ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN Skripsi, September 2023 Fuji Elfira, 0201319694 XVII Halaman + 48 Halaman + 8 Tabel + 14 Lampiran Hubungan Usia Menarche Dan Indeks Masa Tubuh Dengan Menopause Di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Kota Bogor Tahun 2023 ABSTRAK Berdasarkan data World Health Organization jumlah perempuan menopause di Asia pada tahun 2025 diperkirakan mengalami penaikan dari 107 juta jiwa akan menjadi 373 juta jiwa. Menopause adalah hal ilmiah yang akan dialami oleh setiap perempuan dan merupakan fase penting dalam siklus reproduksi perempuan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan usia menarche dan indeks masa tubuh dengan menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Kota Bogor Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil analisis uji chi square didapatkan nilai P Value = 0.03 0.05 dapat disimpulkan bahwa ada hubungan usia menarche dan menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Kota Bogor tahun 2023. Hasil analisis uji ch square didapatkan nilai P Value = 0.027 0.05 maka ada hubungan indeks masa tubuh dan menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Kota Bogor tahun 2023. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, meningkatkan aspek edukatif yang ditujukan pada ibu mengenai menopause seperti penyuluhan, promosi kesehatan agar ibu menopause dapat menjaga pola hidup sehat berkaitan menghadapi masa menopause dan gejala yang timbul pada saat menopause. Kata kunci: Usia menarche, indeks masa tubuh, menopause Medika Suherman University UNDERGRADUATE NURSING STUDY PROGRAM Thesis, September 2023 XVII Pages + 48 Pages + 8 Tables + 14 Attachments The Relationship Between Menarche Age and Body Mass Index With Menopause In The Working Area Of The Bondongan Health Center In Bogor City In 2023 ABSTRACT Based on data from the World Health Organization, the number of menopausal women in Asia in 2025 is expected to increase from 107 million to 373 million. Menopause is a scientific thing that will be experienced by every woman and is an important phase in the female reproductive cycle. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between menarche age and body mass index with menopause in the Bondongan Health Center Working Area, Bogor City in 2023. This study used quantitative methods with a cross-sectional approach. Sampling was done by purposive sampling with a total sample of 100 respondents. The results of the chi square test analysis obtained a P value = 0.03 0.05 can be concluded that there is a relationship between menarche age and menopause in the Bondongan Health Center Working Area of Bogor City in 2023. The results of the ch square test analysis obtained a P value = 0.027 0.05, it can be concluded that there is a relationship between body mass index and menopause in the Bondongan Health Center Working Area of Bogor City in 2023. It is expected for health workers to improve health services, improve educational aspects aimed at mothers regarding menopause such as counseling, health promotion so that menopausal women can reach their menopause goals. Keywords: Menarche age, body mass index, menopause
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Oktober 2023 Nama: Hanisah Oktavianie Nim: 020319617 HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN KECEMASAN ANAK YANG MENGALAMI MENARCHE DI SDN CIKARANG KOTA 02 ABSTRAK Latar Belakang: Berbagai macam gangguan dan gangguan baik secara langsung maupun tidak langsung, yang terjadi kepada anak saat mengalami menarche yang dapat mempengaruhi kondisi fisik atau psikologis anak. Orang tua melalui peran aktifnya dalam hal memberi akan pemahaman terkait menarche bahwa hal yang terbilang pertama kali untuk seorang anak remaja. sebagai seorang ibu sekaligus orang tua secara lebih dini harus memberikan penjelasan tentang menarche pada anak perempuannya, supaya anak lebih mengerti dan akan siap dalam menghadapi menarche. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan dukungan orang tua dengan kecemasan anak yang mengalami menarche pada siswi di SDN Cikarang Kota 02. Metodologi: Penelitia analisis kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 41siswi SD Negeri Cikarang Kota 02. Variabel pada penelitian ini adalah dukungan orang tua dan kecemasan anak. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil: responden yang mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan ringan 50,0%. Responden yang mendapat dukunga orang tua dengan kecemasan sedang 10,0%. Responden yang mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan berat 40,0%. Responden yang tidak mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan ringan 47,6%. Responden yang tidak mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan sedang 52,4%. Hasil statistik antara dukungan orang tua dengan kecemasan anak (P=0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan orang tua dengan kecemasan anak yang mengalami menarche di SDN Cikarang Kota 02. Saran: bagi responden diharapkan agar lebih meningkatkan komunikasi dengan orang tua terkait dengan perubahan-perubahan yang dapat terjadi pada wanita salah satunya menarche. Kata Kunci: Dukungan orang tua, kecemasan anak dan menarche.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pravalensi kejadian menarche di Indonesia rata-rata terjadi pada umur 12,4 tahun dengan prevalensi 60%. Beberapa faktor penyebab terjadinya menarche meliputi Status Gizi, Pendidikan Orangtua/Wali, Aktivitas fisik, Paparan media massa dewasa (pornografi), Lingkungan. Menarche adalah saat haid atau menstruasi yang datang pertama kali pada seorang wanita yang sedang menginjak dewasa. Tujuan untuk mengetahui hubungan status pacaran terhadap munculnya terjadinya kejadian menarche pada siswi SDN Hegarmukti 01.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Menarche merupakan menstruasi pertama yang dialami remaja putri sebagai tanda dimulainya masa pubertas. Pengetahuan yang baik mengenai menarche sangat diperlukan agar remaja putri memahami perubahan yang terjadi pada dirinya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang menarche di SDN Ciledug 03 Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 42 siswi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang menarche. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 24 responden (57,1%), pengetahuan cukup 11 responden (26,2%), dan pengetahuan baik 7 responden (16,7%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual, sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 35 responden (83,3%), pengetahuan cukup 6 responden (14,3%), dan pengetahuan kurang 1 responden (2,4%). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), sehingga pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang menarche. Pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang menarche di SDN Ciledug 03 Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Media audiovisual dapat dijadikan salah satu alternatif media pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah utamanya terkait dengan persiapan menghadapi menarche
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Masa remaja adalah periode transisi perkembangan dari masa anak-anak menuju dewasa,.yang ditandai dengan mulai berfungsinya organ reproduksi. Pada remaja putri, salah satu tandanya adalah menstruasi. Ketidaksiapan remaja.putri ketika menghadapi.menarche dapat dipengaruhi.oleh beberapa faktor, diantaranya keterbatasan informasi serta kurangnya dukungan dari ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui.hubungan dukungan ibu dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche pada siswi di SDN Ciledug 03. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional menggunakan desain penelitian korelasional. sampel pada penelitian ini sebanyak 72 siswi yang dihitung menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dukungan ibu dan kesiapan remaja menghadapi menarche. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika Suherman (No;005215/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025). Data dianalisis menggunakan uji spearman rank test didapatkan hasil signifikansi atau sig-2 tailed 0,000<0,05 yang berarti adanya hubungan antara Dukungan Ibu Dengan Kesiapan Remaja Putri Menghadapi Menarche dengan arah hubungan positif serta kekuatan hubungan 0,699 yang dapat diartikan hubungan kuat. Diharapkan remaja putri dapat meningkatkan kesiapan dalam menghadapi menarche, sementara ibu diharapkan memberikan dukungan dan informasi yang tepat guna mendukung kesiapan remaja.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Kecemasan yang terkait dengan menarche menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja perempuan, terutama disebabkan oleh kurangnya akses pada informasi yang akurat dan menyeluruh mengenai menstruasi pertamanya. Menarche yang terjadi tanpa adanya persiapan dapat menjadi sumber rasa cemas dan takut yang berpengaruh langsung pada kesiapan mental serta emosional remaja putri saat menghadapi perubahan fisik yang muncul. Di Indonesia, sekitar 50% remaja putri belum mendapatkan pendidikan yang cukup mengenai menarche, sehingga tingkat kecemasan pada tahap ini cukup tinggi. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah melalui pendidikan kesehatan yang memanfaatkan media cetak, seperti booklet, yang dianggap praktis dan mudah dipahami Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan booklet terhadap tingkat kecemasan menarche pada remaja putri. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pre-post test. Terdapat 109 responden yang diambil sebagai sampel melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Uji normalitas dilaksanakan dengan Kolmogorov-Smirnov, sedangkan analisis data menggunakan Uji T-parametik. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami tingkat kecemasan sedang (62,4%) dan berat (30,3%). Setelah dilakukan intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (56,9%) dan sebagian kecil tidak mengalami kecemasan (9,2%). Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap penurunan kecemasan menarche. Kesimpulan : Pendidikan kesehatan dengan media booklet terbukti efektif dan direkomendasikan untuk diterapkan di sekolah dasar agar remaja putri lebih siap menghadapi menstruasi dengan pemahaman yang benar dan sikap yang positif.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Menarche merupakan tanda awal kedewasaan reproduksi pada perempuan yang seringkali menimbulkan kecemasan akibat kurangnya pengetahuan dan kesiapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan dalam menghadapi kesiapan menarche pada remaja putri. Subyek dan Metode : Sampel penelitian ini seluruh siswi kelas IV dan V di SDN Mangunjaya 05 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi sebanyak 83 orang dengan teknik Purposive. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest Instrumen ini menggunakan kuesioner pengetahuan tentang menarche dengan media audio visual. Hasil :Hasil penelitian ini menunjukkan sebelum diberikan intervensi yaitu sebanyak 28,9% siswi memiliki pengetahuan kurang, 66,3% siswi pengetahuan cukup, dan 4,8% siswi pengetahuan baik. Setelah diberikan intervensi, 95,2% siswi memiliki pengetahuan baik dan 4,8% meiliki pengetahuan cukup. Analisis data penelitian ini menggunakan uji wilcoxon signed rank test, yang menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media audio visual (p = 0,000). Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media audio visual efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri dalam menghadapi kesiapan menarche. Disarankan pihak sekolah agar dapat menfasilitasi pembelajaran dengan pendidikan kesehatan dengan media audio visual tentang kesehatan reproduksi mengenai menarche secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan khususnya pada remaja putri melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Perempuan mengalami menstruasi pertama yang disebut dengan menarche. Setiap anak memiliki usia yang berbeda untuk menarche, tetapi tiap tahun nya terdapat kecenderungan anak perempuan mendapat menstruasi pertama atau menarche ke arah umur yang lebih muda sehingga saat ini banyak anak perempuan di sekolah dasar sudah mengalami menarche. Karena tubuh mengalami perubahan selama menarche, anak perempuan dapat mengalami kondisi psikologis diantaranya kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis perbandingan tingkat kecemasan pada siswi kelas 4-6 di pedesaan dan perkotaan dalam menghadapi menarche. Subyek dan Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif dengan desain penelitian cross-sectional. Lokasi penelitian di SD Sukasari 04 yang mewakili pedesaan dan SDN Bekasi Jaya III yang mewakili perkotaan. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswi kelas 4-6 yang sudah mengalami menarche dengan total 30 siswi pedesaan dan 30 siswi di perkotaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Dalam penelitian ini variabel independen adalah siswi SD kelas 4-6 di pedesaan (X1), siswi SD kelas 4-6 di perkotaan (X2) dan variabel dependen adalah kecemasan siswi dalam menghadapi menarche (Y) metode pengumpulan data menggunakan kuesioner kecemasan Zung Self-Rating Anxiety Scale. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis komparatif yaitu uji Mann whitney. Hasil: Terdapat perbedaan tingkat kecemasan siswi di pedesaan dan perkotaan dalam menghadapi menarche. Hasil uji Mann whitney p=0,000<0,05. Berdasarkan analisis deskriptif diperoleh rata- rata tingkat kecemasan 52.10 di pedesaan dan 42.53 di perkotaan. Kesimpulan: Sebagian besar siswi di pedesaan memiliki tingkat pengetahuan cukup dan mengalami tingkat kecemasan sedang, sedangkan di perkotaan sebagian besar siswi memiliki tingkat pengetahuan baik dan mengalami tingkat kecemasan ringan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Dismenore adalah nyeri perut bagian bawah yang dialami ketika sedang menstruasi. Dismenore tidak berbahaya tetapi dapat mengganggu dan menghambat remaja dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan dapat menurunkan produktvitas remaja. Penelitian ini dilakukan di SMKN 3 Cikarang Barat yang bertujuan untuk mengetahui fakto-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada siswi di SMKN 3 Cikarang Barat tahun 2023.
Penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner berupa G-form, analisis data yang digunakan adalah univariat dengan menghitung distribusi frekuensi variabel dan analisa bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan p<0,005.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa analisis univariat diperoleh 49 (46,7%) siswi yang mengalami dismenore, Sebanyak 61 (58,1%) siswi yang usia mensarche <12 tahun, Berdasarkan lama menstruasi sebanyak 84 (80,0%) siswi yang lama menstruasinya <7, 15 (14,3%) siswi yang mempunyai riwayat menstruasi, 84 (80,0%) siswi yang status gizi normal, hasil analisis bivariat diperoleh usia menarche (p=0,00), lama menstruasi (p=0,005), riwayat mesntruasi (p=0,005), status gizi (p=0,005) yang artinya ada hubungan antara variabel independent dan variabel dependent.
Kesimpulan penelitian ini adalah dari keempat variabel tersebut memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian dismenore pada siswi di SMKN 3 Cikarang Barat. Dengan adanya hubungan dari keempat variabel ini maka pihak sekolah dan tenaga kesehatan mampu melakukan penyediaan informasi serta memberikan edukasi mengenai apa saja yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada para siswi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan data World Health Organization jumlah perempuan menopause di Asia pada tahun 2025 diperkirakan mengalami kenaikan dari 107 juta jiwa menjadi 373 juta jiwa. Menopause terjadi karena seiring usia bertambah indung telur akan makin sedikit memproduksi hormon kewanitaan. Akibatnya indung telur tidak lagi melepaskan sel telur dan menstruasi akan berhenti. Dampaknya tubuh akan mengalami rasa panas, berkeringat dimalam hari, masalah tidur, cemas dan suasan hati yang buruk. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan usia menarche dan indeks masa tubuh dengan menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Kota Bogor Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Bondongan, Kota Bogor pada bulan Juli 2023. Hasil analisis uji chi square didapatkan bahwa terdapat hubungan usia menarche dan indeks masa tubuh dengan menopause di wilayah kerja Puskesmas Bondongan Kota Bogor Tahun 2023. Diharapkan bagi ibu menopause untuk dapat mendorong anaknya agar menjaga berat badan ideal untuk menghindari terjadinya penumpukan lemak agar tidak terjadi menarche dini dan menjaga pola hidup sehat agar indeks masa tubuh tetap dalam kategori normal.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pravalensi kejadian menarche di Indonesia rata-rata terjadi pada umur 12,4 tahun dengan prevalensi 60%. Beberapa faktor penyebab terjadinya menarche meliputi Status Gizi, Pendidikan Orangtua/Wali, Aktivitas fisik, Paparan media massa dewasa (pornografi), Lingkungan. Menarche adalah saat haid atau menstruasi yang datang pertama kali pada seorang wanita yang sedang menginjak dewasa. Tujuan untuk mengetahui hubungan status pacaran terhadap munculnya terjadinya kejadian menarche pada siswi SDN Hegarmukti 01. Jenis penelitian ini adalah metode analitik kolerasi dengan rancangan cross sectional dengan populasi sebanyak 30 siswi kelas IV,V dan VI. Pengambilan sampel dalam penelitian dengan cara total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 sampel. Instrument yang digunakan yaitu menggunakan kuesioner yang kemudian di uji menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan perilaku pacaran dengan munculnya tanda menarche pada siswi SD Negeri Hegarmukti 01 yaitu P Value
0,002 (P<0,05) dengan odd ratio 15.000 yang artinya siswi SD yang sudah pernah mengalami pacaran akan lebih cenderung mengalami menarche sebesar 15.000 kali dibandingkan siswi SD yang tidak mengalami pacaran. Sebagian besar 60% yang berpacaran, Sebagian besar 60% yang menarche. dengan adanya penelitian ini, diharapkan siswi SD lebih diperhatikan pergaulan terutama dengan lawan jenisnya sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Berbagai macam gangguan dan gangguan baik secara langsung maupun tidak langsung, yang terjadi kepada anak saat mengalami menarche yang dapat mempengaruhi kondisi fisik atau psikologis anak. Orang tua melalui peran aktifnya dalam hal memberi akan pemahaman terkait menarche bahwa hal yang terbilang pertama kali untuk seorang anak remaja. sebagai seorang ibu sekaligus orang tua secara lebih dini harus memberikan penjelasan tentang menarche pada anak perempuannya, supaya anak lebih mengerti dan akan siap dalam menghadapi menarche. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan dukungan orang tua dengan kecemasan anak yang mengalami menarche pada siswi di SDN Cikarang Kota 02. Metodologi: Penelitia analisis kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 41siswi SD Negeri Cikarang Kota
02. Variabel pada penelitian ini adalah dukungan orang tua dan kecemasan anak. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil: responden yang mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan ringan 50,0%. Responden yang mendapat dukunga orang tua dengan kecemasan sedang 10,0%. Responden yang mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan berat 40,0%. Responden yang tidak mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan ringan 47,6%. Responden yang tidak mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan sedang 52,4%. Hasil statistik antara dukungan orang tua dengan kecemasan anak (P=0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan orang tua dengan kecemasan anak yang mengalami menarche di SDN Cikarang Kota 02. Saran: bagi responden diharapkan agar lebih meningkatkan komunikasi dengan orang tua terkait dengan perubahan-perubahan yang dapat terjadi pada wanita salah satunya menarche.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Disminore primer 90% terjadi pada wanita yang telah mengalami menarche dan berlanjut hingga usia pertengahan 20-an atau hingga mereka memiliki anak. Nyeri saat menstruasi sangat berdampak pada remaja putri, ini menyebabkan aktivitas remaja tersebut terganggu terutama belajar di sekolah. Upaya pemerintah mewujudkan kesehatan pelajar dalam bentuk program UKS untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat di lingkungannya. Tujuan
: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri di SMAN 2 Cikarang Pusat. Metode : Jenis penelitian yang dilakukan penelitian analitik observasional, dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 213 sampel yang diambil dengan cara total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner. Hasil : Hasil penelitian Chi-square didapatkan ada hubungan antara usia menarche, riwayat keluarga dismenore, dan aktivitas olahraga terhadap tingkatan nyeri dismenore primer dengan p-value <0,05. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat nyeri dismenore primer dengan usia menarche, riwayat keluarga dismenore, dan aktivitas olahraga.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Masa remaja adalah tahap peralihan pantara masa anak-anak dengan masa dewasa. Di masa ini seseorang mengalami masa pubertas salah satunya ditandai dengan datangnya menstruasi pertama (menarche) ditandai dengan datangnya menstruasi pertama yang ditandai dengan munculnya perubahan secara fisiologis yang meliputi perubahan fisik dan mental. Berbeda dengan perubahan bertahap lain yang menyertai pubertas, menarche terjadi secara tiba-tiba dan mencolok tanpa ada peringatan sebelumnya, perubahan – perubahan tersebut dapat memicu timbulnya kecemasan tergantung dari informasi yang diperoleh dan kemampuan beradaptasi, sehingga menarche memberikan pengalaman yang mengesankan bagi kebanyakan anak perempuan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecemasaan Dalam Menghadapi Menarche Pada Remaja Putri Kelas IV Dan V Di SDN Sukasari 01 Serang Baru Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional. Populasi seluruh siswi kelas IV dan V di SDN Sukasari 01 Serang Baru. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 111 responden. Analisa data yang digunakan chi square. Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan chi square menunjukkan bahwa kesiapan menarche (p-value =0,000) OR 520,000, pengetahuan (p-value=0,000) OR 166,750, dukungan sosial (p-value=0,001) OR 4,286 dan lingkungan (p-value=0,000) OR 12,441. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara kesiapaan menarche, pengetahuan, dukungan sosial dan lingkungan dengan kecemasaan dalam menghadapi menarche
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menarche adalah suatu kondisi dimana seorang wanita muda telah siap untuk mencapai salah satu tahap fisik kedewasaan, yaitu munculnya menstruasi pertama (menarche). Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche
di SDN Karang Anyar 02. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan
sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sampel 70 responden. Analisis data yang
digunakan Chi square. Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukan bahwa umur (p-value = 0,006 ) OR 8,775, Pengetahuan (p-value = 0,182) OR 0,450, Sikap (p-value = 0,007) OR
12,727, Dukungan keluarga (p-value = 0,438) OR 2,027. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara umur, sikap dan sumber informasi dengan kesiapan dalam menghadapi menarche serta tidak ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kesiapan dalam menghadapi menarche.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN DAN PROFESI BIDAN Skripsi, September 2023 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAAN DALAM MENGHADAPI MENARCHE PADA REMAJA PUTRI KELAS IV DAN V DI SDN SUKASARI 01 KABUPATEN BEKASI TAHUN 2023 Nama : Elsa Cahya Safitri NIM : 020619025 xiv+ 100 Halaman + 9 Tabel + 11 Lampiran ABSTRAK Masa remaja adalah tahap peralihan pantara masa anak-anak dengan masa dewasa. Di masa ini seseorang mengalami masa pubertas salah satunya ditandai dengan datangnya menstruasi pertama (menarche) ditandai dengan datangnya menstruasi pertama yang ditandai dengan munculnya perubahan secara fisiologis yang meliputi perubahan fisik dan mental. Berbeda dengan perubahan bertahap lain yang menyertai pubertas, menarche terjadi secara tiba-tiba dan mencolok tanpa ada peringatan sebelumnya, perubahan – perubahan tersebut dapat memicu timbulnya kecemasan tergantung dari informasi yang diperoleh dan kemampuan beradaptasi, sehingga menarche memberikan pengalaman yang mengesankan bagi kebanyakan anak perempuan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecemasaan Dalam Menghadapi Menarche Pada Remaja Putri Kelas IV Dan V Di SDN Sukasari 01 Serang Baru Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi seluruh siswi kelas IV dan V di SDN Sukasari 01 Serang Baru. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 111 responden. Analisa data yang digunakan chi square. Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan chi square menunjukkan bahwa kesiapan menarche (p-value =0,000) OR 520,000, pengetahuan (p-value=0,000) OR 166,750, dukungan sosial (p-value=0,001) OR 4,286 dan lingkungan (p-value=0,000) OR 12,441. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara kesiapaan menarche, pengetahuan, dukungan sosial dan lingkungan dengan kecemasaan dalam menghadapi menarche Bahan bacaan : 1 buku , 29 jurnal Kata kunci: Kecemasaan, Menarche,
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menarche adalah suatu kondisi dimana seorang wanita muda telah siap untuk mencapai salah satu tahap fisik kedewasaan, yaitu munculnya menstruasi pertama (menarche). Di dasari atas perolehan hasil laporan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (2017) dalam (Jeklin, 2021) memaparkan bahwa mayoritas remaja (76,6%) memiliki usia menarche berkisar pada 11- 14 tahun dengan kejadian awal kurang dari 8 tahun dan yang paling lambat sampai usia 17 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche di SDN Karang Anyar 02. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sampel 70 responden. Analisis data yang digunakan Chi square. Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukan bahwa umur (p-value = 0,006 ) OR 8,775, Pengetahuan (p-value = 0,182) OR 0,450, Sikap (p-value = 0,007) OR 12,727, Dukungan keluarga (p-value = 0,438) OR 2,027. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara umur, sikap dan sumber informasi dengan kesiapan dalam menghadapi menarche di SDN Karang Anyar 02 Kecamatan Karang Bahagia. Serta tidak ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kesiapan dalam menghadapi menarche di SDN Karang Anyar 02 Kecamatan Karang Bahagia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Disminore primer 90% terjadi pada wanita yang telah vii mengalami menarche dan berlanjut hingga usia pertengahan 20-an atau hingga mereka memiliki anak. Nyeri saat menstruasi sangat berdampak pada remaja putri, ini menyebabkan aktivitas remaja tersebut terganggu terutama belajar di sekolah. Upaya pemerintah mewujudkan kesehatan pelajar dalam bentuk program UKS untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat di lingkungannya. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri di SMAN 2 Cikarang Pusat. Metode Jenis penelitian yang dilakukan penelitian analitik observasional, dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 213 sampel yang diambil dengan cara total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner. Hasil Hasil penelitian Chi-square didapatkan ada hubungan antara usia menarche, riwayat keluarga dismenore, dan aktivitas olahraga terhadap tingkatan nyeri dismenore primer dengan p-value 0,05. Kesimpulan Terdapat hubungan antara tingkat nyeri dismenore primer dengan usia menarche, riwayat keluarga dismenore, dan aktivitas olahraga.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Nyeri haid (dismenorea primer) adalah nyeri menstruasi sebagai nyeri singkat sebelum atau selama menstruasi. Menurut WHO terdapat 1.769.425 jiwa (90%) wanita mengalami dismenore. Di Indonesia nyeri haid (dismenore) berkisar 55%, Jawa Barat sebanyak 54,9%, di Bekasi sebanyak 63,2% wanita usia subur mengalami nyeri haid (dismenorea). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan metode penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 60 wanita usia subur. Teknik analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa 40 responden (87%) usia menarche ≥ 11 tahun dengan nyei haid (dismenorea primer), sebanyak 47 responden (83,9%) lama menstruasi normal (4-7 hari) dengan nyeri haid (dismenorea primer), dan sebanyak 33 responden (89,2%) aktivitas fisik berat dengan nyeri haid (dismenorea primer). Dari hasil uji chi-square antara usia menarche dengan nyeri haid sendiri menunjukkan nilai p (0,024) < a (0,05), maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil uji chi-square antara lama menstruasi dengan nyeri haid menunjukkan nilai p (0,023) < a (0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil uji chi-square antara aktifitas fisik dengan nyeri haid menunjukkan nilai p (0,044) < a (0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak.Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu, ada hubungan yang signifikan antara usia menarche, lama menstruasi, dan aktivitas fisik dengan kejadian nyeri haid di PT X tahun 2022.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PROGRAM STUDI KEBIDANAN PROGRAM SARJANA FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) Laporan Penelitian, Februari 2023 Asprinda Octalerian Wardani, NIM : 221050002 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nyeri Haid (Dismenorea Primer) Pada Pekerja Wanita Usia Subur di PT X Tahun 2022 ABSTRAK Nyeri haid (dismenorea primer) adalah nyeri menstruasi sebagai nyeri singkat sebelum atau selama menstruasi. Menurut WHO terdapat 1.769.425 jiwa (90%) wanita mengalami dismenore. Di Indonesia nyeri haid (dismenore) berkisar 55%, Jawa Barat sebanyak 54,9%, di Bekasi sebanyak 63,2% wanita usia subur mengalami nyeri haid (dismenorea). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan metode penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 60 wanita usia subur. Teknik analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa 40 responden (87%) usia menarche ≥ 11 tahun dengan nyei haid (dismenorea primer), sebanyak 47 responden (83,9%) lama menstruasi normal (4-7 hari) dengan nyeri haid (dismenorea primer), dan sebanyak 33 responden (89,2%) aktivitas fisik berat dengan nyeri haid (dismenorea primer). Dari hasil uji chi-square antara usia menarche dengan nyeri haid sendiri menunjukkan nilai p (0,024) α (0,05), maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil uji chi-square antara lama menstruasi dengan nyeri haid menunjukkan nilai p (0,023) α (0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil uji chi-square antara aktifitas fisik dengan nyeri haid menunjukkan nilai p (0,044) α (0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak.Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu, ada hubungan yang signifikan antara usia menarche, lama menstruasi, dan aktivitas fisik dengan kejadian nyeri haid di PT X tahun 2022. Kata Kunci : Nyeri Haid, Usia Menarche, Lama Menstruasi, Aktivitas Fisik PROGRAM STUDI KEBIDANAN PROGRAM SARJANA FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) Research Report, February 2023 Asprinda Octalerian Wardani, NIM : 221050002 Factors Affecting Menstrual Pain (Primary Dysmenorrhea) in Reproductive Age Female Workers at PT X in 2022 ABSTRACT Menstrual pain (primary dysmenorrhea) is menstrual pain as brief pain before or during menstruation. According to WHO there are 1,769,425 souls (90%) of women experiencing dysmenorrhea. In Indonesia menstrual pain (dysmenorrhea) ranges from 55%, West Java as much as 54.9%, in Bekasi as many as 63.2% of women of childbearing age experience menstrual pain (dysmenorrhea). This study used an analytic observational research design with cross sectional research methods. The sampling technique used simple random sampling technique with a sample of 60 women of childbearing age. The univariate data analysis technique used the frequency distribution and the bivariate analysis used the chi-square test. The results showed that 40 respondents (87%) were menarche ≥ 11 years old with menstrual pain (primary dysmenorrhea), 47 respondents (83.9%) had normal menstrual periods (4-7 days) with menstrual pain (primary dysmenorrhea), and as many as 33 respondents (89.2%) heavy physical activity with menstrual pain (primary dysmenorrhea). From the results of the chi-square test between the age of menarche and menstrual pain itself, it shows a p value (0.024) α (0.05), then Ha is accepted and Ho is rejected. The results of the chi-square test between the length of menstruation and menstrual pain show a value of p (0.023) α (0.05), so Ha is accepted and Ho is rejected. The results of the chi-square test between physical activity and menstrual pain show a p value (0.044) α (0.05) so Ha is accepted and Ho is rejected. The conclusion in this study is that there is a significant relationship between menarche age, menstrual duration, and activity. with the incidence of menstrual pain at PT X in 2022. Keywords: Menstrual Pain, Menarche Age, Menstrual Length, Physical Activity