ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Perawat yang mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam memberikan pelayanan keparawatan harus mampu memberikan andil dan tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan yang berkualitas untuk menjamin kepuasan pasien. Komplain pasien yang tidak puas jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan turunnya kapabilitas pelayanan rumah sakit terhadap layanan dalam hal ini kepuasan pasien sangat berpengaruh dalam menjaga mutu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kenerja dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Sentra Madika Cikarang. Penelitian ini menggunakan desain analitik correlation dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang sejumlah 61 orang dan dengan menggunakan tehnik nonprobability sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kinerja perawat dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepuasan pasien. Instrumen yang digunakan yaitu dengan lembar kuisioner. Analisis hubungan kinerja perawat dengan kepuasan pasien dengan menggunakan uji Spearman Rho karena tujuan penelitian bersifat korelasi, jumlah variabel ada 2, skala data variabel yang dianalisis adalah skala ordinal. Uji Spearman Rho dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows 22.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar penilaian kinerja perawat dalam kategori cukup (50.8%) dan sebagian besar penilaian kepuasan pasien dalam kategori baik (70.5%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,001 yang artinya kurang dari 0.05 maka kesimpulannya ada hubungan signifikan antar kinerja perawat dengan kepuasan pasien. Untuk tingkat kekuatan antara hubungan didapatkan hasil 0.415 artinya tingkat kekuatan hubungan adalah hubungan sedang anntara kinerja perawat dengan kepuasan pasien. Angka koefisien korelasi diatas bernilai 0.415 maka arah hubungan variebelnya itu positif yang artinya hubungan/korelasi searah maka semakin besar nilai kinerja perawat maka semakin besar pula tingkat kepuasan pasien. Daftar Pustaka : 8 buku dan 16 jurnal (Tahun 2013 s/d 2022) Kata Kunci : Kinerja Perawat, Kepuasan Pasien.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stres kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat, terutama di lingkungan kerja dengan tekanan tinggi seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), dan ruang anak. Penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini dilaksanakan pada Desember 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang perawat yang bekerja di ruang IGD, ICU dan ruang anak RS Sentra Medika Cikarang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner stres kerja dan kusioner kinerja perawat dan dianalisis menggunakan uji Gamma. Stres kerja perawat terbesar pada kategori ringan yaitu 22 responden (53,7%) dan kinerja perawat terbesar pada kategori baik yaitu 30 responden (73,2%). Nilai Gamma sebesar -0,649 berada pada kategori hubungan sedang hingga kuat. Nilai pvalue sebesar 0,030, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja perawat. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stres pada perawat agar dapat mempertahankan kinerja mereka, khususnya di RS Sentra Medika Cikarang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Stres kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat, terutama di lingkungan kerja dengan tekanan tinggi seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), dan ruang anak. Metode: Penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini dilaksanakan pada Desember 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang perawat yang bekerja di ruang IGD, ICU dan ruang anak RS Sentra Medika Cikarang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner stres kerja dan kusioner kinerja perawat dan dianalisis menggunakan uji Gamma. Hasil: Stres kerja perawat terbesar pada kategori ringan yaitu 22 responden (53,7%) dan kinerja perawat terbesar pada kategori baik yaitu 30 responden (73,2%). Nilai Gamma sebesar -0,649 berada pada kategori hubungan sedang hingga kuat. Nilai p-value sebesar 0,030, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja perawat. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stres pada perawat agar dapat mempertahankan kinerja mereka, khususnya di RS Sentra Medika Cikarang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perawat yang mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam memberikan pelayanan keparawatan harus mampu memberikan andil dan tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan yang berkualitas untuk menjamin kepuasan pasien. Komplain pasien yang tidak puas jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan turunnya kapabilitas pelayanan rumah sakit terhadap layanan dalam hal ini kepuasan pasien sangat berpengaruh dalam menjaga mutu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kenerja dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Sentra Madika Cikarang.
Penelitian ini menggunakan desain analitik correlation. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang sejumlah
61 orang dan dengan menggunakan tehnik nonprobability sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kinerja perawat dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepuasan pasien. Instrumen yang digunakan yaitu dengan lembar kuisioner. Analisis hubungan kinerja perawat dengan kepuasan pasien dengan menggunakan uji Spearman Rho karena tujuan penelitian bersifat korelasi, jumlah variabel ada 2, skala data variabel yang dianalisis adalah skala ordinal. Uji Spearman Rho dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows 22.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar penilaian kinerja perawat dalam kategori cukup (50.8%) dan sebagian besar penilaian kepuasan pasien dalam kategori baik (70.5%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,001 yang artinya kurang dari 0.05 maka kesimpulannya ada hubungan signifikan antar kinerja perawat dengan kepuasan pasien. Untuk tingkat kekuatan antara hubungan didapatkan hasil 0.415 artinya tingkat kekuatan hubungan adalah hubungan sedang anntara kinerja perawat dengan kepuasan pasien. Angka koefisien korelasi diatas bernilai 0.415 maka arah hubungan variebelnya itu positif yang artinya hubungan/korelasi searah maka semakin besar nilai kinerja perawat maka semakin besar pula tingkat kepuasan pasien.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) MEDIKA CIKARANG
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
Skripsi
Nama : Shinta Ettyka
NIM : 120316417
STUDI TENTANG HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN
KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP DEWASA RS SENTRA
MEDIKA CIBINONG
xvi + 96 Halaman + 12 Tabel + 2 Bagan + 9 Lampiran
ABSTRAK
Industri RS di Kota Bogor beberapa tahun ini mengalami perkembangan berarti,
khususnya peningkatan jumlah rumah sakit swasta. Motivasi merupakan kondisi yang
dapat menggerakkan diri perawat secara terarah untuk mencapai tujuan kerja. Kinerja
adalah hasil kerja secara kualitas, kuantitas yang dicapai perawat dalam melaksanakan
tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan. Kinerja dipengaruhi faktor kemampuan
dan motivasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan
kinerja perawat di Ruang Rawat Inap Dewasa RS Sentra Medika Cibinong.
Desain penelitian cross sectional dengan tekhnik total sampling, didapatkan 30
responden. Data diolah menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian, sebagian
besar responden memiliki motivasi kurang (53%), dan 63% responden berkinerja baik.
Hasil analisis terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja
perawat dengan p value 0,011.
Kesimpulan, sebagian besar perawat memiliki motivasi kerja yang kurang, tapi sebagian
besar melakukan kinerja yang baik dan ada hubungan antara motivasi kerja dengan
kinerja perawat di ruang rawat inap dewasa RS Sentra Medika Cibinong. Berdasarkan
hasil penelitian penulis menyarankan pihak RS mengadakan kegiatan wisata bersama dan
outbond bagi staf perawat, agar kegiatan ini dapat menyegarkan fikiran staf perawat, serta
pengakuan terhadap keberhasilan pekerjaan staf perawatan seperti memberikan
penghargaan.
Kepustakaan : 45 Buku ( 2008-2013 )
Kata Kunci : Motivasi Kerja, Kinerja Perawat
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kinerja adalah penampilan hasil karya personal baik Kualitas maupun
kuantitas dalam satu organisasi. Pelayanan keperawatan adalah kualitas yang
berkaitan dengan pemberian perawatan yang harus tersedia, dapat diterima,
menyeluruh, berkelanjutan dan di dokumentasikan. Kualitas perawatan adalah
aplikasi pengetahuan medis yang tepat bagi perawatan pasien sambil
menyeimbangkan resiko-resiko yang melekat pada intervensi keperawatan dan
keuntungan yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja
perawat dalam pelayanan keperawatan dikamar bedah RS Sentra Medika
Cibinong.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode
penelitian survei analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat
yang bekerja dikamar bedah Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2017.
Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 orang. Instrumen penelitian yang
digunakan adalah kuesioner dan melakukan analisis data menggunakan uji
chisquare.
Hasil penelitian ini diperoleh dengan menggunakan analisis statistik. bahwa
stres kerja berhubungan dengan kualitas pelayanan keperawatan dengan nilai p
value 1,000 > 0,05, Lama kerja berhubungan dengan kualitas pelayanan
keperawatan dengan nilai p value 0,378. > 0,05. Keterampilan berhubungan
dengan kualitas pelayanan keperawatan dengan nilai p value 0.070 > 0,05.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu tidak ada hubungan yang signifikan
antara stres kerja, lama kerja, keterampilan dengan kualitas pelayanan
keperawatan di Kamar Bedah RS Sentra Medika Cibinong tahun 2018. Saran
kepada perawat agar meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dengan
mengurangi stres kerja dan meningkatkan ketrampilan dalam bekerja