BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara menstruasi terakhir sampai dengan persalinan. Setelah bayi baru lahir akan tetap membawa resiko suatu penyakit, salah satunya adalah penyakit ikterus neonatorum. Penyebab ikterus secara umum bisa terjadi saat sejak sebelum hamil, selama kehamilan, proses persalinan dan saat perawatan bayi baru lahir. Salah satu penyebabnya adalah perawatan bayi baru lahir karena tingkat pengetahuan ibu masih rendah.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Ikterus Neonatorum Di PMB Bidan Wiwin Wulandari Bekasi 2023.
Metode: Menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan Accidental sampling dengan jumlah responden 90.
Hasil : Berdasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai Usia (P= 0,003), Pendidikan (P=0,007), Pekerjaan (P=0,000), Sumber informasi (P=0,000), Pendapatan Keluarga (P=0,001), dan Dukungan Kesehatan (P=0,000).
Kesimpulan: Dari hasil nilai P Value dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, pendapatan keluarga, dan tenaga kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil tentang ikterus neonatorum.
Saran : Dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi para pelajar dan diharapkan bagi para pelajar untuk memahami lebih dalam mengenai ikterus neonatorum.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan hasil studi pendahuluan penelitian tanggal 27 Oktober 2017 di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Bekasi tahun 2016 dari 796 neonatus ada 128 kejadian ikterus (16,0%). Sedangkan tahun 2017 masih tinggi yaitu dari 989 neonatus yang ada terdapat kejadian ikterus sebanyak 198 (20,0%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ikterus Neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh neonatus yang pernah berkunjung dan tercatat dalam rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi periode Februari sampai Agustus tahun 2017 yaitu sebanyak 989 neonatus. Teknik pengambilan sampel dengan cara Random Sampling yaitu sebanyak 198 neonatus. Rancangan analisis data adalah analisis univariat dan analisis bivariat.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara paritas Pvalue 0,000 dan OR 3,209, masa gestasi Pvalue 0,001 dan OR 2,041, jenis persalinan Pvalue 0,001 dan OR 2,094, berat badan lahir Pvalue 0,000 dan OR 3,571, usia ibu Pvalue 0,001 dan OR 2,065 dengan kejadian ikterus neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Dari semua variabel yang diteliti tidak ada kesenjangan dengan teori.
Dari 5 variabel yang diteliti paritas, masa gestasi, jenis persalinan, berat badan lahir, usia ibu. Hasilnya berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Saran diharapkan ibu nifas lebih menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas mengenai upaya tindakan kesehatan dini untuk mencegah terjadinya ikterus pada bayi baru lahir.