Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

175 hasil
Subjek: pendidikan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Perawatan Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Harapan Bunda Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang memiliki tingkat komplikasi cukup tinggi. Perawatan yang dilakukan oleh pasien mempunyai peranan yang sangat penting, guna mencegah terjadinya komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh diabetes mellitus. Edukasi atau pendidikan kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan memegang peranan penting dalam meningkatkan pengetahuan pasien diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan pasien tentang perawatan diabetes mellitus di Rumah Sakit Harapan Bunda tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperiment dengan pre dan post test, menggunakan 48 responden. Penelitian dilakukan pada tanggal 1 s.d. 31 Maret 2023 di Poliklinik Rumah Sakit Harapan Bunda. Alat penelitian ini menggunakan lembar kuisioner pengetahuan pasien tentang perawatan Diabetes Mellitus. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan responden meningkat setelah dilakukan pendidikan kesehatan, nilai mean pretest adalah 45,31 dan posttest adalah 76,98. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan p value: 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah pemberian pendidikan kesehatan. Peneliti menyarankan untuk perawat hendaknya meningkatkan pelaksanaan pendidikan kesehatan pada pasien dengan diabetes mellitus di Rumah Sakit Harapan Bunda, dengan harapan pengetahuan pasien tentang perawatan diabetes mellitus dapat meningkat.

54 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita Di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan : Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh orang tua. Dampak kurang gizi terhadap balita dapat berakibat terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025. Metode : Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui factor yang memiliki hubungan dengan status gizi balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: variabel bebas meliputi usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan, penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Variabel terikat yaitu status gizi balita. Total sampling digunakan untuk mengetahui jumlah sampel sebanyak 110 responden. Teknik analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan hasil bahwa Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025 adalah usia balita (p-value 0,024), pendidikan ibu (p-value 0,000), pekerjaan ibu (p-value 0,007), status ekonomi (p-value 0,000), asupan makan balita (p-value 0,000), riwayat penyakit infeksi balita 3 bulan terakhir (p-value 0,000), pengetahuan ibu (p-value 0,000). Kesimpulan : Ada hubungan antara status gizi dengan usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan balita, penyakit infaksi balita, dan pengetahuan ibu. Disarankan bagi masyarakat untuk lebih mengetahui factor yang berhubungan dengan status gizi balita, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pencegahan terjadinya gizi kurang pada balita, dengan mengikuti penyuluhan gizi yang dilakukan kader posyandu agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan pada balita.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DENGAN TINDAKAN SECTIO CAESAREA DI INSTALASI BEDAH SENTRAL SENTRA MEDIKA HOSPITAL MINAHASA UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tindakan pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara infasive dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani untuk tujuan pengobatan dan proses operasi. Salah satu jenis pembedahan yang ada di Sentra Medika Minahasa Utara adalah Sectio Caesarea. Angka persalinan dengan metode sectio caesarea mengalami peningkatan di seluruh dunia dan melebihi batas kisaran yang disarankan oleh WHO yaitu sebesar 5-15%. Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pre operasi pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain deskriptif dengan rencana penelitian “Cross Sectional”. Tehknik pengambilan sampling dengan menggunakan tekhnik purposive sampling, dengan variable penelitian untuk indepeden yang terdiri dari Usia, Pekerjaan, tingkat pendidikan, dan lembar persetujuan. Dan variable dependennya di ambil tingkat kecemasan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan Maret 2023, Subyek penelitian sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Usia didapati hasilnya (p 0,027) dari standar nilai (p 0,05). Menyatakan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan faktor usia. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat pendidikan diman hasil yang di dapat adalah (0,009) dari nilai (p 0,05). Hasil penelitian juga tentang hubungan tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan didapati hasil (0,013) dari nilai (p 0,05), menyatakan ada hubungan antar tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan, dan hasil penelitian juga menyatakan ada hubungan antara jenis anastesi dan tingkat kecemasan dengan hasil yang di dapat adalah (p 0,027) dari nilai (0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan yang searah antara faktor Usia, Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan dan jenis anastesi pada pasien yang menjalani sectio caesarea di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA DAN SISWI TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS DI MTS TARBIYATUL ASAAS KABUPATEN BEKASI 2025

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA DAN SISWI TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS DI MTS TARBIYATUL ASAAS KABUPATEN BEKASI 2025 Tri Yuni Komala Hati Program Studi Sarjana Kebidanan Dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman Jln Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka Cikrang Utara Bekasi 17830 Email: [email protected] Kecenderungan remaja untuk melakukan seks bebas meningkat dari 53,76% menjadi 72,50% menurut WHO, Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan terhadap 10 siswa di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi, 70% dari mereka kurang mengetahui tentang seks bebas. Sementara itu, 30% siswa lainnya berpengetahuan baik dan pernah belajar, baik dari media sosialmaupun konseling sekolah, tetapi hanya sebatas hamill diluar nikah. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa dan siswi tentang perilaku seks bebas di Mts Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Populasi dan sampel dalam penelitian ini seluruh siswa dan siswi kelas VII, VIII, dan IX di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, dimana seluruh populasi dijadikan sampel meliputi 28 orang kelas VII, 22 orang kelas VIII, dan 15 orang kelas IX. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksprimental dengan one-group pretest-posttest. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank nilai p-value 0,000 yang berarti adanya pengaruh signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Diharapkan pihak sekolah dapat terus mengadakan pendidikan kesehatan secara berkala, khususnya mengenai perilaku seks bebas dengan menggunakan media cetak leaflet yang terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi, selain itu keterlibatan guru dan orang tua juga penting dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada siswa dan siswi guna mencegah perilaku menyimpang sejak dini. Kata kunci: Leaflet,Pendidikan Kesehatan,Remaja,Seks Bebas

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan kesehatan tentang Hipertensi Terhadap Pengetahuan Pencegahan Hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan suatu kondisi penyakit yang telah lama terjadi yang disertai dengan tingginya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri. Menurut Hasil Penelitian Kesehatan Dasar Tahun 2018 yang ada di Indonesia, Pravelensi Hipertensi mencapai angka 34,11 % pada penduduk lebih dari 18 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Hipertensi terhadap Pengetahuan pencegahan Hipertensi pada pasien Hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2021. Metode Penelitian ini menggunakan disain penelitian kuantitatif dengan pre eksperimental dengan disain penelitian one group prepost test, yang bertujuan untuk mendeskripsikan Pengaruh Pendidikan Kesahatan tentang Hipertensi terhadap Pengetahuan pencegahan Hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2021. Sampel yang diambil sebanyak 65 orang responden , dengan metode pengambilan sampel yaitu Total Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner kepada responden. Analisa data yang digunakan adalah Analisa Bivariat berupa uji Wilcaxon dengan nilai α < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Hipertensi terhadap Pengetahuan Pencegahan Hipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2021 hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji Wilcaxon ada pengaruh Pendidikan kesehatan tentang hipertensi dengan pengetahuan pencegahan hipertensi sebesar 0,000 yang artinya Ha gagal ditolak sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan dengan pengetahuan pencegahan hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2021. Selain itu berdasarka nilai mean ranks yang negative sebesar 0 yang bermakna bahwa tidak ada penurunan pengetahuan responden dan nilai mean ranks yang positif sebesar 37 bermakna ada peningkatan pengetahuan pencegahan hipertensi responden. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah Hasil distribusi frekuensi rata-rata pengetahuan pasien hipertensi sebesar pengetahuan baik tentang hipertensi sebanyak 54 orang (83,1%). Sedangkan pasien yang memiliki pengetahuan kurang baik tentang hipertensi sebanyak 11 orang (16,9%). Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang hipertensi terhadap pengetahuan pencegahan hipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2021.dengan saran diharapkan pasien hipertensi memahami tentang hipertensi dan mengetahui pencegahan hipertensi secara dini dan tidak berkomplikasi lebih lanjut.

44 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA IBU MENYUSUI 0-6 BULAN DI DUSUN 2 DESA CIBATU KEC. CIKARANG SELATAN, KAB. BEKASI TAHUN 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemberian ASI Ekslusif merupakan salah satu upaya untuk membantu tumbuh kembang anak terutama kesehatannya karena ASI memiliki zat gizi yang diperlukan bayi maupun antibody untuk kekebalan tubuhnya. Penelitian ini menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah 42 responden. Berdasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai pengetahuan (P= 0, 004), pekerjaan (P=0, 041), paritas (P=0,016), dukungan keluarga (P=0,016), karena nilai P Value 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan, pekerjaan, paritas, dan dukungan keluarga pada pemberian ASI Ekslusif Pada Ibu Menyusui 0-6 bulan. Dan bersasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai pendidikan (P=0, 377), karena nilai P Value 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara Pendidikan terhadap Pemberian ASI Ekslusif Pada Ibu Menyusui 0-6 Bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah dengan nilai P Value 0,05 maka ada hubungan pengetahuan, pekerjaan, paritas, dan dukungan keluarga dengan Pemberian ASI Ekslusif pada ibu menyusui 0-6 bulan di Dusun 2 Desa. Cibatu, Kec. Cikarang Selatan, Kab. Bekasi Tahun 2023.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor Karakteristik Perawat Berhubungan Dengan Kelengkapan Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus di RS X Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendokumentasian Asuhan Keperawatan merupakan adalah tanggung jawab perawat dan merupakan aspek legal. Penkumentaasian asuhan keperawatan harus diisi lengkap agar dapat dinilai sejauh mana keberhasilan asuhan keperawtan yang diberikan oleh perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan ,masa kerja dan pengetahuan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan Diaabetes Mellitus di RS X Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa 24 (60%) responden berusia 20-30 tahun, 39 (97.5%) responden berjenis kelamin perempuam, 28 (70%) responden tingkat pendidikannya D3 Keperawatan, 26 (65%) responden masa kerjanya 0-5 tahun, 23 (57.5%) berpengetahuan kurang. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara usia dengan kelengkapan askep DM P value=0.46, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan pendokumentasian askep DM P value=1,ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kelengkapan askep DM P value=0.03,ada hubungan antara masa kerja denagan kelengkapan pendokumentasian askep DM P value=0.02,ada hubungan antara pengetahuan dengan kelengkapan askep DM P value=0.00.Kesimpulan masa kerja 0-5 tahun, tingkat pendidikan D3 dan pengetahuan yang kurang kualitas kelengkapan pendokumentasian askep DM kurang.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Kunjungan ANC di PMB. Jariana Kabupaten Bekasi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali (K6) merupakan standar vital untuk deteksi dini risiko kehamilan, namun studi pendahuluan di PMB Jariana menunjukkan sebesar 53,33% ibu hamil tidak patuh memenuhi standar tersebut karena alasan kesibukan bekerja, kurangnya pengingat, dan anggapan keliru mengenai keluhan fisik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kunjungan ANC K6 di PMB Jariana Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode: Studi kuantitatif menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 80 ibu hamil trimester III yang dipilih secara utuh melalui teknik total sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan data sekunder (kepatuhan kunjungan) diperoleh via observasi Buku KIA, yang kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (42,5%), berpendidikan menengah (57,5%), berada pada usia tidak berisiko (72,5%), berkategori multipara (46,2%), dan patuh merampungkan kunjungan ANC K6 (63,7%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,000), pendidikan (p=0,000), karakteristik usia (p=0,000), serta paritas (p=0,047) dengan kepatuhan kunjungan ANC. Kesimpulan: Faktor kognitif, tingkat pendidikan formal, kematangan usia, dan riwayat obstetri masa lalu secara empiris berhubungan erat dengan kedisiplinan pemeriksaan kehamilan ibu, sehingga penguatan edukasi primer dan optimalisasi pemanfaatan media Buku KIA sangat mendesak dilaksanakan demi mencegah risiko komplikasi sejak dini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet tentang Pencegahan Emesis Gravidarum Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Trimester 1 TPMB Bidan Ai Hayati Karawang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Emesis gravidarum merupakan keluhan mual dan muntah yang umum dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan apabila tidak ditangani dengan baik dapat memengaruhi kondisi ibu. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan emesis gravidarum dapat memengaruhi kemampuan ibu dalam melakukan upaya pencegahan secara tepat. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi secara ringkas, sistematis, dan dapat dibaca kembali oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet tentang pencegahan emesis gravidarum terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I di TPMB Bidan Ai Hayati Karawang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pre-test post-test. Jumlah responden sebanyak 50 ibu hamil trimester I. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diberikan intervensi, sebanyak 25 responden (50,0%) memiliki pengetahuan kurang dan 25 responden (50,0%) memiliki pengetahuan cukup. Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet, seluruh responden (100,0%) memiliki pengetahuan baik. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 9,44 menjadi 17,12. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I tentang pencegahan emesis gravidarum di TPMB Bidan Ai Hayati Karawang Tahun 2026.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Video Animasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Dismenore di SMP Negeri 4 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas serta proses belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan remaja putri tentang dismenore di SMP Negeri 4 Cikarang Selatan Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest. Sampel sebanyak 96 remaja putri dipilih dengan stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Guttman sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan sebelum intervensi terdapat 65 responden (67,7%) berpengetahuan kurang, 27 (28,1%) cukup, dan 4 (4,2%) baik. Setelah intervensi, seluruh responden (100%) memiliki pengetahuan baik. Uji Wilcoxon menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Kesimpulannya, terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang dismenore.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Rendahnya Pemberian ASI Eksklusif di Desa Sukarahayu Wilayah Kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pemberian ASI diberikan selama enam bulan pertama namun masih menjadi permasalahan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui determinan atau faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Desa Sukarahayu, wilayah kerja Puskesmas Tambelang. Metode Penelitian: jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2026 dengan melibatkan populasi sebanyak 51 ibu menyusui. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling sehingga diperoleh 51 responden. Pengumpulan data primer dilakukan melalui kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square (α = 0,05). Hasil Penelitian: bahwa sebagian besar responden 33 (64,7%) tidak memberikan ASI eksklusif. Analisis bivariat membuktikan terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan pendidikan ibu (p < 0,001), pengetahuan ibu (p < 0,001), dukungan suami (p < 0,001), dan dukungan keluarga (p < 0,001). Kesimpulan: rendahnya capaian ASI eksklusif di Desa Sukarahayu dipengaruhi secara signifikan oleh faktor pendidikan, kurangnya pengetahuan, serta minimnya dukungan dari suami dan keluarga. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan yang komprehensif dengan melibatkan partisipasi suami dan keluarga untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Media Booklet Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I tentang Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya tetanus pada ibu dan bayi baru lahir. Pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat, jadwal, dan efek samping imunisasi TT berperan dalam mendukung penerimaan dan pelaksanaan imunisasi. Salah satu media yang dapat digunakan untuk memberikan edukasi kesehatan adalah booklet karena materi dapat disajikan secara ringkas, sistematis, dan dapat dibaca kembali oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media booklet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I tentang imunisasi Tetanus Toxoid (TT) di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment tanpa kelompok kontrol menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu hamil trimester I yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media booklet. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi menggunakan media booklet, sebanyak 20 ibu hamil (66,7%) memiliki pengetahuan dalam kategori kurang, 9 ibu hamil (30,0%) dalam kategori cukup, dan 1 ibu hamil (3,3%) dalam kategori baik. Setelah diberikan edukasi, sebanyak 26 ibu hamil (86,7%) memiliki pengetahuan dalam kategori baik, 3 ibu hamil (10,0%) dalam kategori cukup, dan 1 ibu hamil (3,3%) dalam kategori kurang. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 10,30 sebelum intervensi menjadi 18,33 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value=0,000 (p<0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media booklet. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh media booklet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I tentang imunisasi TT di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026. Media booklet dapat digunakan sebagai salah satu media edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai imunisasi TT

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Audiovisual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Menarche di SDN Ciledug 03 Kab. Bekasi 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Menarche merupakan menstruasi pertama yang dialami remaja putri sebagai tanda dimulainya masa pubertas. Pengetahuan yang baik mengenai menarche sangat diperlukan agar remaja putri memahami perubahan yang terjadi pada dirinya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang menarche di SDN Ciledug 03 Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 42 siswi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang menarche. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 24 responden (57,1%), pengetahuan cukup 11 responden (26,2%), dan pengetahuan baik 7 responden (16,7%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual, sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 35 responden (83,3%), pengetahuan cukup 6 responden (14,3%), dan pengetahuan kurang 1 responden (2,4%). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), sehingga pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang menarche. Pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang menarche di SDN Ciledug 03 Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Media audiovisual dapat dijadikan salah satu alternatif media pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah utamanya terkait dengan persiapan menghadapi menarche

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Putri tentang Seks Bebas di SMKN 1 Pebayuran Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Pengetahuan remaja putri tentang seks bebas masih tergolong rendah sehingga diperlukan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman mengenai risiko dan dampak seks bebas serta kesehatan reproduksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet yang praktis, ringkas, dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan remaja putri tentang seks bebas di SMKN 1 Pebayuran Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 445 siswi dengan sampel sebanyak 112 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang seks bebas. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data pretest dan posttest tidak berdistribusi normal. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 62 responden (55,4%), pengetahuan cukup sebanyak 34 responden (30,36%), dan pengetahuan baik sebanyak 16 responden (14,3%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet, sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 95 responden (84,82%), pengetahuan cukup sebanyak 14 responden (12,50%), dan pengetahuan kurang sebanyak 3 responden (2,68%). Persentase pengetahuan baik meningkat sebesar 70,53%. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) <0,001 (p<0,05), dengan Positive Rank sebanyak 112 responden dan Negative Rank serta Ties sebanyak 0, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang seks bebas. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang seks bebas di SMKN 1 Pebayuran Tahun 2026. Media leaflet dapat dijadikan salah satu alternatif media pendidikan kesehatan reproduksi yang diterapkan secara berkelanjutan di sekolah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Orang Tua Tentang Keterlambatan Bicara (Speech Delay) Pada Anak Prasekolah di Posyandu Melati Desa Sukadanau Kabupaten Bekasi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Keterlambatan bicara (speech delay) adalah masalah perkembangan yang umum pada anak prasekolah dan dapat berdampak pada kemampuan komunikasi, sosial, dan akademik anak di masa depan. Pengetahuan orang tua yang terbatas mengenai deteksi dini dan stimulasi bicara menjadi salah satu faktor penghambat perkembangan bahasa anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara (speech delay) pada anak prasekolah di Posyandu Melati, Desa Sukadanau, Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua yang memiliki anak usia prasekolah (3-6 tahun) di Posyandu Melati 1 dan 2, sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Intervensi yang diberikan adalah pendidikan kesehatan menggunakan video animasi selama 10 menit. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan orang tua setelah diberikan intervensi. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori baik (46,7%) dan cukup (40,0%). Setelah intervensi, seluruh responden (100%) mengalami peningkatan pengetahuan menjadi kategori baik. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp. Sig. (2tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara (speech delay) pada anak prasekolah. Media audiovisual efektif digunakan sebagai alat edukasi kesehatan di Posyandu.

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Pada Masyarakat di Desa Balekambang Kecamatan Jonggol

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Prevalensi DBD di Jonggol hingga Juni 2024 tercatat sebanyak 145 kasus dengan 1 kematian. Sementara itu, Puskesmas Balekambang mencatat 20 kasus dengue pada periode Januari–November 2025, dengan 2 orang dirawat di RSUD Cileungsi pada bulan Mei dan 1 orang dirawat di RS Permata Jonggol pada bulan Juni. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN) pada masyarakat di Balekambang Kecamatan Jonggol 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif korelasional dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian masyarakat Desa Balekambang Kecamatan Jonggol dengan jumlah sampel sebanyak 85 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan perilaku PSN. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik nonparametrik Chi-Square. No Layak Etik 000322/Universitas Medika Suherman/2026 Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan analisi bivariat Jenis kelamin nilai p-value = 0,659 > 0,05, Usia nilai p-value = 0,546 > 0,05, Pendidikan nilai p-value = 0,001 <0,05, Pekerjaan nilai p-value = 0,158 > 0,05, Tingkat pengetahuan nilai p-value = 0,018 <0,05, Sikap nilai p-value = 0,001 <0,05. Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor jenis kelamin, usia, pekerjaan dengan perilaku PSN, Ada hubungan yang signifikan antara faktor pendidikan, tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku PSN. Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), mengingat masih terdapat responden dengan perilaku PSN yang kurang baik.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Ceramah Interaktif Kombinasi Game Clash of Champions Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Dismenore di SMPN 2 Tambelang

2026•Koleksi Perpustakaan

Nyeri haid atau dismenore merupakan keluhan yang sering dialami remaja putri dan umumnya terjadi akibat kontraksi otot rahim yang dipengaruhi oleh peningkatan hormon prostaglandin. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) tahun 2020, prevalensi dismenore di berbagai negara tergolong tinggi, dengan sekitar setengah perempuan di setiap negara mengalaminya. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berada pada kategori ringan hingga sedang, sedangkan sekitar 10–15% mengalami nyeri berat yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan proses belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan melalui metode ceramah interaktif yang dikombinasikan dengan permainan edukatif Clash of Champions terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang dismenore di SMPN 2 Tambelang tahun 2025. Selain itu, penelitian ini juga menguji perbedaan tingkat pengetahuan berdasarkan dukungan orang tua dan dukungan teman sebaya. Desain yang digunakan adalah quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 59 siswi kelas VII yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai rata-rata setelah intervensi, serta perbedaan bermakna berdasarkan tingkat dukungan orang tua dan teman sebaya (p-value=0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi interaktif efektif meningkatkan pemahaman siswi mengenai penanganan dismenore secara tepat.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Ruam Popok Bayi di Desa Karang Baru Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Ruam popok (diaper rash) merupakan masalah kulit yang sering terjadi pada bay akibat iritasi urine, feses, kelembaban, dan gesekan popok. Prevalensi globa mencapai 65% (WHO, 2022), sementara di Indonesia dilaporkan 7–35% dan d Kabupaten Bekasi sebesar 10,28%. Pengetahuan ibu yang kurang tentang persona hygiene bayi menjadi faktor penting yang dapat meningkatkan risiko terjadiny ruam popok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yan berhubungan dengan kejadian ruam popok pada bayi di Desa Karang Bar Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2025.Penelitian merupaka jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 88 responden dipilih dengan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui angket kepada ibu yan memiliki bayi usia 0–6 bulan. Analisis menggunakan uji chi-square denga perhitungan odds ratio (OR). Dari penelitian ini diperoleh hasil yaitu tidak terdapa hubungan signifikan antara pendidikan dengan ruam popok (p=0,249; OR=0,552 maupun sikap (p=0,067; OR=2,565). Namun terdapat hubungan signifikan antar pekerjaan dengan ruam popok (p=0,047; OR=2,644) serta pengetahuan (p=0,018 OR=3,246). Responden dengan pengetahuan kurang memiliki peluang tiga kal lebih besar memiliki bayi yang terkena ruam popok dibandingkan dengan ib berpengetahuan baik. Pengetahuan ibu sangat erat kaitannya dengan pendidika dan memengaruhi perilaku dalam menjaga kesehatan kulit bayi. Ketepata perawatan perianal memerlukan perilaku ibu yang baik dalam menjaga kebersiha kulit bayi.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Rendahnya Kunjungan Bayi dan Balita di Posyandu RW 011 Perumahan Permata Cikarang Timur Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kunjungan bayi dan balita ke Posyandu merupakan indikator penting dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, masih banyak balita yang tidak memperoleh layanan secara optimal akibat rendahnya tingkat kunjungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya kunjungan bayi dan balita ke Posyandu RW 011 Perumahan Permata Cikarang Timur tahun 2025. Subyek dan Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain analitik cross sectional yang dilaksanakan di Posyandu RW 011. Sampel berjumlah 51 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel dependen adalah kunjungan ke Posyandu, sedangkan variabel independen meliputi pengetahuan ibu, ekonomi, pendidikan, dukungan keluarga, dan pelayanan kesehatan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil: Sebagian besar balita (54,9%) tidak melakukan kunjungan teratur ke Posyandu. Pengetahuan ibu berhubungan signifikan dengan kunjungan ke Posyandu (OR=6,70; 95% CI=1,32–34,91; p=0,022). Namun, faktor ekonomi (p=0,620), pendidikan ibu (p=0,683), dukungan keluarga (p=0,538), dan pelayanan kesehatan (p=0,481) tidak berhubungan signifikan. Kesimpulan: Pengetahuan ibu merupakan faktor paling berpengaruh terhadap keteraturan kunjungan balita ke Posyandu

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Terhadap Pengetahuan Tentang Anemia Pada Remaja Putri di MTS Tarbiyyatul Assas Kabupaten Bekasi 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat berdampak pada pertumbuhan serta prestasi belajar. Data WHO tahun 2021 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada wanita usia reproduktif cukup tinggi (29,6), termasuk pada remaja meningkat dari 21,6% menjadi 22,3%. Di Jawa Barat, prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 40%. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang anemia menggunakan media video terhadap pengetahuan remaja putri. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Intervensi berupa pemutaran video edukatif berdurasi sekitar 10 menit yang menguraikan pengertian, penyebab, gejala, pencegahan, serta cara konsumsi tablet tambah darah (TTD). Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 20 item sebelum dan sesudah intervensi. Sampel penelitian adalah 62 siswi yang dipilih dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden berpengetahuan kurang (74,2%), sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi berpengetahuan baik (82,3%). Uji statistik memperoleh nilai p = 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan tentang anemia. Simpulan dari penelitian ini adalah media video efektif sebagai sarana edukasi kesehatan. Disarankan agar sekolah dan tenaga kesehatan lebih memanfaatkan media audiovisual dalam program promosi kesehatan remaja.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail