Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

81 hasil
Subjek: Remaja Putri
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri kelas X dan XI di smk islam al-amin cikarang tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dismenore primer adalah dismenore yang mulai terasa sejak menarche dan tidak ditemukan kelainan dari alat kandungan atau organ lainnya. Prevalensi dikalangan perempuan usia produktif terdiri dari 54,89% yang mengalami dismenore primer. Disebabkan oleh peningkatan dari prostaglandin, yang diproduksi pada lapisan dari rahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri kelas X dan XI di Smk Islam Al-amin Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah 121 responden.Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrument yang digunakan yaitu mengisi kuesioner. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi square dengan SPSS didapatkanada hubungan antara hubungan riwayat keluarga (ρ= 0,000) dan olahraga (ρ= 0,000) dengan dismenore primer pada remaja putri. Sedangkan didapatkan tidak ada hubungan antara usia menarche (ρ=0,183), stres (ρ= 0,962), dan status gizi (ρ= 0,240). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat ada hubungan antara riwayat keluarga, dan olahraga dengan dismenore primer pada remaja putri danterdapat tidak ada hubungan antara usia menarche, stress, dan status gizi. Diharapkan hasil penelitian ini siswi untuk melakukan pola hidup sehat seperti mengkonsumsi makanan sesuai prinsip gizi seimbang

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Cookies Pumpkin Seeds (Cucurbita Moschata) Terhadap Anemia pada Remaja Putri di MTS Nihayatul Amal Serang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan serta kehilangan darah saat menstruasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian makanan tambahan berbahan pangan sumber zat gizi, seperti cookies pumpkin seeds (Cucurbita moschata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cookies pumpkin seeds (Cucurbita moschata) terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri di MTs Nihayatul Amal Serang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 remaja putri yang mengalami anemia ringan. Intervensi berupa cookies pumpkin seeds diberikan sebanyak 100 gram per hari selama 10 hari, dibagi dalam dua kali pemberian. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi dengan jeda 5 hari setelah intervensi selesai. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden (20 orang; 100%) mengalami anemia ringan sebelum intervensi dengan rata-rata kadar hemoglobin 11,17 ± 0,433 g/dL. Setelah intervensi, 8 responden (40%) mencapai kategori normal dan 12 responden (60%) masih mengalami anemia ringan, dengan rata-rata kadar hemoglobin 11,75 ± 0,592 g/dL. Terdapat peningkatan rata-rata kadar hemoglobin sebesar 0,58 g/dL dan hasil uji menunjukkan p < 0,001. Kesimpulannya, terdapat perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian cookies pumpkin seeds (Cucurbita moschata)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Video Animasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Dismenore di SMP Negeri 4 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas serta proses belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan remaja putri tentang dismenore di SMP Negeri 4 Cikarang Selatan Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest. Sampel sebanyak 96 remaja putri dipilih dengan stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Guttman sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan sebelum intervensi terdapat 65 responden (67,7%) berpengetahuan kurang, 27 (28,1%) cukup, dan 4 (4,2%) baik. Setelah intervensi, seluruh responden (100%) memiliki pengetahuan baik. Uji Wilcoxon menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Kesimpulannya, terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang dismenore.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pumpkin Seeds (Cucurbita Moschata) Terhadap Intensitas Nyeri pada Remaja dengan Premenstrual Syndrome di SMAN 2 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis, dan perilaku yang muncul menjelang menstruasi serta dapat menimbulkan nyeri dan mengganggu aktivitas remaja putri. Pumpkin seeds (Cucurbita moschata) mengandung magnesium, zinc, asam lemak tak jenuh, dan senyawa bioaktif yang berpotensi membantu mengurangi intensitas nyeri PMS. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi pumpkin seeds (Cucurbita moschata) terhadap intensitas nyeri Premenstrual Syndrome pada remaja putri di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 38 remaja putri dipilih menggunakan purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Responden diberikan pumpkin seeds sangrai sebanyak 28 gram per hari selama 10 hari berturut-turut, dimulai pada awal fase luteal. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0–10. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebanyak 18 responden (47,4%), nyeri berat 12 responden (31,6%), dan nyeri ringan 8 responden (21,1%), dengan rata-rata skor 5,79 ± 2,220. Setelah intervensi, 24 responden (63,2%) mengalami nyeri ringan, 9 responden (23,7%) tidak nyeri, dan 5 responden (13,2%) mengalami nyeri sedang, dengan rata-rata skor 1,92 ± 1,683. Terjadi penurunan rata-rata intensitas nyeri sebesar 3,87 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p < 0,001. Penelitian dilakukan tahun 2026. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian pumpkin seeds (Cucurbita moschata) sebanyak 28 gram per hari selama 10 hari terhadap penurunan intensitas nyeri Premenstrual Syndrome pada remaja putri

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Kelas VII di SMP Plus Al Burhaniyah Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Siklus menstruasi merupakan indikator penting kesehatan reproduksi remaja putri, di mana ketidakteraturannya dapat memicu kecemasan dan menjadi tanda awal gangguan kesehatan. Di Indonesia, 63% remaja putri mengalami gangguan kesehatan reproduksi termasuk masalah menstruasi (BKKBN, 2023), namun hanya 35,3% remaja usia 15–19 tahun yang memiliki pengetahuan benar terkait kesehatan tersebut (SDKI, 2022). Kestabilan siklus pada usia remaja ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal yang saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada remaja putri kelas VII di SMP Plus Al-Burhaniyah tahun 2026. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VII di SMP Plus Al-Burhaniyah tahun 2026 dengan jumlah sampel responden yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri untuk status gizi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,001), status gizi (p = 0,001), dan pola hidup (kualitas tidur) (p = 0,013) dengan siklus menstruasi pada remaja putri. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sumber informasi (p = 0,564) dengan siklus menstruasi. Pengetahuan, status gizi, dan pola hidup (kualitas tidur) merupakan faktor spesifik yang berhubungan langsung dengan siklus menstruasi siswi di SMP Plus Al-Burhaniyah. Pihak sekolah dan pelayanan kesehatan disarankan meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi, pemantauan gizi seimbang, serta manajemen waktu tidur remaja

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja Putri Kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok Kabupaten Karawang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Dismenore primer merupakan nyeri perut saat haid. Gejala dismenore yaitu rasa kram perut bagian bawah sampai punggung. Di Indonesia kejadian dismenore primer sebesar 60-70%. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok Kabupaten Karawang tahun 2026. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 233 remaja putri kelas XI. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan hasil 147 remaja putri kelas XI. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik stratified random sampling dan random sampling. Dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Intrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data pada penelitian ini yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: menunjukkan variabel yang berhubungan dengan dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok adalah usia menarche (p=0,002), faktor genetik (p=0,023), dan tingkat stress (p=0,000). Simpulan: Dari 3 variabel yang diteliti hasilnya ada hubungannya dengan dismenore primer pada remaja putri kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok. Saran: Diharapkan remaja putri kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok yang mengalami dismenore diharapkan dapat melakukan upaya penanganan yang tepat serta menerapkan pola hidup sehat dan mengelola stres dengan baik agar keluhan dismenore tidak mengganggu aktivitas sehari-hari maupun proses belajar

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Body Shaming pada Remaja Putri Kelas VIII Di SMPN 5 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Body shaming didefinisikan sebagai tindakan mengejek, mengomentari, atau mengkritik bentuk, ukuran, dan penampilan fisik seseorang secara negatif. Sebanyak 62,2% perempuan di Indonesia mengungkapkan bahwa pernah mengalami body shaming setidaknya sekali dalam seumur hidup. Dalam 966 kasus di Indonesia mayoritas korban adalah perempuan sebanyak (94%), sedangkan sebagian kecil (6%) adalah laki-laki. Body shaming merupakan salah satu penyebab luka psikologis yang serius dan dalam kondisi tertentu dapat berlanjut pada perilaku yang membahayakan atau menyakiti diri secara Fisik. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan body shaming pada remaja putri kelas VIII di SMPN 5 Cikarang Selatan Tahun 2026, meliputi kepercayaan diri, media sosial, dan teman sebaya. Metode: Desain penelitian menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penilitian ini adalah seluruh remaja putri kelas VIII yang berjumlah 180 responden. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan jumlah 137 remaja putri kelas VIII. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel probability sampling (random) yaitu dengan simple random sampling. Dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis penelitian yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic chi square. Hasil: hasil menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan tindakan body shaming pada remaja putri kelas VIII di SMPN 5 Cikarang Selatan adalah kepercayaan diri (p=0.001), media Sosial (p=0.001) dan teman sebaya (p=0.004). Dari 3 variabel yang diteliti hasilnya semua berhubungan dengan tindakan body shaming pada remaja putri kelas VIII di SMPN 5 Cikarang Selatan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepercayaan diri, media sosial, dan teman sebaya dengan tindakan body shaming pada remaja putri kelas VIII di SMPN 5 Cikarang Selatan Tahun 2026. Dari ketiga faktor yang diteliti, paparan media sosial merupakan faktor yang memiliki pengaruh paling besar terhadap kecenderungan melakukan tindakan body shaming.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Media Video Edukasi Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di SMAN 1 Kedung Waringin Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat bahwa 51,4% remaja putri tidak mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Meskipun program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) telah dijalankan secara nasional, tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD sesuai standar masih tergolong sangat rendah. Rendahnya kepatuhan ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan media edukasi kesehatan yang menarik bagi remaja. Studi pendahuluan di SMAN 1 Kedung Waringin mengindikasikan tingkat ketidakpatuhan mencapai 90%, sehingga diperlukannya intervensi promosi kesehatan yang inovatif seperti media video edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media video edukasi terhadap kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri di SMAN 1 Kedung Waringin Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental (pre-test and post-test group). Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMAN 1 Kedung Waringin. Pengukuran tingkat kepatuhan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi pemberian video edukasi. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat perbedaan tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis data dengan Wilcoxon Signed Rank Test membuktikan bahwa media video edukasi efektif secara signifikan (Z=-11,18; p<0,001) dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri di SMAN 1 Kedung Waringin Tahun 2026. Nilai p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada tingkat kepatuhan konsumsi TTD sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media video. Kesimpulan dari penelitian ini adalah media video edukasi terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri. Disarankan agar sekolah dan tenaga kesehatan lebih memanfaatkan media video dalam program kesehatan remaja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Permainan Flash Card Terhadap Perilaku Genital Hygiene dalam Mencegah Pruritus Vulvae pada Remaja Putri di SMP Negeri 5 Cikarang Timur Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Pruritus vulvae merupakan gangguan pada organ genital eksternal perempuan yang sering dialami remaja putri akibat kurangnya perilaku genital hygiene. Salah satu upaya untuk meningkatkan perilaku tersebut adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan permainan flash card, karena media ini bersifat visual, interaktif, dan mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh permainan flash card terhadap perilaku genital hygiene dalam mencegah pruritus vulvae pada remaja putri di SMP Negeri 5 Cikarang Timur Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental melalui pendekatan One Group Pretest–Posttest Design. Populasi penelitian berjumlah 146 siswi kelas VII dan VIII, dengan sampel sebanyak 107 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner perilaku genital hygiene. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Sebelum diberikan intervensi, sebagian besar responden memiliki perilaku genital hygiene kategori baik sebanyak 88 responden (82,2%), kategori cukup 9 responden (8,4%), dan kategori kurang 10 responden (9,3%). Setelah diberikan permainan flash card, jumlah responden dengan kategori baik meningkat menjadi 101 responden (94,4%), sedangkan kategori cukup menjadi 6 responden (5,6%) dan tidak terdapat responden dengan kategori kurang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,971 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Permainan flash card berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan perilaku genital hygiene dalam mencegah pruritus vulvae pada remaja putri di SMP Negeri 5 Cikarang Timur Tahun 2026. Permainan flash card dapat dijadikan media pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah untuk meningkatkan perilaku genital hygiene remaja putri secara berkelanjutan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Media Audiovisual Terhadap Sikap Remaja Putri tentang Pencegahan Perilaku Masturbasi yang Berisiko pada Kesehatan Reproduksi di SMPN 5 Cikarang Selatan

2026•Koleksi Perpustakaan

Perilaku masturbasi yang berisiko pada remaja dapat memberikan dampak terhadap kesehatan reproduksi apabila tidak disertai dengan pemahaman dan sikap yang tepat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membentuk sikap positif remaja adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual. Berdasarkan survei pendahuluan terhadap 10 siswi, sebanyak 70% siswi telah terpapar informasi terkait perilaku seksual dan masturbasi, sedangkan 30% lainnya masih memiliki pengetahuan terbatas mengenai masturbasi dan dampaknya terhadap kesehatan reproduksi. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman dan sikap remaja terhadap pencegahan perilaku masturbasi yang berisiko. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual terhadap sikap remaja putri tentang pencegahan perilaku masturbasi yang berisiko pada kesehatan reproduksi di SMPN 5 Cikarang Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pra-Eksperimen melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswi SMPN 5 Cikarang Selatan sebanyak 566 orang, dengan sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sikap. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata sikap meningkat dari 82,97 sebelum intervensi menjadi 106,53 setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual. Hasil uji menunjukkan nilai t = -8,223 dengan p-value = 0,000 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual terhadap sikap remaja putri tentang pencegahan perilaku masturbasi yang berisiko pada kesehatan reproduksi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Audiovisual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Menarche di SDN Ciledug 03 Kab. Bekasi 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Menarche merupakan menstruasi pertama yang dialami remaja putri sebagai tanda dimulainya masa pubertas. Pengetahuan yang baik mengenai menarche sangat diperlukan agar remaja putri memahami perubahan yang terjadi pada dirinya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang menarche di SDN Ciledug 03 Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 42 siswi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang menarche. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 24 responden (57,1%), pengetahuan cukup 11 responden (26,2%), dan pengetahuan baik 7 responden (16,7%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual, sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 35 responden (83,3%), pengetahuan cukup 6 responden (14,3%), dan pengetahuan kurang 1 responden (2,4%). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), sehingga pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang menarche. Pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang menarche di SDN Ciledug 03 Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Media audiovisual dapat dijadikan salah satu alternatif media pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah utamanya terkait dengan persiapan menghadapi menarche

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Putri tentang Seks Bebas di SMKN 1 Pebayuran Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Pengetahuan remaja putri tentang seks bebas masih tergolong rendah sehingga diperlukan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman mengenai risiko dan dampak seks bebas serta kesehatan reproduksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet yang praktis, ringkas, dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan remaja putri tentang seks bebas di SMKN 1 Pebayuran Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 445 siswi dengan sampel sebanyak 112 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang seks bebas. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data pretest dan posttest tidak berdistribusi normal. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 62 responden (55,4%), pengetahuan cukup sebanyak 34 responden (30,36%), dan pengetahuan baik sebanyak 16 responden (14,3%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet, sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 95 responden (84,82%), pengetahuan cukup sebanyak 14 responden (12,50%), dan pengetahuan kurang sebanyak 3 responden (2,68%). Persentase pengetahuan baik meningkat sebesar 70,53%. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) <0,001 (p<0,05), dengan Positive Rank sebanyak 112 responden dan Negative Rank serta Ties sebanyak 0, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang seks bebas. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang seks bebas di SMKN 1 Pebayuran Tahun 2026. Media leaflet dapat dijadikan salah satu alternatif media pendidikan kesehatan reproduksi yang diterapkan secara berkelanjutan di sekolah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Stress, Kualitas Tidur dan Frekuensi Konsumsi Ultra Processed Food dengan Status Gizi Remaja Putri di SMAN 1 Cikarang Selatan

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan perhatian terhadap status gizi. Kondisi psikologis, kualitas tidur, dan kebiasaan konsumsi makanan dapat menjadi bagian dari faktor yang berkaitan dengan status gizi remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stress, kualitas tidur, dan frekuensi konsumsi ultra-processed food (UPF) dengan status gizi pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 74 remaja putri. Pengambilan sampel dilakukan pada remaja putri di SMA Negeri 1 Cikarang Selatan. Data tingkat stress diperoleh menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale PSS-10, kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), frekuensi konsumsi UPF menggunakan FFQ UPF, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji hubungan menggunakan Chi-Square dengan tingkat signifikasi p-value (p<0,05). Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat stress berat sebesar 66 responden atau (88,2%), responden berada dikategori kualitas tidur buruk, yaitu sebesar 68 responden atau (91,9%), responden berada dikategori konsumsi rendah , yaitu sebesar 40 responden atau (53,6%), responden berada dikategori status gizi normal, yaitu sebesar 59 responden atau (78,7%). Hasil uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan status gizi (p = 0,347), kualitas tidur dengan status gizi dengan uji chi-square (p = 1,000), serta konsumsi UPF dengan status gizi dengan uji chi-square (p = 0,773). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan pada penelitian ini antara tingkat stress, kualitas tidur, dan frekuensi konsumsi UPF dengan status gizi pada remaja putri dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Body Image dengan Frekuensi Konsumsi Minuman Manis, Sayur dan Buah pada Remaja Putri SMAN 1 Cikarang Selatan

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Remaja Indonesia menghadapi masalah gizi ganda, yaitu gizi kurang dan gizi lebih secara bersamaan. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi remaja putri usia 16–18 tahun di Jawa Barat yang sangat kurus 1,9%, kurus 6,3%, gemuk 8,9%, dan obesitas 4,2%. Di Kabupaten Bekasi, data Riskesdas 2018 mencatat prevalensi sangat kurus 3,80%, kurus 10,45%, gemuk 9,06%, dan obesitas 4,11%. Selain itu, 47,5% penduduk masih rutin mengonsumsi minuman manis dan 96,7% kurang mengonsumsi sayur dan buah sesuai anjuran. Faktor psikologis seperti body image turut meningkatkan risiko masalah gizi ganda pada remaja putri. Tujuan Penelitian : mengetahui hubungan antara body image dengan frekuensi konsumsi minuman manis, sayur, dan buah pada remaja putri di SMAN 1 Cikarang Selatan. Metode Penelitian : penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan teknik quota sampling pada 81 siswi kelas XI. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Responden memiliki body image positif (80,2%) dan negatif (19,8%). Frekuensi konsumsi minuman manis, sayur, dan buah sebagian besar tergolong jarang. Terdapat hubungan signifikan antara body image dengan konsumsi minuman manis (p<0,001) dan sayur (p=0,027), namun tidak dengan konsumsi buah (p=0,869). Kesimpulan dan Saran : Body image berhubungan dengan pola konsumsi minuman manis dan sayur pada remaja putri. Disarankan pihak sekolah dapat mendorong ketersediaan pilihan minuman rendah gula dan menu sayur serta buah yang lebih beragam dan menarik di kantin sekolah

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kebiasaan Sarapan dan Kadar Hemoglobin (Hb) dengan Prestasi Akademik Pada Siswi di SMAN 3 Cikarang Utara

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Prestasi akademik pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kebiasaan sarapan dan kadar hemoglobin (Hb). Sarapan berperan sebagai sumber energi utama bagi otak sehingga mendukung konsentrasi dan kemampuan belajar, sedangkan kadar Hb yang rendah dapat mengurangi suplai oksigen ke otak dan berpotensi mengganggu fungsi kognitif. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan dan kadar hemoglobin (Hb) dengan prestasi akademik pada siswi di SMAN 3 Cikarang Utara. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 247 siswi kelas XI SMAN 3 Cikarang Utara, dengan sampel sebanyak 71 responden yang dipilih menggunakan teknik kuota sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mengenai kebiasaan sarapan, pengukuran kadar Hb menggunakan alat Easy Touch GCHb, pengukuran status gizi berdasarkan IMT/U, serta pengambilan data prestasi akademik berdasarkan peringkat kelas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian: Mayoritas responden berusia 17 tahun (62,0%), memiliki status gizi baik (66,2%), dan orang tua berpendidikan terakhir SMA (73,2%). Sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan ≥4x/minggu (62,0%), kadar Hb normal (≥12 g/dl) 87,3%, dan yang belum kategori prestasi akademik (54,9%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi akademik (p=0,011; OR=73,4%;95%CI=0,093–0,758). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan prestasi akademik (p=0,140; OR=69,5%;95% CI=0,059–1,585). Kesimpulan: Kebiasaan sarapan berhubungan dengan prestasi akademik pada siswi SMAN 3 Cikarang Utara, sedangkan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kadar Hb dan prestasi akademik pada sampel penelitian. Saran: Sekolah diharapkan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya sarapan bergizi seimbang serta bekerja sama dengan puskesmas dalam pelaksanaan pemeriksaan kadar hemoglobin secara berkala sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Status Gizi, Riwayat Menstruasi, Konsumsi Makanan Sumber Zat Besi dan Protein dengan Kadar Hemoglobin Remaja Putri SMAN 3 Cikarang Utara

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat terjadi pada remaja putri. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain status gizi, kondisi menstruasi, serta kebiasaan mengonsumsi makanan yang menjadi sumber zat besi dan protein. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterkaitan status gizi, riwayat menstruasi, frekuensi konsumsi makanan sumber zat besi, dan frekuensi konsumsi makanan sumber protein dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMAN 3 Cikarang Utara. Metode: Penelitian menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden yang terlibat sebanyak 71 remaja putri. Penilaian status gizi dilakukan berdasarkan IMT/U, sedangkan informasi mengenai riwayat menstruasi diperoleh melalui kuesioner. Frekuensi konsumsi makanan sumber zat besi dan protein dikumpulkan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan dengan alat Hb digital. Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik yang disesuaikan dengan karakteristik data. Hasil: Dari 71 responden, sebanyak 47 orang (66,2%) mempunyai status gizi normal. Frekuensi konsumsi makanan sumber zat besi paling banyak termasuk kategori cukup, yaitu 32 orang (45,1%), sedangkan konsumsi makanan sumber protein kategori cukup berjumlah 34 orang (47,9%). Berdasarkan pemeriksaan hemoglobin, 62 responden (87,3%) berada pada kategori normal dan 9 responden (12,7%) mengalami anemia. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kadar hemoglobin (p=0,975), riwayat menstruasi dengan kadar hemoglobin (p=0,193), frekuensi konsumsi makanan sumber zat besi dengan kadar hemoglobin (Fisher’s Exact p=1,000), serta frekuensi konsumsi makanan sumber protein dengan kadar hemoglobin (Fisher’s Exact p=1,000). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi, riwayat menstruasi, frekuensi konsumsi makanan sumber zat besi, dan frekuensi konsumsi makanan sumber protein tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMAN 3 Cikarang Utara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMAN 2 Sukatani

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari maupun proses belajar. Faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian dismenore antara lain pola makan dan aktivitas fisik. Pola makan yang tidak seimbang serta aktivitas fisik yang rendah dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan meningkatkan produksi prostaglandin sehingga memicu nyeri menstruasi. Tujuan: Mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri kelas X di SMAN 2 Sukatani Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola makan, aktivitas fisik, dan kejadian dismenore. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian dismenore dengan nilai p-value = 0,032 (p < 0,05), sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Selain itu, hasil uji statistik juga menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore dengan nilai p-value = 0,028 (p < 0,05), sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri kelas X di SMAN 2 Sukatani Tahun 2025.

39 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Status Gizi dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi ketika tubuh mengalami penurunan jumlah sel darah merah hingga berada di bawah batas normal. Anemia termasuk salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kekurangan asupan zat gizi dan kehilangan darah akibat menstruasi. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik Purposive Sampling dan melibatkan 81 responden. Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja putri kelas X yang berada di SMA Negeri 2 Sukatani. Instrumen penelitian ini menggunakan Stature Meter, timbangan, dan juga menggunakan Medline. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dari uji Rank Spearman didapatkan adanya hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia, dengan pvalue 0,000 < 0,05 dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif. Selain itu, juga terdapat hubungan antara kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia, dengan p-value 0,000 < 0,05 dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif. Kesimpulan: Hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Edukasi Menggunakan Kartu Kuartet Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Personal Hygene Saat Menstruasi di SMP Segar

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Remaja perempuan usia 9-14 tahun berada pada masa pubertas dan menstruasi, sehingga kebersihan diri penting untuk mencegah Infeksi Saluran Reproduksi, yang secara global paling tinggi terjadi pada remaja. Kurangnya pengetahuan, seperti jarang mencuci tangan atau mengganti pembalut jarang, meningkatkan risiko infeksi. Semakin baik pengetahuan mengenai kebersihan diri, semakin positif perilaku menjaga personal hygiene, sehingga edukasi kesehatan penting untuk meningkatkan pemahaman dan praktik kebersihan diri remaja selama menstruasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi mengenai personal hygiene saat menstruasi dengan menggunakan media kartu kuartet terhadap peningkatan pengetahuan siswi Sekolah Menengah Pertama di SMP Segar. Metode: Penelitian kuantitatif pre-eksperimen ini menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan total sampling terhadap 78 responden, instrumen berupa soal pilihan ganda, dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Nilai p = 0,000 (<0,05), menunjukkan adanya pengaruh edukasi kartu kuartet terhadap pengetahuan remaja. Kesimpulan: Edukasi kesehatan melalui kartu kuartet efektif meningkatkan pengetahuan personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri.

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Edukasi Permainan Spin Whell Terhadap Pengetahuan Tentang Upaya Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri di SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup serius, tertama akibat meningkatnya kebutuhan zat besi pada masa pertumbuhan dan terjadinya menstruasi setiap bulan. Rendahnya pengetahuan remaja putri mengenai anemia dan upaya pencegahannya menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian anemia. Edukasi kesehatan melalui media yang interaktif dan menarik, seperti permainan spin whell, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi remaja putri dalam upaya pencegahan anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi permainan spin whell terhadap pengetahuan tentang upaya pencegahan anemia pada remaja putri di SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre eksperimental one group pre-test post-test, dan pendekatan cros- sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 responden yang diberikan edukasi permainan spin whell, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil Penelitian: Menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi melalui permainan spin whell, dengan hasil analisis Wilcoxon yang signiftikan (0,000 < 0,05). Kesimpulan: Edukasi menggunakan permainan spin whell efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Media edukasi interaktif ini dapat dijadikan alternatif sebagai metode di sekolah SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara untuk menurunkan resiko anemia pada remaja putri.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail