Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: DM Tipe 2
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Perilaku Sedentari dengan Kadar Gula Darah pada Pasien DM di RS Sentra Medika Cikarang 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pandu Irawan Hubungan Perilaku Sedentari Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2022 Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang terjadi akibat tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif (WHO, 2019). Menurut Organisasi International Diabetes Federation (IDF), memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019. Menurut PERKENI (2019) meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus tipe-2 dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya aktivitas fisik (perilaku sedentari). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional study (potong lintang). Sampel pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang melakukan pengobatan rawat jalan di poliklinik RS. Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang. Alat pengumpul data berupa instrument/angket dengan uji chi-square. Hasil: Adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II, dengan hasil uji chi-square nilai p = 0,004, atau Ha diterima (p0,05). Kesimpulan: Adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Saran: pentingnya mempunyai ilmu pengetahuan dan pemahaman mengenai penyakit diabetes mellitus yang diderita serta pentingnya dukungan keluarga dalam proses perawatan bagi penderita diabetes mellitus.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Peningkatan Kadar Gula Darah Pada Penderita DM2 di RS Sentra Medika Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Diabetes melitus menjadi masalah kesehatan di setiap tahun selalu mengalami peningkatan jumlah penderita didunia. Berdasarkan data IDF pada tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 15,98% di banding pada tahun 2020. Jumlah penderita DM di Indonesia pada 2021 meningkat dalam sepuluh tahun terakhir sebanyak 67%. Dan prevalensi DM di Jawa Barat mencapai 1,74%. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Lemeshow yaitu dari jumlah populasi 191 pasien, didapatkan hasil sebanyak 68 responden yang dijadikan sampel yaitu sebagian dari pasien Diabetes Mellitus yang datang ke RS. Sentra Medika Cikarang tahun 2022. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara pola makan dengan nilai P-Value 0,001, aktivitas fisik = 0,006, obesitas = 0,010, stress = 0,011 dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Kesimpulan ada hubungan pola makan, aktivitas fisik, obesitas dan stress dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2 di RS. Sentra Medika Cikarang Tahun 2022. Hendaknya tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi serta informasi khususnya terkait dalam faktor yang berhubungan dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2 agar dapat menghindari komplikasi yang dapat timbul akibat peningkatan kadar gula darah. ABSTRACT Diabetes mellitus is currently a public health problem in the world always increases. Based on data from the International Diabetes Federation in 2021 there will be an increase of 15,9%, compared to 2020. The number of DM sufferers in Indonesia in 2021 has increase rapidly in the last ten years by 67%. And the prevalence of DM in West Java reached 1,74%.. This reasearch method is quantitative analytic with cross sectional approach. The sample in this tudy used the Lemeshow formula, namely from a total population of 191 ptients, the results obtained were 68 respondents who were used as samples, namely some people with diabetes mellitus who came to RS. Sentra Medika Cikarang for teh period October-December 2022. Analysis used univariate and bovariate statistical tests using chi-square. The result of the bivariate analysis showed that there was a realtionship between diet and a P-Value 0,001, physical activity = 0,006, obesity = 0,010, stress = 0,011 and an increase in blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus suferers. In conclusion, there is a realtionship between diet, physical avtivity, obesity, and stress with increased blood sugar levels in type 2 DM patients at RS. Sentra Medika Cikarang in 2022. Health workers should be able to provide education and information, especially regarding factors realted to increased blood sugar levels in type 2 DM patients so that they can avoid complications that can arise due to increased blood sugar levels.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus menjadi masalah kesehatan masyarakat dan selalu mengalami peningkatan jumlah penderita didunia. Data International Diabetes Federation tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 15,98% di banding pada tahun 2020. Jumlah penderita DM di Indonesia pada 2021 tersebut meningkat pesat dalam sepuluh tahun terakhir sebanyak 67%. Dan prevalensi DM di Jawa Barat mencapai 1,74%. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 58 orang pasien DM yang datang ke Puskesmas Karang Bahagia periode Maret-Juli tahun 2022. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus dengan nilai P-Value menggunakan Pearson Chi-Square P= 0,004 (P<a 0,05) atau nilai alpha. Kesimpulan ada hubungan tingkat pengetahuan dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Karang Bahagia. Hendaknya tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi serta informasi khususnya terkait dalam faktor yang berhubungan dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2 agar dapat menghindari komplikasi yang dapat timbul akibat peningkatan kadar gula darah.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Perilaku Sedentari Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang terjadi akibat tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Diperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019. Meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya aktivitas fisik (perilaku sedentari). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional study (potong lintang). Sampel pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang melakukan pengobatan rawat jalan di poliklinik RS. Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang. Alat pengumpul data berupa instrument/angket dengan uji chi-square. Hasil: Adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus, dengan hasil uji chi-square nilai p = 0,004, atau Ha diterima (p<0,05). Kesimpulan: Pentingnya mempunyai ilmu pengetahuan dan pemahaman mengenai penyakit diabetes melitus yang diderita serta pentingnya dukungan keluarga dalam proses perawatan bagi penderita diabetes melitus.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Peningkatan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus menjadi masalah kesehatan di setiap tahun selalu mengalami peningkatan jumlah penderita didunia. Berdasarkan data IDF pada tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 15,98% di banding pada tahun 2020. Jumlah penderita DM di Indonesia pada 2021 meningkat dalam sepuluh tahun terakhir sebanyak 67%. Dan prevalensi DM di Jawa Barat mencapai 1,74%. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Lemeshow yaitu dari jumlah populasi 191 pasien, didapatkan hasil sebanyak 68 responden yang dijadikan sampel yaitu sebagian dari pasien Diabetes Mellitus yang datang ke RS. Sentra Medika Cikarang tahun 2022. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara pola makan dengan nilai P-Value 0,001, aktivitas fisik = 0,006, obesitas = 0,010, stress = 0,011 dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Kesimpulan ada hubungan pola makan, aktivitas fisik, obesitas dan stress dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2 di RS. Sentra Medika Cikarang Tahun 2022. Hendaknya tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi serta informasi khususnya terkait dalam faktor yang berhubungan dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2 agar dapat menghindari komplikasi yang dapat timbul akibat peningkatan kadar gula darah.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Desa Karang Jaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi

2022•Koleksi Perpustakaan

Data Diabetes melitus di Indonesia Menurut hasil Studi Kesehatan Dasar (RISKESDAS), prevalensi diabetes pada usia ≥15 tahun di Indonesia pada tahun 2013 dan 2018 menunjukkan peningkatan dari 6,9% menjadi 8,5% pada tahun 2011. Dari bulan Maret-April, kejadian diabetes di puskesmas pebayuran sebanyak 49 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes tipe 2. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross sectional dan menggunakan metode pendekatan observasi. Populasi pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas pebayuran terutama di Desa KarangJaya kecamatan pebayuran yang berjumlah 49 orang. Metode sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Hasil uji statistik Tingkat Pengetahuan menggunakan Chi-Sqaure didapatkan p value = 0,000 artinya ≤ a (0.05) yang menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Hasil uji statistik Aktivitas Fisik didapatkan nilai p value = 0,001 artinya ≤ a (0,05) yang menujukan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Ada hubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik terhadap gula darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Aktivitas Fisik dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Desa Karang Jaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Data Diabetes melitus di Indonesia Menurut hasil Studi Kesehatan Dasar (RISKESDAS), prevalensi diabetes pada usia ≥15 tahun di Indonesia pada tahun 2013 dan 2018 menunjukkan peningkatan dari 6,9% menjadi 8,5% pada tahun 2011. Dari bulan Maret-April, kejadian diabetes di puskesmas pebayuran sebanyak 49 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes tipe 2. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross sectional dan menggunakan metode pendekatan observasi. Populasi pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas pebayuran terutama di Desa KarangJaya kecamatan pebayuran yang berjumlah 49 orang. Metode sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Hasil uji statistik Tingkat Pengetahuan menggunakan Chi-Sqaure didapatkan p value = 0,000 artinya ≤ α (0.05) yang menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Hasil uji statistik Aktivitas Fisik didapatkan nilai p value = 0,001 artinya ≤ α (0,05) yang menujukan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Ada hubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik terhadap gula darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Kesehatan Menggunakan Video Terhadap Pengetahuan Tentang DM Tipe 2 dan Latihan Fisik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RS X Cikarang

2022•Koleksi Perpustakaan

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis progresif yang membutuhkan perawatan jangka panjang dan membutuhkan edukasi kesehatan tentang pengelolaan DM khususnya tentang latihan fisik DM Tipe 2 sehingga dapat mencegah komplikasi DM. Tujuan penelitian mengetahui Pengaruh edukasi kesehatan menggunakan video terhadap pengetahuan tentang latihan fisik pada pasien DM Tipe 2 di RS X Cikarang. Metode penelitian desain penelitian quasi experimental, pendekatan one group pretest-posttest without control. Jumlah sampel 30 pasien DM Tipe 2 di RS X Cikarang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil analisa univariat mayoritas responden berusia dewasa akhir (36-45 tahun) 12 responden (40%), jenis kelamin laki-laki 23 responden (76,7%), tingkat pendidikan menengah 15 responden (50%), lama menderita <1-5 tahun 25 responden (83,3%), tidak bekerja 16 responden (53,3%), pengetahuan pretest kurang 24 responden (80%), menjadi pengetahuan posttest cukup 24 responden (80 %). Hasil analisa bivariat: Uji Paired t-test terdapat perbedaan sebelum dan sesudah pemberian video pembelajaran tentang latihan fisik pada pasien DM Tipe 2 dengan pvalue 0,000 (pvalue<0,005). Simpulan: terdapat perbedaan sebelum dan sesudah pemberian video pembelajaran tentang latihan fisik pada pasien DM Tipe 2 di RS X Cikarang. Saran bagi pasien DM Tipe 2 dapat meningkatkan pengetahuan mengenai DM dan Latihan fisik pada pasien DM Tipe 2 sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi pada pasien DM Tipe 2

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail