvalue 0,000 dan OR 3,209, masa gestasi Pvalue 0,001 dan OR 2,041, jenis persalinan Pvalue 0,001 dan OR 2,094, berat badan lahir Pvalue 0,000 dan OR 3,571, usia ibu Pvalue 0,001 dan OR 2,065 dengan kejadian ikterus neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Dari semua variabel yang diteliti tidak ada kesenjangan dengan teori. Dari 5 variabel yang diteliti paritas, masa gestasi, jenis persalinan, berat badan lahir, usia ibu. Hasilnya berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Saran diharapkan ibu nifas lebih menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas mengenai upaya tindakan kesehatan dini untuk mencegah terjadinya ikterus pada bayi baru lahir.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Hamil di RSUD Kabupaten Bekasi

2020•Koleksi Perpustakaan

Kejadian ketuban pecah dini dapat menimbulkan beberapa masalah bagi ibu maupun janin, misalnya pada ibu dapat menyebabkan infeksi puerperalis/masa nifas, dry labour/partus lama, dapat pula menimbulkan perdarahan post partum, morbiditas dan mortalitas maternal, bahkan kematian. Kasus Ketuban Pecah Dini (KPD) di RSUD Kabupaten Bekasi pada tahun 2016 sebanyak 120 kasus dari 488 persalinan (24%) pada tahun 2017 dari bulan januari sampai bulan juni angka kejadian ketuban pecah dini sebanyak 187 kasus dari 506 persalinan (36%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kejadian ketuban pecah dini dengan usia ibu, paritas, pekerjaan, infeksi di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2017 yaitu 506 ibu bersalin. Sampel yang digunakan adalah seluruh ibu bersalin dengan ketuban pecah dini pada tahun 2017 dengan jumlah 187 kejadian. Didapatkan 187 sampel total yang mengalami KPD sehingga ditemukan pembanding atau non sampelnya 187 ibu bersalin. Sumber data didapat dari rekam medik (data sekunder). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian Uji Statistic Chi-Square berdasarkan analisis univariat didapatkan bahwa sebagian kecil ibu bersalin di RSUD Kabupaten Bekasi mengalami ketuban pecah dini yaitu sebanyak 187 orang (50%) termasuk dalam kategori usia ibu beresiko sebanyak 183 (48,9), mengalami paritas primi dan grande sebanyak 165 orang (44,1%), bekerja sebanyak 165 (44,1), mengalami infeksi sebanyak 144 (38,5). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan hasil bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini adalah usia ibu (p value:0,007;OR:1,789), paritas (p value:0,000;OR:2,157), pekerjaan (p value:0,001;OR:2,063), infeksi (p value:0,000;OR:11,340). Kesimpulan dari 4 variabel yang diteliti (usia ibu, paritas, pekerjaan, infeksi) hasilnya berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi. Saran yang diharapkan dapat meningkatkan frekuensi dan kualitas promosi kesehatan tentang penanggulangan ketuban pecah dini pada ibu bersalin.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail