Abstrak
Kejadian ketuban pecah dini dapat menimbulkan beberapa masalah bagi ibu maupun janin, misalnya pada ibu dapat menyebabkan infeksi puerperalis/masa nifas, dry labour/partus lama, dapat pula menimbulkan perdarahan post partum, morbiditas dan mortalitas maternal, bahkan kematian. Kasus Ketuban Pecah Dini (KPD) di RSUD Kabupaten Bekasi pada tahun 2016 sebanyak 120 kasus dari 488 persalinan (24%) pada tahun 2017 dari bulan januari sampai bulan juni angka kejadian ketuban pecah dini sebanyak 187 kasus dari 506 persalinan (36%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kejadian ketuban pecah dini dengan usia ibu, paritas, pekerjaan, infeksi di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2017 yaitu 506 ibu bersalin. Sampel yang digunakan adalah seluruh ibu bersalin dengan ketuban pecah dini pada tahun 2017 dengan jumlah 187 kejadian. Didapatkan 187 sampel total yang mengalami KPD sehingga ditemukan pembanding atau non sampelnya 187 ibu bersalin. Sumber data didapat dari rekam medik (data sekunder). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian Uji Statistic Chi-Square berdasarkan analisis univariat didapatkan bahwa sebagian kecil ibu bersalin di RSUD Kabupaten Bekasi mengalami ketuban pecah dini yaitu sebanyak 187 orang (50%) termasuk dalam kategori usia ibu beresiko sebanyak 183 (48,9), mengalami paritas primi dan grande sebanyak 165 orang (44,1%), bekerja sebanyak 165 (44,1), mengalami infeksi sebanyak 144 (38,5). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan hasil bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini adalah usia ibu (p value:0,007;OR:1,789), paritas (p value:0,000;OR:2,157), pekerjaan (p value:0,001;OR:2,063), infeksi (p value:0,000;OR:11,340). Kesimpulan dari 4 variabel yang diteliti (usia ibu, paritas, pekerjaan, infeksi) hasilnya berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi. Saran yang diharapkan dapat meningkatkan frekuensi dan kualitas promosi kesehatan tentang penanggulangan ketuban pecah dini pada ibu bersalin.