2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan hasil stadi pendahuluan yang dilakukukan di Puskesmas pedes Karawang pada tahun 2019 menunujukan bahwa prevalensi Kunjungan K1 pada ibu hamil di Puskesmas Pedes Karawang sebesar 621 ibu hamil kemudian dari seluruhan ibu hamil yang di dapatkan sebanyak 118 ibu 19,2 % ibu yang tidak melakukan kunjungan K1 sedangkan ibu hamil yang melakukan kunjungan K1 sebanyak 80,8%. di tahun 2020 prevalensi kunjungan K1 di Puskesmas Pedes Karawang sebesar 748 ibu hamil kemudian dari keseluruhan ibu yang hamil sebanyak 158 ibu yang tidak melakukan Kunjungan K1 21,1% sedangkan ibu hamil yang melakukan kunjungan K1 sebanyak 78,9% . Meskipun prevalesi ibu hamil yang tidak melakukan Kunjungan K1 ditahun 2019 masih tinggi dari pada 2020 kejadian ibu hamil yang tidak melakukan kunjungan K1 menurun dipuskesmas pedes karawang.
Jenis penelitian ini adalah menggunakan penelitian deskptif kuantitatif dan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimestr I di Puskesmas Pedes Kabupaten Karawang dengan jumlah ibu hamil 748 orang sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 158, sampel ini diambil dengan menggunakan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat.
Berdasarkan dari hasil Univariat menunjukan dari 158 Responden Ibu hamil trimestr I di puskesmas Pedes Karawang yang berpengetahuan Rendah 114 Responden (72,2%) , sedangkan yang berpengetahuan tinggi 44 Responden (27,8%),dari usia yang beresiko ( usia < 20 dan >35 tahun ) ada 85 Responden (53,8%) , sedangkan yang tidak beresiko ( usia 20 – 35 tshun ) ada 73 Responden (46,3%),Pendidikan yang rendah ( Sd,Smp) ada 114 Responden (72,2%), sedangkan yang Pendidikan Tinggi (Sma,D3, S1) ada 44 Resonden (27,8),Paritas yang Multigravida ada 95 Responden (60,1%), Sedangkan yang primigravida ada 63 Responden (39.9%),Penghasilan Rendah ada 133 Responden (84,2%, Sedangkan yang penghasilannya Tinggi ada 25 ada (15,8%).
Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitain 5 variabel yang di teliti memiliki kesesuaian antara teori Pengetahuan,Usia, Pendidikan,Paritas, dan Ekonomi di Puskesmas Pedes Karawang Tahun 2020.Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pihak puskesmas pedes karawang agar terus dapat memberikan penyuluhan terkait kunjungan KI kepada para ibu hamil.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan data yang di dapat dari dinas Kabupaten Bekasi pada tahun 2016 wanita yang terkena kanker serviks diperkirakan sebanyak 105 wanita yang mengalami kanker serviks. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di Kp. Kalen Kacing dari 30 responden ternyata 25 responden tidak mengetahui tentang pemeriksaan IVA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran distribusi frekuensi pengetahuan tentang pemeriksaan IVA pada pasangan usia subur di Kp Kalen Kacing DS. Sukka tenang Kec. Sukawangi–Bekasi tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 90 pasangan usia subur di Kp. Kalen Kacing dan didapatkan hasil 40 orang pasangan usia subur yang pengetahuan rendah. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner . analisis yang dilakukan analisis univariat.
Kesimpulan penelitian dari 4 variabel (Usia, Paritas, Pendidikan, Pekerjaan, Dukungan Suami) hasilnya tidak ada kesenjangan dengan pengetahuan terhadap pemeriksaaan IVA pada pasangan usia subur di Kp Kalen Kacing. Saran penelitian yaitu bagi masyarakat Kp. Kalen kacing lebih memperhatikan kesehatannya dengan mendeteksi secara dini tentang kanker serviks dengan menngunakan pemeriksaan IVA.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Ketuban pecah dini (KPD) adalah sobeknya selaput ketuban sebelum dimulainya tanda-tanda persalinan, biasanya terjadi para primipara atau multipara. Di kabupaten Bekasi angka kejadian KPD sebanyak 33% sedangkan data dari puskesmas Sukatani angka kejadian kpd sebesar 16,5 % berati angka kejadian di desa tersebut masih cukup tingi. Oleh karena itu dapat diambil rumusan masalah Gambaran Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Sukatani Tahun 2020 Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran kejadian ketuban pecah dini (KPD) pada ibu hamil trimester IIIdi Puskesmas Sukatani Tahun 2020
Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sebanyak 309 sampel. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklist melalui data rekam medic dan catatan kehamilan dan persalinan di PONED.
Hasil: analisis menggunakan uji univariat dengan angka kejadian KPD 16,5 %, usia ibu <20- >35 30,1% usia ibu 2035 69,9%, paritas Primipara & Grandemultipara 44,7% Multipara 55,3% , Riwayat KPD sebelumnya 6,1% , anemia 12,3%, infeksi vagina (korioamnionitis) 7,1%
Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa ada 5 variabel yang diteliti yaitu usia ibu, paritas ibu, riwayat kejadian kpd sebelumnya, anemia, dan infeksi vagina dan disimpulkan dengan angka kejadian KPD 16,5%, usia ibu <20- >35 30,1% usia ibu 20-35 69,9% , paritas Primipara & Grandemultipara 44,7% Multipara 55,3% , Riwayat KPD sebelumnya 6,1% , anemia 12,3% , infeksi vagina (korioamnionitis) 7,1%
Saran : Setelah penelitian ini ilakukan diharapkan ibu lebih menambah wawasan dan pengetahuan tentang kehamilan dan pemeriksaan kehamilan, serta ibu dapat menentukan sikap dan perilaku yang tepat dalam merawat, menjaga kehamilan, serta diharapkan bidan, maupun tenaga kesehatan lainnya lebih aktif dalam mengontrol ibu – ibu yang sedang hamil, serta mengoptimalkan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terjadinya resiko kpd pada ibu hamil dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan acuan atau sumber data untuk mengembangkan penelitian tentang kejadian kpd selanjutnya, dan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian tentang kejadian kpd dengan menggunakan faktor-faktor yang belum pernah diteliti sebelumnya
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Anemia pada ibu hamil merupakan kondisi dimana menurunnya kadar hemoglobin kurang dari 11 gr%, sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan organ-organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang. Pada Kabupaten Bekasi sebanyak 10% dari 768.324 ibu hamil mengalami anemia pada saat hamil, sedangkan di Puskesmas Sukatani sebesar 20,59 % meskipun prevalensi anemia ibu hamil di Kabupaten Bekasi rendah, akan tetapi prevalensi anemia ibu hamil di Puskesmas Sukatani masih tinggi. Oleh karena itu rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana Gambaran Kejadian Anemia Ibu Hamil pada Trimester III Di Puskesma Sukatani Tahun 2020. Tujuan penelitian: Untuk Mengetahui kejadian anemia ibu hamil Trimester III di Puskesmas Sukatani Tahun 2020. Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sebanyak 704 sampel. Pengumpulan data menggunakan checklist. Hasil: analisis
menggunakan uji univariat anemia ringan 112 orang (15,9 %), anemia sedang 32 orang (4,5%), Anemia Berat 1 orang (0,2%), status ekonomi rendah 363 orang (51,6%), status gizi yang mengalami KEK 103 orang (14,6%), usia ibu yang beresiko 118 orang (16,8%), dan paritas ibu yang beresiko 101 orang (14,3%). Kesimpulan: pada penelitian ini terdapat anemia ringan 112 orang (15,9 %), anemia sedang 32 orang (4,5%), Anemia Berat 1 orang (0,2%), status ekonomi rendah 363 orang (51,6%), status gizi yang mengalami KEK 103 orang (14,6%), usia ibu yang beresiko 118 orang (16,8%), dan paritas ibu yang beresiko 101 orang (14,3%). Saran: Setelah penelitian ini dilakukan diharapkan ibu lebih menambah wawasan dalam memahami anemia pada ibu hamil dan bahaya dari anemia bisa menyebabkan berat bayi lahir rendah (BBLR). diharapkan bidan, maupun tenaga kesehatan lainnya lebih aktif
dalam mengontrol ibu – ibu yang sedang hamil, serta meningkatkan upaya – upaya prevensi untuk mencegah terjadinya anemia seperti penyuluhan, konsultasi yang mendalam dan memastikan ibu hamil mengerti tentang pentingnya mencegah anemia, dengan melibatkan suami dan keluarganya.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jumlah prevalensi stunting di Indonesia meningkat dari tahun sebelumnya. Upaya mengatasi meningkatnya prevalensi stunting di Indonesia Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI mencanangkan beberapa program di antaranya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tujuan penelitian: untuk mengetahui distribusi frekuensi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi tahun 2020.
Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sebanyak 30 sampel. Pengumpulan data menggunakan primer dan sekunder. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yang terdiri dari pengetahuan orang tua, pendapatan, asupan makanan Pendidikan orangtua, Riwayat pemberian ASI eksklusif, Riwayat Berat badan lahir rendah sedangkan variabel dependen yaitu Stunting pada balita usia 24 – 60 bulan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dan variabel dependen.
Hasil: responden yang berpendidikan rendah sebanyak 60% (P value 0,021), pada responden dengan pendapatan orang tua rendah sebanyak 84,6% (P value 0,020), pada responden dengan asupan makanan kurang bergizi sebanyak 92,3% (P value 0,002), pada responden dengan pengetahuan orang tua rendah sebanyak 84,6% (P value 0,001), pada responden dengan Riwayat Air Susu Ibu tidak eksklusif sebanyak 69,2% (P value 0,027) dan pada responden dengan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah sebanyak 43,3% (P value 0,033) dari hasil penelitian 6 variabel tersebut tidak memiliki kesenjangan dengan teori.
Kesimpulan: terdapat hubungan pendidikan ibu, pengetahuan orang tua, asupan makanan, pendapatan orangtua Riwayat ASI eksklusif, Riwayat Berat Badan Lahir Rendah dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi. Saran: Untuk menurunkan prevalensi stunting Dinas Kesehatan, Puskesmas serta tenaga kesehatan lainnya lebih aktif dalam mengontrol tumbuh kembang balita, memiliki data balita stunting secara lengkap dan valid, serta mengoptimalkan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terjadinya stunting pada balita
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan hasil studi pendahuluan penelitian tanggal 27 Oktober 2017 di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Bekasi tahun 2016 dari 796 neonatus ada 128 kejadian ikterus (16,0%). Sedangkan tahun 2017 masih tinggi yaitu dari 989 neonatus yang ada terdapat kejadian ikterus sebanyak 198 (20,0%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ikterus Neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh neonatus yang pernah berkunjung dan tercatat dalam rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi periode Februari sampai Agustus tahun 2017 yaitu sebanyak 989 neonatus. Teknik pengambilan sampel dengan cara Random Sampling yaitu sebanyak 198 neonatus. Rancangan analisis data adalah analisis univariat dan analisis bivariat.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara paritas Pvalue 0,000 dan OR 3,209, masa gestasi Pvalue 0,001 dan OR 2,041, jenis persalinan Pvalue 0,001 dan OR 2,094, berat badan lahir Pvalue 0,000 dan OR 3,571, usia ibu Pvalue 0,001 dan OR 2,065 dengan kejadian ikterus neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Dari semua variabel yang diteliti tidak ada kesenjangan dengan teori.
Dari 5 variabel yang diteliti paritas, masa gestasi, jenis persalinan, berat badan lahir, usia ibu. Hasilnya berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Saran diharapkan ibu nifas lebih menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas mengenai upaya tindakan kesehatan dini untuk mencegah terjadinya ikterus pada bayi baru lahir.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kanker leher rahim merupakan masalah kesehatan perempuan di Indonesia, sehubung dengan angka kejadian dan angka kematian yang tinggi. Saat ini didunia diperkirakan lebih dari 1 juta perempuan menderita kanker serviks dan terdapat 500.000 kasus baru pertahuan, dengan angka kematian 260.000, di indonesia terdapat 100 kasus kanker leher rahim per 100.000 penduduk, dengan angka kematian 20 perhari (nuranna,Laila et all, 2008) banyak faktor yang berhubungan dengan wanita usia subur dalam deteksi dini kanker leher rahim metode IVA antara lain pendidikan, pengetahuan, minat dan dukungan suami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur di puskesmas Cikarang 2018.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua wanita usia subur di puskesmas Cikarang berjumlah 132 wanita usia subur, dan sampel yang digunakan berjumlah 99 wanita usia subur dengan teknik accidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah analisis univariat dab bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square.
Hasil penelitian ada hubungan bermakna antara variabel pengetahuan dengan pengunaan metode IVA pada WUS dengan nilai (P-Value: 0,014;OR: 6,727) ada hubungan antara variabel pendidikan dengan penggunaan metode IVA pada WUS dengan nilai (P-Value: 0,011; OR: 5,561) ada hubungan antara variabel minat dengan penggunaan metode IVA pada WUS dengan nilai (P-Value: 0,004; OR: 8,573) ada hubungan antara variabel dukungan suami dengan penggunaan metode IVA pada WUS dengan nilai (P-Value: 0,025; OR: 4,744)
Kesimpulan ada hubungan yang bermakna antara variabel pengetahuan, pendidikan, minat dan dukungan suami dengan penggunaan metode inpeksi visual asam asetat (IVA) pada wanita usia subur. Saran dalam penelitin ini adalah diharapkan untuk tenaga kesehatan untuk memberikan pengetahuan dan informasi dalam deteksi dini kanker serviks dan mencegah terjadinya kanker stadium lanjut.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kejadian ketuban pecah dini dapat menimbulkan beberapa masalah bagi ibu maupun janin, misalnya pada ibu dapat menyebabkan infeksi puerperalis/masa nifas, dry labour/partus lama, dapat pula menimbulkan perdarahan post partum, morbiditas dan mortalitas maternal, bahkan kematian. Kasus Ketuban Pecah Dini (KPD) di RSUD Kabupaten Bekasi pada tahun 2016 sebanyak 120 kasus dari 488 persalinan (24%) pada tahun 2017 dari bulan januari sampai bulan juni angka kejadian ketuban pecah dini sebanyak 187 kasus dari 506 persalinan (36%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kejadian ketuban pecah dini dengan usia ibu, paritas, pekerjaan, infeksi di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018.
Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2017 yaitu 506 ibu bersalin. Sampel yang digunakan adalah seluruh ibu bersalin dengan ketuban pecah dini pada tahun 2017 dengan jumlah 187 kejadian. Didapatkan 187 sampel total yang mengalami KPD sehingga ditemukan pembanding atau non sampelnya 187 ibu bersalin. Sumber data didapat dari rekam medik (data sekunder). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat.
Hasil penelitian Uji Statistic Chi-Square berdasarkan analisis univariat didapatkan bahwa sebagian kecil ibu bersalin di RSUD Kabupaten Bekasi mengalami ketuban pecah dini yaitu sebanyak 187 orang (50%) termasuk dalam kategori usia ibu beresiko sebanyak 183 (48,9), mengalami paritas primi dan grande sebanyak 165 orang (44,1%), bekerja sebanyak 165 (44,1), mengalami infeksi sebanyak 144 (38,5). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan hasil bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini adalah usia ibu (p value:0,007;OR:1,789), paritas (p value:0,000;OR:2,157), pekerjaan (p value:0,001;OR:2,063), infeksi (p value:0,000;OR:11,340).
Kesimpulan dari 4 variabel yang diteliti (usia ibu, paritas, pekerjaan, infeksi) hasilnya berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi. Saran yang diharapkan dapat meningkatkan frekuensi dan kualitas promosi kesehatan tentang penanggulangan ketuban pecah dini pada ibu bersalin.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pertumbuhan penduduk yang pesat merupakan suatu masalah yang dihadapi oleh Negara berkembang termasuk negara Indonesia. Pemerintah memalui BKKBN menganjurkan alat kontrasepsi yang baik digunakan untuk menjarangkan kehamilan dan untuk mewujudkan NKKBS adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), tetapi pada kenyataanya di masyarakat alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah kontrasepsi suntik. Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Depoprogestrin di RB Rhaudatunndya Tahun 2018.
Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan tekhnik accidental sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini seluruh akseptor KB sebanyak 1108 responden dengan besar sampel sebanyak 285 responden. Penelitin ini dilakukan pada bulan maret dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisi data berupa analisis univariat dan bivariat, dengan uji statistik menggunakan rumus chi-square.
Hasil univariat menunjukan faktor yang berhubungan pemilihan KB suntik 3 bulan depoprogestrin adalah pengetahuan (p-value = 0,000) < p=0,05) dan OR 3,048, usia ibu (p –value = 0,003) < p=0,05 dan OR 5,071, sumber informasi (p-value=0,043) <P=0,05 dan OR 2,612, status ekonomi (p-value = 0,022) < P=0,05 dan OR 2,217, dukungan suami (p-value = 0,035) dan OR 2,489, dan pengalaman (p-value = 0,002) < p=0,005 dan OR 17,829, dan pendidikan (p-value = 0, 039) < p= 0,05 dan OR 2,051.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan,usia,pendidikan, sumber informasi, status ekonomi, dukungan suami, dan pengalaman dengan pemilihan alat kontrasepsi suntik 3 bulan depoprogestrin. Saran dari peneliti diharapkan bagi petugas kesehatan di RB Rhaudatunnadya untuk memberikan informasi kesehatan guna meningkatkan pengetahuan terhadap pasang suami istri yang ingin ber-KB melalui sosialisasi tentang program KB dan pemberian paket edukasi tentang KB
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jumlah suami yang menggunakan kontrasepsi dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat keikutsertaan suami sebagai akseptor KB di Desa Karang Mekar Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bakasi Tahun 2019.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuntitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional . Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah laki-laki yang sudah mempunyai istri di Desa Karang Mekar tahun 2019 sebanyak 424, data yang didapat berupa data primer, sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil analisis responden yang berpengetahuan rendah sebanyak 44,9% (P value 0,024), pada responden dengan usia istri yang beresiko sebanyak 31,1% (P value 0,049), pada responden dengan jumlah anak yang grandemultipara sebanyak 22,6% (P value 0,049), pada responden yang memiliki sikap tidak setuju sebanyak 45,5% (P value 0,008), dan pada responden yang memiliki kebudayaan yang tidak mendukung sebanyak 31,1% (P value 0,049).
Untuk lebih banyak lagi keikutsertaan suami maka harus sering-sering diberikan penyuluhan oleh Dinas Kesehatan kepada laki-laki tentang kontrasepsi yang ada untuk pria.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Indikator yang lazim digunakan untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Kejadian berat bayi lahir rendah di Indonesia tahun 2014 yaitu 14% atau 710.000 dari 5 juta bayi lahir per tahun. Sedangkan menurut Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) tahun 2015 terdapat 7,5% atau 355.000 bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (Depkes RI, 2015). Kejadian BBLR di RSUD Kab Bekasi periode Januari - November tahun 2018 sebesar 118 bayi dari 442 kelahiran hidup atau 26,6 % bayi yang BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Kab Bekasi periode Maret-April tahun 2019.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang baru lahir di RSUD Kab Bekasi pada periode Maret-April tahun 2019 yaitu sebanyak 157 bayi. Sample yang diteliti adalah seluruh bayi baru lahir yang mengalami BBLR di RSUD Kab Bekasi Periode Maret - April tahun 2019. Instrumen penelitian menggunakan lembar ceklis dan data sekunder. Analisis data Univariat menggunakan presentase dan analisis data Bivariat menggunakan uji Chi-square.
Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian BBLR, nilai P=0,016, hasil OR 2,986. Ada hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR, nilai P=0,041. Ada hubungan antara anemia dengan kejadian BBLR, nilai P=0,043. Ada hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian BBLR, nilai P=0,031, hasil OR 3,090.
Kesimpulan dari hasil penelitian dari 4 variabel yamg diteliti memiliki hubungan antara umur, paritas, anemia dan jarak kehamilan dengan kejadian BBLR pada bayi baru lahir di RSUD KaB Bekasi periode Maret - April tahun 2019.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan