Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

22 hasil
Subjek: leaflet
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN EDUKASI MENGGUNAKAN LEAFLET PADA PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KARANG BAHAGIA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terjadi di negara maju maupun berkembang Menurut World Health Organization (WHO) Indonesia merupakan negara ke tiga penderita hipertensi setelah india. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien hipertensi di puskesmas karang bahagia dan mengetahui ada atau tidaknya perbedaan skor pada pasien hipertensi sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Metode : Penelitian ini bersifat observasional menggunakan metode pretest dan posttest bersifat prospektif kepada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023. Hasil : Hasil uji validitas pretest pengetahuan dinyatakan valid karena rHitung lebih besar dari rTabel (0,463) dengan taraf signifikan <0,05. Hasil uji releabilitas didapatkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,698 maka pretest dinyatakan reliabel. Karakteristik pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia berdasarkan usia yang paling banyak yaitu usia 36-64 tahun sebanyak 52 pasien (71%), berdasarkan jenis kelamin paling banyak yaitu perenpuan berjumlah 57 pasien (79%), dan hasil posttest terdapat peningkatan skor atau nilai dengan frekuensi 64. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian edukasi menggunakan leaflet pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023, dan didapat hasil pretest dan posttest terdapat perubahan skor sebanyak 64 (88%) dan tidak terdapat peningkatan skor 9 (12%) dan tidak ada penurunan skor pada hasil posttest.

51 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA DAN SISWI TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS DI MTS TARBIYATUL ASAAS KABUPATEN BEKASI 2025

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA DAN SISWI TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS DI MTS TARBIYATUL ASAAS KABUPATEN BEKASI 2025 Tri Yuni Komala Hati Program Studi Sarjana Kebidanan Dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman Jln Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka Cikrang Utara Bekasi 17830 Email: [email protected] Kecenderungan remaja untuk melakukan seks bebas meningkat dari 53,76% menjadi 72,50% menurut WHO, Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan terhadap 10 siswa di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi, 70% dari mereka kurang mengetahui tentang seks bebas. Sementara itu, 30% siswa lainnya berpengetahuan baik dan pernah belajar, baik dari media sosialmaupun konseling sekolah, tetapi hanya sebatas hamill diluar nikah. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa dan siswi tentang perilaku seks bebas di Mts Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Populasi dan sampel dalam penelitian ini seluruh siswa dan siswi kelas VII, VIII, dan IX di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, dimana seluruh populasi dijadikan sampel meliputi 28 orang kelas VII, 22 orang kelas VIII, dan 15 orang kelas IX. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksprimental dengan one-group pretest-posttest. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank nilai p-value 0,000 yang berarti adanya pengaruh signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Diharapkan pihak sekolah dapat terus mengadakan pendidikan kesehatan secara berkala, khususnya mengenai perilaku seks bebas dengan menggunakan media cetak leaflet yang terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi, selain itu keterlibatan guru dan orang tua juga penting dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada siswa dan siswi guna mencegah perilaku menyimpang sejak dini. Kata kunci: Leaflet,Pendidikan Kesehatan,Remaja,Seks Bebas

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi E-Leaflet Berbasis Instagram Terhadap Pemahaman dan Sikap Mahasiswa Mengenai Meal Preparation Hemat dan Sehat di Universitas Medika Suherman

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Mahasiswa memiliki aktivitas akademik dan sosial yang padat sehingga sering mengalami keterbatasan waktu dalam menyiapkan makanan. Kondisi ini dapat mendorong pemilihan makanan yang praktis tanpa mempertimbangkan kesehatan dan biaya. Meal preparation dapat menjadi alternatif untuk membantu mahasiswa menyiapkan makanan yang sehat, praktis, dan ekonomis. Edukasi melalui e-leaflet berbasis Instagram dapat menjadi media penyampaian informasi gizi yang mudah diakses oleh mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui e-leaflet berbasis Instagram terhadap pemahaman dan sikap mahasiswa mengenai meal preparation hemat dan sehat di Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental dan rancangan one group pre-test and post-test. Sebanyak 95 responden dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pemahaman dan sikap diukur sebelum dan sesudah intervensi edukasi menggunakan kuesioner. Hasil: Rata-rata persentase skor pemahaman meningkat dari 78,8% menjadi 95,2%. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan adanya perbedaan pemahaman yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi (p= 0,000). Rata-rata persentase skor sikap juga mengalami peningkatan dari 66,3% menjadi 80,7%. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan sikap yang signifikan (p= 0,000). Kesimpulan: Edukasi melalui e-leaflet berbasis Instagram memberikan pengaruh/perbedaan yang signifikan terhadap pemahaman dan sikap mahasiswa mengenai meal preparation hemat dan sehat. Media ini dapat menjadi salah satu alternatif media edukasi gizi digital yang efektif dan mudah diakses untuk mendukung peningkatan pemahaman serta pembentukan sikap positif mahasiswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Manajemen Menopause dengan Media Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan pada Wanita Usia 35 - 45 Tahun di Kampung Citarik Cikarang Timur Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Premenopause merupakan masa transisi menuju menopause yang disertai berbagai perubahan fisik dan psikologis pada wanita. Pengetahuan yang baik mengenai premenopause dan manajemen menopause diperlukan agar wanita dapat memahami perubahan yang terjadi serta mempersiapkan diri menghadapi masa menopause. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan adalah melalui edukasi kesehatan menggunakan media leaflet. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi manajemen menopause dengan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan pada wanita premenopause usia 35 - 45 tahun di Kampung Citarik Cikarang Timur Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 30 wanita usia 35 - 45 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang terdiri dari 22 pertanyaan. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test, pemberian edukasi manajemen menopause menggunakan media leaflet disertai penjelasan secara langsung selama kurang lebih 20 menit, kemudian dilanjutkan dengan post-test. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan edukasi, sebanyak 9 responden (30,0%) memiliki tingkat pengetahuan kurang, 12 responden (40,0%) memiliki pengetahuan cukup, dan 9 responden (30,0%) memiliki pengetahuan baik, dengan nilai mean 13,37. Setelah diberikan edukasi, seluruh responden sebanyak 30 orang (100,0%) memiliki tingkat pengetahuan baik, dengan nilai mean meningkat menjadi 20,73. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -4,788 dengan p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi manajemen menopause dengan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan pada wanita premenopause usia 35 - 45 tahun di Kampung Citarik Cikarang Timur Tahun 2026

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet tentang Pencegahan Emesis Gravidarum Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Trimester 1 TPMB Bidan Ai Hayati Karawang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Emesis gravidarum merupakan keluhan mual dan muntah yang umum dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan apabila tidak ditangani dengan baik dapat memengaruhi kondisi ibu. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan emesis gravidarum dapat memengaruhi kemampuan ibu dalam melakukan upaya pencegahan secara tepat. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi secara ringkas, sistematis, dan dapat dibaca kembali oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet tentang pencegahan emesis gravidarum terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I di TPMB Bidan Ai Hayati Karawang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pre-test post-test. Jumlah responden sebanyak 50 ibu hamil trimester I. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diberikan intervensi, sebanyak 25 responden (50,0%) memiliki pengetahuan kurang dan 25 responden (50,0%) memiliki pengetahuan cukup. Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet, seluruh responden (100,0%) memiliki pengetahuan baik. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 9,44 menjadi 17,12. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I tentang pencegahan emesis gravidarum di TPMB Bidan Ai Hayati Karawang Tahun 2026.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan WUS tentang Deteksi Dini Kanker Payudara di RT 09 Desa Harja Mekar Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang memerlukan deteksi dini melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran perempuan. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan salah satu upaya deteksi dini yang dapat dilakukan secara mandiri. Studi pendahuluan di Posyandu Harja Mekar menunjukkan bahwa sebagian besar Wanita Usia Subur (WUS) belum mengetahui kanker payudara dan manfaat SADARI. Edukasi melalui media leaflet dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan karena informasi disajikan secara ringkas, sistematis, dan dapat dibaca kembali. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi melalui media leaflet terhadap pengetahuan WUS tentang kanker payudara melalui SADARI di Posyandu Harja Mekar Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest. Populasi sekaligus sampel berjumlah 50 WUS usia 20–49 tahun dengan teknik total sam-pling. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 20 item sebelum dan sesudah edukasi melalui leaflet. Analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum edukasi, 33 responden (66%) memiliki pengetahuan kurang, 17 responden (34%) cukup, dan tidak terdapat responden dengan pengetahuan baik. Setelah edukasi, 39 responden (78%) memiliki pengetahuan baik, 10 responden (20%) cukup, dan 1 responden (2%) kurang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan 47 responden mengalami peningkatan pengetahuan, tidak terdapat penurunan, dan 3 responden memiliki nilai tetap. Hasil analisis menunjukkan p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi melalui media leaflet. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian edukasi melalui media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan Wanita Usia Subur tentang kanker payudara melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di Posyandu Harja Mekar Tahun 2026

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Media Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Wanita Usia Subur tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim di RT 01 RW 01 Desa Sukadami Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif, namun penggunaannya masih relatif rendah dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi pemilihan metode kontrasepsi adalah tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS). Hasil studi pendahuluan di Posyandu Nusa Indah I menunjukkan bahwa dari 20 WUS yang diwawancarai, hanya 4 responden (20%) memiliki pengetahuan yang baik mengenai AKDR, sedangkan 16 responden (80%) masih memiliki pengetahuan yang kurang memadai. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang mudah dipahami dan dapat digunakan kembali, salah satunya media leaflet. Tujuan : Mengetahui pengaruh edukasi media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan wanita usia subur tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di RT 01 RW 01 Desa Sukadami Tahun 2026. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan one group pretest-posttest design. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang sudah menikah dan terdaftar di RT 01 RW 01 Desa Sukadami sebanyak 45 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan mengenai AKDR yang terdiri dari 15 item pertanyaan valid. Intervensi diberikan melalui edukasi menggunakan media leaflet. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Paired Sample T-Test. Hasil : Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data pretest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,466 dan data posttest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,367 (p > 0,05). Hasil analisis menggunakan uji Paired Sample T-Test diperoleh nilai t = -42,532, df = 44, dan nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media leaflet serta terdapat pengaruh yang signifikan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan wanita usia subur mengenai AKDR. Kesimpulan : Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan wanita usia subur mengenai Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di RT 01 RW 01 Desa Sukadami Tahun 2026. Media leaflet dapat digunakan sebagai salah satu media pendidikan kesehatan dalam kegiatan promosi kesehatan dan program keluarga berencana untuk meningkatkan pengetahuan WUS mengenai metode kontrasepsi jangka panjang

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Media Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang Kanker Serviks di Majelis Ta'lim Al-Muhajirin Cikarang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan masalah kesehatan reproduksi yang masih membutuhkan perhatian, khususnya pada Wanita Usia Subur (WUS). Keterbatasan informasi mengenai penyebab, faktor risiko, pencegahan, serta deteksi dini dapat memengaruhi kesadaran WUS dalam melakukan tindakan pencegahan. Pemberian edukasi kesehatan melalui leaflet merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan pemahaman mengenai kanker serviks. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian edukasi menggunakan leaflet terhadap pengetahuan WUS mengenai kanker serviks di Majelis Ta’lim Al-Muhajirin Cikarang Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pra-eksperimental melalui model one-group pretest-posttest. Sebanyak 47 WUS dilibatkan sebagai responden dengan teknik t1otal sam pling. Edukasi kesehatan diberikan menggunakan me1dia leaflet, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Normalitas data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, kemudian perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi diuji dengan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Sebelum pemberian edukasi, mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan cukup yaitu 22 orang (46,8%) dan kurang 18 orang (38%). Setelah edukasi diberikan, sebanyak 39 responden (83%) berada pada kategori pengetahuan baik dan tidak terdapat responden yang masih termasuk dalam kategori pengetahuan kurang. Hasil uji Wilcoxon memperoleh p-value = 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan aidanya pengaruh signifikan edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan WUS mengenai kanker serviks. Kesimpulan : Edukasi kesehatan menggunakan leaflet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan WUS mengenai kanker serviks di Majelis Ta’lim Al-Muhajirin Cikarang Tahun 2026

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Puteri tentang Pernikahan Dini di SMA Tunas Bangsa Pebayuran Bekasi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kesehatan reproduksi, psikologis, sosial, dan pendidikan remaja puteri. Rendahnya pengetahuan menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko pernikahan dini. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas media leaflet terhadap pengetahuan remaja puteri tentang pernikahan dini di SMA Tunas Bangsa Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 32 remaja puteri yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi melalui media leaflet. Analisis data menggunakan Paired Sample t-Test setelah data dinyatakan berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro-Wilk. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori cukup (56%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar berada pada kategori baik (53%). Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Kesimpulan: Media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan remaja puteri tentang pernikahan dini sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media promosi kesehatan di lingkungan sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Putri tentang Seks Bebas di SMKN 1 Pebayuran Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Pengetahuan remaja putri tentang seks bebas masih tergolong rendah sehingga diperlukan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman mengenai risiko dan dampak seks bebas serta kesehatan reproduksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet yang praktis, ringkas, dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan remaja putri tentang seks bebas di SMKN 1 Pebayuran Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 445 siswi dengan sampel sebanyak 112 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang seks bebas. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data pretest dan posttest tidak berdistribusi normal. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 62 responden (55,4%), pengetahuan cukup sebanyak 34 responden (30,36%), dan pengetahuan baik sebanyak 16 responden (14,3%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet, sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 95 responden (84,82%), pengetahuan cukup sebanyak 14 responden (12,50%), dan pengetahuan kurang sebanyak 3 responden (2,68%). Persentase pengetahuan baik meningkat sebesar 70,53%. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) <0,001 (p<0,05), dengan Positive Rank sebanyak 112 responden dan Negative Rank serta Ties sebanyak 0, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang seks bebas. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang seks bebas di SMKN 1 Pebayuran Tahun 2026. Media leaflet dapat dijadikan salah satu alternatif media pendidikan kesehatan reproduksi yang diterapkan secara berkelanjutan di sekolah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbanidngan Efektivitas Edukasi Media Leaflet dan Video Terhadap Pengetahuan Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Desa Sukarahayu Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah endemis. Di Indonesia pada tahun 2022 dilaporkan sebanyak 131.265 kasus DBD dengan 1.183 kematian. Dan kembali meningkat di tahun 2024 mencapai 210.644 kasus dengan 1.239 kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas media leaflet dan video edukasi pencegahan DBD terhadap kejadian DBD di Desa Sukarahayu. Metode Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pretest–posttest two group design. Sampel penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling dan terdapat 74 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok media leaflet dan media video. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan pada kelompok media leaflet dan video (p=0,000). Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua media (p=0,000), dengan mean rank media video (48,93) lebih tinggi dibandingkan leaflet (26,77). Kesimpulan edukasi kesehatan dalam penelitian ini menunjukan bahwa menggunakan media video lebih efektif dibandingkan media leaflet.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Siswa dan Siswi Tentang Perilaku Seks Bebas di MTS Tarbiyyatul Assas Kabupaten Bekasi 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Kecenderungan remaja untuk melakukan seks bebas meningkat dari 53,76% menjadi 72,50% menurut WHO, Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan terhadap 10 siswa di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi, 70% dari mereka kurang mengetahui tentang seks bebas. Sementara itu, 30% siswa lainnya berpengetahuan baik dan pernah belajar, baik dari media sosial maupun konseling sekolah, tetapi hanya sebatas hamil diluar nikah. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa dan siswi tentang perilaku seks bebas di Mts Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Subyek dan mtode: Populasi dan sampel dalam penelitian ini seluruh siswa dan siswi kelas VII, VIII, dan IX di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, dimana seluruh populasi dijadikan sampel meliputi 28 orang kelas VII, 22 orang kelas VIII, dan 15 orang kelas IX. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksprimental dengan one-group pretest-posttest. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank nilai p-value 0,000 yang berarti adanya pengaruh signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Diharapkan pihak sekolah dapat terus mengadakan pendidikan kesehatan secara berkala, khususnya mengenai perilaku seks bebas dengan menggunakan media cetak leaflet yang terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi, selain itu keterlibatan guru dan orang tua juga penting dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada siswa dan siswi guna mencegah perilaku menyimpang sejak dini.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Keputihan Pada Remaja Putri Kelas VIII di SMPN 5 Tambun Selatan Bekasi Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Keputihan adalah keluarnya cairan bukan darah dari vagina yang dapat bersifat fisiologis maupun patologis. Kurangnya pengetahuan dan perilaku menjaga kebersihan area genital menjadi salah satu faktor penyebab utama terjadinya keputihan., sehingga perlu dicegah sejak dini untuk menghindari dampak jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai keputihan. Metode penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Dilaksanakan di SMPN 5 Tambun Selatan tahun 2025 pada 128 responden yang dipilih melalui stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner pretest dan posttest yang mengukur tingkat pengetahuan tentang keputihan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank karena berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi melalui media Leaflet. Sebelum diberikan edukasi, mayoritas responden memiliki rata-rata skor pengetahuan responden adalah 59,41 dan Sesudah intervensi, rata-rata meningkat menjadi 84,69. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media Leaflet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi menggunakan media Leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang keputihan. Diharapkan media ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi berkelanjutan dalam upaya promosi kesehatan reproduksi remaja di lingkungan sekolah.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual di SMP Islam Al-Mu'min Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami remaja akibat kurangnya pengetahuan dan perilaku berisiko. Di Indonesia tahun 2022 tercatat 20.783 kasus IMS, menunjukkan masih tingginya prevalensi. Minimnya pengetahuan remaja menjadi salah satu faktor utama penyebab tingginya angka tersebut. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui pendidikan kesehatan dengan media cetak, seperti leaflet, yang dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang IMS di SMP Islam Al-Mu’min.Metode: Desain Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 68 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disebarkan sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas menggunakan kolmogorov smirnov test, sedangkan Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Hasil univariat dan bivariat penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media leaflet tentang infeksi menular seksual sebagian besar remaja memiliki tingkat pengetahuan rendah. Setelah diberikan intervensi, terjadi peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan remaja. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media leaflet terhadap pengetahuan remaja tentang IMS. Kesimpulannya: Pendidikan kesehatan dengan media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual. Oleh karena itu, disarankan bagi petugas kesehatan agar dapat menggunakan media leaflet dalam melakukan pendidikan kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Baby Blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Sukabumi Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Baby blues merupakan gangguan emosional yang dialami ibu pasca persalinan dan sering kali diabaikan. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang baby blues dapat meningkatkan risiko kejadian tersebut. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester III tentang baby blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Sukabumi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar umur ibu hamil tidak berisiko (20-35 tahun) yaitu sebanyak 23 orang (76,7%), berpendidikan tinggi (≥SMA) sebanyak 24 orang (80%), dan tidak bekerja sebanyak 21 orang (70%). Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar ibu hamil trimester III memiliki pengetahuan baik sebanyak 21 responden (70%). Setelah intervensi, Sebagian besar ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan menjadi 29 responden (96,7%) dengan kategori baik. Analisis bivariat dengan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,011 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan menggunakan leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester III. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang baby blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi Tahun 2025. Diharapkan tenaga kesehatan dapat menjadikan leaflet sebagai media edukasi rutin dalam pelayanan antenatal care.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Tentang Kekerasan Dalam Pacaran Pada Remaja Putri di SMP Negeri Satu Atap 01 Jonggol Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kekerasan dalam pacaran (KDP) merupakan salah satu bentuk kekerasan yang kerap tidak disadari oleh remaja putri, akibat minimnya pengetahuan serta normalisasi terhadap perilaku agresif dalam hubungan. Penggunaan media leaflet sebagai sarana edukasi dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai isu ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan tentang kekerasan dalam pacaran pada remaja putri di SMP Negeri Satu Atap 01 Jonggol Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian ini sebanyak 305, sampel penelitian sebanyak 75 responden remaja putri tingkat VIII dan IX, yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data Univariat dan Bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan remaja putri tentang kekerasan dalam pacaran setelah diberikan edukasi menggunakan media leaflet. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -8,176 dan p-value 0,001, yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara nilai pretest dan posttest. Kesimpulan: Media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kekerasan dalam pacaran. Edukasi melalui media cetak sederhana ini dapat menjadi strategi pencegahan kekerasan yang tepat pada remaja.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Edukasi Menggunakan Leaflet Terhadap Pengetahuan Pada Pasien Diabetes Melitus di Klinik Citra Bunda Medika

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan yang penting dan menjadi salah satu dari empat penyakit tidak menular prioritas yang menjadi target tindak lanjut oleh tenaga kesehatan. Tujuan : Mengetahui karakteristik pasien diabetes melitus dan mengetahui ada atau tidaknya perbedaan skor pasien diabetes sebelum dan sesudah diberikan edukasi di Klinik Bunda Citra Medika. Metode : Penelitian ini bersifat observasional dengan one group pre-test dan post-test design. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dapat dijadikan sampel dengan jumlah sebanyak 92 pasien yang terdiagnosa Diabetes Melitus (DM) di Klinik Bunda Citra Medika pada bulan Januari-April tahun 2023. Hasil : Hasil uji validitas pengetahuan dinyatakan valid karena r-Hitung lebih besar dari r-Tabel (0,3338) dengan taraf signifikan <0,05. Hasil uji reliabilitas di dapatkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,880 maka dinyatakn reliabel. Karakteristik pasien diabetes melitus di Klinik Bunda Citra Medika yang paling banyak berdasarkan usia 36-50 tahun sebanyak 60,9%, yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 59,8% dan dari hasil edukasi terdapat kenaikan nilai pengetahuan sebanyak 82,6%. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian edukasi mengunakan leaflet pada pasien diabetes melitus di Klinik Bunda Citra Medika didapatkan hasil edukasi pre test dan post test terdapat perubahan skor yaitu penurunan skor sebanyak 12 responden (13,0%), tidak terjadi perubahan skor 4 responden (4,3%) dan terjadi peningkatan skor sebanyak 76 responden (82,6%).

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Edukasi Menggunakan Leaflet Pada Pengetahuan Pasien Hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terjadi di negara maju maupun berkembang Menurut World Health Organization (WHO) Indonesia merupakan negara ke tiga penderita hipertensi setelah india. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien hipertensi di puskesmas karang bahagia dan mengetahui ada atau tidaknya perbedaan skor pada pasien hipertensi sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Metode : Penelitian ini bersifat observasional menggunakan metode pretest dan posttest bersifat prospektif kepada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023. Hasil : Hasil uji validitas pretest pengetahuan dinyatakan valid karena rHitung lebih besar dari rTabel (0,463) dengan taraf signifikan <0,05. Hasil uji releabilitas didapatkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,698 maka pretest dinyatakan reliabel. Karakteristik pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia berdasarkan usia yang paling banyak yaitu usia 36-64 tahun sebanyak 52 pasien (71%), berdasarkan jenis kelamin paling banyak yaitu perenpuan berjumlah 57 pasien (79%), dan hasil posttest terdapat peningkatan skor atau nilai dengan frekuensi 64. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian edukasi menggunakan leaflet pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023, dan didapat hasil pretest dan posttest terdapat perubahan skor sebanyak 64 (88%) dan tidak terdapat peningkatan skor 9 (12%) dan tidak ada penurunan skor pada hasil posttest.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Penderita Hipertensi Dengan Tingkat Keptuhan Penggunaan Obat Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Cikarang

2024•Koleksi Perpustakaan

Masalah kulit yang terjadi pada kelompok geriatri adalah kulit kering. Penderita kulit kering tertinggi terdapat pada usia 60 tahun keatas yang dikaitkan dengan perubahan fungsi kulit. Penggunaan pelembab merupakan salah satu cara mengatasi kulit kering pada geriatri. Pelembab merupakan produk kosmetik untuk meningkatkan kelembaban kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dalam presentase mengenai tingkat pengetahuan penggunaan pelembab pada geriatri di Desa Sukadanau. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu masyarakat geriatri dengan usia dari 60-80 tahun di Desa Sukadanau. Cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan menentukan jumlah sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan sampel pada penelitian sebanyak 100 responden. Alat ukur yang digunakan adalah berupa kuesioner dan analisis data menggunakan analisis univariat. Karakteristik responden terbanyak penelitian ini berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan 80 responden (80%), usia 60-70 tahun 89 responden (89%), tingkat pendidikan terakhir SD 62 responden (62%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga 73 responden (73%). Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan tentang pelembab pada kategori baik 51 responden (51%) dan kategori kurang 49 responden (49%). Sehingga, pada penelitian ini hasil tingkat pengetahuan mengenai pelembab pada geriatri masuk ke dalam kategori baik dan di harapkan pada responden geriatri dapat menjaga kelembapan kulit dengan baik.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Edukasi Menggunakan Leaflet Mengenai Manfaat Pemakaian Vaseline Pada Mahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Medika Suherman

2024•Koleksi Perpustakaan

Pada kalangan remaja khususnya mahasiswi produk vaseline dikenal sebagai produk yang digunakan pada tubuh sebagai hand and body lotion. Salah satu sumber informasi yang dapat mempertahankan kesan merek dikalangan konsumen dapat berupa leafleat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik responden, ada atau tidaknya perbedaan skor atau nilai, sebelum (pre test) dan sesudah (post test) diberikan edukasi menggunakan leaflet mengenai manfaat pemakaian vaseline pada 64 responden. Hasil uji validitas menunjukan r hitung > r tabel (0,463), uji reliabilitas r hitung > Cronbachs alfa (0,740), karakteristik responden berjenis kelamin perempuan, mahasiswi dengan usia terbanyak 17-21 tahun (57,81%), 22-24 tahun (42,18%). Semester 6 (15,62%), semester 7 (17,18%), semester 8 (67,20%). Hasil analisis penilaian skor terjadi peningkatan 56 responden (87,5%), penurunan skor pada 2 responden (3,1%) dan tidak terjadi perubahan skor pada 6 responden (9,4%). Berdasarkan hasil dapat disimpulkan adanya perbedaan skor atau nilai, sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan leaflet mengenai manfaat pemakaian vaseline.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail