Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Usia ibu
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Kotabaru Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Tahun 2021

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prevalensi anemia di Indonesia sebesar 49%, sebanyak 45% anemia pada ibu hamil terjadi pada kelompok umur 15-24 tahun. Berdasarkan data dari Dinkes Kabupaten Karawang ibu hamil yang mengalami anemia sebanyak 8.090. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Kotabaru, Kec. Kotabaru, Kab. Karawang Tahun 2021. Desain penelitian menggunakan analitik korelatif dengan desain penelitian crosssectional dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis dari bulan juli september 2021. Populasi penelitian: ibu hamil trimester III di Puskesmas Kotabaru sebanayk 45. Sampel penelitian berjumlah 45 ibu hamil, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variable dependen yaitu kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Variabel independen yaitu usia, paritas, pendidikan, dan status Gizi. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian diketahui bahwa dari 45 responden ibu hamil trimester III yang mengalami anemia sebanyak 25 responden (56%) sedangkan untuk ibu hamil trimester III yang tidak anemia sebanyak 20 responden (44%). Untuk kategori usia mayoritas usia 20-35 sebanyak 33 responden (73%), (p-value 0,00;OR;0,800). Untuk kategori pendidikan mayoritas tinggi ≥ SLTA yaitu sebanyak 33 responden (73%) (p-value 0,00;OR;0,893). Untuk kategori paritas mayoritas paritas > 1 yaitu sebanyak 27 responden (56%), (40%) (p-value 0,00;OR;3.143). Untuk kategori status gizi mayoritas normal sebanyak 36 responden (80%), p-value 0,024;OR;0,161). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh antara usia, pendidikan, paritas dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas KotabaruTahun 2021. Saran dalam penelitian ini untuk Institusi pendidikan, untuk tempat penelitian, untuk responden dan untuk peneliti selanjutnya.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Kehamilan Ibu di Usia Muda Dengan Perkembangan Emosi Anak Usia 3-5 Tahun di Klinik Khanza Medika Tahun 2021

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Masa emas perkembangan anak hanya datang sekali seumur hidup ini tidak boleh di sia- siakan. Masalah perkembangan yang dapat terjadi pada anak usia pra sekolah adalah masalah mental. Prevalensi gangguan emosional dan perilaku pada anak usia prasekolah cukup tinggi yaitu 34,10%.Perkembangan emosi anak dipengaruhi beberapa faktor meliputi umur, jenis kelamin, genetik, keluarga, hormon, psikologi ibu ketika hamil, gizi ibu, pola asuh, sosio-ekonomi, pendidikan ibu, stimulasi dan lain-lain Hasil dan Metode : Penelitian ini menggunakan desain case control. Subyek penelitian yaitu semua ibu hamil yang hamil tahun 2017-2021 di Klinik Khanza Medika, Sampel penelitian ini berjumlah 85 repsonden. Variabel Independen yaitu perkembangan emosi anak diukur menggunkan kuesioner SDQ. sedangkan usia ibu, jumlah anak, jenis kelamin, pendidikan ibu ayah, pola asuh, dan pendapatan diukur menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu chi square. Kesimpulan : Hasil analisis menggunakan uji chi – square terdapat hubungan kehamilan di usia muda dengan perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun dengan nilai (p=0,000), pola asuh (P=0,024), jumlah anak (P=0,000), jenis kelamin (P=0,000), pendidikan orangtua (P=0,031), pendapatan orangtua (P=0,000), Saran agar remaja, keluarga, dan tenaga kesehatan memperhatikan usia ketika hamil supaya dapat menghindari gangguan emosi anak usia 3-5 tahun

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bekasi Periode Juli- Desember Tahun 2016

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah dua parameter yang lazim digunakan untuk mengukur status kesehatan masyarakat suatu negara secara umum karena menggambarkan banyak hal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian berat bayi lahir rendah dengan usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017 yaitu 643 persalinan. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 198 bayi yang mengalami BBLR dan 445 bayi yang tidak mengalami BBLR sebagai pembanding. Rancangan analisa data adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Dari hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara faktor usia ibu P value 0,001 dan OR 1,837, Paritas P value 0,000 dan OR 2,680, Jarak Kehamilan P value 0,013 dan OR 1,800, Anemia P value 0,001 dan OR 1,966 dan Pendidikan P value 0,000 dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017. Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka didapatkan bahwa tidak ada kesenjangan antara teori dan penelitian yang ada dilapangan antara kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dengan usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017. Saran bagi tenaga kesehatan meningkatkan pelayanan kesehatan terutama dalam mengatasi kejadian BBLR dengan metode pencegahan, pengobatan yang cepat, tepat dan akurat, sehingga dapat menurunkan angka kejadian yang sudah ada, disarankan untuk tenaga kesehatan memberikan penyuluhan yang dilakukan setiap 1 bulan sekali di posyandu maupun di puskesmas.

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi Tahun 2018

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang gagal bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Tingginya angka kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kota Bekasi pada periode Juli - Desember tahun 2016 sebanyak 159 kasus atau 24,72 %. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kota bekasi tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analiik kuantitatif dengan menggunakan pendekatn cross sectional. Sampel dari penelitian sebanyak 643 bayi. Insrtumen penelitian adalah lembar cheklist merupakan data sekunder. Analisis dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum, nilai P = 0,007, hasil OR di ketahui 1,653. Ada hubungan antara paritas dengan kejadian asfiksia neonatorum, nilai P = 0,004, hasil OR 1,745. Ada hubungan antara usia kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum , nilai P = 0,004, hasil OR 1745. Kesimpulan dari hasil penelitian ini dari 3 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara usia ibu, paritas, usia kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum d RSUD kota bekasi tahun 2018.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ikterus Neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan hasil studi pendahuluan penelitian tanggal 27 Oktober 2017 di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Bekasi tahun 2016 dari 796 neonatus ada 128 kejadian ikterus (16,0%). Sedangkan tahun 2017 masih tinggi yaitu dari 989 neonatus yang ada terdapat kejadian ikterus sebanyak 198 (20,0%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ikterus Neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh neonatus yang pernah berkunjung dan tercatat dalam rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi periode Februari sampai Agustus tahun 2017 yaitu sebanyak 989 neonatus. Teknik pengambilan sampel dengan cara Random Sampling yaitu sebanyak 198 neonatus. Rancangan analisis data adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara paritas Pvalue 0,000 dan OR 3,209, masa gestasi Pvalue 0,001 dan OR 2,041, jenis persalinan Pvalue 0,001 dan OR 2,094, berat badan lahir Pvalue 0,000 dan OR 3,571, usia ibu Pvalue 0,001 dan OR 2,065 dengan kejadian ikterus neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Dari semua variabel yang diteliti tidak ada kesenjangan dengan teori. Dari 5 variabel yang diteliti paritas, masa gestasi, jenis persalinan, berat badan lahir, usia ibu. Hasilnya berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Saran diharapkan ibu nifas lebih menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas mengenai upaya tindakan kesehatan dini untuk mencegah terjadinya ikterus pada bayi baru lahir.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Hamil di RSUD Kabupaten Bekasi

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kejadian ketuban pecah dini dapat menimbulkan beberapa masalah bagi ibu maupun janin, misalnya pada ibu dapat menyebabkan infeksi puerperalis/masa nifas, dry labour/partus lama, dapat pula menimbulkan perdarahan post partum, morbiditas dan mortalitas maternal, bahkan kematian. Kasus Ketuban Pecah Dini (KPD) di RSUD Kabupaten Bekasi pada tahun 2016 sebanyak 120 kasus dari 488 persalinan (24%) pada tahun 2017 dari bulan januari sampai bulan juni angka kejadian ketuban pecah dini sebanyak 187 kasus dari 506 persalinan (36%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kejadian ketuban pecah dini dengan usia ibu, paritas, pekerjaan, infeksi di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2017 yaitu 506 ibu bersalin. Sampel yang digunakan adalah seluruh ibu bersalin dengan ketuban pecah dini pada tahun 2017 dengan jumlah 187 kejadian. Didapatkan 187 sampel total yang mengalami KPD sehingga ditemukan pembanding atau non sampelnya 187 ibu bersalin. Sumber data didapat dari rekam medik (data sekunder). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian Uji Statistic Chi-Square berdasarkan analisis univariat didapatkan bahwa sebagian kecil ibu bersalin di RSUD Kabupaten Bekasi mengalami ketuban pecah dini yaitu sebanyak 187 orang (50%) termasuk dalam kategori usia ibu beresiko sebanyak 183 (48,9), mengalami paritas primi dan grande sebanyak 165 orang (44,1%), bekerja sebanyak 165 (44,1), mengalami infeksi sebanyak 144 (38,5). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan hasil bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini adalah usia ibu (p value:0,007;OR:1,789), paritas (p value:0,000;OR:2,157), pekerjaan (p value:0,001;OR:2,063), infeksi (p value:0,000;OR:11,340). Kesimpulan dari 4 variabel yang diteliti (usia ibu, paritas, pekerjaan, infeksi) hasilnya berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi. Saran yang diharapkan dapat meningkatkan frekuensi dan kualitas promosi kesehatan tentang penanggulangan ketuban pecah dini pada ibu bersalin.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail