Profil penulis
AMANDA PUTRI
3 karya publik ditemukan.
Hubungan Stres Kerja Dengan Kinerja Perawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), Ruang Intensive Care Unit (ICU) dan Ruang Anak Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi
Stres kerja adalah sebuah faktor yang bisa sangat berdampak pada kinerja perawat, terutama di lingkungan dengan tingkat stres tinggi seperti IGD, ICU, dan ruang rawat inap anak. Karena perawat mempunyai peran krusial dalam pelayanan kesehatan, performa mereka menjadi sangat penting untuk dikaji guna menjaga hingga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat yang bertugas di IGD, ICU, dan ruang rawat inap anak. Studi ini menerapkan metode korelasional melalui pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan tanggal Desember 2024. Sekitar 41 perawat yang bekerja di ketiga unit ini dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling. Lalu dsta dikumpulkan melalui kuesioner stres kerja dan kinerja perawat, kemudian dianalisis dengan uji Gamma. Dari penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas perawat mengalami stres kerja dalam kategori ringan, yakni sejumlah 22 orang (53,7%). Sedangkan, kinerja perawat sebagian besar tergolong baik, sejumlah 30 responden (73,2%). Analisis statistik menghasilkan nilai Gamma senilai -0,649, mengindikasikan hubungan sedang hingga kuat. Selain itu, nilai p-value senilai 0,030, lebih rendah dari tingkat signifikansi 0,05, memperlihatkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa stres kerja terdapat hubungan signifikan dengan kinerja perawat di IGD, ICU, dan ruang rawat inap anak.
HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD), RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU), DAN RUANG ANAK RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG
Latar Belakang: Stres kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat, terutama di lingkungan kerja dengan tekanan tinggi seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), dan ruang anak. Metode: Penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini dilaksanakan pada Desember 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang perawat yang bekerja di ruang IGD, ICU dan ruang anak RS Sentra Medika Cikarang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner stres kerja dan kusioner kinerja perawat dan dianalisis menggunakan uji Gamma. Hasil: Stres kerja perawat terbesar pada kategori ringan yaitu 22 responden (53,7%) dan kinerja perawat terbesar pada kategori baik yaitu 30 responden (73,2%). Nilai Gamma sebesar -0,649 berada pada kategori hubungan sedang hingga kuat. Nilai p-value sebesar 0,030, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja perawat. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stres pada perawat agar dapat mempertahankan kinerja mereka, khususnya di RS Sentra Medika Cikarang.