BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Mahasiswa memiliki aktivitas akademik dan sosial yang padat sehingga sering mengalami keterbatasan waktu dalam menyiapkan makanan. Kondisi ini dapat mendorong pemilihan makanan yang praktis tanpa mempertimbangkan kesehatan dan biaya. Meal preparation dapat menjadi alternatif untuk membantu mahasiswa menyiapkan makanan yang sehat, praktis, dan ekonomis. Edukasi melalui e-leaflet berbasis Instagram dapat menjadi media penyampaian informasi gizi yang mudah diakses oleh mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui e-leaflet berbasis Instagram terhadap pemahaman dan sikap mahasiswa mengenai meal preparation hemat dan sehat di Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental dan rancangan one group pre-test and post-test. Sebanyak 95 responden dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pemahaman dan sikap diukur sebelum dan sesudah intervensi edukasi menggunakan kuesioner. Hasil: Rata-rata persentase skor pemahaman meningkat dari 78,8% menjadi 95,2%. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan adanya perbedaan pemahaman yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi (p= 0,000). Rata-rata persentase skor sikap juga mengalami peningkatan dari 66,3% menjadi 80,7%. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan sikap yang signifikan (p= 0,000). Kesimpulan: Edukasi melalui e-leaflet berbasis Instagram memberikan pengaruh/perbedaan yang signifikan terhadap pemahaman dan sikap mahasiswa mengenai meal preparation hemat dan sehat. Media ini dapat menjadi salah satu alternatif media edukasi gizi digital yang efektif dan mudah diakses untuk mendukung peningkatan pemahaman serta pembentukan sikap positif mahasiswa.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Pemenuhan protein merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pemulihan dan adaptasi otot setelah latihan beban. Putih telur merupakan sumber protein hewani yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan minuman pasca latihan, sedangkan pisang ambon dapat memberikan karakteristik sensori pada produk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima dan kandungan protein smoothie berbasis putih telur dan pisang ambon sebagai sumber protein pasca latihan beban. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga formulasi, yaitu F1, F2, dan F3. Uji daya terima dilakukan terhadap 30 panelis semi-terlatih menggunakan uji hedonik dengan skala 1–6 berdasarkan warna, aroma, rasa, dan tekstur. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney, sedangkan kandungan protein dianalisis menggunakan metode Kjeldahl. Hasil: Terdapat perbedaan daya terima pada warna (p=0,008), aroma (p<0,001), dan rasa (p<0,001), sedangkan tekstur tidak berbeda signifikan (p=0,830). Kandungan protein rata-rata F1 sebesar 5,18%, F2 5,77%, dan F3 6,66%, dengan F3 memiliki kandungan protein tertinggi. Kesimpulan: Variasi formulasi memengaruhi daya terima warna, aroma, dan rasa, tetapi tidak pada tekstur. F3 memiliki kandungan protein tertinggi, namun F1 menunjukkan penerimaan yang lebih baik pada beberapa parameter sensori.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Penyelenggaraan makanan lauk hewani di rumah sakit berisiko tinggi kontaminasi, sehingga memerlukan sistem preventif seperti Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan meninjau kelayakan penerapan prinsip HACCP pada alur penyelenggaraan makanan lauk hewani di Instalasi Gizi RS Sentra Medika Cibinong. Metode : Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, populasi meliputi proses dan personel instalasi gizi, dengan sampel purposive informan kunci seperti kepala instalasi dan petugas pengolahan. Instrumen mencakup pedoman observasi, wawancara semi-terstruktur, dan checklist dokumen; analisis data tematik dengan triangulasi dan NVivo. Hasil : Hasil menunjukkan kelayakan tinggi HACCP di setiap tahap (penerimaan, penyimpanan, pengolahan, penyajian, distribusi) didukung SOP, fasilitas pendingin, dan pengawasan higiene, meski ada kendala pelatihan personel. Kesimpulan : Kesimpulan menyatakan RS Sentra Medika siap implementasi HACCP untuk tingkatkan keamanan pangan pasien rentan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Obesitas pada anak menjadi masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Indonesia. Ketidakseimbangan pola makan dan rendahnya aktivitas fisik berkontribusi terhadap penumpukan lemak tubuh. Kondisi ini berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial anak sehingga perlu dicegah melalui pola makan sehat dan peningkatan aktivitas fisik sejak usia sekolah. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak SD Cikarang Kota Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data didapatkan dengan pengukuran antropometri, pengisian kuesioner food frequency questionnaire (FFQ) dan kuesioner aktivitas fisik yang dipandu oleh peneliti. Analisis data dilakukan untuk menguji hipotesis dilakukan dengan uji Chi-Square menggunakan SPSS, penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Cikarang Kota Kabupaten Bekasi pada bulan Juni 2025. Hasil: Hasil penelitian dari total 43 anak menjadi sampel penelitian terdapat 30 anak (69,8%) mengalami obesitas. Selain itu, ditemukan 24 anak (55,8) dengan pola makan yang kurang, dan 26 anak (60,5%) memiliki aktivitas fisik yang baik. Hasil analisis statistik hubungan pola makan dengan obesitas (p-value 0,001) dan hubungan aktivitas fisik dengan obesitas (p-value 0,002). Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak SD Cikarang Kota Kabupaten Bekasi.