2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Emesis gravidarum merupakan keluhan mual dan muntah yang umum dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan apabila tidak ditangani dengan baik dapat memengaruhi kondisi ibu. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan emesis gravidarum dapat memengaruhi kemampuan ibu dalam melakukan upaya pencegahan secara tepat. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi secara ringkas, sistematis, dan dapat dibaca kembali oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet tentang pencegahan emesis gravidarum terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I di TPMB Bidan Ai Hayati Karawang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pre-test post-test. Jumlah responden sebanyak 50 ibu hamil trimester I. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diberikan intervensi, sebanyak 25 responden (50,0%) memiliki pengetahuan kurang dan 25 responden (50,0%) memiliki pengetahuan cukup. Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet, seluruh responden (100,0%) memiliki pengetahuan baik. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 9,44 menjadi 17,12. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I tentang pencegahan emesis gravidarum di TPMB Bidan Ai Hayati Karawang Tahun 2026.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipotensi intraoperatif adalah komplikasi yang kerap terjadi pada
pasien yang menjalani anestesi spinal, yang disebabkan oleh blokade sistem
simpatis sehingga menimbulkan vasodilatasi dan penurunan tekanan arteri ratarata
(MAP).
Identifikasi
risiko
sejak
fase
preoperatif
penting
untuk
mencegah
gangguan
perfusi
organ.
DASI
merupakan
instrumen
sederhana
yang
menilai
kapasitas
fungsional
kardiopulmoner
dan berpotensi digunakan sebagai indikator risiko hemodinamik.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran DASI sebagai
prediktor risiko hipotensi intraoperatif pada pasien yang menjalani anestesi spinal
di IBS RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta. Metode: Penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional.
Jumlah sampel sebanyak 36 responden yang dipilih menggunakan teknik
purposive sampling. Skor DASI diklasifikasikan ke dalam kategori rendah,
sedang, dan tinggi. Kejadian hipotensi ditetapkan berdasarkan nilai MAP <70
mmHg. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square pada tingkat
signifikansi 0,03. Hasil Penelitian: Sebagian besar responden termasuk dalam
kategori skor DASI rendah. Kejadian hipotensi intraoperatif ditemukan pada
22,2% responden. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang
signifikan antara skor DASI dengan kejadian hipotensi intraoperatif dengan nilai
p = 0,03 (p < 0,05). Kesimpulan: Skor DASI berhubungan signifikan dengan
kejadian hipotensi intraoperatif pada pasien dengan anestesi spinal. Pasien dengan
skor DASI rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipotensi. Saran: DASI
dapat dimanfaatkan sebagai alat skrining preoperatif untuk mendukung
perencanaan manajemen hemodinamik pada anestesi spinal.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: HIPOTENSI INTRAOPERATIF merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien dengan anestesi spinal akibat blokade simpatis yang menyebabkan vasodilatasi dan penurunan tekanan arteri rata-rata (MAP). Identifikasi risiko sejak fase preoperatif penting untuk mencegah gangguan perfusi organ. DASI merupakan instrumen sederhana yang menilai kapasitas fungsional kardiopulmoner dan berpotensi digunakan sebagai indikator risiko hemodinamik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran DASI sebagai prediktor risiko HIPOTENSI INTRAOPERATIF pada pasien dengan anestesi spinal di IBS RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 36 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Skor DASI dikategorikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi. Kejadian hipotensi ditentukan berdasarkan MAP 70 mmHg. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,03. Hasil Penelitian: Sebagian besar responden memiliki skor DASI kategori rendah. Kejadian hipotensi intraoperatif ditemukan pada 22,2% responden. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara skor DASI dan kejadian HIPOTENSI INTRAOPERATIF dengan nilai signifikansi p = 0,03 (p 0,05). Kesimpulan: Skor DASI berhubungan signifikan dengan kejadian hipotensi intraoperatif pada pasien dengan anestesi spinal. Pasien dengan skor DASI rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipotensi. Saran: DASI dapat digunakan sebagai alat skrining preoperatif untuk membantu perencanaan manajemen hemodinamik pada anestesi spinal.