BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pada tahun 2020, Berdasarkan data WHO menyatakan bahwa KPD di Indonesia sebanyak 65%, angka kejadian KPD di Jawa Barat sebanyak 230 kasus. Rencana strategi Nasional memperdayakan wanita, keluarga dan masyarakat melalui promosi kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Sentra Medika Hospital Cikarang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan Deskriptif Case Control adalah studi analitik yang menganalisis hubungan dengan menggunakan logika terbalik yaitu menentukan penyakit (Outcome) terlebih dahulu kemudian mengidentifikasi penyebab. Sampel berjumlah 528 ibu hamil yang mengalami KPD dan yang non KPD. Instrumen penelitian ini berupa data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan dilihat dari nilai (p value <0,05) antara usia ibu (p=0,003), paritas (p=0,011), usia kehamilan (p=0,033), riwayat KPD (p=0,009), pekerja (p=0,003) dengan kejadian KPD di Sentra Medika Cikarang Tahun 2025. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu, paritas, usia kehamilan, riwayat KPD dan pekerjaan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Ketuban pecah dini (KPD) adalah sobeknya selaput ketuban sebelum dimulainya tanda-tanda persalinan, biasanya terjadi para primipara atau multipara. Di kabupaten Bekasi angka kejadian KPD sebanyak 33% sedangkan data dari puskesmas Sukatani angka kejadian kpd sebesar 16,5 % berati angka kejadian di desa tersebut masih cukup tingi. Oleh karena itu dapat diambil rumusan masalah Gambaran Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Sukatani Tahun 2020 Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran kejadian ketuban pecah dini (KPD) pada ibu hamil trimester IIIdi Puskesmas Sukatani Tahun 2020
Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sebanyak 309 sampel. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklist melalui data rekam medic dan catatan kehamilan dan persalinan di PONED.
Hasil: analisis menggunakan uji univariat dengan angka kejadian KPD 16,5 %, usia ibu <20- >35 30,1% usia ibu 2035 69,9%, paritas Primipara & Grandemultipara 44,7% Multipara 55,3% , Riwayat KPD sebelumnya 6,1% , anemia 12,3%, infeksi vagina (korioamnionitis) 7,1%
Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa ada 5 variabel yang diteliti yaitu usia ibu, paritas ibu, riwayat kejadian kpd sebelumnya, anemia, dan infeksi vagina dan disimpulkan dengan angka kejadian KPD 16,5%, usia ibu <20- >35 30,1% usia ibu 20-35 69,9% , paritas Primipara & Grandemultipara 44,7% Multipara 55,3% , Riwayat KPD sebelumnya 6,1% , anemia 12,3% , infeksi vagina (korioamnionitis) 7,1%
Saran : Setelah penelitian ini ilakukan diharapkan ibu lebih menambah wawasan dan pengetahuan tentang kehamilan dan pemeriksaan kehamilan, serta ibu dapat menentukan sikap dan perilaku yang tepat dalam merawat, menjaga kehamilan, serta diharapkan bidan, maupun tenaga kesehatan lainnya lebih aktif dalam mengontrol ibu – ibu yang sedang hamil, serta mengoptimalkan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terjadinya resiko kpd pada ibu hamil dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan acuan atau sumber data untuk mengembangkan penelitian tentang kejadian kpd selanjutnya, dan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian tentang kejadian kpd dengan menggunakan faktor-faktor yang belum pernah diteliti sebelumnya