Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

32 hasil
Subjek: Pola makan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI SENTRA MEDIKA HOSPITAL MINAHASA UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Diabetes dikenal sebagai penyakit yang erat kaitannya dengan makanan. Mengonsumsi makanan seperti konsumsi karbohidrat yang berlebihan dapat menjadi faktor risiko diabetes melitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kontrol glikemik pada penderita diabetes melitus tipe 2. Manfaat penelitian ini dapat memperluas pengetahuan, bukti dan pengalaman tentang hubungan pola makan dan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Di Rumah Sakit Sentra Medika Minahasa Utara. Jenis penelitian ini adalah pendekatan analisis korelasional cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari pasien rawat jalan dengan diabetes tipe 2 dan sebanyak 46 responden diidentifikasi dalam total sampel. Pengumpulan data dengan kuesioner. Uji chi-square digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,9% responden memiliki kadar gula yang tidak terkontrol. Jumlah makanan, jenis makanan dan jenis makanan khas memiliki hubungan dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di RS Sentra Medika Minahasa Utara (p value 0,05), sedangkan tidak ada hubungan antara frekuensi makan dengan kontrol glikemik pada pasien diabetes tipe 2 di Rumah Sakit Sentra Medika Minahasa Utara dengan hasil (p value = 0,162 > 0,05). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melihat faktor lain seperti stres, aktivitas fisik dan obesitas. Kata Kunci : Pola Makan, Diabetes Mellitus Tipe 2 Daftar Pustaka : 9 buku (2011-2022), 14 jurnal (2017-2022)

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

hubungan pengetahuan dan pola makan terhadap resiko obesitas pada remaja di SMA Negeri 1 Cariu

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA MAKAN TERHADAP RESIKO OBESITAS PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 CARIU Xiv + 44 Hal + 9 Tabel + 2 Gambar + 20 Lampiran Abstrak Latar Belakang: Obesitas merupakan suatu kondisi kronis dengan karakteristik kelebihan lemak tubuh. Peningkatan polamakan dan penurunan aktifitas fisik menjadi penyebab utama obesitas. Remaja yang mengalami obesitas memiliki peluang sebesar 80% untuk mangalami obesitas pada saat dewasa. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang obesitas dan polamakan terhadap resiko obesitas pada remaja di SMA Negeri 1 Cariu. Metodelogi: Penelitian menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 140 siswa/i (56,9%) dari responden memiliki pengetahuannya kurang baik, sedangkan yang pengetahuannya baik sejumlah 106 siswa/i (43,1%). Sejumlah 140 siswa/i (56,9%) dari responden pola makannya kurang baik, sedangkan yang pola makannya baik sejumlah 106 siswa/i (43,1%). Responden yang beresiko obesitas sejumlah 159 siswa/i (64,6%), sedangkan yang tidak beresiko obesitas sejumlah 87 siswa/i (35,4%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan tentang obesitas dan polamakan dengan tingkat resiko obesitas pada remaja. Kesimpulan: Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa pengetahuan tentang obesitas dan polamakan dapat berpengaruh terhadap tingkat resiko obesitas pada remaja. Kata kunci: obesitas, remaja, pengetahuan, pola makan Daftar Pustaka: 12 Jurnal (2018-2022)

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Peningkatan Kadar Gula Darah Pada Penderita DM2 di RS Sentra Medika Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Diabetes melitus menjadi masalah kesehatan di setiap tahun selalu mengalami peningkatan jumlah penderita didunia. Berdasarkan data IDF pada tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 15,98% di banding pada tahun 2020. Jumlah penderita DM di Indonesia pada 2021 meningkat dalam sepuluh tahun terakhir sebanyak 67%. Dan prevalensi DM di Jawa Barat mencapai 1,74%. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Lemeshow yaitu dari jumlah populasi 191 pasien, didapatkan hasil sebanyak 68 responden yang dijadikan sampel yaitu sebagian dari pasien Diabetes Mellitus yang datang ke RS. Sentra Medika Cikarang tahun 2022. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara pola makan dengan nilai P-Value 0,001, aktivitas fisik = 0,006, obesitas = 0,010, stress = 0,011 dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Kesimpulan ada hubungan pola makan, aktivitas fisik, obesitas dan stress dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2 di RS. Sentra Medika Cikarang Tahun 2022. Hendaknya tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi serta informasi khususnya terkait dalam faktor yang berhubungan dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2 agar dapat menghindari komplikasi yang dapat timbul akibat peningkatan kadar gula darah. ABSTRACT Diabetes mellitus is currently a public health problem in the world always increases. Based on data from the International Diabetes Federation in 2021 there will be an increase of 15,9%, compared to 2020. The number of DM sufferers in Indonesia in 2021 has increase rapidly in the last ten years by 67%. And the prevalence of DM in West Java reached 1,74%.. This reasearch method is quantitative analytic with cross sectional approach. The sample in this tudy used the Lemeshow formula, namely from a total population of 191 ptients, the results obtained were 68 respondents who were used as samples, namely some people with diabetes mellitus who came to RS. Sentra Medika Cikarang for teh period October-December 2022. Analysis used univariate and bovariate statistical tests using chi-square. The result of the bivariate analysis showed that there was a realtionship between diet and a P-Value 0,001, physical activity = 0,006, obesity = 0,010, stress = 0,011 and an increase in blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus suferers. In conclusion, there is a realtionship between diet, physical avtivity, obesity, and stress with increased blood sugar levels in type 2 DM patients at RS. Sentra Medika Cikarang in 2022. Health workers should be able to provide education and information, especially regarding factors realted to increased blood sugar levels in type 2 DM patients so that they can avoid complications that can arise due to increased blood sugar levels.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMAN 2 Sukatani

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari maupun proses belajar. Faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian dismenore antara lain pola makan dan aktivitas fisik. Pola makan yang tidak seimbang serta aktivitas fisik yang rendah dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan meningkatkan produksi prostaglandin sehingga memicu nyeri menstruasi. Tujuan: Mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri kelas X di SMAN 2 Sukatani Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola makan, aktivitas fisik, dan kejadian dismenore. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian dismenore dengan nilai p-value = 0,032 (p < 0,05), sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Selain itu, hasil uji statistik juga menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore dengan nilai p-value = 0,028 (p < 0,05), sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri kelas X di SMAN 2 Sukatani Tahun 2025.

39 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Pola Makan Sehat Dengan Perilaku Picky Eater Pada Anak Pra Sekolah di TKIT As-Salam Gunung Putri Bogor

2026•Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Pola makan sehat pada anak usia dini sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan daya tahan tubuh. Kebiasaan ini perlu ditanamkan sejak dini melalui peran orang tua dan guru, misalnya dengan membiasakan anak membawa bekal sehat serta membatasi konsumsi jajanan instan. Keterlibatan orang tua dalam meyiapkan, memilih, serta mengatur pola makan anak menjadi kunci dalam mendorong kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi sekaligus mengurangi kecenderungan picky eater. Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian pola makan sehat dengan perilaku picky eater pada anak pra sekolah. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan uji analisis data uji chi-square yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Dalam penelitian ini sampelnya berjumlah sebanyak 70 responden. Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai χ² hitung = 28,406 dengan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku picky eater pada anak pra sekolah. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian pola makan sehat dengan perilaku picky eater pada anak pra sekolah

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pola Makan Rendah Natrium Dengan Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Puskesmas Tambelang Sukatani Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang:Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama karena berisiko menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan tekanan darah adalah pola makan dengan konsumsi natrium berlebih. Penerapan pola makan rendah natrium menjadi upaya nonfarmakologis yang dapat membantu mengendalikan tekanan darah pada pasien hipertensi. Tujuan: Mengetahui hubungan pola makan rendah natrium dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Tambelang. Metode:Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 95 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pola makan rendah natrium diperoleh melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire-Sodium (FFQ-Na), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Responden dengan pola makan rendah natrium kategori baik sebagian besar berada pada hipertensi derajat 1 sebanyak 35 responden (63,6%). Responden dengan kategori tidak baik sebagian besar berada pada hipertensi derajat 2 sebanyak 25 responden (62,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan p-value = 0,012 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan rendah natrium dengan tekanan darah. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pola makan rendah natrium dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penerapan pengelolaan diet rendah natrium serta pemantauan tekanan darah secara rutin pada pasien hipertensi.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Faktor Risiko Pola Makan dan Aktivitas Olahraga Dengan Angka Kejadian Penyakit Jantung Koroner di Klinik Jantung RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2021

2026•Koleksi Perpustakaan

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah ateri yang mengalirkan darah ke otot jantung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor risiko pola makan dan aktivitas olahraga yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner di klinik jantung RSUD Bayu Asih Purwakarta tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 62 responden, teknik pengumpulan data dengan cara accidental sampling dan alat ukur menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil uji statistik pola makan dengan kejadian penyakit jantung koroner diperoleh P value = 0,000 dengan OR 13,750, 95% CI (2696-70.118). Hasil uji statistik aktivitas olahraga dengan kejadian penyakit jantung koroner diperoleh P value = 0,799 dengan OR 1,152, 95% CI (413-3.281). Dari hasil diatas menunjukan bahwa ada hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian PJK di Klinik Jantung RSUD Bayu Asih Purwakarta dan tidak ada hubungan signifikan aktivitas olahraga dengan kejadian PJK di Klinik Jantung RSUD Bayu Asih. Saran bagi perawat untuk meberikan penyuluhan kesahatan tentang pola makan dan aktivitas olahraga pada pasien jantung koroner dengan menggunakan leaflet dan lembar balik, sehingga pasien mengetahui bahwa kebiasaan pola makan yang baik dan aktivitas olahraga rutin dapat mencegah terjadinya PJK.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Obesitas Pada Anak di Sekolah Dasar Cikarang Kota Kabupaten Bekasi

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Obesitas pada anak menjadi masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Indonesia. Ketidakseimbangan pola makan dan rendahnya aktivitas fisik berkontribusi terhadap penumpukan lemak tubuh. Kondisi ini berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial anak sehingga perlu dicegah melalui pola makan sehat dan peningkatan aktivitas fisik sejak usia sekolah. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak SD Cikarang Kota Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data didapatkan dengan pengukuran antropometri, pengisian kuesioner food frequency questionnaire (FFQ) dan kuesioner aktivitas fisik yang dipandu oleh peneliti. Analisis data dilakukan untuk menguji hipotesis dilakukan dengan uji Chi-Square menggunakan SPSS, penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Cikarang Kota Kabupaten Bekasi pada bulan Juni 2025. Hasil: Hasil penelitian dari total 43 anak menjadi sampel penelitian terdapat 30 anak (69,8%) mengalami obesitas. Selain itu, ditemukan 24 anak (55,8) dengan pola makan yang kurang, dan 26 anak (60,5%) memiliki aktivitas fisik yang baik. Hasil analisis statistik hubungan pola makan dengan obesitas (p-value 0,001) dan hubungan aktivitas fisik dengan obesitas (p-value 0,002). Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak SD Cikarang Kota Kabupaten Bekasi.

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Ibu dan Budaya Pola Pemberian Makan Balita Dengan Kejadian Stunting di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi

2025•Koleksi Perpustakaan

Stunting merupakan masalah yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan kesehatan anak (WHO, 2020). Stunting bisa disebabkan oleh, pendidikan ibu, sosial ekonomi, serta pola pemberian makan (UNICEF, 2020). Berdasarkan prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24,4%, dengan angka di Kabupaten Bekasi sebesar 21,5% pada tahun 2021 dan menurun menjadi 13,8% pada tahun 2023 (Kemenkes RI, 2023).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik ibu dan budaya pola pemberian makan balita dengan kejadian stunting di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi.Penelitian ini menggunakan desain crosssectional dengan sampel sebanyak 40 ibu yang memiliki balita stunting di RS Sentra Medika Cikarang. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan diolah menggunakan uji chi-square untuk menganalisis hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik ibu, seperti tingkat pendidikan dan sosial ekonomi, dengan kejadian stunting (p = 0,013. Selain itu, budaya pola pemberian makan juga berhubungan dengan kejadian stunting (p = 0,024). Temuan ini sejalan dengan penelitian Auliani et al. (2021) yang menunjukkan bahwa ibu dengan tingkat pendidikan rendah lebih berisiko memiliki anak stunting (p = 0,001). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara karakteristik ibu dengan kejadian stunting dengan nilai P value 0,002 (p<0,05) dan ada hubungan antara budaya pola pemberian makan dengan kejadian stunting dengan nilai p value 0,028 (p<0,05). Karakteristik ibu dan budaya pola pemberian makan berperan dalam kejadian stunting. Oleh karena itu, edukasi mengenai pola pemberian makan perlu ditingkatkan untuk mencegah stunting.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Obesitas Pada Pra Lansia di Desa Sukawijaya Wilayah Puskesmas Tambelang

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Obesitas merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan energi akibat pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Prevalensi obesitas pada kelompok pra lansia (usia 45-59 tahun) di Desa Sukawijaya Wilayah Puskesmas Tambelang, cukup tinggi yaitu sebanyak 72 pra lansia. Prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas di Kota Bekasi mencapai 17,41%, sementara di Kabupaten Bekasi angkanya sebesar 10,17% (Kemenkes, 2019). Terkena penyakit tidak menular termasuk diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung lebih mungkin terjadi pada mereka yang kelebihan berat badan sebelum mencapai usia tua. Tujuan : Angka obesitas pada masyarakat Desa Sukawijaya yang belum berusia lanjut akan menjadi fokus penelitian ini. Metode Penelitian : Penelitian ini melibatkan 72 peserta dan menggunakan desain cross-sectional dengan menggunakan sampel lengkap. International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) digunakan untuk mengevaluasi aktivitas fisik, kuesioner digunakan untuk mengukur jenis, frekuensi, dan jumlah makanan yang dikonsumsi, dan indeks massa tubuh (IMT) digunakan untuk menentukan status obesitas. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data. Hasil : Pola makan berhubungan signifikan dengan obesitas (p=0,002) dan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan obesitas (p=0,011), menurut hasil penelitian. Kesimpulan : Temuan penelitian menunjukkan bahwa prevalensi obesitas di kalangan orang dewasa di Desa Sukawijaya berkorelasi dengan kebiasaan makan dan tingkat aktivitas fisik. Saran: Menerapkan pola makan yang seimbang, bergizi, dan berserat tinggi serta memperbanyak aktivitas fisik melalui olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam, akan membantu para lansia di Desa Sukawijaya menjaga keseimbangan energi yang baik dan mencegah terjadinya obesitas.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS GISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA LANSIA DI PUSKESMAS TAMBELANG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang : Obesitas merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan energi akibat pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Prevalensi obesitas pada kelompok pra lansia (usia 45-59 tahun) di Desa Sukawijaya Wilayah Puskesmas Tambelang, cukup tinggi yaitu sebanyak 72 pra lansia. Prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas di Kota Bekasi mencapai 17,41%, sementara di Kabupaten Bekasi angkanya sebesar 10,17% (Kemenkes, 2019). Obesitas pada pra lansia dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada pra lansia di Desa Sukawijaya. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan total sampling, melibatkan 72 responden. Status obesitas ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), pola makan diukur menggunakan kuesioner tentang jenis, frekuensi, dan jumlah makan, sedangkan aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan obesitas (p-value 0,002) dan aktivitas fisik dengan obesitas (p-value 0,011). Kesimpulan : Hasil menujukan adanya hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada pra lansia di Desa Sukawijaya. Saran : Pra lansia di Desa Sukawijaya disarankan untuk menerapkan pola makan sehat dengan makanan bergizi seimbang dan tinggi serat, serta meningkatkan aktivitas fisik melalui olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam untuk menjaga keseimbangan energi dan mencegah obesitas.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS GISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA LANSIA DI PUSKESMAS TAMBELANG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang : Obesitas merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan energi akibat pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Prevalensi obesitas pada kelompok pra lansia (usia 45-59 tahun) di Desa Sukawijaya Wilayah Puskesmas Tambelang, cukup tinggi yaitu sebanyak 72 pra lansia. Prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas di Kota Bekasi mencapai 17,41%, sementara di Kabupaten Bekasi angkanya sebesar 10,17% (Kemenkes, 2019). Obesitas pada pra lansia dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada pra lansia di Desa Sukawijaya. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan total sampling, melibatkan 72 responden. Status obesitas ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), pola makan diukur menggunakan kuesioner tentang jenis, frekuensi, dan jumlah makan, sedangkan aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan obesitas (p-value 0,002) dan aktivitas fisik dengan obesitas (p-value 0,011). Kesimpulan : Hasil menujukan adanya hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada pra lansia di Desa Sukawijaya. Saran : Pra lansia di Desa Sukawijaya disarankan untuk menerapkan pola makan sehat dengan makanan bergizi seimbang dan tinggi serat, serta meningkatkan aktivitas fisik melalui olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam untuk menjaga keseimbangan energi dan mencegah obesitas.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pola Makan Dengan Faktor Resiko Prediabetes Pada Remaja di SMK Bintang Harapan

2024•Koleksi Perpustakaan

Prediabetes sebagai pencetus awal dalam dialaminya “diabetes melitus tipe 2” ataupun dikenal juga DMT2 ditandai melalui tingkat glukosa darah puasanya sejumlah 100 sampai ke 125 mg/dl ataupun tingkatan glukosa darahnya dalam 2 jam posprandial yaitu sejumlah 140 sampai ke 199 mg/dl. Tujuannya agar dapat mengetahui mengenai kaitan pola makan melalui sebuah faktor resiko prediabetes kepada remaja di SMK kelas XI di Cibarusah. Metode cross-sectional digunakan dalam mempelajari hubungan yang dimiliki diantara variabel independen melalui dependenn lewat observasi atau pengukuran pada periode yang sama. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK kelas XI di Cibarusah yaitu 254 individu serta sampelnya sejumlah 152 individu melalui pemakaian metode purposive sampling. Hasil: Hubungan Pola Makan dengan Riwayat Keluarga dengan DM sebanyak 122 responden (80,3%) menggunakan uji chi-square menunjukan bahwa nilai p-value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pola makan dengan kejadian prediabetes di SMK kelas XI Cibarusah dengan nilai p-value yang sejumlah 0,000 (p < 0,05). Diharapkan untuk para pembaca disarankan untuk menghindari makan-makanan yang dapat menyebabkan prediabetes contoh nya seperti : Nasi, Mie Instan, Gula pasir, Tepung, Soft Drink dan junk food

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Produktif di Puskesmas Desa Mekarmukti Cikarang

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah seseorang lebih tinggi dari normal, atau sering disebut dengan tekanan darah tinggi. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah pada sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Terdapat faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko hipertensi salah satunya yaitu pola makan (kebiasaan konsumsi lemak, natrium dan kalium secara berlebih). Tujuan : Untuk menganalisa hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Desa Mekarmukti. Metode : Penelitian ini adalah observatif analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study di Puskesmas Mekarmukti. Sampel sebanyak 77 responden usia 15-64 tahun dipilih menggunakan metode non-probability sampling. Variabel independen adalah pola makan, sedangkan variabel dependen adalah hipertensi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pola makan, dengan analisis statistik univariat dan bivariat menggunakan chi-square. Hasil : Uji statistik chisquare menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola makan dengan hipretensi diperoleh hasil P-value < 0,05 (0,000). Kesimpulan : Penelitian ini terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Peningkatan Berat Badan Pengguna Alat Kontrasepsi DMPA di TPMB Salifiyah Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jawa Barat pada tahun (2021), dalam badan pusat statistik menjelaskan bahwa jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 9.333.302 peserta. Dengan rincian pengguna kontrasepsi suntik sebanyak 562.771 (54,7%). Di Indonesia DMPA memiliki persentase terbesar yaitu 49,9% untuk akseptor baru dan 47,78% untuk akseptor lama (Kemenkes, 2022). Di Jawa Barat pengguna KB suntik jenis DMPA tertinggi berada di kabupaten bekasi dengan akseptor sebanyak 104.297 jiwa (BPS Jabar. 2020). Salah satu efek samping yang sering muncul pada penggunaan kontrasepsi suntik DMPA adalah kenaikan berat badan. Efek ini disebabkan oleh hormon progesteron yang memfasilitasi transformasi karbohidrat dan gula menjadi lemak, sehingga cadangan lemak di bawah kulit bertambah, peningkatan nafsu makan menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan yang berlebih yang bisa menyebabkan obesitas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan usia ibu, lama penggunaan, aktivitas fisik, Riwayat diabetes, dan pola makan dengan peningkatan berat badan pengguna alat kontrasepsi DMPA di TPMB Salifiyah tahun 2024. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah populasi sebanyak 60 responden yang dilakukan analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa bivariat. Hasil penelitian Didapatkan dari semua variabel yang diteliti memiliki hubungan signifikan, Usia Ibu >35 Tahun p(=0.000) ada hubungan dan lebih beresiko 44 kali terjadi peningkatan berat badan , lama penggunaan >2 Tahun (p=0.000) ada hubungan dan lebih beresiko 4.8 kali terjadi peningkatan berat badan, aktivitas fisik berat (p=0.018) ada hubungan dan aktivitas fisik ringan lebih beresiko 6.5 kali terjadi peningkatan berat badan dibandingkan aktivitas sedang dan berat, riwayat diabetes (p=0.000) ada hubungan dan dengan adanya riwatar diabetes lebih beresiko 14.5 kali terjadi peningkatan berat badan, pola makan baik (p=0.004) ada hubungan dan lebih beresiko 7.5 kali terjadi peningkatan berat badan dibandingkan pola makan cukup dan 7.5 kali dibandingkan pola makan kurang.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Stres dan Pola Makan Terhadap Kejadian Gastritis Pada Mahasiswa STIE Ekadharma Indonesia

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Gastritis adalah kondisi inflamasi yang mempengaruhi lapisan dinding lambung dan menyebabkan pembengkakan pada dinding lambung di saluran pencernaan yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti infeksi dan iritasi. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode deskriptif melalui pendekatan cross sectional, di STIE Ekadharma Indonesia. Populasi pada penelitian ini adalah semua mahasiswa/I semester 2, 4, 6, dan 8 pada program studi Sarjana Menejemen di STIE Ekadharma Indonesia tahun 2024. jumlah sampel sebanyak 81 responden dengan teknik sampling purposive sampling. variabel dependen adalah kejadian gastritis dan variabel independen adalah tingkat stress dan pola makan. Instrumen yang digunakan pada penelitian menggunakan kuisioner FFQ dan PSS-10. Uji analisis statistik yaitu univariat dan bivariat dengan chi-square. Hasil: uji statistik menunjukan adanya hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis dengan nilai P = 0,063 (P < 0,1). adanya hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis dengan nilai P = 0,017 (P < 0,1). Kesimpulan: terdapat hubungan antara tingkat stress dan pola makan dengan kejadian gastritis, diharapkan responden menerapkan pola makan yang baik seperti menghindari minuman yang memicu terjadinya gastritis serta menghindari makanan yang memicu terjadinya gastritis seperti makanan yang tinggi asam, makanan tinggi gas, makanan yang pedas, dan makanan makanan instan.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik Dengan Peningkatan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskemas Sukatani

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Peningkatan jumlah kasus Penyakit Tidak Menular hal yang utama harus diperhatikan, terutama terkait dengan diabetes melitus. Diabetes Melitus adalah kelompok gangguan dengan variasi yang beragam, yang diidentifikasi dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah, dikenal dalam istilah medis sebagai hiperglikemia. Tujuan : Untuk menentukan korelasi antara pola makan serta aktivitas fisik dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Sukatani di tahun 2024. Subyek dan Metode : Pada studi ini, digunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, yang melibatkan seluruh populasi pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sukatani sejumlah 86 orang. Teknik sampling yang diterapkan ialah total sampling, di mana semua populasi menjadikan sampel. Instrumen studi meliputi kuesioner untuk mengevaluasi pola makan serta kuesioner aktivitas fisik yang menggunakan GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire), dan pengukuran kadar gula darah dilakukan dengan alat Easy Touch. Analisis statistik dilakukan dengan uji univariat serta bivariat menggunakan metode chi-square. Hasil : Pengujian statistik chi-square mengindikasikan bahwasanya adanya korelasi dengan pola makan pada perkembangan kadar gula darah diperoleh hasil P-value <0,05 (0,000) serta adanya juga korelasi dengan aktivitas fisik pada penambahan kadar gula darah pada P-value <0,05 (0,000). Kesimpulan : Studi ini terdapat korelasi dengan pola makan serta aktivitas fisik dengan peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sukatani.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan dan Pola Makan Terhadap Resiko Obesitas Pada Remaja di SMA Negeri 1 Cariu

2023•Koleksi Perpustakaan

Obesitas merupakan suatu kondisi kronis dengan karakteristik kelebihan lemak tubuh. Peningkatan polamakan dan penurunan aktifitas fisik menjadi penyebab utama obesitas. Remaja yang mengalami obesitas memiliki peluang sebesar 80% untuk mangalami obesitas pada saat dewasa. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang obesitas dan polamakan terhadap resiko obesitas pada remaja di SMA Negeri 1 Cariu. Penelitian menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 140 siswa/i (56,9%) dari responden memiliki pengetahuannya kurang baik, sedangkan yang pengetahuannya baik sejumlah 106 siswa/i (43,1%). Sejumlah 140 siswa/i (56,9%) dari responden pola makannya kurang baik, sedangkan yang pola makannya baik sejumlah 106 siswa/i (43,1%). Responden yang beresiko obesitas sejumlah 159 siswa/i (64,6%), sedangkan yang tidak beresiko obesitas sejumlah 87 siswa/i (35,4%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan tentang obesitas dan polamakan dengan tingkat resiko obesitas pada remaja. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa pengetahuan tentang obesitas dan polamakan dapat berpengaruh terhadap tingkat resiko obesitas pada remaja.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pola Makan Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

2023•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Diabetes dikenal sebagai penyakit yang erat kaitannya dengan makanan. Mengonsumsi makanan seperti konsumsi karbohidrat yang berlebihan dapat menjadi faktor risiko diabetes melitus. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kontrol glikemik pada penderita diabetes melitus tipe 2. Manfaat penelitian ini dapat memperluas pengetahuan, bukti dan pengalaman tentang hubungan pola makan dan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Di Rumah Sakit Sentra Medika Minahasa Utara. Metode: Metode penelitian ini adalah pendekatan analisis korelasional cross- sectional. Populasi penelitian terdiri dari pasien rawat jalan dengan diabetes tipe 2 dan sebanyak 46 responden diidentifikasi dalam total sampel. Pengumpulan data dengan kuesioner. Uji chi-square digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,9% responden memiliki kadar gula yang tidak terkontrol. Jumlah makanan, jenis makanan dan jenis makanan khas memiliki hubungan dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di RS Sentra Medika Minahasa Utara (p value < 0,05), sedangkan tidak ada hubungan antara frekuensi makan dengan kontrol glikemik pada pasien diabetes tipe 2 di Rumah Sakit Sentra Medika Minahasa Utara dengan hasil (p value = 0,162 > 0,05). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melihat faktor lain seperti stres, aktivitas fisik dan obesitas.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pola Makan Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Poliklinik RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Sebagian besar factor resiko diabetes mellitus adalah gaya hidup yang tidak sehat seperti kurangnya aktifitas fisik, diet yang tidak sehat dan tidak seimbang serta obesitas. Pola makan yang salah bagi penderita diabetes mellitus dapat menyebabkan kegemukan dan akhirnya membuat kadar glukosa menjadi naik. Tujuan Penelitian Mengetahui adakah hubungan antara pola makan dengan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di rs harapan bunda jakarta tahun 2023 Desain penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang berobat ke RS Harapan Bunda sebanyak 150 orang. Sampel pada penelitian ini adalah 60 orang. Pada Penelitian ini didapatkan hasil Pola makan buruk yaitu sebanyak 46 orang (76.7%), Kadar gula darah tinggi lebih banyak yaitu sebanyak 46 orang (76.7%). Kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di RS Harapan Bunda sebagian besar memiliki Kadar gula darah yang tinggi dan memiliki pola makan yang buruk pula Disimpulkan : ada hubungan Antara Pola Makan Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 (Hasil pengolahan data menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p = 0.00 < a = 0.05)

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail