Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

61 hasil
Subjek: Tingkat Pengetahuan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik Dengan Tingkat Pengetahuan Terhadap Obat Generik Pada Masyarakat Rw 003 Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat generik merupakan obat yang diproduksi oleh perusahaan tanpa melalui uji praklinis dan klinis dan dipasarkan dengan mudah dengan harga yang cukup murah, obat generik tidak mampu untuk menciptakan pengobatan yang efektif dibandingkan dengan obat paten. Ketidaktahuan masyarakat terhadap obat generik yang menjadi penyebab munculnya anggapan buruk tentang obat generik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar dan mengetahui hubungan antara karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan obat generik pada masyarakat RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong. Metode dalam penelitian ini menggunakan medote analisis kualitatif kuantitatif dengan analisis data univariat dan bivariat (chi-square test) untuk mengetahui dan menginterprestasikan tingkat pengetahuan terhadap obat generik. Adapun populasi dalam penelitian ini sebesar 883 dengan sampel sebesar 90 yang didapat dengan menggunakan rumus slovin sehingga, dalam penelitian ini menggunakan instrumen peninjaun dengan menyebarkan kuesioner. Hasil dari penelitan ini didapatkan dari 90 responden di RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar tingkat pengetahuan masyarakat dengan kategori baik sebanyak 62,2%, dengan kategori cukup sebanyak 22,2, dan tingkat pengetahuan masyarakat dengan kategori kurang sebanyak 15,6% sehingga dapat disimpulkan masyarakat di RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar memiliki tingkat pengetahuan yang baik dengan nilai persentase 62,2% dan tidak adanya hubungan antara karakteristik responden (jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan perbulan) dengan tingkat pengetahuan tentang obat generik.

23 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus dengan Kepatuhan Pemeriksaan Gula Darah pada Pasien di Rumah Sakit Harapan Bunda

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi atau diatas nilai normal. Kurang patuhnya pasien terhadap diet diabetes mellitus, kurang paham waktu untuk seharusnya kontrol, dan pemeriksaan gula darah, gaya hidup dan dukungan keluarga masih sangat kurang. Setelah dilakukan observasi pada pasien rawat jalan dengan Diabetes Melitus didapatkan pengetahuan pasien yang tahu 20% dan yang tidak tahu 80%. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan tentang gula darah dengan kepatuhan pemeriksaan gula darah di RS Harapan Bunda Jakarta. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, kuesioner atau pengumpulan data sekaligus pada waktu yang sama (point time approanch). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik mayoritas usia mayoritas 56th – 65th 28 responden (35,9%), jenis kelamin perempuan 45 responden (57,7%), pendidikan SMA 60 responden (76,9%), suku jawa 31 responden (39,7%). Kesimpulan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang gula darah dengan kepatuhan pemeriksaan gula darah di Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta tahun 2023 P Value 0,04 0,05. Disarankan bagi pasien terutama penderita diabetes mellitus untuk meningkatkan tingkat pengetahuan agar rutin dalam kontrol gula darah di Rumah Sakit serta Disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian dan bisa memberikan gambaran dalam sebuah penelitian dengan tehnik yang berbeda.

20 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap obat generik di desa mekarmukti cikarang utara tahun 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Seperti diketahui obat merupakan campuran bahan kimia yang dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit obat juga meruapakan hasil produk biologis obat terbagi menjadi obat bermerek dan obat paten. Adapaun obat yang dikenal dengan obat generik dimana obat yang disubsidikan dalam program pemerintah. Pengetahuan dan persepsi merupakan suatu yang pernah didapatkan dari pengalaman. Faktor pengetahuan dan persepsi bisa dilihat dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap obat generik didesa mekar mukti kecamatan cikarang utara dari beberapa faktor berikut dalam pemilihan obat antara lain: umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Metode dalam penelitian ini peneliti menggunakan medote analisis kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat (chi-square ters) untuk mengetahui dan menginterprestasikan tingkat pengetahuan dan persepsi terhadap obat generik. Lalu Adapun populasi dalam penelitian ini sebesar 31.975 dengan sampel sebesar 100 yang didapat dengan menggunakan rumus slovin dari 31.975. sehingga dalam penelitian ini menggunakan instrumen peninjaun dengan menyebarkan kuesioner. Hasil dari penelitan ini mengenai pengetahuan dan persepsi masyarakat didesa mekar mukti cikarang utara dikategorikan baik, kemudian untuk hubungan antara umur memiliki nilai 0,604, jenis kelamin memiliki nilai 0,622, tingkat Pendidikan memiliki nilai 0,250 dan pekerjaan memiliki nilai 0,226. >0.05. Kesimpulan dan Saran, kesimpulan menunjukan bahwa dari segi jenis, kelamin, tingkat Pendidikan dan pekerjaan menunjukan tidak ada hubungan dan keterkaitan dalam persepsi masyarakat dengan obat generik. Saran bisa di tambahkan uji normalitas untuk penelitian selanjutnya.

21 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN OBAT TERHADAP TINGKAT KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS JATISAMPURNA KOTA BEKASI TAHUN 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme bersifat kronis yang disebabkan karena gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Pengendalian kadar gula darah adalah hal utama bagi penderita DM salah satunya dengan mengkonsumsi obat. Konsumsi obat yang benar didasari dari pengetahuan dan sikap yang baik terhadap guna pengendalian gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dan kepatuhan obat dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM di Puskesmas Jatisampurna Kota Bekasi tahun 2023. Tujuan : untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan obatt terhadap tingkat kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 dipuskesmas jatisampurna kota bekasi tahun 2023. Metode : Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan dari bulan Mei– Agustus 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang terdiri dari 50 orang pasien DM. Data yang diambil meliputi aspek pengetahuan, kepatuhan obat (primer) dan kadar gula darah (sekunder). Pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan menggunakan uji square. Hasil : berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan hasil p-value 0,006 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan tingkat pengetahuan dan p-value 0,031 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan kepatuhan obat.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Perilaku Swamedikasi Penyakit Gastritis Di Desa Kalijaya Cikarang Barat

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu faktor medication error pada penderita maag atau gastritis yaitu kurangnya pengetahuan mengenai swamedikasi. Desa Kalijaya Cikarang Barat masih ditemukan beberapa kasus dengan riwayat maag atau gastritis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan, perilaku swamedikasi serta hubungannya pada masyarakat yang memiliki riwayat maag atau gastritis. Penelitian ini dilakukan observasi menggunakan kuesioner yang diteliti pada 96 responden yang memiliki riwayat penyakit gastritis 3 sampai 6 bulan terakhir. Hasil uji validitas kuesioner didapatkan r hitung > 0,3061 (r table), karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, pada kelompok usia 17-35 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan tidak memiliki pendapatan. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 82 responden (85,4%) memiliki pengetahuan baik, 14 responden (14,6%) pengetahuan cukup baik. Hasil dari perilaku sebanyak 84,4% memiliki perilaku baik, 15,6% perilaku cukup baik. Nilai signifikansi korelasi antara pengetahuan terhadap perilaku sebesar 0,000 < 0,01 (terdapat hubungan) dengan nilai koefisien korelasi 0,726 (hubungan kuat). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat di Desa Kalijaya Cikarang Barat mengenai swamedikasi gastritis yaitu baik dan terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit gastritis.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan tingkat pengetahuan dengan gaya hidup pada penderita DM type II di wilayah kerja puskesmas klapanunggal

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dimana kadar glukosa didalam darah tinggi yang diawali oleh gejala awal polidipsi, poli uri, polifagi.Tingginya angka penderita Diabetes Melitus disebabkan karena faktor perubahan gaya hidup masyarakat, tingkat pengetahuan, dan kesadaran untuk melakukan deteksi dini penyakit diabetes mellitus yang kurang serta kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup adalah pola hidup individu yang diekspresikan dalam aktivitas sehari-hari, minat serta opini yang merupakan gambaran dari keseluruhan individu itu sendiri saat berinteraksi dengan lingkungannya yang dipengaruhi oleh faktor sosial seperti tingkat pendapatan, pengeluaran, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal tahun 2022. JenisPenelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 73 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan berhubungan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal 2022 dengannilai p- value = 0,00 < 0,05 dan OR 8,182. Kesimpulan: pengetahuan berhubungan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal 2022.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan Perawatan Post Cimino Dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kecemasan adalah suatu respon emosional yang tidak menyenangkan terhadap berbagai macam stressor baik yang jelas maupun yang tidak teridenfikasi dan ditandai rasa khawatir, takut dan perasaan terancam. Adapun salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pengetahuan (Kaplan dan Sadock dalam Iin patimah, 2020). Pengetahuan menurut Windri Dewi Ayu (2022) yaitu hasil tahu yang terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan melalui panca indera manusia terhadap objek tertentu yang mendasari tindakan seseorang yang dipengaruhi oleh faktor pendidikan, informasi, budaya dan pengalaman seseorang. Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan Antara Pengetahuan Perawatan Post Cimino dengan Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 45 responden dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalahchi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perawatan post cimino berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dengan nilai p- value = 0,001 < 0,05. Kesimpulan: pengetahuan perawatan post cimino berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Mengenai Penanganan Dismenorea di SMPN 4 Cikarang Timur tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, juli 2023 Nama : Dyah Anggraini Nim : 020319609 PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG PENANGANAN DISMENORE DI SMPN 4 CIKARANG TIMUR TAHUN 2023 ABSTRAK Latar Belakang : Rasa nyeri yang timbul ini biasanya dikenal dengan nama dismenore. Menurut World Health Organization (WHO, 2012 dalam Nora, 2018) didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) remaja mengalami dismenore dengan 10- 15% mengalami dismenore berat Tujuan Pnelitian : Untuk bisa mengetahui Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Penanganan Dismenorea Di SMPN 4 Cikarang Timur Tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan one group prettest-posttest Dalam rancangan ini, responden diberikan sebuah kuesioner Kemudian diukur pengetahuan dan sikap. Penelitian ini termasuk tergolong penelitian quasi eksperimen dengan memakai pret - test and post - test design, yaitu merupakan suatu pengukuran yang dilakukan pada saat sebelum dan sesudah melakukan penelitian. Pada populasi penelitian ini ada 260 responden dan Teknik pengambilan sampel menggunakan sample random sampling dengan menggunakan rumus slovin dengan jumlah responden 157. Analisi data yang dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan analisis Paired Sample T Test dengan bantuan IBM SPSS statistics 25. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap dengan p-value 0,000. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri di SMPN 2 Cikarang Timur tahun 2023 Kata kunci : Dismenore, Tingkat pengetahuan, Sikap, Remaja

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

“Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertiroid di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jakarta, Maret 2023 Fitrianingsih Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertiroid di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 VII BAB + 61 Halaman, 11 Tabel, 2 Skema, 6 Lampiran ABSTRAK Hipertiroid atau hipertiroid primer adalah kadar hormon tiroid yang tinggi ditandai dengan penyerapan iodium yang normal atau tinggi. Penggunaan obat yang tidak tepat, tidak efektif, tidak aman dan tidak ekonomis telah menjadi masalah tersendiri dalam pelayanan kesehatan. Kepatuhan penggunaan obat telah terbukti meningkatkan ketercapaian target dan menurunkan biaya medis secara keseluruhan. Tingkat pengetahuan, dukungan keluarga merupakan salah satu faktor dari kepatuhan minum obat pasien. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertiorid di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah populasi 120 responden dan jumlah sampel 40 responden. Hasil Penelitian distribusi frekuensi karakteristik responden sebagian besar yaitu Usia 20 – 40 tahun yaitu sebanyak 22 orang (55.0%), Akademi/Perguruan Tinggi 18 orang (45%), responden yang bekerja yaitu sebanyak 24 orang (60%), responden dengan tingkat pengetahuan kurang 28 orang(70%),dukungan keluarga 30 orang (75%) serta di temui sebanyak 35 orang (87.5%) responen yang tidak patuh minum obat.Dapat disimpulkan dari penelitian ini ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertiorid di RS Harapan Bumda Jakarta Tahun 2023. Hasil uji statistik diperoleh nilai P Value 0.001 (P Value < 0.05) dengan OR: 0,58 untuk tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dan P Value 0.000 dengan OR: 0,5 untuk dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat.Dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan sangat mempengaruhi tingkat kepatuhan minum obat seseorang.Disarankan untuk pasien dan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga guna tercapainya kepatuhan minum obat dalam memaksimalkan pengobatan terapi pada pasien penderita hipertiroid.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PENERAPAN SELF CARE MANAGEMENT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS CIKARANG TAHUN 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Oktober 2023 Nama : Dhea Amanda Suri Nim : 020319608 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PENERAPAN SELF CARE MANAGEMENT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS CIKARANG TAHUN 2023 ABSTRAK Diabetes melitus biasa dikenal dengan kencing manis atau penyakit gula, merupakan masalah kesehatan yang sudah menjadi ancaman, diabetes melitus akan berdampak pada masalah kesehatan lainnya, seperti komplikasi pada mata, jantung, ginjal, saraf, atau kemungkinan amputasi. Pengetahuan yang baik tentang diabetes melitus dapat membantu penderita untuk mengerti bagaimana penanganan tentang penyakitnya, cara pencegahan, pengobatan dan komplikasinya. Self care merupakan perilaku seseorang secara mandiri untuk meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit dan mempertahankan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan penerapan self care management pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang. Metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 85 pasien diabetes melitus yang berobat di Puskesmas Cikarang. Hasil penelitian menunjukan nilai P-value 0.000 (p0.05), maka dapat di artikan bahwa Ho di tolak yang berarti terdapat hubungan. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penerapan self care management pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang dan diharapkan pasien diabetes melitus hendaknya memahami informasi yang diberikan mengenai edukasi tentang penyakit sehingga dapat meningkatkatkan pengetahuan dan perilaku self care management. Kata kunci: Diabetes Melitus, Tingkat Pengetahuan, Self Care Management

24 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Manajemen Pola Diet pada Penderita Batu Ginjal di RS Siloam Lippo Cikarang

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Batu ginjal merupakan masalah kesehatan yang dapat mengalami kekambuhan dan berkaitan dengan pola makan serta gaya hidup. Pengetahuan mengenai pola diet pencegahan penting untuk mendukung penerapan manajemen pola diet secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan manajemen pola diet pada penderita batu ginjal di RS Siloam Lippo Cikarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 61 penderita batu ginjal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan manajemen pola diet, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Chi-square test. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik penelitian dari Komite Etik Penelitian Kesehatan dengan nomor No:006834/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2026. Hasil: Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 22 responden (36,1%), diikuti kategori kurang sebanyak 21 responden (34,4%) dan baik sebanyak 18 responden (29,5%). Manajemen pola diet sebagian besar berada pada kategori tidak patuh sebanyak 39 responden (63,9%), sedangkan patuh sebanyak 22 responden (36,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p<0,001. Proporsi kepatuhan pada responden dengan pengetahuan baik sebesar 72,2%, cukup sebesar 38,1%, dan kurang sebesar 4,5%. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan manajemen pola diet pada penderita batu ginjal di RS Siloam Lippo Cikarang. Semakin baik tingkat pengetahuan, semakin tinggi proporsi kepatuhan dalam menerapkan manajemen pola diet. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi dan pendampingan mengenai manajemen pola diet sebagai upaya mendukung pencegahan kekambuhan batu ginjal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Perawatan di Rumah Pada Anak Thalasemia di Ruang One Day Care (ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Thalasemia merupakan kelainan darah genetik yang menyebabkan gangguan pembentukan hemoglobin, anemia kronis, dan membutuhkan transfusi darah secara berkala. Perawatan anak thalasemia juga memerlukan peran ibu di rumah, sehingga pengetahuan ibu penting dalam mendukung perawatan yang tepat Tujuan : Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap perawatan di rumah pada anak thalasemia di Ruang One Day Care (ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 67 responden dari 80 populasi, yaitu ibu yang memiliki anak penderita thalasemia berusia 1–10 tahun dan menjalani transfusi darah secara terjadwal di Ruang One Day Care (ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank, diperoleh nilai koefisien korelasi 0,353 dengan P-Value = 0,003 (P< 0,05), sehingga Ha diterima yang berarti terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan di rumah pada anak thalasemia. Kesimpulan : Dari hasil penelitian, analisis data dan pembahasan maka tujuan penelitian telah terjawab, yakni terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perawatan di rumah pada anak thalasemia di Ruang One Day Care (ODC) Thalasemia Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dalam upaya memberikan edukasi kepada ibu mengenai pentingnya pengetahuan dalam melaksanakan perawatan anak thalasemia di rumah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien di Apotek Kaffah Farma

2026•Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang masih tinggi di dunia dan Indonesia, tingkat pengetahuan diduga berperan dalam meningkatkan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien di Apotek Kaffah Farma. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 55 pasien hipertensi yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner HK-LS dan MMAS-8, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (47,3%), namun kepatuhan penggunaan obat antihipertensi masih rendah (61,8%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan obat antihipertensi (p = 0,551). Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan tidak berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien di Apotek Kaffah Farma. Hasil ini menunjukkan bahwa kepatuhan kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan keluarga, peran petugas kesehatan, akses layanan kesehatan, serta motivasi yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Menggunakan Kartu Kuartet Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Personal Hygene Saat Menstruasi di SMP Segar

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Remaja perempuan usia 9-14 tahun berada pada masa pubertas dan menstruasi, sehingga kebersihan diri penting untuk mencegah Infeksi Saluran Reproduksi, yang secara global paling tinggi terjadi pada remaja. Kurangnya pengetahuan, seperti jarang mencuci tangan atau mengganti pembalut jarang, meningkatkan risiko infeksi. Semakin baik pengetahuan mengenai kebersihan diri, semakin positif perilaku menjaga personal hygiene, sehingga edukasi kesehatan penting untuk meningkatkan pemahaman dan praktik kebersihan diri remaja selama menstruasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi mengenai personal hygiene saat menstruasi dengan menggunakan media kartu kuartet terhadap peningkatan pengetahuan siswi Sekolah Menengah Pertama di SMP Segar. Metode: Penelitian kuantitatif pre-eksperimen ini menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan total sampling terhadap 78 responden, instrumen berupa soal pilihan ganda, dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Nilai p = 0,000 (<0,05), menunjukkan adanya pengaruh edukasi kartu kuartet terhadap pengetahuan remaja. Kesimpulan: Edukasi kesehatan melalui kartu kuartet efektif meningkatkan pengetahuan personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri.

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Aktivitas Fisik Dengan Upaya Pencegahan Hipertensi Pada Remaja di MAN 2 Setu Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Hipertensi kondisi tekanan darah yang melebihi batas normal >120/80 MmHg merupakan Penyakit dengan prevelensi yang cukup tinggi secara global. Angka kejadian hipertensi di dunia mencapai 1,28 miliar di Indonesia mencapai 8,3%, Jawa Barat mencapai 39,6%, Prevelensi di Kabupaten Bekasi mencapai 12.545 penderita hipertensi pada Laki-laki sebanyak 6,0% dan Perempuan sebanyak 4,7%. Tingkat Pengetahuan dan Aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensu pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah MAN 2 Setu Bekasi. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling dengan sampel 65 responden. Populasi remaja kelas XII di MAN 2 Setu Bekasi. Data berupa kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis univariat sebagian besar memiliki jenis kelamin perempuan 46 orang (70,8%) Pada usia 17 tahun sekitar 42 orang (64,4%) dan Tingkat pengetahuan baik 44 orang (67,7%) Aktivitas fisik sedang sebanyak 37 orang (56,9%) sementara upaya pencegahan hipertensi cukup 48 orang (73,8%). Hasil Bivariat Tingkat Pengetahuan dengan Upaya Pencegahan Hipertensi nilai P-Value 0,001<0,05 dan OR=0.144 yang menunjukan ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan hipertensi sedangkan frekuensi aktivitas fisik nilai P-Value 0,001<0,05 dan OR=7.150 menunjukan ada hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Remaja Tentang HIV/AIDS di Posyandu Remaja Desa Karang Asih Bekasi Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : HIV/AIDS di kalangan remaja telah menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama karena meningkatnya jumlah kasus pada kelompok usia tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di Posyandu Remaja Desa Karangasih Bekasi Tahun 2025. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: variabel bebas meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya dan sumber informasi. Variabel terikat yaitu pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Total sampling digunakan untuk mengetahui jumlah sampel sebanyak 75 responden. Teknik analisis data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara jenis kelamin (p-value 0,001), usia (p-value 0,014), pendidikan (p-value 0,009), dukungan orang tua (p-value 0,000), dukungan teman sebaya (p-value 0,000), sumber informasi (p-value 0,000) dengan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan jenis kelamin, usia remaja, pendidikan, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya, dan sumber informasi. Meningkatkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS memerlukan pendekatan komprehensif dengan menyediakan akses ke informasi yang akurat, tidak menstigma, dan sesuai dengan perkembangan remaja.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Hemodialisa Terhadap Kemampuan Perawatan Cimino Secara Mandiri di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Penyakit Ginjal Kronis (PGK) stadium akhir merupakan isu kesehatan global yang signifikan. Komplikasi pada pasien PGK stadium akhir dengan hemodialisis menggunakan cimino dapat dicegah melalui perilaku self-care. Perilaku self-care didefinisikan sebagai segala tindakan yang dilakukan oleh pasien PGK stadium akhir guna memelihara dan meningkatkan kesehatan serta fungsi cimino selama proses hemodialisis. Dan hal ini harus didasari oleh pengetahuan pasien terkait perawatan cimino yang dilakukan secara mandiri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan pasien hemodialisa terhadap kemampuan perawatan cimino secara mandiri di RS. Sentra Medika Cikarang. Metode : penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini dipresisi menggunakan rumus Slovin dengan total sampel yaitu sebanyak 102 orang responden pasien penyakit gagal ginjal yang menjalani hemodialisa. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan chi-suqare test. Hasil : Hasil menunjukan terdapat nilai signifikan p-value = 0,000 (p<α). Kesimpulan : terdapat hubungan tingkat pengetahuan pasien hemodialisa terhadap kemampuan perawatan cimino secara mandiri di RS. Sentra Medika Cikarang. Saran : Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perawatan dan pengetahuan pasien PGK yang menjalani hemodialisa, disarankan kepada pihak managemen rumah sakit untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai perawatan cimino mandiri kepada pasien. Sehingga, dengan pemberian eduaksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku self-care pasien dalam perawatan cimino secara mandiri.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Terhadap Hospitalisasi Pada Pasien Anak Usia Prasekolah di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan Cross-Sectional, pengambilan sampel menggunakan metode NonProbability sampling. Hasil: Uji Chi-Square menunjukan nilai P = 0,010 (<0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Terhadap Hospitalisasi Pada Pasien Anak Usia Prasekolah di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Hasil: Uji chi-square menunjukan nilai P = 0,010 (0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kata Kunci: Hospitalisasi, Orang Tua, Pasien Anak Prasekolah, Tingkat Kecemasan Orang Tua, Tingkat Pengetahuan.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP HOSPITALISASI PADA PASIEN ANAK USIA PRASEKOLAH DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Hasil: Uji chi-square menunjukan nilai P = 0,010 (0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah.

21 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail