Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

77 hasil
Subjek: Stres
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Sukamahi

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Keadaan hiperglikemia yang terjadi, baik secara kronis pada tahap diabetes, ataupun hiperglikemia akut postprandial yang terjadi berulang kali setiap hari, memberikan akibat buruk terhadap jaringan secara jangka panjang mengakibatkan komplikasi kronis dari diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus di Puskesmas Sukamahi Peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yang diambil sebanyak 102 dan metode sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Data yang dikumpulkan antara lain data kadar glukosa darah, kepatuhan diet, aktivitas fisik dan tingkat stres. Data kepatuhan diet diambil menggunakan kuesioner food recall, Data aktifitas fisik diambil menggunakan kuesioner IPAQ ( International Physical Activity Quessionnaire) kepada 31 orang responden. Data tingkat stres diambil menggunakan kuesioner PSS (Perceived Stress Scale ). Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil dari penelitian yaitu analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet (p-value :0,029), aktivitas fisik (p-value : 0,045) dan tingkat stres (p-value ; 0,049) dengan peningkatan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe II. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet, aktivitas fisik, tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Saran yang dapat diberikan kepada puskesmas Sukamahi yaitu Puskesmas lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan menjadi 1 minggu sekali dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II.

86 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes merupakan suatu penyakit kronis atau penyakit menahun berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di atas normal. Orang yang menderita diabetes juga akan mengalami stres dalam dirinya karena stres berperan besar dalam diabetes dan bisa mempengaruhi kontrol dan tingkat kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 112 pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Sampel yang akan digunakan berjumlah 87 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebanyak 49 (46.3%) dari responden memiliki kadar gula darah normal, sedangkan yang memiliki kadar gula darah tidak normal sebanayak 38 (43,7%) responden. Responden yang memiliki stres sedang sebanyak 25 (28.7) responden, sedangkan yang memiliki stres parah sebanyak 62 (71.3%). Hasil uji bivariat menunjukan adanya hubungan antara kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa kadar gula darah berpengaruh terhadap tingkat stres.

66 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Stres pada pasien Diabetes Melitus Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan. Stres merupakan respons otomatis tubuh yang bersifat adaptif pada setiap perlakuan yang menimbulkan perubahan pada fisik atau emosi yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi fisik yang optimal. Tujuan. penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat stress pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode. penelitian ini menggunakan analitik yang bertujuan untuk mengatahui hubungan antara variable satu dengan yang lain. Sampel diambil dengan Teknik simple random sampling 39 responden. Analisa menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat kemaknaan (α) 0.05. Hasil. Uji Spearman’s Rho lama menderita p= 0.028 0.05, dukungan keluarga p= 0.010 0.05, aktivitas fisik p= 0.025 0.05. Kesimpulan. ada hubungan lama menderita dengan tingkat stress, ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stress dan ada hubungan aktifitas fisik dengan tingkat stress. Saran. Dapat dijadikan sebagai acuan dan referensi bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan kinerja agar dapat mengintervensi tingkat stres pada pasein penderita diabetes melitus tipe 2 Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Dukungan Keluarga dan Tingkat Stres dengan Kualitas Hidup PD Pasien DM Tipe 2 di Poli Penyakit dalam RS Sentra Medika Cikarang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Suherman Medical University (UMS) GRADUATE NURSING STUDY PROGRAM Thesis, March 2023 Name : Lucky Kurniawan NIM : 2210700074 THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND STRESS LEVEL WITH QUALITY OF LIFE IN TYPE II DM PATIENTS DI POLY DISEASE IN SENTRA MEDIKA HOSPITAL CIKARANG, 2022 xi+61 Pages+7 Tables+9 appendices According to WHO Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease or disorder characterized by high blood sugar levels and disturbances of carbohydrate, lipid and protein metabolism as a result of insulin function insufficiency. Insufficiency of insulin function is caused by a deficiency disorder of insulin production in the Langerhans beta cells of the pancreas gland, or a lack of responsiveness of the body's cells to insulin . Based on data from a preliminary study at the Sentra Medika Hospital in Cikarang, the results of interviews with 15 type II DM patients, 11 of them said that the lack of family support and stress levels caused a decrease in quality of life . This study aims to identify the frequency distribution of emotional support, reward support, instrumental distribution, information support, stress levels and quality of life in patients . This research method uses a quantitative method with an observational approach with a sample of 38 patients. The sample collection technique uses purposive sampling. The analysis used is the Chi-square test . The results of this study indicate a p value of 0.000 or <0.05 , so the alternative hypothesis (Ha) is accepted, which means that there is a relationship between family support and quality life of type II DM patients internal medicine polyclinic at Sentra Medika Cikarang Hospital, Bekasi Regency, 2020 2. And the results were obtained with a p value of 0.002 or <0.05, which means that there is a relationship between the level of stress and the quality of life of type II DM sufferers in the polyclinic in Sentra Medika Hospital Cikarang Bekasi Regency in 2022 . Suggestions for the development of new programs such as a DM center, where one of its activities is implementing family empowerment in managing stress levels for the care of type II DM patients Reading material: 2016-2022. Keywords: type II DM, family support, quality of life, stress

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT STRESS PADA PASIEN DENGAN LUKA DIABETES MELLITUS DI RUANG BOUGENVILE RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus merupakan masalah penting karena merupakan penyakit tidak menular dan terus meningkat setiap tahun dan menjadi ancaman kesehatan dunia saat ini. Sekitar 50% penderita diabetes mengalami ulkus kaki diabetik dengan angka kematian 8%-35% dan 15%-30% diantaranya mengalami amputasi. Penderita diabetes melitus kebanyakan mengalami luka, pasien sering mengalami stress. Salah satu faktor diantaranya adalah kurangnya pengetahuan mengenai penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tingkat stress pada pasien dengan luka diabetes mellitus di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu semua pasien yang mengalami luka diabetes melitus dan melakukan perawatan luka di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta. Sampel pada penelitian ini menggunakan keseluruhan populasi sebanyak 30 pasien. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil analisa data univariat pada penelitian ini menunjukan pengetahuan pasien luka diabetes mellitus sebagian besar cukup yaitu sebanyak 18 orang (60%), tingkat stress pasien luka kaki diabetes sebagian besar stress sedang yaitu sebanyak 18 orang (60%) dan analisa data bivariate menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat stress pada pasien dengan luka diabetes melitus di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta karena nilai α = 0,034 (ρ value < 0,05). Kesimpulan : Ada hubungan pengetahuan dengan tingkat stress pada pasien dengan luka diabetes melitus di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian selanjutnya diharapkan bisa menggunakan responden yang lebih maksimal dan alat ukur yang lebih baik.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Distres Emosional Pada Penderita Diabetes Mellitus di RS.PMI Bogor

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes Mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya, penyakit ini tidak hanya mengganggu fisiologis manusia, namun sering mengalami gangguan pada kondisi psikisnya . Tujuan Penelitian: Mengetahui Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Distres Emosional pada Penderita Diabetes Mellitus di RS. PMI Bogor. Metode: metode ”cross-sectional” yaitu jenis variabel sebab (independen) maupun variabel akibat (dependen) diukur dalam waktu bersamaan dengan jumlah populasi 45 reponden dengan sampel 45 responden menggunakan total sampling. Hasil: Hasil dari pengujian perbandingan nilai antara dukungan sosial dengan distress emosional didapatkan nilai p-value 0,011, nilai tersebut dibawah 0,05 maka Ho ditolak. Hasil Spearman nilai signifikansi atau sig. (2-tailed) sebesar 0,011, karena nilai sig.(2-tailed) 0,011 , lebih kecil dari 0,05, maka artinya ada hubungan yang signifikan (berarti) antara dukungan sosial dengan distres emosional Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 38 orang responden (84,4%) yang mendapatkan dukungan sosial yang tinggi merasakan distress emosional yang rendah dan responden terbanyak pada penelitian ini adalah wanita 25 orang. Hasil Speraman menunjukkan berarti Ha diterima Ho ditolak yang artinya ada hubungan yang bermakna antara Dukungan Sosial Dengan Distres Emosional Pada Penderita Diabetes Mellitus Di RS.PMI Bogor dan angka koefisien korelasi sebesar -0,376, artinya, tingkat kekuatan hubungan (korelasi) dengan nilai rendah, bernilai negatif bersifat tidak searah, dengan demikian dapat diartikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diberikan maka tingkat distres emosional akan semakin rendah Bahan Bacaan: XXV (2010 - 2019) Kata Kunci : Dukungan sosial, Distres Emosional, Diabetes Mellitus Jumlah Kata: 239 Kata

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Perilaku Sedentari Dengan Tingkat Distres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: DM (Diabetes Mellitus) atau sering kita kenal dengan sebutan kencing manis yaitu suatu penyakit menahun, yang angka kejadiannya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hingga saat ini, Diabetes Mellitus menjadi permasalahan kesehatan utama karena kejadian DM tersebut semakin meningkat di dunia sehingga DM pun menjadi penyebab kematian utama di dunia. Organisasi Internasional Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 atau setara dengan angka prevelensi sebesar 9,3% dari total penduduk pada usia yang sama. Salah satu negara dengan kasus diabetes terbesar yaitu Indonesia dengan posisi menduduki peringkat ke-5 di dunia. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan tingkat distres pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus tiga bulan terakhir tahun 2023 di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru yaitu 108 orang dan sampel sebanyak 86 orang dengan menggunakan metode Probability / random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner perilaku sedentari (ASAQ) dan kuesioner tingkat distres (DDS) dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan tingkat distres pada pasien Diabetes Mellitus menggunakan uji statistic Chi-Square, diperoleh nilai P = 0,008 ( , 0,05 ), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku sedentari dengan tingkat distres. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan tingkat distres pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Stress dengan Dismenore Hari Pertama Menstruasi pada Mahasiswi Tingkat Akhir di Universitas Medika Suherman

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, September 2023 Nama : Dewanti Utami Putri NIM : 020319607 HUBUNGAN STRESS DENGAN DISMENORE HARI PERTAMA MENSTRUASI PADA MAHASISWI TINGKAT AKHIR DI UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN TAHUN 2023 ABSTRAK Latar Belakang: Dismenore primer sering terjadi pada lebih dari 50% wanita sudah masuk usia menstruasi dan 15% diantaranya mengalami nyeri yang hebat. Dismenore primer dialami oleh 60-75% perempuan muda. Tiga perempat jumlah tersebut mengalami dismenore dengan intensitas ringan dan sedang, sedangkan seperempat lainnya mengalami dismenore dengan tingkat berat. Di Indonesia, kejadian dismenore primer mencapai 54,89%. Beberapa studi menyatakan bahwa dismenore dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sekitar 10-15% perempuan dapat absen dari sekolah dan kehilangan waktu bekerja karena dismenore. Angka kejadian dismenore di indonesia sangat tinggi dibandingan dinegara lain Menurut Proverawati & Misaroh (2012) di Indonesia angka kejadian dismenore terdiri dari 72,89% dismenore primer dan 21,11% dismenore sekunder dan angka kejadian dismenore berkisar 45-95% di kalangan perempuan umur produktif. Status gizi merupakan salah satu penyebab kajadian dismenore, status gizi yang mengalami berat badan berlebih merupakan faktor resiko dari dismenore, didapatkan 68,25% yang dismenore dengan status gizi overweight (Danielle, 2011 dalam Beddu, 2015) Oleh karena itu penulis tertarik meneliti “Hubungan Stres Dengan Dismenore Hari Pertama Menstruasi Pada Mahasiswi Di Universitas Medika Suherman” Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stress dengan dismenore hari pertama menstruasi pada mahasiswi tingkat akhir di Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan stres dengan dismenore pre menstruasi pada mahasiswi Menurut sigiyono (2017:215) adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek tertentu yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti ini untuk di pelajari dan kemudian di tarik kesimpulanya. Populasi dan sampel menggunakan total sampling dimana teknik pengambilan sampel yaitu mahasiswi Universitas Medika Suherman tingkat akhir yang berjumlah 40 orang. Hasil: Hasil penelitian ini menggunakan chi square didapatkan ada hubungan tingkat stress dengan dismenore pada hari pertama dengan p-value 0,000 Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan tingkat stress dengan dismenore pada hari pertama menstruasi pada mahasiswi tingkat akhir di Universitas Medika Suherman. Kata Kunci: Hari Pertama Menstruasi, Disminore, Stress Daftar Pustaka: 11 Jurnal (2010-2023)

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Stres Dan Aktivits Fisik Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri Di SMP Mekar Murni

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DISMINORE PRIMER PADA REMAJA PUTRIDI SMP MEKAR MURNI Vii + 51 Hal + 6 Tabel + 2 Gambar + 15 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Dismenore primer adalah nyeri saat menstruasi dengan tidak adanya kelainan patologik pada pelvis yang biasa muncul pada umur 15-25 tahun dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Tingkat stress dan aktivitas fisik dapat menjadi faktor kejadian dismenore primer. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stress dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer. Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi 40 dan sampel sebanyak 40 siswi SMP Mekar Murni. Variabel pada penelitian ini adalah dismenore primer, tingkat stress dan aktivitas fisik. Pengumpulan data menggunakan Numering Rating Scale, Kessler Psychological Distress Scale Questionnaire and Global Physical Activity Questionnaire. Hasil: responden dengan dismenore primer sebesar 77,5%, responden dengan tingkat stres ringan sebesar 35,0%, responden dengan tingkat aktivitas fisik ringan sebesar 35,0%. Hasil statistik antara dismenore primer dengan tingkat stres (p=0,000) dan tingkat aktivitas fisik (p=0,004). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer pada SMP Mekar Murni. Saran : Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode lain dan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor resiko lain yang dapat mempengaruhi kejadian dismenore primer, seperti usia, lama siklus menstruasi. Kata Kunci: Aktivitas fisik, dismenore primer, dan tingkat stres Daftar Pustaka : 2 buku dan 15 jurnal (2019 – 2022)

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Stress Dan Indeks Massa Tubuh Dengan SIklus Menstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Siklus menstruasi jika dilihat dari ideal teratur setiap bulannya yaitu dalam rentang waktu 22-35 hari setiap kali periode mesntruasi. Siklus menstruasi sendiri 75% dapat dipengaruhi oleh banyak hal, yang dimana salah satunya yaitu tingkat stress dan indeks massa tubuh yang tidak sesuai. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat stress dan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswi mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII Universitas Medika Suherman. Sampel penelitian sejumlah 113 mahasiswi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 36 mahasiswi (31,9%) dari responden tergolong pada kategori tidak stress, sedangkan yang tergolong kategori stress sejumlah 77 mahasiswi (68,1%). Sejumlah 5 mahasiswi (4,4%) dari responden Indeks massa tubuhnya normal, sedangkan yang Indeks massa tubuhnya gemuk sejumlah 48 mahasiswi (42,5%) dan yang indeks massa tubuhnya obesitas sejumlah 60 mahasiswi (53,1%). Responden yang siklus menstruasinya normal sejumlah 10 mahasiswi (8,8%), sedangkan yang siklus menstruasi pendek sejumlah 19 mahasiswi (16,8%), dan yang siklus menstruasi panjang sejumlah 84 mahasiswi (74,3%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara tingkat stress dan indeks massa tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi fakultas ilmu Kesehatan semester VIII Universitas Medika Suherman. Kesimpulan: Adanya Hubungan antara tingkat stress dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Semester VIII di Universitas Medika Suherman.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN STRATEGI COPING DENGAN TINGKAT STRESS PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG INTENSIVE DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Stres adalah kondisi internal yang disebabkan oleh keadaan fisik (tubuh), lingkungan, dan sosial yang berpotensi merusak dan tidak terkendali. Salah satu strategi yang dapat mengelola stres adalah strategi coping. Strategi coping adalah sarana atau metode yang digunakan oleh individu untuk mengatasi dan mengendalikan situasi atau masalah yang dihadapi dan dianggap sebagai hambatan, tantangan, dan ancaman yang menyakitkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Strategi Coping dengan Tingkat Stres Perawat dalam Melaksanakan Pelayanan Keperawatan di Ruang Intensive Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 44 perawat dengan jumlah sampel 32 perawat. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Kesimpulan Hasil Mayoritas responden menggunakan mekanisme Staregi Coping Adafif yaitu sebanyak 30 Responden (93,8%) dibandingkan strategi coping maladaptif. Mayoritas responden mengalami stress ringan sebanyak 13 orang (40,6%), dibandingan dengan stress yang lain. Hasil uji statistik didapatkan nilai ρ-value 0,017 (<0.05) yang berarti Ho ditolak, sehingga Ada Hubungan Antara Strategi Coping Dengan Stress Perawat Dalam Melaksanakan Pelayanan Keperawatan Di Ruang Intensif RS Sentra Medika Cikarang 2022, sedangkan Responden yang menggunakan strategi coping adaptif memiliki peluang 8.000 kali lipat dapat mengatasi stress dalam melaksanakan tugas. .

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Ketidakteraturan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Sarjana Kebidanan Reguler di Universitas Medika Suherman Tahun 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perubahan siklus menstruasi harus lebih diperhatikan oleh setiap wanita karena dapat mempengaruhi kualitas hidup wanita kedepannya. Ketidakteraturan siklus menstruasi ini juga merupakan suatu indikator penting dalam menunjukkan adanya gangguan sistem reproduksi yang nantinya dapat dikaitkan dengan peningkatan resiko berbagai penyakit dalam sistem reproduksi, salah satunya kanker rahim dan infertilitas. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswi Sarjana Kebidanan Reguler di Universitas Medika Suherman dengan jumlah populasi sebesar 120 responden dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 120 responden. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian dengan variabel dependen didapatkan responden yang siklus menstruasinya tidak teratur sebanyak 63 responden (52,5%), sedangkan siklus menstruasi teratur yaitu sebanyak 57 responden (47,5%) dan hasil penelitian dengan variabel independen didapatkan responden yang mengalami stress 88 responden (73,3%) dan tidak mengalami stress sebanyak 32 responden (26,7%), responden yang mengalami aktifitas fisik tidak baik sebanyak 67 responden (55,8%), dan aktivitas fisik baik sebanyak 53 responden (44,2%), responden yang mengalami status gizi tidak normal sebanyak 56 responden (46,7%) dan status gizinya normal sebanyak 64 responden (53,3%) serta responden yang mengalami pola tidur kurang sebanyak 69 responden (57,5%) dan pola tidur cukup sebanyak 51 responden (42,5%). Hasil analisa menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara ketidakteraturan siklus menstruasi dengan stress dengan nilai p value = 0,003 dan nilai OR = 4,059, aktivitas fisik dengan nilai p value = 0,020 dan nilai OR = 2,560, status gizi dengan nilai p value = 0,003 dan nilai OR = 3,293 serta pola tidur dengan nilai p value = 0,001 dan nilai OR = 4,000. Dapat disimpulkan dari keempat variabel yang diteliti terdapat hubungan yang signifikan antara stress, aktivitas fisik, status gizi dan pola tidur terhadap ketidakteraturan siklus menstruasi. Saran yang disampaikan semoga hasil penelitian ini dapat menjadi bahan acuan atau materi pembelajaran agar dapat melakukan pencegahan terjadinya ketidakteraturan siklus menstruasi.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Stres Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Swasta di Daerah Cikarang Selatan Bekasi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Stres kerja merupakan permasalahan yang dapat dialami perawat pelaksana akibat tuntutan dan tanggung jawab pekerjaan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan kepuasan kerja perawat, yang berperan penting dalam mendukung kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap rumah sakit swasta di daerah Cikarang Selatan, Bekasi Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 75 perawat pelaksana yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) dan Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50 responden (66,7%) mengalami stres kerja ringan dan 41 responden (54,7%) memiliki kepuasan kerja tinggi. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kepuasan kerja (p < 0,001), dengan nilai koefisien korelasi −0,625 yang menunjukkan hubungan negatif kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara stres kerja dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap rumah sakit swasta di daerah Cikarang Selatan, Bekasi Tahun 2026. Semakin tinggi stres kerja, semakin rendah kepuasan kerja perawat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja pada Perawat di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2026•Koleksi Perpustakaan

Perawat Instalasi Bedah Sentral (IBS) memiliki tuntutan pekerjaan yang tinggi karena kompleksitas tindakan pembedahan, kebutuhan akan ketelitian, serta tuntutan fisik dan mental selama pelayanan perioperatif. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dengan stres kerja pada perawat di Instalasi Bedah Sentral RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 42 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Beban kerja diukur menggunakan NASA-TLX, sedangkan stres kerja menggunakan Nursing Stress Scale (NSS). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman's Rank dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki beban kerja tinggi sebanyak 35 responden (83,3%) dan sangat tinggi sebanyak 7 responden (16,7%). Tingkat stres kerja sebagian besar berada pada kategori ringan sebanyak 25 responden (59,5%) dan sedang sebanyak 17 responden (40,5%). Hasil uji Spearman's Rank menunjukkan ρ = 0,042 dan p-value = 0,791 (p > 0,05). Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan stres kerja pada perawat di Instalasi Bedah Sentral RS Sentra Medika Cibinong.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Stress, Kualitas Tidur dan Frekuensi Konsumsi Ultra Processed Food dengan Status Gizi Remaja Putri di SMAN 1 Cikarang Selatan

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan perhatian terhadap status gizi. Kondisi psikologis, kualitas tidur, dan kebiasaan konsumsi makanan dapat menjadi bagian dari faktor yang berkaitan dengan status gizi remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stress, kualitas tidur, dan frekuensi konsumsi ultra-processed food (UPF) dengan status gizi pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 74 remaja putri. Pengambilan sampel dilakukan pada remaja putri di SMA Negeri 1 Cikarang Selatan. Data tingkat stress diperoleh menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale PSS-10, kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), frekuensi konsumsi UPF menggunakan FFQ UPF, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji hubungan menggunakan Chi-Square dengan tingkat signifikasi p-value (p<0,05). Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat stress berat sebesar 66 responden atau (88,2%), responden berada dikategori kualitas tidur buruk, yaitu sebesar 68 responden atau (91,9%), responden berada dikategori konsumsi rendah , yaitu sebesar 40 responden atau (53,6%), responden berada dikategori status gizi normal, yaitu sebesar 59 responden atau (78,7%). Hasil uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan status gizi (p = 0,347), kualitas tidur dengan status gizi dengan uji chi-square (p = 1,000), serta konsumsi UPF dengan status gizi dengan uji chi-square (p = 0,773). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan pada penelitian ini antara tingkat stress, kualitas tidur, dan frekuensi konsumsi UPF dengan status gizi pada remaja putri dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Stres Dengan Perilaku Merokok Pada Mahasiswa Universitas X di Wilayah Bekasi Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Stres akademik dapat memengaruhi perilaku merokok, di mana semakin tinggi tingkat stres akademik, semakin besar pula kecenderungan mahasiswa untuk merokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat stres dengan perilaku merokok pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik yang menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 62 dengan teknik total sampling merupakan mahasiswa perokok di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. Hasil Penelitian: Pada penelitian ini diperoleh Analisa menggunakan uji Chi-square bahwa hasil menunjukkan stres separuh remaja siswa kategori perilaku merokok sedang (44,9%) dengan kategori tingkat stress sedang (46,2%) yang merupakan terdapat hubungan tingkat stress dengan perilaku merokok pada remaja dengan nilai p=value = 0,001 (<0,05). Kesimpulan: Pada penelitian adanya hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok pada mahasiswa di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. dapat membantu memberikan pembaharuan berdasarkan tingkat stres dan perilaku merokok, yang dapat membantu dalam memberikan masukan yang lebih efektif untuk masalah merokok terkait stres.

28 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Stres dan Perilaku Agresif Dengan Strategi Koping Pada Remaja Siswa/I MTS Al-Ichlash Serang Baru

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa perkembangan yang rentan terhadap berbagai tekanan akademik, sosial, dan emosional. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu munculnya perilaku agresif dan berdampak pada kesehatan mental remaja. Salah satu faktor penting yang berperan dalam menghadapi stres dan mengendalikan perilaku agresif adalah strategi koping yang digunakan oleh remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan perilaku agresif dengan strategi koping remaja siswa/I MTs Al-Ichlash Serang Baru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas IX MTs Al-Ichlash Serang Baru dengan jumlah sampel 145 responden. Teknik sampel menggunakan probability sampling dengan jenis simple random sampling. Instrumen penelitian yaitu PSS-10, BPAQ, serta Brief COPE. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 15 tahun dan berjenis kelamin laki-laki (53,8%). Mayoritas siswa berada pada kategori stres sedang (74,5%), perilaku agresif sedang (89,0%), serta menggunakan strategi koping maladaptif (65,5%). Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan strategi koping (p = 0,389; r = -0,072). Sebaliknya, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara perilaku agresif dan strategi koping (p = 0,000; r = -0,314) dengan kekuatan hubungan lemah hingga sedang. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat stres tidak berhubungan signifikan dengan strategi koping siswa/i. Sebaliknya, perilaku agresif berhubungan signifikan dengan strategi koping, yang artinya semakin tinggi perilaku agresif maka semakin rendah penggunaan strategi koping adaptif pada remaja.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Stres Dengan Keparahan Gejala Premenstrual Syndrome (PMS) Pada Siswi SMA Negeri 1 Cikarang Utara

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Premenstrual syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala yang muncul 2–14 hari sebelum menstruasi dan dialami sekitar 90% perempuan usia reproduktif. Salah satu faktor yang memengaruhi PMS adalah stres, terutama pada remaja putri SMA yang rentan mengalami tekanan akademik. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan keparahan gejala PMS pada siswi SMA Negeri 1 Cikarang Utara. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan desain penelitian analitik korelasional. Sampel penelitian ini sebanyak 282 siswi dihitung menggunakan rumus slovin dengan teknik sampling proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner DASS-Y dan SPAF. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika Suherman (No: 005143/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025). Hasil: Uji korelasi Spearman diperoleh nilai sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05 dan correlation coeffisien sebesar 0,555. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan keparahan gejala PMS pada siswi SMA Negeri 1 Cikarang Utara dengan kategori kekuatan hubungan kuat dan arah positif. Saran: Remaja putri diharapkan dapat memahami hubungan tingkat stres dengan keparahan gelaja PMS, sehingga mampu mengendalikan stres dan mengatur gaya hidup sehat, sedangkan peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel kondisi fisik dan gaya hidup dengan metode lebih beragam untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.

24 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Muara Gembong Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Dampak dari siklus menstruasi yang tidak teratur yaitu infertile, endometriosis, dan gangguan psikologis. Infertile dapat terjadi jika siklus menstruasi tidak teratur sehingga mengakibatkan ovulasi terganggu dan dapat terjadinya ketidakseimbangan hormonal yang punya pengaruh besar terhadap ovulasi. Tujuan : Untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 1 Muara Gembong. Metode : Penelitian ini mengadopsi metode analitik kuantitatif dengan Rancangan penelitian ini adalah crossectional, Populasi penelitian ini sebanyak 76, sampel penelitian sebanyak 76 responden remaja putri tingkat VIII dan IX, yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data Univariat dan Bivariat dilakukan menggunakan uji chi square, Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan anatara faktor usia, tingkat stress dan aktivitas fisik terhadap gangguan siklus menstruasi yang di dapatkan nilai untuk faktor usia : p-value = 0,001, tingkat stress : p-value = 0,003, aktivitas fisik : p-value = 0,005 yang berarti ada hubungan yang signifikan dari ketiga faktor tersebut, Kesimpulan : Faktor usia, tingkat stress dan aktivitas fisik termasuk dalam faktor-faktor yang menyebabkan gangguan siklus menstruasi, yang Dimana para remaja putri di harapakan untuk menjaga stabilitas dari segi tingkat stress dan aktivitas fisik agar mengurangi potensi mengalami gangguan siklus menstruasi.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Konsumsi Makanan UPF (Ultra Processed Food) Tingkat Stress, Kualitas Hidup Dengan Kejadian Pasien CKD (Chronic Kidney Desease) di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak

2025•Koleksi Perpustakaan

Chronic Kidney Desease (CKD) merupakan kerusakan ginjal, baik fungsional maupun struktural yang sudah berlangsung selama 3 bulan atau lebih dan bersifat progresif atau semakin memburuk seiring berjalannya waktu, dengan prevalensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak 3,49%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi UPF, tingkat stres, kualitas hidup dengan pasien CKD. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien CKD dari grade 1-5 dengan jumlah 121 responden, dan jumlah sampel sebanyak 93 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner FFQ (Food Frequency Questionnaire), PSS (Perceived Stress Scale) dan WHOQOL (World Health Organization Quality of Life). Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden laki-laki berusia 40-60 tahun dengan pendidikan terakhir perguruan tinggi, dimana sebagian besar mengonsumsi UPF secara berlebihan dan memiliki tingkat stres rendah, namun kualitas hidup mereka dinilai buruk. Hasil analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square dengan p-value <0,05 artinya terdapat hubungan konsumsi UPF (p-value 0,016), tingkat stres (p-value 0,044) dengan pasien CKD. Namun, tidak ditemukan hubungan antara kualitas hidup dengan grade pada pasien CKD di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak. Saran untuk penelitian selanjutnya sebaiknya mempertimbangkan penelitian yang berlangsung dalam waktu yang panjang serta menyertakan data biokimia untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih lengkap.

30 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail