Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Heru Turdja'i

7 karya publik ditemukan.

2024: 12022: 12021: 12020: 12019: 3

Faktor Resiko yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Pasien Penyakit Jantung di Ruang Poli Jantung RS. Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah kondisi ketika pembuluh darah jantung tersumbat oleh timbunan lemak. Bila lemak makin menumpuk, maka arteri akan makin menyempit, dan membuat aliran darah ke jantung berukurang. Berkurangnya aliran darah ke jantung akan memicu gejala PJK, seperti angina dan sesak napas. Bila kondisi tersebut tidak segera ditangani, arteri akan tersumbat sepenuhnya, dan memicu serangan jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko yang mempengaruhi kejadian penyakit jantung koroner di RS. Sentra Medika Cikarang, Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan teknik Total Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Penyakit Jantung Koroner yang berada di RS. Sentra Medika Cikarang, Kabupaten Bekasi tahun 2020 sebanyak 100 responden. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α <0,05. Hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang sigifikan antara Usia (p = 0,014 < α = 0,05), Hipertensi (p = 0,004 < α = 0,05), dan tidak adanya hubungan antara Diabetes Mellitus (p = 0,056 > α = 0,05), dan adanya hubungan antara Kolesterol (p = 0,005 < α = 0,05), dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner Di RS. Sentra Medika Cikarang, Kabupaten Bekasi, tahun 2020. Dapat disimpulkan bahwa faktor resiko yang mempengaruhi kejadian penyakit jantung koroner di RS. Sentra Medika Cikarang, Kabupaten Bekasi, tahun 2020 variabel yang berhubungan adalah Usia, Hipertensi, Kolesterol sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah Diabetes Mellitus.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Kp. Pulo Tapis RT.06/02 Desa Sindang Sari Kecamatan Cabang Bungin Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah tekanan darah yang persisten dimana tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg (Hasdianah dan Suprapto, 2016). Hipertensi pada lansia adalah tekanan darah dimana sistolik 160 mmHg/ 90 mmHg. Pada skripsi ini penulis mengangkat faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia khususnya yaitu aktivitas fisik, kadar kolesterol dalam darah, konsumsi natrium dan status hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di kampung pulo tapis Rt. 06/02 dengan P-Value 0,044 < (0,05) dan nilai OR 0,293. Kemudian hubungan antara kadar kolesterol dalam darah dengan kejadian hipertensi pada lansia di kampung pulo tapis Rt. 06/02 dengan P-Value 0,001 < (0,05) dan nilai OR 8,500. Selanjutnya hubungan antara konsumsi natrium dengan kejadian hipertensi pada lansia di kampung pulo tapis Rt. 06/02 cabang dengan P-Value 0,025 < (0,05) dan nilai OR 3,879. Ada hubungan antara aktivitas fisik, kadar kolesterol dalam darah, asupan natrium dengan kejadian hipertensi pada lansia Kp. Pulo Tapis RT. 06/02 Desa Sindang Sari, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi. Adapun tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian hipertensi pada lansia di Kp. Pulo Tapis RT. 06/02 Desa Sindang Sari, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi Tahun 2018

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang gagal bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Tingginya angka kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kota Bekasi pada periode Juli - Desember tahun 2016 sebanyak 159 kasus atau 24,72 %. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kota bekasi tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analiik kuantitatif dengan menggunakan pendekatn cross sectional. Sampel dari penelitian sebanyak 643 bayi. Insrtumen penelitian adalah lembar cheklist merupakan data sekunder. Analisis dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum, nilai P = 0,007, hasil OR di ketahui 1,653. Ada hubungan antara paritas dengan kejadian asfiksia neonatorum, nilai P = 0,004, hasil OR 1,745. Ada hubungan antara usia kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum , nilai P = 0,004, hasil OR 1745. Kesimpulan dari hasil penelitian ini dari 3 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara usia ibu, paritas, usia kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum d RSUD kota bekasi tahun 2018.

Faktor-faktor yang Berhuungan Dengan Motivasi Klien Stroke Melakukan Rentang Gerak di RSUD Kota Bekasi Tahun 2018

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Stroke merupakan penyakit neurologis atau vokal yang terjadi akibat penyubatan dan pecahnya pembuluh darah di otak yang berlangsung selama lebih dari 24 jam yang menyebabkan kematian kurang dari 24 jam pada penyakit stroke apabila tidak mendapat penangan khusus bisa menyebabkan kecacatan.Oleh karena itu untuk mempertahankan supaya tidak terjadi kekakuan pada otot dan sendi maka penderita stroke harus melakukan Range Of Motion. . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Range Of Motion (ROM) terhadap peningkatan rentang sendi pasien stroke di RSUD Kota Bekasi Tahun 2018 Penelitian ini termasuk kedalam analitik kuantitaitf, dengan menggunakan metode Cross Sectional, yaitu faktor resiko dengan efek dilakukan pengukuran dengan cara, observasi ataupun pengumpulan data sekaligus satu saat. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh klien stroke di RSUD Kota Bekasi jumlah sampel dengan menggunakan tingkat kesalahan 0,05. Populasi penelitian ini sebanyak 54 orang klien stroke dan jumlah responden yang akan diteliti sebanyak 54 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (P value = 0,003< α (0,05) ; OR 6,750), dukungan keluarga (P value = 0,015< α (0,05) ; OR 4,722), peran dan fungsi keluarga (P value = 0,007 < α (0,05) ; OR 6,750),dan perilaku klien stroke (P value = 0,002 < α (0,05) ; OR 7,037) dengan motivasi klien stroke melakukan Range Of Motion (ROM) Diharapkan bagi klien stroke untuk melakukan latihan Range Of Motion (ROM) sedini mungkin supaya mampu mempertahankan kegiatan sehari-hari bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga yang menderita stroke supaya selalu memberikan dukungan berupa motivasi dan dukungan lainnya. Kesimpulan latihan Range Of Motion (ROM) dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan rentang sendi pada ektremitas atas dan bawah pada stroke